NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Kasus Penyelundupan

Hari ini, matahari di sektor empat bersinar terik, memantulkan hawa panas dari aspal abu-abu yang kering. Nezha membenarkan posisi rompi anti peluru tebalnya yang terasa makin menekan dada. Di sampingnya, Jena sedang sibuk mengutak-atik sarung pistol kejut di pinggangnya, sementara dua anggota tim pengawas keamanan lainnya berjalan beberapa langkah di depan mereka, mengawasi setiap pergerakan warga sektor empat yang berlalu-lalang.

Tugas patroli siang hari selalu menjadi waktu yang paling melelahkan. Apalagi dengan kondisi Nezha yang belakangan ini sering mendadak mual.

Bip! Bip! Bip!

Suara melengking dari perangkat komunikator di pergelangan tangan Jena memecah keheningan. Jena langsung mengangkat tangannya, menekan tombol interkom.

"Pengawas Regu Tiga Sektor Empat di sini. Masuk," ujar Jena dengan nada tegas.

"Pusat Komando di sini," suara operator dari seberang terdengar berderit pelan karena gangguan sinyal. "Kami mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di batas perimeter barat Sektor Empat. Seseorang terindikasi kuat sedang menyelundupkan pasokan makanan ilegal dari luar batas distrik. Koordinat lokasi sudah dikirim ke perangkat kalian. Segera amankan target."

"Baik, dimengerti. Kami segera meluncur," jawab Jena.

Mendengar kata 'menyelundupkan makanan', jantung Nezha mendadak berdegup kencang secara gila-gilaan. Seluruh tubuhnya langsung terasa kaku, dan keringat dingin mulai membasahi punggungnya di balik rompi.

'Menyelundupkan makanan? Siapa? Carson?' Pikiran Nezha langsung melayang ke bungkusan alumunium yang dibawa Carson tadi malam. Bukankah Carson bilang dia mengambilnya dari jalur limbah medis laboratorium? Bagaimana kalau sistem mendeteksi perbuatan Carson itu? Bagaimana kalau Carson nekat melakukannya lagi siang ini?

"Nezha? Hei, Nezha! Malah melamun!" Jena menepuk bahu Nezha dengan keras, membuyarkan kepanikan di kepalanya. "Ayo bergerak, koordinatnya sudah masuk. Jaraknya hanya tiga blok dari posisi kita sekarang."

"Ah... iya, Jen. Ayo," jawab Nezha terbata-bata, mencoba menstabilkan suaranya yang mendadak bergetar.

Sambil melangkah cepat mengikuti Jena dan dua rekan pria di depannya, Nezha dengan tangan gemetar membuka peta digital di layar komunikator pribadinya. Matanya menyusuri titik merah berkedip yang menunjukkan koordinat target.

Begitu melihat titik tersebut berada di area pasar gelap dekat perbatasan sektor, Nezha langsung mengembuskan napas panjang. Pundaknya yang tegang seketika merosot lega. 'Bukan Carson. Syukurlah, bukan dia.'

"Nezha, kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali sejak tadi," tanya Jena sambil melirik Nezha penuh selidik di tengah langkah cepat mereka. "Kamu sakit?"

"Tidak apa-apa, Jen. Hanya... agak pusing karena cuaca hari ini terlalu terik," kilah Nezha cepat, memberikan alasan yang paling masuk akal.

"Makanya, setelah patroli ini kita harus segera mengambil jatah jeli nutrisi. Aku dengar pasokan minggu ini rasanya tidak sehambar sebelumnya," sahut Jena sambil mempercepat langkahnya saat mereka mulai memasuki lorong-lorong sempit di dekat pagar pembatas.

Begitu mereka berempat sampai di koordinat yang dituju, suasana lorong mendadak berubah tegang. Di ujung jalan setapak yang diapit oleh dinding beton tua, terlihat seorang pria paruh baya mengenakan jaket lusuh sedang menggendong sebuah tas karung besar.

Pria itu langsung menoleh begitu mendengar derap langkah sepatu bot tim keamanan. Begitu matanya menangkap lambang pengawas sektor di dada rompi Jena dan Nezha, wajahnya langsung pucat pasi.

"Hei! Jangan bergerak! Tetap ditempat!" teriak salah satu rekan pria Nezha, hendak melangkah maju.

Namun, alih-alih menyerah, pria berjaket lusuh itu justru berbalik arah dengan panik dan langsung berlari sekencang-kencangnya ke dalam labirin lorong kumuh.

"Sial, dia kabur! Kejar!" seru Jena memimpin di depan.

Aksi kejar-kejaran pun tidak terhindarkan. Pria itu bergerak cukup lincah, menjatuhkan beberapa tumpukan tong besi kosong ke jalanan untuk menghambat pergerakan tim keamanan. Suara benturan besi menggema keras di lorong sempit. Nezha memaksa kakinya untuk terus berlari, mengabaikan rasa mual yang mendadak bergejolak di ulu hatinya akibat guncangan tubuh yang terlalu ekstrem.

"Potong jalurnya dari sebelah kanan, Nezha!" teriak Jena sambil melompati sebuah barikade kayu.

Nezha langsung mengambil jalur memutar melalui gang kecil di sebelah kanan. Otaknya yang sudah hafal dengan seluk-beluk Sektor Empat memperhitungkan bahwa gang ini akan langsung tembus ke depan rute pelarian pria itu.

Dan benar saja. Begitu Nezha keluar dari gang sempit, pria berjaket lusuh itu muncul dari belokan dengan napas terengah-engah, langsung berhadapan dengannya.

"Berhenti!" bentak Nezha, langsung mengarahkan pistol kejutnya ke depan dengan kedua tangan yang kokoh. "Jangan melangkah lagi atau saya tembak!"

