NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Fadil menelan salivanya, dia mulai ketakutan melihat amarah yang berkobar dalam mata ibu dari Aminah itu, dia tidak menyangka jika perkataan nya tadi membuat parubayah itu murka padanya.

Dia ingin meralat perkataannya itu tapi kata itu sudah meluncur begitu saja dari mulutnya karena terlalu kesal, kini dia sudah tidak punya muka karena ibu Aminah sangat marah kepadanya bahkan mengusirnya seperti ini.

"Tante aku". Ucapnya dengan gugup.

Dia memegang pipinya yang masih terasa berdenyut hebat akrena ibu Aminah menamparnya sangat keras.

"Pergi dari sini saya bilang, jangan sampai saya memanggil warga untuk mengusir mu dari sini". Bentaknya lagi.

Dia berkacak pinggang menatap nyalang Fadil seakan ingin memakannya hidup-hidup karena perkataan lelaki ini menghinanya dengan sangat keterlaluan.

"Tidak ada yang harus dibicarakan lagi, jangan pernah lagi wajahmu muncul disini, saya tidak lagi pernah sudi rumah saya didatangi manusia tidak tahu malu seperti mu". Usirnya dengan kasar.

Dia mendorong Fadil untuk pergi dari hadapannya dengan kasar, sedangkan Fadil yang diperlakukan seperti itu berbalik dan menatap ibu Halimah dengan menantang.

"Say tidak terima ini Tante, saya pasti akan memberikan kalian semua pelajaran, kalian itu hanya orang miskin bodoh yang bisa dimanfaatkan jadi jangan salahkan saya jika mengambil keuntungan". Jawabnya kesal.

Dia melipat kedua tangannya menjawab dengan berani walau hatinya mulai ketar ketir melihat tatapan mata ibu Aminah yang begitu menyeramkan itu

Dia harus membuat mereka tunduk padanya, baginya mereka hanya orang miskin yang harus patuh pada seorang kaya seperti nya.

Mendengar hal itu Halimah semakin meradang, wajahnya memerah penuh emosi. Dia mengambil sapu yang ada disampingnya kemudian melayangkan kehadapan Fadil untuk memukul dan membungkam lelaki bermulut lemas seperti perempuan itu.

Dia harus memberi pelajaran lelaki parasit yang selalu memanfaatkan putri sulungnya sehingga Aminah jarang memberikan bonusnya kepadanya yang ternyata untuk lelaki sialan dihadapannya ini

"Pergi dari sini sebelum kesabaran ku habis dan ku buat kamu tidak bisa jalan dengan sapu ini". Dia menodong wajah Fadil dengan sapu dan kemudian mengayunkan sapu itu untuk memukul Fadil

Fadil yang melihat itu langsung ketakutan, dia memundurkan langkahnya kemudian berbalik sebelum terkena pukulan itu, dia segera menghindar

"Tunggu saja, aku pasti akan membalas kalian semua". Teriaknya sebelum benar-benar meninggalkan rumah Aminah itu.

Dia segera berlari kencang agar tidak bisa dikejar oleh ibu Aminah itu karena ibu Aminah terus mengayunkan sapu itu kepadanya dan dia beruntung tidak terkena sapu itu karena dia menghindar

Halimah mendengus kasar melihat lelaki yang tengah berlari ketakutan melihat sapunya itu dan bahkan masih bisa sombong

"Dasar lelaki edan, untung saja cuma Aminah saja yang dia bisa bodohi, dan bukan Lisa yang dia pacari, bisa mampus aku jika Lisa yang berpacaran dengan nya".

Wanita parubayah itu menggelengkan kepalanya berusaha mengatur nafasnya yang memburu karena emosi.

Lisa yang baru datang melihat Fadil berlari seperti itu langsung menghentikannya, dia yakin Fadil dari rumahnya barusan entah apa yang dia lakukan disana.

