Di malam hujan yang seharusnya biasa saja, hidup Nayra berubah total setelah ia menerima undangan misterius dari aplikasi bernama “The Game Master.” Awalnya hanya permainan tantangan sederhana berhadiah uang. Namun, setiap level yang berhasil diselesaikan justru menyeretnya semakin dalam ke permainan berbahaya yang tak bisa dihentikan.
Aturannya hanya satu: jangan pernah melanggar perintah permainan.Di tengah usahanya mencari jalan keluar, Nayra bertemu dengan Zavian, pria dingin dan penuh teka-teki yang seolah mengetahui lebih banyak tentang permainan itu. Tapi semakin dekat mereka, semakin Nayra curiga bahwa Zavian mungkin bukan korban… melainkan bagian dari permainan itu sendiri.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan kematian mulai bercampur dalam satu arena mematikan, Nayra harus memilih: mempercayai hatinya atau bertahan hidup.
Karena di permainan ini, tidak semua orang bisa keluar hidup-hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 — Nama yang Kembali
“Sudah lama nggak ada yang manggil aku begitu.”
Ruangan langsung hening.
Di tengah alarm.
Api.
Dan suara gedung yang perlahan runtuh—
kalimat itu terasa lebih keras daripada ledakan apa pun.
Zavian membeku.
Napasnya tertahan.
Sementara Hyren…
akhirnya terlihat seperti manusia lagi.
Bukan Player 01.
Bukan monster organisasi.
Tapi kakak laki-laki yang selama ini ia kira sudah mati.
Dan itu membuat semuanya terasa lebih menyakitkan.
—
Api mulai menjalar ke kabel-kabel server.
Percikan listrik beterbangan.
Asap memenuhi langit-langit.
Tapi tak satu pun dari mereka bergerak.
Karena momen itu terlalu besar untuk dilewatkan begitu saja.
“Jadi…” suara Zavian serak. “Kamu masih inget…”
Hyren tersenyum tipis.
“Sedikit.”
Tatapannya turun sesaat.
“Mereka lumayan ahli menghancurkan kepala orang.”
Arsen mendecih kecil.
“Bisa relate.”
Nayra hampir tertawa.
Hampir.
Kalau saja keadaan mereka tidak seperti ini.
—
Founder menatap Hyren dengan wajah dingin.
“Kamu membuat kesalahan.”
Hyren perlahan menoleh.
Dan untuk pertama kalinya…
tatapannya pada Founder penuh kebencian.
Bukan kosong lagi.
“Aku terlalu lama nurut sama kalian.”
“Kami menyelamatkanmu.”
“Kalian menghancurkan aku.”
Hening.
Founder melangkah maju sedikit.
“Kami memberimu tujuan.”
“Kalian mengambil hidupku.”
Tatapan Hyren berubah tajam.
“Dan sekarang aku mau ambil semuanya kembali.”
Deg.
Lalu tanpa peringatan—
Hyren menghantam panel utama.
BRAKK!
Seluruh layar berkedip liar.
Alarm berubah kacau.
Dan tulisan merah besar muncul di semua monitor:
LOCKDOWN SYSTEM FAILURE
Arsen langsung menyeringai.
“Oke, sekarang aku mulai suka dia.”
—
Founder langsung panik untuk pertama kalinya.
“Berhenti!”
Hyren malah terus mengetik cepat di panel.
“Kau bilang tidak ada saksi?”
Tatapannya dingin.
“Kalau begitu biar seluruh dunia lihat isi tempat ini.”
Nayra langsung menoleh.
“Apa maksudmu?”
Hyren menatap layar.
“Semua data permainan…”
Jarinya bergerak cepat.
“…aku kirim ke luar.”
Deg.
Founder langsung berubah pucat.
“Tidak.”
“Sudah terlambat.”
Lalu layar besar menyala.
Rekaman eksperimen manusia.
Permainan brutal.
Daftar korban.
Seluruh rahasia organisasi mulai terunggah ke jaringan luar.
Loading 12%...
25%...
38%...
Arsen tertawa kecil.
“Ini baru chaos yang aku suka.”
—
“KALIAN TIDAK TAHU APA YANG AKAN TERJADI!” bentak Founder.
Zavian menatapnya dingin.
“Bagus.”
Founder langsung menarik pistol dari balik jasnya.
DUAK!
Peluru melesat ke arah Hyren.
Tapi Zavian bergerak lebih cepat.
DUAK!
Pelurunya menabrak peluru Founder di udara.
Percikan api kecil muncul.
