NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Jefri kalah dari Ratih, dan anggota lain pun sudah gugur. Dari kita semua, hanya kau yang tersisa! Jika kau sampai kalah dari bocah itu, maka kita akan terlempar dari posisi empat besar. Itu penghinaan yang tak bisa diterima!”

​Tekanan yang dirasakan Perguruan Langit Membara memang sedang berada di titik nadir. Mereka bisa menerima posisi terbawah di antara empat raksasa, tapi terlempar dari daftar elit? Itu akan mencoreng nama besar perguruan selama ratusan tahun.

​“Tenang saja, Tetua,” jawab Fikri dengan senyum penuh penghinaan. “Jika aku menghadapi salah satu dari raksasa lain, mungkin aku akan waspada. Tapi Arka ini?” Ia tertawa meremehkan. “Sampah yang hanya mengandalkan keberuntungan untuk sampai sejauh ini bahkan tak layak menjadi lawanku. Jika aku tak mampu mengalahkannya, lebih baik aku tak usah hidup.”

​Meski ragu, sang Tetua mengangguk. “Kepercayaan dirimu baik, tapi jangan sampai buta. Ia punya teknik gerak yang aneh dan bisa mengendalikan api. Jangan ceroboh!”

​Fikri mencibir, merasa peringatan itu berlebihan. Ia lalu mendekat ke telinga Juan dan berbisik dengan mata menyipit kejam. “Kak, pertandingan segera dimulai. Kau ingin aku mematahkan kedua kakinya, membakar wajahnya, atau menjadikannya kasim?”

​“Bakar wajahnya!” jawab Juan tanpa ragu, matanya berkilat penuh dendam.

​Fikri menjulurkan lidahnya, menjilat sudut bibirnya dengan ekspresi menyeramkan. “Aku tak akan mengecewakanmu, Kak. Bagiku, ini bukan sekadar pertandingan… melainkan permainan yang sangat menyenangkan.”

​Arka dan Fikri melompat hampir bersamaan ke tengah arena, terpisah jarak tiga puluh meter. Arka berdiri tenang, sementara di mata Fikri hanya ada ejekan dan kekejaman.

​Di mata Fikri, Arka hanyalah mangsa yang bisa ia remukkan sesuka hati. Namun di mata Arka, Fikri bahkan tak lebih berbahaya dari Miko kemarin. Miko punya senjata rahasia yang merepotkan, sedangkan Fikri? Dia hanya bermain api.

​“Menurutmu Arka punya peluang?” bisik seorang penonton.

“Mustahil. Lihat senjata di tangan Fikri… Itu Pedang Api Iblis! Senjata legendaris tingkat tinggi. Dia takkan memberi Arka napas sedikit pun.”

​Wasit Penatua Wayan melihat keduanya telah siap dan segera mengangkat tangan. “Pertandingan pertama perempat final… Arka Yudistira dari Kerajaan Surya Kencana melawan Fikri Surya dari Perguruan Langit Membara—dimulai!”

​“Heh!” Fikri tertawa dingin. “Untung kau cukup bodoh untuk naik ke panggung ini. Sekarang sudah terlambat untuk menyerah. Hari ini akan menjadi hari paling tak terlupakan dalam hidupmu.”

​Arka mendecih, sama sekali tak gentar. “Tak kusangka bukan hanya wajahmu yang buruk, mulutmu pun penuh omong kosong. Tak heran perguruanmu selalu berada di posisi buncit—rupanya isinya cuma tumpukan sampah sepertimu.”

​Wajah Fikri langsung memerah padam. “MATI KAU!!”

​Api merah menyala hebat di tubuhnya, tersedot masuk ke dalam bilah Pedang Api Iblis. Dengan satu tebasan dahsyat, api itu berputar membentuk tornado raksasa yang menerjang Arka dengan taring maut terbuka.

​Arka mundur seketika. Pedang raksasanya terayun dalam putaran berat, menciptakan pusaran tenaga dalam yang ganas untuk menangkis tornado tersebut.

​BOOM!!

​Ledakan keras mengguncang arena. Keduanya terdorong mundur oleh gelombang angin yang kencang. Fikri mendengus angkuh. “Boleh juga. Kau bisa menahan enam puluh persen kekuatanku. Tapi sekarang, rasakan api sejati milik klan kami. Kau akan mengenangnya hingga mati!”

​Fikri melesat maju. Namun sebelum jaraknya tinggal lima belas meter, warna api di tubuhnya berubah drastis—dari merah membara menjadi biru terang.

​Arena seketika gempar. “Api… Api Biru!!”

​Secara umum, hanya praktisi tingkat Alam Jiwa yang mampu menyalakan api biru! Fikri, yang secara teknis masih di tingkat Alam Bumi, telah melampaui batasannya.

