NovelToon NovelToon
Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Terlarang / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:361
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

"Aku membiarkan diriku ditangkap oleh hukum, hanya agar aku bisa tetap berada di dalam duniamu."

....

Herry adalah kapten tim elit kepolisian Seoul yang dingin, kaku, dan menganggap dunia hanya sebatas hitam dan putih. Baginya, Marysa ratu mafia termuda yang kejam hanyalah target besar yang harus dia seret ke balik jeruji besi.

Namun, di balik borgol dan dinding penjara yang dingin, sebuah rahasia berdarah lima tahun lalu di Pelabuhan Incheon terkunci rapat. Marysa mengingat semuanya termasuk bagaimana dia mengorbankan segalanya demi menyelamatkan nyawa Herry. Sementara Herry? Amnesia pascatrauma menghapus seluruh eksistensi Marysa dari kepalanya, menyisakan tatapan asing yang penuh kebencian.

Di saat Marysa rela menerima semua siksaan penjara asalkan bisa berada di bawah langit yang sama dengan Herry, sebuah kabar menghantamnya tanpa ampun, Herry akan bertunangan dengan wanita lain.

...

apa yang difikirkan Marysa? Kabur? atau memilih dieksekusi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Cihuy!

.........

...Cerita ini Hanyalah Fiksi belaka....

...Tidak untuk ditiru....

.........

...Happy Reading...

.........

Dua minggu setelah malam di mana rencana liar itu lahir, atmosfer di sel nomor 407 berubah tanpa ada satu pun orang yang menyadarinya. Di mata para sipir dan tahanan lain, Marysa masihlah sosok yang sama, seorang mantan penguasa yang telah patah, wadah yang pasrah menerima setiap hantaman fisik dan makian verbal tanpa pernah memberikan perlawanan berarti.

Namun, di balik itu, Marysa sedang bekerja dengan presisi seorang ahli bedah.

Persiapan pelarian dari penjara kelas kakap seperti Cheongju tidak dilakukan dengan ledakan atau kekerasan yang mencolok, melainkan dengan ketekunan mengumpulkan remah-remah peluang. Setiap hari, saat dipaksa bekerja di ruang konveksi atau ruang binatu, mata kelam Marysa terus merekam detail yang dilewatkan orang awam. Dia menghitung ritme pergantian giliran jaga sipir, mencatat nama petugas yang sering datang terlambat, hingga mengamati titik buta dari kamera pengawas di sepanjang koridor barat.

Strategi pertamanya adalah mengumpulkan alat. Selama bekerja di ruang konveksi, Marysa berhasil menyembunyikan sebuah jarum rajut baja berukuran kecil dan seutas benang nilon tebal di dalam lipatan karet pinggang celana tahanannya. Alat-alat sederhana itu, di tangan seorang yang terlatih, bisa menjadi kunci pembuka untuk sirkuit elektronik pintu darurat jika dia bisa mencapai panel sekring di koridor belakang.

Strategi keduanya, dan yang paling krusial, adalah menciptakan pengalih perhatian murni. Marysa sengaja tidak pernah membalas perlakuan buruk Chae-won. Dia membiarkan Chae-won merasa di atas angin, membangun rasa percaya diri yang berlebihan pada wanita gempal itu. Marysa membutuhkan Chae-won tetap berada di posisinya sebagai "penguasa sel" agar perhatian sipir malam selalu tertuju pada area ranjang utama, bukan pada sudut gelap dekat ventilasi tempat dia mengamati situasi.

Tidak ada satu pun tahanan yang tahu. Di dalam dunia penjara, sekutu hari ini bisa menjadi pengkhianat esok hari demi pengurangan masa hukuman sebulan. Marysa bergerak sendiri, dalam senyap, mengunci rapat seluruh ambisinya di balik senyuman dingin yang tak pernah lepas dari bibirnya yang mulai sembuh dari memar.

...

Di Markas Besar Kepolisian Metropolitan Seoul, berkas kasus Klan Baekje masih menumpuk di atas meja kerja Kapten Herry. Meskipun vonis telah dijatuhkan, proses pelacakan sisa-sisa aset klan yang tersembunyi masih menjadi tanggung jawab unit elitnya.