Nayra langsung melotot.
“OKE ITU GILA.”
“Aku latihan,” jawab Zavian pendek.
“LATIHAN APAAN?!”
Tak ada waktu buat jawaban.
Founder mulai menembak membabi buta.
Pasukan bertopeng kembali masuk dari lorong lain.
Ruangan berubah perang total.
Api menyebar makin besar.
Asap mulai bikin sesak.
Dan loading data terus berjalan.
57%...
—
“Nayra!”
Suara kecil memanggil dari samping.
Subject 07 asli berdiri dekat server yang terbakar.
Tatapannya aneh.
“Aku dengar sesuatu.”
“Hah?”
Anak itu memegang kepalanya pelan.
“Tempat ini…”
Tatapannya berubah kosong.
“…mau runtuh.”
“YA KITA SEMUA JUGA TAU!”
“Bukan cuma gedung.”
Deg.
Anak itu menunjuk ke bawah.
“Seluruh fasilitas.”
Sunyi.
Arsen langsung berhenti menembak sesaat.
“Ada bom bawah tanah…”
Hyren menoleh cepat ke layar lain.
Dan wajahnya langsung berubah.
“Sial.”
“Apa lagi?!” Nayra mulai ingin menyerah hidup.
“Mereka pasang reaktor penghancur.”
“Apa itu bahasa manusia?!”
“Intinya…”
Hyren menatap mereka serius.
“…kalau sistem inti meledak, satu kawasan kota ikut hancur.”
Hening.
Nayra langsung pucat.
“Bercanda kan…”
Tak ada yang tertawa.
Dan itu jawabannya.
—
Founder tersenyum tipis lagi.
Gila.
Benar-benar gila.
“Kalau organisasi ini jatuh…”
Tatapannya kosong.
“…maka semuanya ikut jatuh.”
“KAMU PSIKOPAT!”
“Dunia memang dibangun oleh orang-orang seperti kami.”
DUAK!
Arsen menembak bahu Founder.
Pria tua itu terhuyung.
Tapi masih berdiri.
“Aku capek denger pidato villain,” gerutu Arsen.
“Aku juga,” sahut Nayra.
—
Loading data:
71%...
Alarm makin brutal.
Dinding mulai retak besar.
Api sekarang sudah memenuhi separuh ruangan.
Mereka kehabisan waktu.
Hyren mengetik cepat di panel.
“Aku bisa hentikan reaktornya.”
Semua langsung menoleh.
“Tapi?”
Hyren diam beberapa detik.
Dan Nayra langsung benci ekspresi itu.
Karena biasanya artinya buruk.
“Sistemnya manual.”
Deg.
“Jangan bilang…” gumam Zavian pelan.
Hyren tersenyum kecil.
“Harus ada yang tinggal.”
Sunyi.
Napas Nayra tercekat.
“Enggak.”
“Tunggu—” Arsen mulai bicara.
“Aku paling ngerti sistem tempat ini,” potong Hyren tenang.
“Aku bisa tahan ledakannya cukup lama.”
Zavian langsung berjalan mendekat.
“Enggak.”
“Zav—”
“Aku bilang enggak.”
Untuk pertama kalinya…
suara Zavian terdengar hampir putus asa.
Dan Nayra merasakan dadanya ikut sakit.
—
Hyren menatap adiknya lama.
Tatapannya jauh lebih lembut sekarang.
Mirip sekali dengan rekaman lama yang Nayra lihat tadi.
“Kamu udah gede.”
Zavian langsung mengepalkan tangan.
“Jangan ngomong kayak mau mati.”
Hyren tertawa kecil.
“Masih galak.”
“Aku serius.”
“Aku juga.”
Hening.
Api berkobar di belakang mereka.
Dan loading data terus naik.
82%...
—
“Aku gagal lindungi kamu dulu.”
Suara Hyren pelan.
Tapi jelas.
“Sekarang biar aku benerin sedikit.”
“Mati bukan cara benerinnya!”
“Kadang itu satu-satunya cara.”
“HYREN!”
Nayra belum pernah mendengar Zavian berteriak seperti itu.
Suara yang penuh marah.
Takut.
Dan kehilangan.
Semua bercampur jadi satu.
—
Subject 07 asli memperhatikan mereka diam-diam.
Lalu bertanya pelan ke Nayra—
“Itu perasaan sedih?”
Nayra menatap anak kecil itu.
Air matanya mulai turun lagi.
“Iya…”
“Kenapa manusia suka perasaan menyakitkan?”
Nayra tersenyum kecil pahit.
