NovelToon NovelToon
MEMBURU ATAU DIBURU

MEMBURU ATAU DIBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Zombie
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

Di tengah panas Kalimantan yang tak kunjung reda, Budi Santoso-seorang sales biasa di Palangkaraya menemukan kehidupan yang berubah drastis setelah sebuah “sistem” misterius muncul di kepalanya. Awalnya hanya alat untuk naik level dan bertahan hidup, sistem itu kini menjadi satu-satunya harapannya saat alam mulai bermutasi dengan kejam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Ah!” seseorang di dalam mobil berteriak keras.

Rina langsung meraih lengan Budi erat-erat. Kukunya menusuk kulit Budi, tapi dia nggak merasakan sakit. Perhatiannya tertuju ke luar jendela: seekor tikus abu-abu sebesar anak kucing melesat kencang menyeberang jalan. Badannya gede banget dibanding tikus biasa, dan kelihatan sangat berani. Dia nggak langsung kabur, malah ngumpet di semak-semak dekat situ. Bulunya abu-abu mengkilap, giginya runcing tajam, dan matanya merah menyala kayak darah.

“Ayo, lo binatang sialan!” Sopir berteriak sambil injak gas dalam-dalam. Mobil langsung ngebut.

Tikus itu ngeliatin mobil sampai hilang dari pandangan, lalu lompat nyebrang jalan dan lari ke arah lapangan kosong. Mereka lagi deket bukit yang katanya sumber tikus-tikus itu. Mobil nyampe pertigaan, belok masuk ke celah bukit. Pohon-pohon di sekitar banyak yang gosong habis terbakar. Bahkan bekas bom masih kelihatan: kawah hitam dan pohon tumbang. Jalanan penuh batu kecil dan kerikil yang nyelonong nabrak bodi mobil, bikin bunyi gedebuk-gedebuk nyebelin. Tapi untungnya perjalanan masih mulus, Budi agak lega.

Mobil jalan beberapa menit lagi, lalu belok tajam. Tiba-tiba sopir injak rem mendadak, mobil berhenti total. Di tengah jalan, ada mobil lain yang mogok, nggak gerak sama sekali. Sopir buru-buru ambil HP, nelpon berkali-kali, tapi nggak diangkat. Akhirnya dia banting HP ke lantai, lihat sekitar, lalu ambil kapak dari bagasi belakang. Dia ngomong cepet pake logat Banjar ke penumpang depan, nunjuk tombol buka pintu. Lalu dia buka pintu, turun, dan tutup pintu lagi. Dia mulai jalan mendekati mobil yang mogok itu.

“Dia bilang apa tadi?” Budi nanya pelan.

“Dia bilang pasti ada apa-apa di depan, dia mau cek. Minta dibukain pintu kalau dia balik,” jawab Rina dengan suara gemetar. Semua orang diam. Suasana jadi berat banget.

“Aaaahhh!” Tiba-tiba ada teriakan keras lagi.

Semua orang lihat sopir lari balik ke mobil, dikejar belasan tikus. Mukanya panik banget, kelihatan putus asa. Tikus-tikus itu lari jauh lebih cepat. Dalam sekejap, seekor tikus gede gigit paha sopir. Dia ambruk ke tanah bareng kapaknya, kesakitan.

Lebih banyak tikus nyerbu, gigit badannya pake gigi tajam. Darah muncrat, dia teriak-teriak sambil berusaha bangun dan ngelepas tikus satu-satu. Bau darah bikin tikus-tikus lain makin banyak datang. Sopir masih sekitar 10 meter dari mobil, berusaha mati-matian nyampe pintu. Dia ngetuk-ngetuk pintu keras.

“Bukain! BUKAIN PINTUNYA!”

Penumpang depan mukanya pucat pasi. Seorang cowok muda berdiri mau buka pintu, tapi ditarik mundur sama seorang ibu, dan akhirnya diem aja. Di dunia ini banyak orang yang suka berbuat baik kalau risikonya kecil. Tapi kalau kebaikan itu bisa bikin nyawa sendiri terancam, kebanyakan orang langsung egois.

“Bukain dong, tolong! Tolong!” sopir memohon. Dia kelihatan kecewa berat saat nggak ada yang gerak. Sementara itu, lebih dari 10 tikus lagi nyerbu dan gigit dia habis-habisan. “Bajingan! Karma bakal balas kalian!” sopir menggeram di antara jeritan kesakitan.

Semakin banyak tikus mutan yang lompat ke badannya, darah mengalir deras kayak sungai kecil. Dia rebah di genangan darahnya sendiri. Dia udah kehabisan tenaga, ninggalin bekas cakaran darah di aspal sambil berusaha minta tolong.

Budi mengepal tangan keras. Dia pengen banget buka pintu, tapi akhirnya duduk lagi tanpa daya. Dia tahu kalau pintu dibuka, tikus-tikus itu bakal masuk dan bikin kekacauan di dalam mobil. Meski dia jago bertarung, yang paling bisa dia lakuin cuma lindungin diri sendiri dan Rina. Dia bukan pahlawan. Budi memalingkan muka dari adegan mengerikan itu. Beberapa tikus naik ke kap mesin, ngintip ke dalam kabin pake mata merah mereka. Di dalam mobil sunyi senyap. Cuma kedengeran napas berat penumpang.

