Hanya satu hari sebelum hari pernikahan, Bayu Andarsono harus kehilangan sang mempelai dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Annisa, belahan jiwanya. Keluarga besar dari kedua pihak tidak bisa menanggung malu, maka dengan keputusan tanpa perasaan mempelai wanita diganti, Andin, adik kandung Annisa. Bayu dan Andin menikah tanpa cinta, keduanya membuat kontrak hitam di atas putih. Andin setuju karena hatinya sudah dimiliki Bian Wijaya, kekasihnya yang setia. Bayu pun tak keberatan, sebab baginya, Andin hanyalah pengganti sementara. Namun, dibalik kehidupan pernikahan yang dingin, misteri mulai terkuak, sedikit demi sedikit. Bayu Andarsono bukanlah pria biasa. Ia adalah Alpha dari klan werewolf tertua di Tanah Jawa. Semakin lama kehidupan pernikahan antara Bayu dan Andin, semakin kuat pula ikatan gaib yang tak terlihat. Benarkah gadis yang ia anggap hanya pengganti itu sebenarnya adalah Mate sejati yang ditakdirkan oleh Bulan untuknya? Bisakah pernikahan palsu itu berubah menjadi ikatan a
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Putri Tidur
…..
Andin pingsan, tepat di depan Bayu. Tubuh gadis itu hampir saja membentur tanah, namun refleks suaminya memang tidak pernah melesat. Ia di tangkap di detik terakhir.
Bayu kalang kabut, tentu saja. Ia bingung harus berbuat apa. Akhirnya, setelah berdebat dengan Jack, serigalanya. Lelaki itu memutuskan membawa Andin kembali ke pack nya.
“Pelan-pelan, sialan!! Kau menyetir terlalu cepat. Tubuh istri kita terguncang hebat.” Jack berteriak pada Bayu saat mendapati tubuh Andin terguncang pelan di kursi penumpang.
“Kau cukup diam saja, Jack! Jangan menggangu fokusku. Gadis yang kau sebut istri itu sedang butuh pertolongan secepatnya.” Bayu menimpali, matanya masih fokus menyetir di tengah jalan gelap, tengah malam itu.
“Dia hanya pingsan, Bayu. Tidak akan terjadi hal buruk padanya. Dia mungkin hanya kekurangan gizi, badannya terlalu kurus.”
“Diam Jack!! Hentikan omong kosong sok tahumu! Dia mungkin terkena serangan jantung.” Timpal Bayu lagi.
Begitulah perjalanan itu memakan waktu hampir satu jam, diisi oleh pertengkaran dua jiwa yang tidak tahu apa-apa.
Saat akhirnya tiba di Pack, Bayu sudah ditunggu oleh Beta-nya, Bastian.
“Apa yang terjadi, Alpha?” Bastian bertanya bingung sambil membuka pintu samping kursi penumpang, berniat menggendong Andin.
Sebelum tangan Bastian sempat menyentuh Andin, Bayu yang entah sejak kapan disana, langsung menyela. Dengan gerakan ringan, sang Alpha menggendong istrinya menuju kediaman utama.
“Hubungi dokter Pack, Bas. Dan aku butuh seorang healer juga.” Bayu memberikan perintah sembari berjalan dengan Andin dalam gendongan Bridal-nya.
“Siap, Alpha.” Bastian lalu bergegas pergi.
Saat memasuki kediaman utama keluarga Andarsono, Bayu bertemu ayahnya yang belum tidur.
“Bayu, i-itu siapa, nak?”
“Andin. Dia pingsan.” Bayu menjawab singkat. Lalu terus berjalan ke kamarnya.
…
Setelah membaringkan Andin sepelan mungkin, Bastian datang membawa dua orang lainnya. Dokter Pack, bernama Min dan seorang healer wanita, bernama Lisa.
“Ini dokter Pack dan healer nya, Alpha.” Bastian memperkenalkan.
Bayu yang berdiri di samping ranjang istrinya, tidak memberikan jawaban apapun. Matanya fokus menatap Dokter bernama Min itu intens.
“Aku tidak bilang bahwa dokternya harus wanita, yaaa?” Tanya Bayu. Matanya beralih pada Bastian, meminta penjelasan.
“Sejak dulu, dokter utama Pack memang laki-laki, Alpha.” Bastian menjawab.
“Aku tahu. Silahkan periksa istri saya dokter.” Bayu mempersilahkan sang dokter memeriksa Andin, ia menekankan kata istri sebagai peringatan.
“B-baik, Alpha.” Min menjawab kikuk.
….
Pemeriksaan itu berlangsung beberapa menit. Min mengeluarkan stetoskop untuk memeriksa denyut jantung Andin, kemudian memindahkannya ke bagian paru-paru. Mendengarkan suara napas gadis itu.
“Alpha. Istri anda baik-baik saja. Dia hanya pingsan karena syok.” Min menjelaskan.
“Kau yakin dia baik-baik saja?”
“Iya Alpha. Tapi untuk lebih jelasnya, saya sarankan untuk dilakukan pengambilan darah untuk tes yang lebih spesifik.”
“Lakukan itu, dokter.” Pinta Bayu.
Bastian hanya mengiyakan, kemudian menyuruh asistennya yang seorang wanita untuk masuk. Keduanya lalu mengambil darah Andin untuk dilakukan tes di laboratorium.
…
Setelah kepergian dokter, Bayu menyuruh healer yang sedari tadi menunggu dengan tenang untuk melakukan tugasnya. Menyembuhkan istrinya dengan kekuatan penyembuhan miliknya.
…..
Keesokan harinya, Andin belum juga membuka matanya. Padahal ini sudah hampir pukul 12 siang.
“Kenapa dia belum juga bangun, Bayu?” Jack memulai omelan hariannya.
“Jangan tanya padaku, kita sama tidak tahunya, Jack.”
“Tapi dokter itu bilang dia hanya tidur. Lalu kenapa belum bangun juga?” Jack bersuara lagi.
“Aku tidak tahu, Jack. Diamlah, kepalaku sakit mendengar suara jelekmu!!”
……
“Hai anak manis.” Sapa seorang wanita yang luar biasa cantik padanya.
“H-halo…” Andin tergagap saat menjawab sapaan itu.
Mata Andin berotasi sejenak, mengamati tempatnya berada. Seingatnya, ia sedang di depan Fakultasnya, menemui Bayu.
“Ekkhem…” Wanita cantik itu berdeham pelan, membuat fokus Andin terarah padanya.
“Kamu pasti bertanya-tanya, dimana tempat ini ‘kan anak manis?” Kata-kata wanita itu meluncur lembut, bak sepoi angin dibawah pohon yang sejuk.
Menggigit bibir pelan, Andin akhirnya mengangguk sebagai jawaban.
“Tapi sebelum itu, perkenalkan, wanita tua yang sedang berbicara ini adalah Moon Goddess.”
“Moon… Goddess??” Andin mengulangi nama itu, seperti pernah mendengarnya di suatu tempat. Lalu lanjut bertanya,
“Anda Dewa??”
“Dewi, anak manis.”
btw, saya pun baru mula menulis novel. kalau ada masa boleh tinggalkan komen di novel saya. hanya tekan profile, terima kasih 🤭/Grin/