NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBD 31

Layla terbangun di ranjang rumah sakit sambil menatap langit-langit yang putih polos. Suasana rumah sakit terasa tenang, tetapi dipenuhi kesibukan. Aroma khas antiseptik memenuhi udara, berpadu dengan hawa dingin dari pendingin ruangan. Suara langkah kaki para tenaga medis terdengar silih berganti di sepanjang lorong, sesekali disusul bunyi roda brankar dan troli obat yang melintas.

Dari beberapa ruang perawatan terdengar samar percakapan keluarga pasien, sementara bunyi monitor detak jantung yang berdenting pelan menciptakan suasana yang hening sekaligus menegangkan. Cahaya lampu putih menerangi setiap sudut ruangan, membuat semuanya tampak bersih dan steril. Di ruang tunggu, beberapa orang duduk dengan wajah lelah dan penuh harap, menanti kabar baik dari orang-orang yang mereka cintai.

Ia masih mengingat insiden semalam. Dia bahkan tak menyangka bisa selamat dari peristiwa mengerikan itu. Meski enggan mengakuinya, Layla sadar bahwa nyawanya berhasil diselamatkan oleh pria yang selama ini paling ingin ia jauhi.

Kemudian, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tatapannya berhenti pada Riri yang sedang asyik mengupas apel lalu memakannya.

"Baru saja bangun, tapi sudah harus menghadapi anomali satu ini." dengusnya.

Wanita cantik itu pelan-pelan mendudukkan dirinya dan bersandar.

Senyum kecil menghiasi wajah Layla saat melihat Riri. Sahabatnya tampak begitu lahap menikmati buah-buahan dan camilan yang tersaji di atas meja sofa di dekat mereka.

"Riri itu kan apelku," Layla protes.

Wanita berambut pendek itu tersenyum lebar memperlihatkan barisan giginya yang rapih.

"Kapan lagi dapet apel gratis, ya kan," celotehnya.

Ia kembali memenuhi mulutnya dengan buah kesukaannya.

Layla sudah tidak heran lagi dengan tingkah sahabatnya itu yang terkandang membuatnya jengkel tapi ia menyayangi Riri seperti saudarinya sendiri.

Ia mengerucutkan bibirnya.

"Mending kamu pulang aja deh Ri."

Wanita komedi itu menggeleng kuat, tangannya mengisyaratkan penolakan besar.

"Enggak mau. Selama suamimu masih rajin ngirimin makanan, aku betah jagain kamu." ucapnya percaya diri.

Layla kembali mencibir sahabatnya.

"Emang kamu enggak punya duit buat beli sendiri apa?"

Dengan santainya Riri menjawab.

"Aku bukannya enggak punya duit tapi aku cuma memanfaatkan kesempatan yang ada."

"Gembel," ejek Layla singkat.

"Kalau aku enggak cerewet, kamu pasti sedih lagi," gumam Riri pelan sambil pura-pura sibuk mengunyah apel.

"Kan kamu pasien, harusnya kamu puasa dulu biar cepet sembuh."

Layla menarik nafas pelan.

"Aku kan bukan pasien pasca operasi Riri. Jadi aku bebas buat makan apa aja."

"Eh?!" Ia baru tersadar dari keb*d*hannya. Makanan yang di meja membuatnya gelap mata.

"Pulang aja lah kamu Ri."

Layla pura-pura mengusir.

Riri menatap wajah sahabatnya dengan memelas.

"Jangan ngadu ke Zhao Lee ya... Bisa-bisa aku di usir enggak boleh lagi buka toko di gedungnya."

Layla mengambil nafas sebentar.

Kemudian...

"PPffft"

"Hahaha"

Dia tertawa melihat tingkah lucu Riri. Ia sudah tidak sanggup berakting marah pada sahabatnya.

Lalu mereka tertawa bersama.

Ia merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Riri. Ia dapat menghadirkan suasana hangat dan ceria setelah badai yang di alaminya berlalu.

Kediaman utama keluarga Zhao...

Zhao Lee juga mendapatkan perawatan. Namun ia enggan memilih rumah sakit sebagai tempatnya.

Ia lebih memilih memanggil dokter dan perawat pribadinya ke kediamannya karena alasan tertentu.

Peluru yang bersarang di bahunya telah di angkat. Sechpia merasa sedih saat kekasihnya kembali dalam keadaan yang seperti itu.

"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Sechpia lembut. Rasa khawatir terpancar jelas di matanya.

Pria tampan itu meraih tangan Sechpia dan menggenggamnya lembut.