“Karena kita peduli.”
Anak itu diam.
Mencoba memahami.
Dan untuk pertama kalinya…
matanya terlihat benar-benar hidup.
—
Founder tiba-tiba tertawa.
Pelan.
Makin lama makin keras.
“Lucu sekali.”
Darah mengalir dari bahunya.
Tapi pria itu masih tersenyum.
“Kalian pikir bisa menghentikan semuanya?”
Tatapannya perlahan berubah mengerikan.
“Project Lazarus tidak akan berhenti.”
Hyren langsung menatapnya dingin.
“Kalau begitu aku mulai dari membunuhmu.”
Founder tersenyum kecil.
“Kamu tidak akan sanggup.”
“Coba aja.”
Dan untuk pertama kalinya…
Hyren terlihat seperti Zavian.
Sangat mirip.
—
DUARRR!
Ledakan besar mengguncang seluruh lantai.
Sebagian plafon runtuh.
Logam panas jatuh di mana-mana.
Loading data:
91%...
“SELESAIKAN CEPAT!” bentak Arsen.
Hyren mengangguk kecil.
Lalu menoleh ke Zavian sekali lagi.
Tatapannya rumit.
Banyak hal yang belum sempat diucapkan.
“Maaf.”
Zavian langsung menggeleng keras.
“Jangan.”
“Karena ninggalin kamu sendirian terlalu lama.”
Deg.
Mata Zavian langsung memanas.
Tapi ia menahan semuanya.
Seperti biasa.
Selalu menahan semuanya sendiri.
Dan Nayra tiba-tiba membenci itu.
Karena cowok ini sudah terlalu sering kehilangan.
—
“Aku nggak suka ending beginian,” gumam Nayra pelan.
Hyren menoleh.
Lalu tersenyum kecil padanya.
“Kamu beda dari dulu.”
“Hah?”
“Dulu kamu cuma nangis.”
Nayra langsung mendelik.
“Aku masih sering nangis!”
“Sekarang kamu lebih berani.”
Deg.
Entah kenapa…
pujian sederhana itu terasa berat.
Karena datang dari seseorang yang akan mengorbankan dirinya.
—
Loading data:
99%...
Founder langsung panik.
“NO—”
100%.
UPLOAD COMPLETE.
Seluruh layar berubah putih terang.
Dan notifikasi besar muncul:
DATA RELEASED SUCCESSFULLY
Sunyi.
Lalu…
semua ponsel di ruangan berbunyi bersamaan.
Berita mulai masuk.
Kebocoran data.
Eksperimen manusia.
Permainan ilegal.
Organisasi rahasia.
Semuanya keluar.
Dunia akhirnya tahu.
—
Founder membeku.
Wajahnya kosong sekarang.
Hancur.
“Tidak…”
Untuk pertama kalinya…
monster itu kalah.
—
Hyren langsung menarik tuas besar di panel utama.
WARNING.
REACTOR MANUAL SHUTDOWN REQUIRED.
Pintu baja besar terbuka di ujung ruangan.
Api menyembur dari dalamnya.
Panas langsung terasa sampai ke wajah.
“Itu ruang reaktor,” kata Hyren.
Nayra langsung tahu.
Kalau dia masuk ke sana…
dia mungkin nggak akan keluar lagi.
“Enggak…”
Zavian langsung mencengkeram lengan kakaknya.
“Jangan tinggalin aku lagi.”
Kalimat itu akhirnya keluar.
Mentah.
Rapuh.
Dan menghancurkan semua orang yang mendengarnya.
Hyren membeku sesaat.
Lalu perlahan memegang kepala adiknya.
Sama seperti seorang kakak dulu.
“Maaf.”
Mata Zavian akhirnya merah.
Benar-benar merah.
Dan Nayra sadar…
cowok ini sebenarnya cuma seseorang yang terlalu takut kehilangan lagi.
—
Tiba-tiba Subject 07 asli berjalan maju.
“Aku bisa bantu.”
Semua menoleh.
Anak itu menatap ruang reaktor.
“Aku tahan panas lebih lama.”
Founder langsung tersentak.
“Tidak!”
Untuk pertama kalinya…
pria tua itu terdengar takut.
Subject 07 asli menoleh padanya.
“Kamu menciptakanku untuk bertahan hidup.”
Tatapannya kosong tapi tenang.
“Sekarang aku mau hidup sebagai diriku sendiri.”
Deg.
Nayra langsung menahan napas.
Dan untuk pertama kalinya…
anak itu terdengar benar-benar manusia.