NovelToon NovelToon
Malam Jum'At Keliwon

Malam Jum'At Keliwon

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Maullll

Di Desa Karangdowo, malam Jumat Kliwon bukan sekadar pergantian waktu, melainkan sebuah gerbang yang terbuka lebar antara dunia manusia dan alam gaib. Raga, seorang pemuda yang tumbuh dengan logika kota, kembali ke desa dan mencoba mengabaikan mitos leluhur yang selama ini dianggapnya hanya dongeng belaka. Namun, segalanya berubah saat ia merasakan sendiri betapa tipisnya dinding pemisah kedua dunia tersebut.

Malam itu, suara-suara memanggil dengan wajah dan suara orang yang dicintai, jejak kaki misterius, dan irama gamelan yang datang dari ketiadaan mulai mengganggu ketenangannya. Bersama kakeknya, Mbah Joyo, Raga harus menguak misteri kutukan lama dan perjanjian darah yang dibuat oleh nenek moyang mereka. Akankah logika mampu menyelamatkannya, atau ia harus tunduk pada kekuatan mistis yang jauh lebih tua dari peradaban manusia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maullll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

"Siapa kau?!" bentak Raga, tangannya mencengkeram gagang keris makin erat.

Sosok bayangan itu tertawa renyah, suara tawanya bergaung mengerikan di udara sunyi itu.

Aku adalah sisi gelapmu, Raga. Aku adalah apa yang kau sembunyikan di dalam hatimu. Aku adalah kemarahanmu, kebencianmu, kesombonganmu, dan ketakutanmu. Sang Adipati Kala memberiku wujud dan nyawa dari energi Segel yang dia rusak... supaya aku bisa mengalahkanmu sendiri."

Bayangan Raga itu mengangkat keris di tangannya, meniru gerakan Raga.

"Kau pikir kau hebat? Kau pikir kau suci? Lihat dirimu, Raga! Di dalam hatimu, kau sama jahatnya denganku! Kau benci musuhmu, kau ingin menghancurkan mereka, kau ingin berkuasa! Perbedaan kita cuma satu: Kau berpura-pura jadi baik, sedangkan aku berani mengakuinya! Dan hari ini... aku akan mengambil tempatmu! Aku akan jadi Penjaga... dan aku akan membakar seluruh dunia ini sampai jadi debu!"

BRAAAKKK!!!

Tanah di sekitar bayangan itu retak-retak. Ia melesat maju secepat kilat, menebaskan kerisnya penuh amarah!

"AWAS RAGA!" teriak Kanjeng Raden. Ia hendak melompat maju menghadang, tapi tiba-tiba dari tanah di sebelah kanan dan kiri muncul dua sosok lain yang juga sangat dikenal mereka.

Di kanan muncul sosok bayangan Kanjeng Raden yang berwarna hitam, bertubuh lebih besar, lebih mengerikan, dengan aura kejam dan haus darah. Di kiri muncul sosok bayangan Nyi Blorong, wujud ularnya lebih besar, lebih berbisa, dengan wajah penuh dengki dan kebencian.

"Kalian juga punya sisi gelap!" seru bayangan Kanjeng Raden dengan suara menggelegar. Ia langsung menyerang Kanjeng Raden asli dengan kekuatan yang sama persis, bahkan lebih ganas!

Dan di sisi lain, bayangan Nyi Blorong mendesis panjang, matanya menyala merah darah, langsung menerjang Nyi Blorong asli dengan kecepatan kilat!

Pertarungan pun pecah hebat!

Di tengah hamparan abu-abu itu, terjadilah duel yang paling aneh dan sulit yang pernah mereka alami seumur hidup. Mereka bertarung melawan diri mereka sendiri! Melawan sisi terburuk dari diri mereka sendiri yang kini punya nyawa dan kekuatan sama persis!

Kanjeng Raden bertarung mati-matian melawan bayangannya sendiri. Setiap serangan yang ia keluarkan, bayangan itu bisa menangkis dan membalas dengan kekuatan yang sama persis. Kekuatan emas Kanjeng Raden dilawan dengan kekuatan hitam yang sama dahsyatnya.

"Kau berpura-pura jadi pelindung! Padahal hatimu tetaplah hati raksasa yang suka membunuh dan menakut-nakuti!" ejek bayangan itu sambil menghantamkan tombaknya ke tanah, menciptakan gelombang kejut yang sama persis milik aslinya.

Begitu juga Nyi Blorong. Ia bertarung dengan lincah dan cerdik melawan bayangannya sendiri. Bayangan itu lebih buas, lebih ganas, dan penuh racun kebencian.

"Kau benci manusia! Kau benci dihina dan ditakuti! Kau hanya berpura-pura baik demi mendapatkan pujian! Dasar munafik!" desis bayangan itu sambil melilit tubuh Nyi Blorong dengan kekuatan yang luar biasa kuat.