Herry duduk di kursi kerjanya, menopang dagu dengan tangan kanan sementara tangan kirinya membolak-balik lembar laporan mingguan dari Lapas Cheongju. Matanya yang sedingin es terpaku pada satu nama, Marysa.

Di dalam laporan itu, tertulis bahwa Marysa bersikap sangat kooperatif, patuh pada aturan, dan tidak pernah memicu keributan meskipun beberapa kali terlibat perselisihan fisik minor dengan sesama tahanan. Catatan medisnya menunjukkan beberapa memar di perut dan wajah, namun sang tahanan menolak untuk mempermasalahkannya.

Herry meletakkan berkas itu dengan hentakan kecil. Sepasang alisnya yang tebal menyatu. Ada sesuatu yang mengusik naluri detektifnya.

Sebagai pria yang menghabiskan waktu  untuk mempelajari profil Marysa sebelum menangkapnya, Herry tahu wanita itu bukanlah tipe orang yang akan menyerah pada keadaan secepat ini. Marysa adalah serigala yang memimpin ratusan pria berdarah dingin di Gangnam. Bagaimana mungkin seorang ratu mafia bertekuk lutut begitu saja di bawah tekanan narapidana semenjana seperti Chae-won?

Perilaku Marysa belakangan ini terutama senyuman kecut yang wanita itu berikan di aula bimbingan pagi itu terasa sangat aneh. Senyuman itu seolah menyimpan teka-teki besar yang sengaja dilemparkan ke arahnya, sebuah pesan tersirat yang tidak mampu Herry pecahkan karena lubang hitam dalam ingatannya sendiri.

"Kapten, ini berkas daftar tamu untuk acara pertunangan bulan depan yang diminta oleh perwakilan keluarga Won," suara Sersan Kim memecah lamunan Herry, meletakkan sebuah map perak di sudut meja.

Herry melirik map perak itu sejenak. Pikiran tentang Jessica Hwna Won,  wanita yang akan segera menjadi tunangannya, mendadak terasa begitu hambar jika dibandingkan dengan rasa penasaran gelap yang sedang menggerogoti otaknya saat ini. Namun, Herry dengan cepat menggelengkan kepalanya kecil, mengusir ego sialan itu.

"Letakkan saja di sana," jawab Herry, suaranya kembali memadat dan dingin.

Dia menyandarkan punggungnya ke kursi, mencoba merasionalkan keresahan hatinya. Kenapa aku harus memikirkan wanita mafia itu? batin Herry, mengembuskan napas kasar. Marysa memang aneh sejak awal. Cara wanita itu menatapnya, kata-katanya tentang Pelabuhan Incheon lima tahun lalu, semuanya mungkin hanyalah trik psikologis murni untuk mengacaukan mentalnya sebagai penyidik. Kriminal tingkat tinggi selalu memiliki seribu cara untuk memanipulasi aparat hukum yang tidak waspada.

Herry memutuskan untuk mengabaikan intuisi anehnya. Dia menutup berkas laporan Cheongju, memasukkannya ke dalam laci meja, lalu menguncinya rapat-rapat. Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Marysa telah kalah sepenuhnya dan tidak akan pernah bisa keluar dari dinding beton itu seumur hidupnya.

...

Kembali ke Lapas Cheongju, malam penentuan itu akhirnya tiba.

Sesuai dengan kalkulasi Marysa, hari Selasa malam adalah waktu di mana sipir yang berjaga di ruang kontrol utama adalah petugas paruh baya bernama Park seorang pria yang memiliki masalah ketergantungan pada alkohol dan sering kali tertidur di paruh kedua jam jaganya setelah menegak obat tidur cair.

Pukul tiga dini hari. Seluruh sel nomor 407 telah tenggelam dalam keheningan total.

Marysa perlahan membuka matanya. Dia tidak bergerak secara mendadak. Dengan sangat hati-hati, dia meluruskan tubuhnya, lalu meraba lipatan karet celananya untuk mengeluarkan jarum baja dan benang nilon yang telah dia siapkan selama berminggu-minggu.