​“Datanglah! Biarkan aku mendengar teriakan dan permohonan ampunmu!” Fikri tertawa liar.

​Api biru di tubuhnya meledak, terpecah menjadi belasan tornado kecil yang menyebar cepat ke segala arah. Fikri hendak mengubah seluruh arena menjadi lautan api biru yang tak menyisakan celah sedikit pun bagi Arka untuk berpijak.

Perbedaan antara api tenaga dalam berwarna biru dan merah bukan sekadar soal intensitas panas, melainkan tingkat eksistensinya. Jika pelindung diri seorang praktisi Alam Bumi biasanya masih sanggup menahan jilatan api merah, di hadapan api biru, pertahanan itu akan luluh lantak layaknya selembar kertas tipis yang dilempar ke tungku pijar.

​Seiring tornado api biru yang meluas dengan buas, Arka Yudistira terus dipaksa mundur. Langkah demi langkah, ia terdesak hingga ke bibir arena.

​Tawa melengking Fikri menggema di tengah deru angin panas. Tubuhnya mendadak menjadi samar, lalu dari dalam lautan api biru yang menjulang, muncul puluhan sosok yang identik—seolah-olah samudra api itu baru saja melahirkan pasukan klon yang tak terhitung jumlahnya.

​Tentu saja, itu hanyalah Ilusi Bayangan Membara, teknik andalan Perguruan Langit Membara. Di bawah gangguan ilusi yang memusingkan mata, tubuh asli Fikri melancarkan tebasan dari sudut-sudut tak terduga. Situasi Arka kian kritis.

​"Jadi ini teknik legendaris itu? Benar-benar mengerikan! Di arena sesempit ini, rasanya mustahil untuk menghindar," bisik salah satu penonton dengan wajah pucat.

​Di tribun kehormatan, Juan menyeringai puas. "Ilusi Bayangan Membara milik adikku ternyata sudah mencapai tingkat ini. Aku bahkan sedikit terkejut."

​Sang Tetua Agung mengangguk mantap. "Selama tiga bulan ini, ia memusatkan diri melatih api biru dan teknik ilusi ini. Sepertinya aku terlalu mengkhawatirkannya tadi. Dengan kombinasi ini, mustahil ia kalah."

​Bang!

Suara pelan terdengar saat punggung Arka menyentuh dinding pelindung energi yang transparan. Ia telah mencapai batas arena. Tak ada lagi ruang untuk menghindar. Api biru tinggal berjarak kurang dari tiga meter, suhu panasnya bahkan mulai melelehkan batu panggung di bawah pijakannya.

​"Ah, panggung ini terlalu kecil untukmu, tikus kecil," ejek suara Fikri yang menggema dari segala penjuru lautan api. "Permainan kucing-kucingan ini membosankan karena kau bahkan belum menjerit sedikit pun."

​Puluhan bayangan api berkelip mengancam. "Karena kau tak mau berteriak... biar kubantu. Menjeritlah dalam keputusasaan sepuasnya, HAHAHA!"

​"Tebasan Langit Membara!"

Api biru seketika mengamuk hebat. Begitu Pedang Api Iblis di tangan Fikri diayunkan, gelombang api setinggi sepuluh meter menggulung jatuh, siap menelan Arka bulat-bulat. Fikri tertawa liar, membayangkan wajah tampan korbannya akan hangus tak berbentuk dalam sekejap.

​Namun, tepat saat maut menjilat ujung bajunya, ekspresi Arka berubah. Bukan ketakutan yang muncul, melainkan sebuah seringai mengejek yang dingin.

​"Memang benar ini permainan kucing dan tikus," suara Arka menembus deru api, terdengar tenang namun mematikan. "Namun sepertinya kau keliru tentang siapa sebenarnya tikus di sini."

​Tiba-tiba, Arka melangkah maju. Pedang Raksasa Penguasa terangkat tinggi, lalu dihantamkan ke depan dengan kekuatan penuh.

1
Jojo Shua
😄🔥✅️
Jojo Shua
👍🥛
Jojo Shua
👍🫰☕️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️☕️
Jojo Shua
☕️☕️
Jojo Shua
☕️
Uswatun Hasanah
ratna ratna ratna
Uswatun Hasanah
arka arka arka
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍✅️🫰
Jojo Shua
👍🔥
Uswatun Hasanah
dua duanya dilahap
Jojo Shua
Gak boleh dibunuh si Yeti, merusak ekosistem
Jojo Shua
Moyangnya Yeti
Jojo Shua
kalau 4 chapter sekaligus biasax pembaca lupa kasi ole" ke author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!