Namun yang paling berat adalah Raga. Ia bertarung melawan bayangan dirinya sendiri yang paling kuat dan paling cerdas. Bayangan itu tahu semua gerakannya, tahu semua ilmunya, tahu semua kelemahannya. Setiap kali Raga menebas dengan cahaya putih, bayangan itu membalas dengan cahaya hitam yang sama kuatnya.

"Kau tidak bisa mengalahkanku, Raga! Selama kau masih punya keraguan di hatimu, aku akan selalu ada dan makin kuat!" teriak bayangan Raga sambil menendang dada Raga sampai terpental mundur beberapa meter. "Serahkan saja Kitab itu! Biar aku yang pakai! Kita bisa kuasai dunia bersama-sama!"

Raga bangkit berdiri susah payah. Napasnya terengah-engah. Ia melihat teman-temannya juga mulai terdesak. Kanjeng Raden terluka di bahu, Nyi Blorong mulai kehabisan tenaga. Musuh ini tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan fisik atau sihir saja. Semakin keras mereka menyerang, semakin kuat bayangan itu menjadi.

Raga mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya. Ia menatap tajam ke arah bayangan dirinya yang sedang tertawa puas.

"Benar..." batin Raga. "Dia benar. Dia adalah bayanganku. Selama aku membencinya, selama aku ingin menghancurkannya, dia adalah bagian dari aku yang makin hidup. Kekuatan kasih sayang... bukan cuma untuk mencintai orang baik... tapi juga untuk menerima dan memaafkan sisi buruk diri sendiri."

Raga perlahan menurunkan kerisnya. Ia melepaskan niat bertarungnya. Ia menatap bayangan itu bukan dengan marah, tapi dengan pandangan tenang, damai, dan penuh pengertian.

"Aku tahu sekarang..." ucap Raga lantang, suaranya tenang dan jernih membelah hening.

"Kau bagian dari aku. Kau ada karena aku tidak sempurna. Aku marah, aku takut, aku kadang ingin menang saja. Aku mengakuinya. Aku tidak sempurna. Tapi..."

Raga mengangkat tangan kirinya, dan dari cincin pelindung apinya memancarkan cahaya putih suci yang lembut, bukan cahaya serangan.

"...Aku tidak akan membuangmu. Aku tidak akan membunuhmu. Aku akan menerima kamu sebagai bagian dari diriku. Karena with mengenal sisi gelapku... aku bisa lebih bijaksana menjaga sisi terangku."

Bayangan Raga tertegun. Serangannya yang hendak melayang terhenti di udara. Wajah garangnya berubah bingung dan kaget.

"Apa kau bicara?! Kau tidak membenciku?! Kau tidak ingin menghancurkanku?!"

"Tidak," jawab Raga tegas sambil melangkah maju mendekati bayangan itu tanpa rasa takut sedikit pun. "Kau adalah pelajaran terbesarku. Kau pengingatku agar aku tidak menjadi sombong dan lupa diri. Terima kasih sudah muncul. Sekarang... mari kita bersatu kembali. Jadilah kekuatan kewaspadaanku. Jadilah kekuatan pengingatku."

Raga merentangkan kedua tangannya, menyambut bayangan itu dengan hati terbuka.

Cahaya putih dari tubuh Raga makin melebar, menyelimuti seluruh ruangan abu-abu itu. Cahaya itu tidak membakar atau menyakiti, tapi hangat, damai, dan penuh kasih sayang.

Bayangan Raga itu gemetar hebat. Kekuatan jahat ungu di tubuhnya perlahan memudar, digantikan oleh cahaya putih itu. Wajah garangnya perlahan melembut, tatapan bencinya berubah menjadi tatapan lega dan sedih.

"Selama ribuan tahun... tidak ada yang mau menerima sisi gelapnya... Semua orang selalu ingin menghancurkanku... Terima kasih... Raga..." bisik bayangan itu lirih.

Perlahan, wujud bayangan itu meleleh menjadi kabut hitam tipis, lalu tersedot masuk ke dalam tubuh Raga melalui pori-pori kulitnya. Energinya tidak hilang, tapi menyatu, menjadi satu kekuatan yang utuh dan lengkap.

Seketika, gema kejutan terdengar dari arah lain.

Kanjeng Raden dan Nyi Blorong, yang melihat apa yang dilakukan Raga, pun melakukan hal yang sama. Mereka berhenti bertarung, menerima sisi gelap diri mereka, memaafkan kekurangan diri sendiri, dan menyatukan kembali wujud mereka.

Bayangan Kanjeng Raden dan bayangan Nyi Blorong pun ikut meleleh dan menyatu kembali ke dalam diri aslinya.

Hamparan abu-abu dan langit ungu itu perlahan berubah. Warna-warna suram itu memudar, digantikan oleh cahaya merah keemasan yang hangat. Tanah yang dingin menjadi hangat dan bersinar. Ruang buatan Sang Adipati Kala hancur lenyap karena akar utamanya — kebencian dan keraguan — sudah hilang

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!