Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.
(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melarikan Diri Bersama Li Hua
"Begitu lancang! Berani sekali mengarahkan pedangmu kepadaku? Aku adalah Ratu Shen Wanqing! Tidak akan aku beri ampun siapapun orang yang berani kepadaku! Jauhkan pedangmu atau akan aku berikan hukuman mati kepadamu dan Kakakmu yang buta itu!" Ratu Shen Wanqing benar-benar angkuh, tidak sadar dengan posisi dirinya saat itu.
Shu Hua yang mendengar ancaman itu hanya bisa tertawa.
"Anda pikir aku akan takut dengan ancaman seperti itu? Dan bagaimana mungkin Anda bisa memberikan hukuman mati kepadaku dan juga Kakakku disaat Anda tidak lagi bernyawa!" Shu Hua membalas dengan serangan kata-kata dan bukti nyata.
Dengan ujung pedangnya, Shu Hua membuat goresan pada leher Ratu Shen Wanqing. Dan saat mendapatkan luka gores itu, sang Ratu berteriak histeris.
"Berani-beraninya dirimu!" teriak Ratu Shen Wanqing.
"Lihat sekarang siapa yang akan mati lebih dulu. Yang Mulia Ratu ini, atau aku dan Kakakku!?" Shu Hua benar-benar tidak bercanda saat ia berkata ingin melukai Ratu untuk membalas dendam atas apa yang telah Ratu lakukan.
"Shu Hua, tenanglah. Li Hua tidak akan suka saat tahu apa yang telah kamu lakukan. Dia tidak akan senang dan dia juga tidak akan memberikan pujian untuk semua yang kamu lakukan. Lepaskan pedang itu, dan tenanglah. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya," ucap Hao Lin, sekali lagi berusaha untuk memenangkan Shu Hua.
"Kamu akan memperbaiki semuanya? Bagaimana kamu akan memperbaikinya? Dengan cara apa kamu akan memperbaiki segala kekacauan yang telah terjadi? Bisakah kamu memberikan hukuman yang sama kepada Ratu ini? Berikan dia hukuman yang sama seperti yang Kakakku dapatkan!" ucap Shu Hua.
"Untuk itu... aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak punya kuasa untuk melakukan semua itu, Shu Hua. Apa saja asal tidak hal itu, aku bisa berikan apapun kepadamu. Emas? Perak? Kuda? Atau apapun itu... aku bisa memberikan kehidupan baru untukmu dan juga Li Hua. Kehidupan yang lebih baik dan tenang. Bukankah itu adalah keinginanmu dan juga Li Hua? Aku bisa mewujudkan semua itu. Aku berjanji." Hao Lin memberikan penawaran yang cukup bagus, tetapi hal itu tidak cukup untuk meredakan amarah dalam diri Shu Hua.
"Shu Hua... kumohon..."
Shu Hua terdiam beberapa saat, kemudian ia pun memutuskan untuk menerima apa yang Hao Lin janjikan. Shu Hua menghilangkan pedangnya, dan berkata jika dia akan terima penawaran yang Hao Lin berikan, tetapi dengan satu syarat.
"Jika ingin aku menerima syarat itu, kamu harus menuruti satu permintaanku terlebih dulu," ujar Shu Hua.
"Tentu saja akan aku kabulkan. Apa yang kamu inginkan?"
"Aku ingin Ratu ini meminta maaf kepada Kakakku, membersihkan tubuh Kakakku dan menggantikan pakaiannya sampai bersih. Dan setelah dia melakukan semua itu, aku dan Kakakku akan pergi sejauh mungkin. Dan akan jauh lebih baik jika kalian tidak berusaha untuk mencari lalu menangkap kami. Jika hal itu terjadi, maka aku sendiri yang akan datang kepada kalian dan saat hari itu datang, tidak akan ada lagi negosiasi!" tegas Shu Hua.
"Permintaan macam apa itu? Pangeran, Ibundamu ini seorang Ratu, tidak mungkin Ibunda melakukan apa yang dia minta. Jika Ibunda lakukan, itu sama saja dengan menghancurkan martabat Ibunda!" Ratu Shen Wanqing dengan tegas mengatakan jika dia tidak ingin melakukan apa yang Shu Hua minta.