Ia memulai kebohongannya.

"Semua terjadi begitu cepat dan aku tak bisa menghindarinya. Aku bahkan sempat mengejar pria yang menembak ku namun berhasil kabur." ucap Zhao Lee sambil meringis kesakitan.

Sechpia menunduk sedih. Ia meneteskan air mata di kedua pipinya.

Dengan tangannya yang lembut, sang kekasih mengusap air mata wanita cantik itu. Lalu tersenyum menenangkan.

"Aku baik, sayang. Kamu tidak perlu khawatir atau merasa bersalah. Ini semua bukan salah mu. Tau begitu tadi aku tidak akan cerita.'' ucapnya.

Kemudian ia menyisingkan rambut yang menutupi wajah cantik Sechpia ke belakang kuping.

Berkata dengan lembut..

"Sayang...Dengar. Tolong jangan bebani pikiran mu dengan hal yang tidak perlu."

Sechpia masih menangis. Wanita itu begitu manja dan bergantung pada Zhao Lee.

Wanita manja itu terdiam sejenak tanpa kata.

"Bagaimana bisa begitu. Apa kau tidak mengerti perasaan ku?"

Pria itu mengecup lembut kening kekasih palsunya.

Lalu tersenyum.

"Aku tau sayang... Tapi aku tak mau membuat mu setres. Sebentar lagi kita akan bertunangan. Bukan hanya kita yang bersatu namun bisnis keluarga kita juga akan bersatu. Ia kan?"

"Aku tidak mau masalah kecil ini menganggu pikiran mu dan membuat wajah cantik yang aku sukai ini redup cahayanya"

Sechpia memeluk Zhao Lee. Ia tumpahkan air matanya di pelukan hangat sang kekasih. Sechpia tak pernah tau bahwa ia telah masuk ke permainan balas dendam Zhao Lee sejak awal Sechpia bertemu dan berkenalan dengan Zhao Lee. Ia musuh dalam selimut Sechpia. Serigala berbulu domba.

Zhao Lee tersenyum tipis.

Ia memanfaatkan pernikahan bisnis sekaligus kondisi psikologis Sechpia yang tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya. Sejak kecil, Sechpia lebih sering ditemani pengasuh daripada ayahnya sendiri. Perhatian sekecil apa pun yang diberikan Zhao Lee menjadi sesuatu yang begitu berharga baginya.

Insiden besar beberapa bulan yang lalu menewaskan Ayah Sechpia.

Sejak saat itu Sechpia selalu bergantung pada pria yang di cintainya.

Madu manis yang di tawarkan lelaki tersebut sulit untuk di tolak Sechpia.

Zhao Lee melepaskan pelukannya. Ia kembali menyeka air mata terakhir di pipi sang kekasih.

Ia tersenyum tenang dan meyakinkan.

"Aku sudah mengerahkan orang-orang ku untuk mencarinya. Terpaksa pertunangan kita tunda sampai keadaan aman kembali."

Sechpia mengangguk pelan.

"Aku harus kembali ke kantor, tidak baik meninggalkan perusahaan dalam waktu yang cukup lama," ucap Zhao Lee lembut sambil tersenyum. Itu hanya alasannya saja agar dia bisa cepat-cepat bertemu dengan Layla.

Zhao Lee memasuki lift rumah sakit dengan membawa sebuket bunga hortensia putih dan mawar biru segar di tangannya. Ia tampak sedikit buru-buru karena jam besuk pasien akan berakhir sebentar lagi.

Beberapa saat kemudian..

"TING!" pintu lift terbuka.

Kemudian dia berjalan menuju kamar rawat inap tempat Layla berada.

Zhao Lee membuka pintu bangsal VIP tempat Layla di rawat. Pria tampan itu berdiri beberapa saat di ambang pintu. Melihat Layla masih bisa mengomel kepada Riri membuat beban di dadanya sedikit berkurang. Untuk pertama kalinya sejak kejadian di hutan, ia benar-benar yakin bahwa kekasih hatinya selamat. Ia berjalan tenang menghampiri Layla.

"Bunga untuk mu," ucap Zhao Lee lembut sambil menyerahkan bunga itu ke Layla.

Melihat situasi itu Riri segera mundur pelan-pelan keluar dari kamar rawat itu tak lupa ia juga membawa camilan yang ada di meja tadi.

Dengan ketua Layla berkata...

"Aku tak butuh bunga. Aku butuh makan."

Pria itu nampak bingung dengan istri kontraknya.