Dia menatap ke arah ranjang Chae-won. Wanita itu tidur mendengkur dengan posisi memunggungi pintu sel. Aman.

Marysa bangkit berdiri tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun. Langkah kakinya seringan kabut saat dia mendekati pintu besi sel. Melalui celah jeruji, dia bisa melihat koridor luar yang remang-remang dalam keadaan kosong. Petugas patroli keliling baru saja lewat sepuluh menit lalu, dan rute berikutnya baru akan dijadwalkan satu jam lagi.

Ini adalah satu-satunya jendela waktu yang dia miliki.

Marysa menjulurkan tangan kanannya yang ramping melalui celah jeruji, mengarahkan jarum baja itu ke lubang kunci manual cadangan yang terletak di sisi luar bingkai pintu. Tangannya sangat tenang, tidak ada getaran sedikit pun meskipun dia tahu taruhannya adalah nyawanya sendiri. Di dalam kepalanya, memori tentang struktur mekanisme kunci internal yang pernah dia pelajari dari mekanik klannya berputar dengan presisi yang matang.

Klik.

Sebuah bunyi mekanis yang sangat tipis terdengar di tengah kesunyian malam. Pengunci manual cadangan telah berhasil dilepaskan. Sekarang, bagian tersulitnya, memicu malfungsi pada sistem elektronik tanpa mengaktifkan alarm utama.

Marysa menggunakan benang nilon tebal yang ujungnya telah dia basahi dengan air sabun korosif dari ruang binatu, cairan yang memiliki konduktivitas tinggi yang sengaja dia selundupkan dalam botol kecil tersembunyi. Dia menyelipkan benang itu ke celah panel sensor magnetik di bagian atas pintu, menghubungkan dua kutub sirkuit secara paksa untuk menciptakan hubungan arus pendek terlokalisasi.

Zzzt.

Percikan api kecil yang hampir tak terlihat muncul di dalam celah panel, diikuti oleh matinya lampu indikator merah pada bingkai pintu. Sistem kontrol pusat di bawah sana akan membaca ini sebagai kegagalan daya sesaat pada satu modul, sebuah eror kecil yang biasanya diabaikan oleh petugas Park yang sedang mengantuk.

Pintu besi tebal itu perlahan bergeser membuka, menyisakan celah yang cukup lebar untuk tubuh ramping Marysa melosok keluar.

Marysa melangkah keluar dari sel nomor 407, meninggalkan penderitaan fisiknya, meninggalkan Chae-won yang masih mendengkur, dan meninggalkan belenggu hukum yang selama dua minggu ini mengurungnya. Dia merapatkan pakaian tahanannya, menatap ke ujung koridor barat yang gelap dengan sepasang mata kelam yang kini telah sepenuhnya hidup kembali.

Yeppy! Akhirnya! batin Marysa, seulas senyuman dingin yang penuh emosi terukir di bibirnya yang pucat. Bersiaplah, karena pelarian liarku menuju Ke Indonesia akan segera dimulai, dan kamu adalah satu-satunya orang yang kuizinkan untuk mengejarku Herry.

Dengan gerakan cepat dan tak terdengar, sosok sang ratu mafia itu menghilang di balik tikungan koridor, melangkah masuk ke dalam kegelapan malam musim dingin untuk memulai babak baru permainannya yang mematikan.

Cihuy!

...

1
falea sezi
sebel liat kapten sok ganteng gk tau diri😒
falea sezi
moga aja ma rangga aja
falea sezi
gantengnya mas rangga🤣 ma rangga aja lahh biar miskin bukan tunangan orang yg gk tau Terima kasih😒
falea sezi
lanjut donk bkin si neng di taksir cogan 😒 sebel liat polisi sok cakep uda nikah aja ma anak komandan mu itu🤣 abis itu ingatan balik nyesel lu pria g tau diri🤭
falea sezi
nikah aja sana 😒 biar si neng ma cogan di Indonesia aja🤭
falea sezi
😕 nyesek amat sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!