NovelToon NovelToon
ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Action / Showbiz
Popularitas:353
Nilai: 5
Nama Author: Ab Je

Di dunia pro-scene FPS yang kejam, satu peluru bisa menentukan segalanya.

Reno, seorang remaja yang bekerja di warnet kumuh, hanya dikenal sebagai "hantu" di server publik. Tanpa tim, tanpa perlengkapan mewah, ia mendominasi setiap pertandingan dengan satu ciri khas: satu tembakan, satu nyawa melayang. Kemampuannya yang tidak masuk akal membuat banyak orang menuduhnya menggunakan cheat.

Namun, nasib Reno berubah saat sebuah tim e-sport yang sedang di ambang kehancuran menemukannya secara tidak sengaja. Di tengah keraguan rekan setim yang tidak mempercayainya dan rival-rival besar yang siap menjatuhkannya, Reno harus membuktikan bahwa [aim] miliknya adalah murni bakat dewa.

Dari turnamen antar-warnet yang penuh asap hingga panggung megah kejuaraan dunia, Reno akan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, kamu tidak butuh peluru kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ab Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Tiket Wildcard

Kabar mengenai lolosnya Black Viper sebagai tim *Wildcard* di turnamen *World Invitational* Singapura menyebar secepat kilat. Di dalam asrama, suasana yang tadinya tenang berubah menjadi medan latihan yang sangat panas. Reno duduk di depan monitornya, menatap tiket digital yang baru saja dikirim oleh pihak penyelenggara ke email resmi tim.

"Ini bukan lagi soal juara nasional, Reno," ujar Ardi sambil meletakkan secangkir kopi hitam di samping meja Reno. "Di Singapura nanti, kamu tidak akan bertemu dengan tim yang bisa kamu baca gerakannya dalam lima menit. Mereka adalah monster yang hidup di dalam *server* dengan kecepatan internet nol milidetik."

Reno hanya mengangguk pelan. Jemarinya menari di atas *keyboard*, melakukan pemanasan rutin untuk menjaga akurasi refleksnya. "Aku tahu, Coach. Tapi seberapa pun cepat internet mereka, mereka tetap manusia. Mereka punya pola, dan mereka punya rasa takut."

"Itu semangat yang bagus. Tapi lihat ini," Ardi membuka sebuah folder di layar proyektor. "Tim Northern Stars baru saja merilis video latihan mereka. Lihat pergerakan *support* mereka. Mereka tidak hanya melindungi penembak utama, mereka memancing lawan untuk masuk ke area terbuka. Itu yang harus kita waspadai."

Malam itu, Black Viper dijadwalkan melakukan sesi *scrim* rahasia dengan salah satu tim akademi dari Eropa. Ini adalah pertama kalinya tim Reno berhadapan langsung dengan gaya permainan Barat yang terkenal sangat agresif dan tidak terduga.

Saat pertandingan dimulai, perbedaan kelas mulai terlihat. Marco dan Leo kesulitan menahan gempuran granat taktis yang dilemparkan lawan dengan perhitungan waktu yang sangat presisi.

"Reno, mereka terlalu cepat! Aku bahkan tidak sempat melihat posisi mereka!" seru Leo dengan nada panik melalui *headset*.

"Tetap tenang. Jangan terpancing keluar dari zona aman," instruksi Reno dengan suara yang sangat dingin. "Marco, tahan posisi di belakang pilar. Leo, gunakan *decoy* untuk memancing perhatian mereka ke arah kanan. Aku akan mengambil jalur udara."

Reno melakukan gerakan yang sangat berisiko. Ia memanfaatkan fitur gravitasi rendah di peta tersebut untuk melompat dari satu atap gedung ke gedung lainnya. Di mata penonton yang menyaksikan secara terbatas, gerakan Reno tampak seperti *glitch* dalam game, namun itu murni karena kontrol motorik yang sempurna.

*Klik.*

Satu pemain lawan jatuh.

*Klik.*

Pemain kedua menyusul.

"Apa?! Bagaimana dia bisa menembak dari sudut sesempit itu?" teringat suara kapten tim lawan dalam fitur *all-chat* yang tampak terkejut.

Reno tidak menjawab. Ia terus bergerak, memanfaatkan setiap celah kecil di antara bangunan untuk meluncurkan serangan kejutan. Teknik "Visual Anchor" miliknya kembali bekerja. Meskipun *ping* internet mereka sedikit tidak stabil karena jarak server, Reno mampu mengompensasi keterlambatan data itu dengan melakukan prediksi gerakan lawan satu detik lebih awal.

Setelah tiga puluh menit pertempuran yang melelahkan, Black Viper berhasil memenangkan sesi *scrim* tersebut dengan keunggulan tipis. Rekan-rekan setim Reno bersorak lega, namun Reno justru tampak berpikir keras.

"Ada apa, Reno? Kita menang, kan?" tanya Marco sambil menyeka keringat di dahinya.

"Kita menang karena mereka meremehkan kita di awal," jawab Reno sambil mematikan monitornya. "Tapi di Singapura nanti, tidak akan ada yang meremehkan kita lagi. Mereka akan datang dengan persiapan seratus persen untuk menjatuhkan 'Phantom' dari Jakarta."

Ardi berjalan mendekat dan menepuk bahu Reno. "Kamu benar. Kemenangan hari ini hanya menunjukkan bahwa kita punya potensi. Tapi untuk menjadi juara dunia, kita butuh lebih dari sekadar potensi. Kita butuh konsistensi."

Reno berdiri, mengambil jaket timnya yang berwarna hitam pekat dengan logo ular kobra perak di bagian belakang. Di saku jaketnya, ia masih bisa merasakan tekstur foto lama pemberian Sakti. Ia merasa legenda itu sedang memperhatikannya dari suatu tempat, menunggu saat yang tepat untuk muncul kembali.

"Persiapkan paspor kalian," kata Reno kepada rekan-rekan setimnya sebelum berjalan keluar menuju balkon asrama. "Singapura hanya perhentian pertama. Tujuan kita adalah membuktikan bahwa 'One Tap God' bukan sekadar julukan kosong."

Di bawah langit Jakarta yang mendung, Reno menatap ke arah utara, seolah bisa melihat bayangan gedung-gedung tinggi di Singapura yang menunggunya. Tantangan besar sudah di depan mata, dan ia sama sekali tidak berniat untuk mundur.

1
Alia Chans
wow cerita nya menarik, semangat✍️ nya
Ab Je: makasih yahh sudah menyemangati. (🌹)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!