Lebih banyak tikus berkumpul di kaki bukit, semuanya menyerbu ke arah mobil Budi. Dalam hitungan menit, seluruh badan mobil ditutupi ratusan tikus. Kabin jadi gelap gulita karena mereka nutupin sinar matahari.

“Ya Tuhan! Mereka gigit karet seal pintunya!” gadis di depan Budi berteriak sambil nangis.

Banyak tikus mulai kunyah karet pintu dan sambungan kaca, serpihan karet dan bubuk hitam berjatuhan. Rina memeluk Budi erat-erat. Budi bisa ngerasain seluruh tubuh Rina gemetar hebat. Tiba-tiba mobil goyang keras, kekacauan total. Beberapa orang coba nelpon polisi, tapi sinyal nggak masuk atau nggak diangkat.

“Pintu nggak bakal tahan lama. Ada yang bisa nyetir dan kabur dari sini nggak?” tanya seorang bapak tua berkacamata hitam pake logat setempat.

Setelah beberapa detik, seorang cowok muda jawab, “Saya cuma punya SIM C. Belum pernah nyetir mobil gini.”

“Udah berapa lama punya sim?” tanya bapak tua.

“Dua tahun. Tapi akhir-akhir ini jarang kepake, bensin mahal,” jawab cowok itu.

“Kayaknya kamu satu-satunya harapan kami. Coba aja,” kata bapak tua. Cowok muda mengangguk, mukanya pucat banget. Dia jalan ke depan, duduk di kursi sopir.

Mukanya putih kertas pas ngeliat tikus-tikus mengerikan yang merayap di kaca depan. Dia tarik napas dalam-dalam, bisik sesuatu ke diri sendiri. Tangan di setir, tapi langsung lepas lagi karena gemetar. Beberapa menit kemudian, mobil akhirnya jalan lagi. Nggak ada yang ngomong apa-apa, semua tahu cowok itu lagi panik berat.

Tepat saat itu, salah satu karet seal pintu samping robek lebar.

Semua orang berteriak ketakutan. Sopir muda jadi tambah panik. Dia injak gas mendadak. Mobil lari kenceng, zig-zag nggak karuan sampai akhirnya nabrak mobil mogok di jalur sebelah.

“Jangan! Berhent—” seseorang teriak.

Hampir seketika, mobil mereka nabrak mobil lain. Kaca depan pecah berantakan. Yang paling ngeri, pintu samping jebol total, lubang gede terbentuk. Mobil goyang keras sebentar sebelum berhenti total. Rina masih bersandar di dada Budi, diam-diam ngeliatin wajahnya. Budi kelihatan tegas dan kuat, dan cuma deket dia aja udah bikin Rina ngerasa aman.

Budi lepas pelukannya pelan sambil nanya, “Kamu baik-baik aja? Luka nggak?”

Rina geleng kepala, “Nggak, aku baik-baik aja. Cuma kaget.”

“Tenang aja, kita bakal selamat,” Budi coba tenangin. Dia kelihatan bener-bener fokus.

Penumpang lain masih di tempat duduk, kebanyakan nggak luka, cuma ketakutan.

Kecuali sopir muda itu. Dia ambruk di setir, nggak gerak sama sekali. Darah mengalir dari kepalanya, netes di dashboard. Sayangnya, nggak ada yang sadar lukanya parah.

Kedua mobil sekarang saling jepit. Budi dan beberapa orang lain berdiri, coba ngintip ke dalam mobil kosong sebelah. Tiba-tiba Budi memalingkan muka. Dia ngerasa seperti disetrum listrik di tulang punggungnya.

Di dalam mobil sebelah, nggak ada mayat manusia. Yang ada cuma tumpukan tulang-belulang bersih, beberapa baju robek-robek, dan ratusan tikus kecil yang lagi ngunyah sisa-sisa daging. Matanya merah semua, dan mereka langsung nengok ke arah lubang jebol di mobil Budi.

Situasi baru aja jadi jauh lebih buruk.

1
Jack Strom
Lanjut... 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjut lagi!!! 😁
Jack Strom
Mantap... Lanjuuut!!! 😁
Jack Strom
Waktunya berburu... 😁
Jack Strom
Asah terus skillnya sambil bertahan hidup... 😁
Jack Strom
Asem... Kirain tadi yang namanya Jali itu manusia, eh ternyata seekor anjing... hahaha 😁
Jack Strom
Cih... Pura² jual mahal... 😁
Jack Strom
Eh... Blong??? 😁
Jack Strom
Hah??? 😁
Jack Strom
Bertahan... 😁
Jack Strom
Wow... Seram 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Chaos!!! 😁
Jack Strom
Lanjuuut... 😁
Jack Strom
Masih hmmm 🤔
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Tekan dong... 😁
Jack Strom
Hmmm??? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Era gede²... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!