NovelToon NovelToon
BAYANG BAYANG MASA LALU

BAYANG BAYANG MASA LALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Dinarta Firdaus

Enam tahun membina rumah tangga, Kirana merasa pernikahannya dengan Aris adalah definisi kebahagiaan yang sempurna. Namun, semua hancur saat Kirana menemukan kenyataan bahwa Aris kembali menjalin hubungan rahasia dengan Sarah, mantan kekasihnya yang dulu gagal dinikahi karena terganjal restu. Alih-alih menangis dan meminta cerai begitu saja, Kirana memilih jalan yang lebih gelap: menghancurkan Aris dari dalam dengan mendekati Bimo, sahabat karib sekaligus rekan bisnis Aris. Sebuah permainan ego, pengkhianatan, dan cinta yang keliru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinarta Firdaus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUNTUHNYA BENTENG TERAKHIR

​Kirana menatap Bimo. Di bawah pengaruh alkohol yang mulai mengaburkan kewaspadaannya dan manipulasi emosi yang ia rancang sendiri, Kirana melihat sosok pria yang benar-benar berbeda dari Aris. Aris adalah matahari yang silau dan membakar, selalu menuntut untuk dipuja. Sementara Bimo adalah bulan yang tenang, selalu ada di dalam kegelapan untuk memberikan pantulan cahaya yang meneduhkan.

​"Bimo..." lirih Kirana, suaranya nyaris menyerupai bisikan angin malam. "Mengapa bukan kamu saja yang dulu datang ke hidupku terlebih dahulu? Mengapa aku harus bertemu dengan Aris?"

​Kata-kata itu adalah pukulan telak bagi kewarasan Bimo. Saraf-saraf di otaknya berhenti berfungsi untuk memikirkan akibat hukum, persahabatan, atau norma sosial. Pria yang selama ini dikenal sebagai sosok yang paling rasional dan kaku itu kini sepenuhnya dikendalikan oleh hati yang telah lama kelaparan akan cinta dari wanita di hadapannya.

​"Karena aku bodoh, Kirana!" Bimo akhirnya meledak, suaranya rendah namun penuh dengan penekanan yang menyakitkan. Genggaman tangannya di bahu Kirana mengencang. "Aku bodoh karena membiarkan Aris mendekatimu dulu saat kuliah. Aku bodoh karena mengira dia bisa membahagiakanmu lebih baik daripada aku yang hanya seorang mahasiswa hukum biasa dari keluarga sederhana. Aku memendam rasa ini selama enam tahun, Kirana! Enam tahun aku harus berdiri di samping kalian, menontonmu tersenyum untuknya, menontonmu memeluknya, sementara hatiku mati rasa setiap hari!"

​Bimo menarik napas dalam-dalam, matanya memancarkan kejujuran yang begitu murni hingga membuat Kirana tertegun selama beberapa detik.

​"Aku mencintaimu, Kirana. Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini. Bukan sebagai istri Aris, bukan sebagai klienku, tapi sebagai dirimu sendiri. Sejak hari pertama aku melihatmu di koridor kampus, rasa itu tidak pernah berubah, bahkan bertambah besar setiap kali aku melihat bagaimana pria bajingan itu menyia-nyiakanmu."

​Kirana terpaku. Ia telah merencanakan momen ini, ia telah memanipulasi situasi agar Bimo menyatakan perasaannya. Namun, ia tidak menyangka bahwa pernyataan cinta Bimo akan sekuat dan seberdarah ini. Ada rasa kepuasan yang dingin di hatinya karena berhasil menjatuhkan pion terkuat Aris, namun di sudut lain hatinya yang kosong, ada kehangatan aneh yang merayap masuk—sebuah validasi bahwa ia masih diinginkan, bahwa ia masih menjadi pusat semesta bagi seorang pria.

​Kirana tidak menjawab dengan kata-kata. Ia membiarkan ponsel cadangannya tergelincir dari tangannya dan jatuh ke lantai bar yang gelap, sebuah simbol bahwa ia melepaskan seluruh kendali rasionalnya malam ini.

​Kirana menatap bibir Bimo, lalu bergerak maju. Ia memotong jarak yang tersisa di antara mereka, mempertemukan bibirnya dengan bibir Bimo dalam sebuah ciuman yang intens, penuh dengan rasa lapar akan pembalasan dendam sekaligus keputusasaan yang mendalam.

​Bimo tersentak kaget selama satu detik, sebelum akhirnya seluruh tubuhnya menegang dan ia membalas ciuman Kirana dengan gairah yang telah ia kunci selama enam tahun. Ia menarik pinggang Kirana mendekat, menenggelamkan wanita itu dalam pelukannya di sudut bar yang temaram, tidak lagi memedulikan dunia luar yang sedang runtuh di sekitar mereka.

Mereka tidak kembali ke penthouse milik Aris dan Kirana. Bimo membawa Kirana ke sebuah apartemen studio kecil miliknya di kawasan Pakubuwono—sebuah properti investasi yang jarang ia kunjungi dan tidak diketahui oleh Aris. Tempat itu tersembunyi, tenang, dan aman dari intaian siapa pun.

1
Ara putri
mampir ya kak. Jika berkenan mampir juga keceritaku TUAN AYAZ, TOLONG BERHENTI!
Dinarta Firdaus: baik kakak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!