NovelToon NovelToon
"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

"Sistem Mengajar Mutlak Dan Wali Kelas Pilihan":

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

Arvand Pratama hanyalah seorang guru honorer santai yang menjunjung tinggi prinsip "kerja minimal, damai maksimal". Namun, hidupnya yang tenang mendadak hancur ketika ia dijebak untuk menjadi wali kelas 12 F—kelas buangan paling brutal, berisi sekumpulan murid bermasalah yang dicap sebagai parasit sekolah tanpa masa depan.
​Saat Arvand berniat melarikan diri dan mengundurkan diri, sebuah Sistem Mengajar Mutlak misterius mendadak aktif di kepalanya. Sistem ini memberinya pilihan ekstrem: terima misi menjinakkan kelas 12 F dengan imbalan uang melimpah dan kemampuan guru supranatural, atau menolak dan mati mendadak karena serangan jantung!
​Terjebak di antara ancaman kematian sistem, janji manis kepala sekolah untuk dinikahkan dengan guru matematika yang cantik, dan keliaran murid-murid 12 F yang siap menguji kewarasannya, petualangan Arvand pun dimulai. Mampukah guru honorer bermodal sistem ini mengubah kumpulan "produk gagal" menjadi barisan murid terbaik, atau justru ia yang akan mati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Kemunculan Sang Adik yang Polos dari Wonosobo

​Di tengah riuhnya suara tawa lepas Arvand dan kebingungan Mbok Sum yang masih sibuk memikirkan resep bumbu "kripik kripto" yang bisa membuat kaya raya tersebut, suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar berderap dari arah tangga kayu lantai dua. Seorang gadis remaja dengan seragam putih abu-abu SMA yang tampak sedikit kebesaran di tubuhnya yang mungil berlari kecil mendekati area dapur umum. Di punggungnya, sebuah ransel sekolah berwarna merah muda bergoyang-goyang pelan mengikuti irama langkahnya.

​Dialah Ani Fitriani Aulia. Adik kandung perempuan satu-satunya milik Arvand yang baru saja menginjak kelas 1 SMA di SMA Cakrawala Bangsa—sekolah elit yang sama tempat Arvand mengajar sebagai honorer sosiologi. Ani baru sekitar dua minggu ini dipindahkan dari kampung halaman mereka di daerah pegunungan Wonosobo yang berudara sangat dingin, demi mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih layak di kota besar di bawah bimbingan dan pengawasan langsung kakak laki-lakinya. Logat bicaranya terkadang masih menyisakan rona vokal medok khas Jawa Tengah yang sangat kental, polos, dan penuh kejujuran alami.

​"Mas Arvand! Sampeyan wis mulih? (Mas Arvand! Kamu sudah pulang?)" seru Ani dengan sepasang mata bulatnya yang berbinar jernih, memandang kakak lak-lakinya dengan penuh rasa rindu sekaligus heran karena melihat tumpukan uang merah di atas meja dapur umum.

​Arvand langsung berbalik badan, menyambut kedatangan adik kesayangannya itu dengan sebuah senyuman hangat seorang kakak sejati yang protektif. "Eh, Ani! Iya, Mas baru aja pulang nih dari sekolah. Gimana hari pertamamu di kelas baru hari ini? Kagak tersesat lagi kan nyari ruang laboratorium biologi kayak kejadian kemarin?"

​Ani memanyunkan bibirnya yang tipis ke depan, berpura-pura kesal sambil membenarkan posisi tali tas ranselnya yang agak melonggar. "Ih, Mas Arvand mah sukanya mengejek Ani terus setiap hari! Hari ini aman kok, mboten tersesat lagi di koridor sekolah. Tapi... Mas, tadi waktu Ani mau masuk lewat depan gerbang kosan, ada mobil bagus banget terparkir di sana, warnanya hitam panjang kayak mobil dinasnya pak bupati di Wonosobo! Ani sampai takut banget mau lewat di sampingnya, takut tas Ani nyenggol bodinya terus lecet. Nanti kalau sampai lecet, kita disuruh ganti rugi pake apa coba sama pemiliknya? Pake ginjal kita?"

​Mbok Sum langsung menyambar pembicaraan dengan sebuah tawa renyah yang menggelegar keras memenuhi seisi dapur umum lantai dasar.

​"Hahaha! Nduk, Ani... lu kagak usah takut sampai gemetaran mau nyenggol itu mobil hitam di depan! Tahu kagak lu? Itu mobil mewah ternyata sah punya kakak kandungmu ini si Arvand! Katanya dia habis kaya mendadak dalam semalam gara-gara sukses jualan kripik kripto di internet! Lu minta uang jajan yang banyak aja sama dia sekarang, mumpung dia lagi jadi sultan dadakan!"