"Aku sudah mengirim banyak makanan, apa tidak sampai kepada mu. Layla." tanyanya.

Layla menatap meja yang tadinya penuh makanan tapi sekarang telah raib seakan ada black hole di sana.

"Riri mencurinya," ucap istrinya singkat.

Zhao Lee ikut menengok ke meja itu. Sisa makanan masih tersimpan di atas meja.

"Riri..." dengus Zhao Lee dalam hati.

"Ya sudah nanti aku pesankan lagi," ucapnya.

"Aku mau pulang," ucap Layla tiba-tiba.

Raut wajah CEO itu menunjukan ketidaksukaannya karena Layla mulai keras kepala lagi.

"Tidak boleh. Kau belum benar-benar sembuh Layla." ucapnya tegas.

Sang Istri mengerucutkan bibirnya.

"Sebenarnya apa sih yang terjadi kemarin?" dengus Layla.

Pria itu terdiam cukup lama. Tatapannya jatuh ke perban di lengan Layla.

Dalam hatinya berkata..

"Maaf Layla, aku tak punya pilihan lain selain menjadikan mu umpan agar aku bisa menyingkirkan Tiger untuk selamanya. Aku tidak mau dia mengganggu kehidupan kita lebih lama."

Ia tersenyum.

"Tidak usah khawatir, sekarang sudah baik-baik saja."

Layla diam...

"Bagaimana keadaanmu?"

Layla membuang muka melihat keluar jendela.

"Tidak ada luka yang berarti," jawanya singkat.

"Syukurlah," dengus Zhao Lee pelan.

Setelah menjenguk Layla sebentar, sang CEO kembali ke kantor. Ia memandangi amplop coklat yang tergeletak di atas meja kerjanya.

Laporan di dalamnya membuat Zhao Lee merasa bersalah atas perbuatanya terhadap kekasih hatinya.

Beban psikologis yang di tanggung Layla ternyata jauh lebih besar dari yang ia kira.

"Aku minta maaf, Layla. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan mu," gumam Zhao Lee

Zhao Lee masih ingat malam pertamanya di hotel bersama Layla, istrinya bermimpi buruk ia menangis sesegukan sambil minta maaf dan menyebut satu nama "Hendi''. Mimpi itu masih di alami Layla hingga saat ini, tekanan psikologis yang di alaminya semakin bertambah. Mimpi buruk itu semakin memburuk.

"Aku tidak akan membiarkan trauma itu menghancurkanmu lebih jauh, Layla. Masa lalu itu sudah terlalu lama membelenggumu... dan sekarang, aku yang akan memutus rantainya," ucap Zhao Lee.

Kemudian Zhao Lee menelpon seseorang yang selama ini ia kirim untuk mengawasi Layla dari jarak dekat.

Laki-laki itu menatap nomor yang sudah sangat ia hafal.

"Ada tugas baru. Datang ke kantorku," ucap Zhao Lee.

Zhao Lee menutup telepon, lalu memandang kota dari balik jendela kantornya. Sudut bibirnya terangkat tipis. Kali ini, ia tidak sedang menyusun permainan baru. Ia sedang menyiapkan langkah untuk mematahkan rantai yang selama bertahun-tahun membelenggu Layla, apa pun harga yang harus dibayar.

****************

Terus dukung aku ya temen-temen 🥹

‎Dan terimakasih buat yang udah dukung aku...

‎ikuti terus keseruannya di setiap bab

‎update setiap hari dan ada crazy up di hari sabtu

‎terimakasih 🙏🌹😘

1
Alia Chans
Layla kok di pecat sih... apa jangan " difitnah ya🤔😣😣
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Layla. Ini sudah kehendak takdir
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pastinya saat rapat dia masih memikirkan bagaimana cara membuat Laila takluk dan tunduk padanya
Europa.
sengaja dibuka lah tu
bener² keinginan author yang dicurahkan ke tulisan loh gaa🤭🤭
Lenny Utami: enggak kak aku masih polos kok
total 1 replies
Europa.
langsung disuruh masangin loh yaa/Doge/
Europa.
uluhh uluhh sok cuek banget. padahal dalam hati udah pengen mau meluk layla🤭🤭
Europa.
apakah akan langsung dinikahi? mengingat keinginannya yang sempat ia ucapkan kepada paman yang🤔
Europa.
sudah kuduga tawaran mencurigakan itu akan membawanya kesana/Doge/
Europa.
art yang ngurusin kehidupan pribadi majikan? gaji lumayan? hmm agak mencurigakan ya lowongannya?/Doge//Doge/
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!