"Ibu Ratu... kali ini tidak ada jalan keluar lain. Lakukan saja apa yang dia minta. Ini juga demi kebaikan dan keselamatan Ibu Ratu. Maafkan aku, tapi kali ini aku tidak bisa banyak membantu. Hanya Ibu yang bisa menyelesaikan semua masalah ini," lirih Hao Lin.
"Yang dikatakannya itu benar. Harusnya sejak awal jangan menganggu Kakakku. Sekarang, rasakan akibatnya. Dan aku tidak suka menunggu terlalu lama. Lebih baik, segera lakukan sekarang!" titah Shu Hua.
Shu Hua tanpa takut duduk di kursi Ratu Shen Wanqing, tidak peduli dengan sekitarnya.
Dan selanjutnya, beberapa prajurit membawa Li Hua ke Istana Ratu, di sekeliling tempat itu sebuah pelindung dari kain sutra dipasang, dan dihadapan Shu Hua langsung, Ratu Shen Wanqing mulai membersihkan tubuh Li Hua.
Saat membersihkan tubuh Li Hua yang penuh dengan darah, Ratu kaget karena tidak menemukan sedikitpun bekas luka pada tubuh Li Hua.
"Jangan terlalu kaget. Sama denganku, Kakakku juga punya kemampuan istimewa. Dan singkatnya, kalian telah mencari masalah dengan orang yang salah!" ungkap Shu Hua, bersantai sambil menikmati buah disaat derajat sang Ratu kini telah hancur karena Shu Hua.
Ratu Shen Wanqing benar-benar telah dihancurkan oleh Shu Hua, dan sama dengan Shu Hua, Ratu Shen Wanqing pun juga seseorang yang pendendam. Dalam hatinya, Ratu Shen Wanqing bersumpah akan membalas penghinaan yang dia terima hari ini.
→→→
Li Hua kini telah bersih kembali, dan bahkan ia telah kembali sadar. Saat melihat sang Kakak sadar, Shu Hua sangat senang dan langsung memeluk Li Hua dengan erat sambil menangis.
"Kakak... akhirnya Kakak sadar. Aku benar-benar sangat takut tadi. Dan sekarang, semua akan baik-baik saja. Kita akan pergi dari sini. Kita akan pergi jauh dari sini. Kita akan pergi ke tempat dimana tidak ada seorangpun yang bisa menganggu kita lagi. Ayo kita pergi."
Shu Hua membantu Li Hua untuk kembali berdiri, dan selanjutnya Shu Hua membantu Li Hua naik ke atas kuda, dan bersama dengan mereka, Shu Hua pergi sejauh mungkin meninggalkan Istana itu dan segala hal yang ada di sana bersama Li Hua dan beberapa koin emas yang Hao Lin berikan.
→→→
Hari kini telah hampir malam, namun Shu Hua belum bisa menemukan tempat untuk bisa bermalam malam itu.
"Aku tidak tahu lagi ke mana harus berjalan. Harus ambil jalan ke kiri atau ke kanan, Kak?" tanya Shu Hua.
"Mungkin Kakak bisa gunakan kemampuan Kakak. Coba lihat, di mana kira-kira ada energi yang bagus. Mungkin kita bisa meminta tolong untuk diberi tempat menginap selagi aku mencari tempat tinggal untuk kita."
Li Hua diam beberapa saat, kemudian Li Hua menemukan apa yang Shu Hua minta.
"Sebelah kanan. Jalannya memang agak curam, tapi di sana kita akan menemukan seseorang dengan energi yang sangat bersih. Mungkin dia bisa membantu kita," jawab Li Hua.
Mengikuti petunjuk dari sang Kakak, Shu Hua mengambil jalan yang Li Hua pilih, dan setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil menemukan sebuah pondok kecil dengan banyak tanaman obat di depan pondok itu.
Shu Hua turun dari kuda lebih dulu, kemudian membantu sang Kakak untuk turun juga.
Pelan-pelan Shu Hua masuk ke dalam halaman pondok itu, dan tiba-tiba Shu Hua kaget saat melihat sesuatu!
-Bersambung-
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