​Ani langsung menolehkan pandangan matanya ke arah Arvand dengan mulut yang terbuka lebar membentuk huruf O yang sempurna karena terkejut. Matanya berkedip berkali-kali dengan kecepatan tinggi, memandang wajah kakaknya dan tumpukan uang seratus ribuan di atas meja dapur secara bergantian dengan ekspresi bingung yang sangat menggemaskan.

​"Hah?! Beneran begitu, Mas? Mas Arvand kagak lagi ikutan ritual pesugihan hitam di Gunung Kawi atau memelihara makhluk gaib kan, Mas? Kok bisa mendadak punya uang tunai sebanyak begini banyak? Kemarin-kemarin aja Mas Arvand bingung setengah mati nyari pinjaman uang buat beli token listrik kosan yang udah bunyi telolet!"

​Arvand menepuk jidatnya sendiri dengan telapak tangan, merasa sangat gemas sekaligus geli dengan tingkat kepolosan adiknya yang masih membawa pola pikir pedesaan yang sangat kental ke kota besar. Ia merangkul pundak mungil Ani dengan penuh kasih sayang, lalu menuntunnya berjalan perlahan ke arah area tangga lantai dua untuk bersiap-siap mengemas seluruh barang milik mereka berdua.

​"Hahaha! Ngawur banget kamu kalau bicara, Ani! Mas ini seorang guru sosiologi teladan yang taat hukum, mana mungkin ada pikiran sesat ke dukun pesugihan begitu! Udah, kamu kagak usah terlalu dengerin istilah kripik kripto-nya Mbok Sum tadi, ya. Yang jelas dan pasti, Mas dapet berkah rezeki halal dari hasil investasi teknologi yang cerdas selama ini. Sekarang, kamu segera masuk ke dalam kamar kita, bereskan semua baju-baju kamu ke dalam tas, susun buku sekolah, sama barang-barang jualan kerajinanmu dari kampung ke dalam kardus kosong yang ada ya. Mas sudah bayar lunas semua sisa biaya sewa kamar di sini tanpa ada tunggakan lagi. Sore ini juga... kita berdua resmi pindah dari Kos Sekali Nunggak Viral ini menuju ke rumah baru kita yang luas dan ada fasilitas kolam renangnya sendiri!"

​Ani langsung melonjak-lonjak kegirangan di tempatnya berdiri dengan sangat antusias, senyumnya merekah sangat lebar hingga menampakkan deretan giginya yang rapi dan bersih. "Wah?! Beneran begitu, Mas?! Ada fasilitas kolam renangnya di rumah baru kita?! Berarti Ani bisa latihan berenang setiap hari secara gratis kayak di tuk (mata air alami) daerah pegunungan Wonosobo dong?! Asyikkk banget!"

​Melihat pancaran kegembiraan adiknya yang begitu tulus, lepas, dan tanpa beban hidup lagi, Arvand merasakan sebuah kehangatan emosional yang sangat mendalam menjalar di dalam dadanya. Sistem Mengajar Mutlak ini bukan hanya sekadar memberinya kekuatan fisik, ketahanan tubuh, dan kecerdasan otak luar biasa untuk menghadapi kebrutalan anak-anak kelas 12 F besok pagi di koridor barat sekolah, melainkan telah memberikan sebuah jaminan kebahagiaan serta kelayakan hidup yang sangat nyata bagi adik perempuan satu-satunya yang teramat ia sayangi di dunia ini. Sembari berjalan menaiki anak tangga kayu menuju kamar kos sempit mereka di lantai dua untuk mulai berkemas memasukkan barang, Arvand tersenyum penuh kemenangan di dalam batinnya, siap menyongsong fajar baru besok pagi sebagai seorang guru honorer paling kaya dan paling berbahaya di dunia pendidikan.

1
irena
lanjut thor..
Aisyah Suyuti
good
Mamat Stone
/Tongue/
acep maulana
Hehehe, kalau kalian punya ide gokil, teori liar, atau saran buat novel ini, tulis aja di komentar. 😆
Saya selalu baca komentar kalian, dan siapa tahu ada ide yang bisa menginspirasi jalan cerita ke depannya. Terima kasih sudah mendukung novel ini! 🙏🔥
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Proud/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
verto
novel terjemahan kah ini? dengan di modif dikit
acep maulana: Ehh iya, ada sedikit inspirasi dari drama China yang saya tonton, bahkan mungkin ada beberapa ide dari film juga di bab-bab yang akan datang. Tapi saya modifikasi dan kembangkan sesuai alur cerita novel ini. Hehehe 😆🙏 Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
verto
mirip sebuah komik sipnosisnya
acep maulana: Waduh, ketahuan gue deh 🤭 kebanyakan baca komik. 😂 Tapi semoga makin ke depan ceritanya punya warna sendiri dan tetap seru buat diikuti. 😁🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
crazy up Thor
Dewiendahsetiowati
kok banyak yang diulang2 ya paragrafnya
acep maulana: maaf ka hehe saya ngetik nya sambil ngantukk 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!