Dia segera mendekat lelaki itu untuk bertanya karena dia sangat penasaran apalagi dia juga sempat menaruh hati padanya

"Loh ngapain kak Fadil kerumahku? , dan kenapa kak Fadil berlari ketakutan seperti itu?". Tanyanya dengan penasaran begitu dia berhasil mendekat Fadil yang kini berdiri disampingnya

Fadil yang masih kesal dengan keluarga Aminah kini menatap berang kearah Lisa untuk melampiaskan kekesalannya, dia berkacak pinggang dan wajahnya langsung memerah karena kesalahan setengah mati

"Ini semua gara-gara ibumu yang gila itu, bisa-bisanya dia mau memukulku dengan sapu, kalian semua pikir kalian siapa". Bentaknya lagi.

Lisa mengerutkan keningnya melihat sikap Fadil yang sangat marah padanya padahal dirinya tidak tahu apapun terus mengapa bisa ibunya ingin memukul Fadil seperti itu

"Ibu ku itu tidak mungkin marah-marah dan ingin memukul kak Fadil dengan sapu seperti itu jika kak Fadil tidak bikin salah, lagian yah siapa yang kakak hina miskin itu, kakak sendiri saja katanya orang kaya tapi minta dibayarin sama kak Aminah, katanya kaya tapi minta-minta, kaya beneran atau bohongan itu". Sungut Lisa tidak terima.

Dia baru saja sadar jika lelaki di depannya ini suka memanfaatkan orang lain untuk kepentingan nya, beruntung dia tidak sempat berpacaran dengan lelaki ini, habis dia nanti kena marah oleh ibunya karena terlalu sering dimanfaatkan olehnya.

Fadil yang tidak terima dihina seperti itu mengepalkan tangannya, wajahnya kembali memerah, do mencengkram tangan lisa dengan kasar mencoba mengintimidasi perempuan yang dia anggap lemah dan bodoh itu

"Tutup mulutmu Lisa, kamu seperti keluargamu yang miskin dan tidak tahu diri". Bentaknya dengan penuh emosi

"Lah kak Fadil ini lucu deh, ngotot banget untuk diakui orang kaya dan seenak jidatnya menghina orang, kalau orang kaya beneran itu tidak perlu validasi diri kali, kecuali jika itu bohongan pasti akan kalang kabut jika dihina seperti itu".

Lisa mengangkat bahunya tidak perduli karena Fadil sangat marah padanya, rasa kagumnya pada lelaki ini berubah menjadi rasa jijik dia kini menatap Fadil dengan berani, dia layangkan tatapan penuh kebencian karena dia sudah berani menghinanya seperti itu.

"Kurang ajar, kamu mau mati yah".

Dia mengangkat tangannya kemudian ingin menampar Lisa tapi tangannya tertahan karena Lisa menangkap tangannya dan kini berjalan mendekati dirinya seakan menantangnya.

"Coba saja kak Fadil menamparku, akan kubuat kak Fadil menginap dipenjara dalam waktu cukup lama, jangan macam-macam, aku bukan kak Aminah yang bisa kakak tindas". Lisa menghempaskan tangan Fadil dengan kasar sehingga Fadil terhuyung dan mundur kebelakang.

"kurang ajar". Desis Fadil dengan mata melotot sempurna.

Dia tidak menyangka jika Lisa sang adik mantannya ini bisa melawan dan mlakukan ini padanya.

"Sebelum kakak menghina keluargaku harusnya kakak ini bercermin didepan cermin besar agar tahu diri, kakak bisa lihat diri kakak yang hina itu, katanya orang kaya tapi minta dibayarkan oleh orang miskin yang dia hina, aduh kalau aku jadi kakak aku pasti sangat malu menjilat ludah sendiri ".

Lisa melipat kedua tangannya menatap Fadil dengan tatapan meremehkan, perempuan yang merupakan mahasiswi itu bukan lawan yang mudah untuk Fadil, dia tidak seperti Aminah yang bisa ditindas seenaknya.

"Tidak usah sok kaya kalau nyatanya bahkan untuk makan saat pacaran saja dibayarkan oleh perempuan, malu itu sama tittle sarjana dan kerja bagus katanya".

Dia mendorong kasar Fadil dan langsung berlalu meninggalkan lelaki itu sendirian.

"Heran, Mokondo kok banyak sekali tingkahnya menyebalkan".

Fadil mengepalkan tangannya dengan penuh emosi karena penghinaan lisa barusan.

"Lihat saja aku pasti membalasmu

1
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!