Pria itu terkejut, mencoba mengerem langkahnya mendadak hingga sepatunya berdecit di atas tanah berdebu. Ia menoleh ke belakang, namun Jena dan dua pengawas lainnya sudah menutup jalan keluar dari arah sana. Jalurnya benar-benar buntu.

Pria itu akhirnya menjatuhkan tas karungnya ke tanah, lalu perlahan mengangkat kedua tangannya ke atas kepala dengan tubuh bergetar hebat. "Tolong... tolong jangan tembak saya. Saya tidak bermaksud melawan."

Jena maju dengan cepat, langsung menarik tangan pria itu ke belakang dan memasangkan borgol magnetik di tangannya. "Menyelundupkan barang ilegal dari luar distrik, ditambah mencoba melarikan diri dari petugas. Kamu tahu betul sanksinya apa, kan?"

"Bawa dia langsung ke Pusat Penertiban di sektor luar. Biar tim interogasi di sana yang mengurusnya," perintah rekan pria Nezha kepada anggota yang satunya lagi, yang langsung mengamankan pria itu dan menyeretnya pergi dari lokasi.

Setelah suasana kembali agak tenang, Jena mendekati tas karung besar yang tergeletak di atas tanah. "Nah, sekarang mari kita lihat apa yang sudah susah-susah diselundupkan orang ini sampai nekat lari dari kita."

Jena menarik tali pengikat karung tersebut hingga terbuka lebar. Begitu isi di dalamnya terlihat, Jena mendengus pelan, sementara Nezha yang berdiri di sampingnya langsung terpaku di tempat dengan mata membelalak.

Di dalam karung itu, sama sekali tidak ada senjata api atau barang berbahaya lainnya. Isinya adalah tumpukan buah-buahan segar. Ada beberapa butir tomat merah yang kulitnya berkilau karena sisa embun, apel-apel merah ranum, dan beberapa buah jeruk dengan warna oranye yang sangat kontras di tengah lingkungan Sektor Empat yang serba abu-abu. Aroma segar dan manis yang sudah sangat asing mendadak menguar di udara lorong yang pengap itu.

"Hah, cuma buah-buahan," kata Jena, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memotret barang bukti dengan tablet digitalnya. "Orang-orang ini benar-benar nggak ada kapoknya, ya. Demi barang mentah begini saja, mereka rela bertaruh nyawa."

Nezha tidak mendengarkan ucapan Jena sepenuhnya. Pandangannya benar-benar terkunci pada buah-buahan di dalam karung tersebut. Entah karena pengaruh hormon kehamilannya yang sedang naik turun, atau karena lambungnya yang sejak pagi menolak jeli nutrisi hambar milik pemerintah, air liur Nezha mendadak berkumpul di rongga mulutnya.

Demi melihat tomat merah yang tampak begitu menggoda dan jeruk oranye yang segar itu, perut Nezha mendadak berbunyi pelan. Seketika muncul letupan keinginan yang begitu kuat hingga membuat kepalanya agak pening.. Rasanya ia ingin sekali merogoh karung itu, mengambil satu buah jeruk, memerasnya, dan merasakan kesegaran alaminya mengalir di tenggorokannya yang kering.

"Nezha? Kamu melihat buah-buahan itu seperti mau memakannya saja," gurau Jena sambil terkekeh, menyenggol lengan Nezha. "Ingat, ya, aturan pemerintah pusat sudah jelas. Segala bentuk makanan organik dari luar dilarang total untuk dikonsumsi. Semua warga hanya boleh mengonsumsi jeli nutrisi standar yang sudah disediakan pemerintah."

Nezha memaksakan sebuah senyuman tipis di wajahnya yang mendadak terasa kaku, mencoba menyembunyikan rasa inginnya yang sudah di ujung tanduk. "Ah, tidak... aku hanya heran saja, ternyata masih ada orang yang ingin memakan makanan seperti ini."

"Iya kan? Apa sih enaknya barang mentah seperti ini? Ya walaupun jeli nutrisi itu juga hambar, tapi setidaknya itu lebih baik dibanding makanan tidak jelas ini," kata Jena, lalu menarik tali karung itu kembali dan menyegelnya dengan stiker logistik resmi pemerintah. "Ayo, kita bawa barang sitaan ini ke tempat pembuangan limbah sebelum kita lanjut patroli ke blok berikutnya."

Nezha hanya bisa mengangguk pelan, menelan ludahnya yang terasa kelat. Sepanjang sisa perjalanan patroli siang itu, bayangan tentang warna merah tomat dan aroma segar buah jeruk terus berputar-putar di kepalanya. Ia hanya bisa merapatkan bibirnya rapat-rapat, menahan keinginan mustahil itu sendirian di dalam hatinya.

1
Rudy satria
bylla berbahaya nggk sih,ko bikin deg,deg,degan😅😅
Rudy satria
semoga bylla bukan mata² pemerintah 😅
Rudy satria
saya pikir langsung curi buahnya satu ² ternyata bijinya saja,sabar ya dedek bayi kira² 3 bulan sampai tomatnya matang😅😅
ririma: wkwk,,
total 1 replies
Rudy satria
apakah bylla salah satu tim yang nantinya kabur bersama Carlos dan Nessa
Rudy satria
lebih nggk kebayang,kalo beneran ada negara yang memiliki peraturan sekonyol itu🤣
ririma: lah iya juga ya🤣
total 1 replies
Rudy satria
Kay nggk asing,negara Konoha seperti itu jga nggk ya semoga si nggk ya😅😅
ririma: hmm, ngga ikutan ya kak🤭
total 1 replies
Rudy satria
ceritanya bagus, meskipun masih blm paham kenapa ada peraturan anomali seperti itu😄
ririma: engga usah dipahami kak, emang anomali itu peraturannya😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!