NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dasar pria sinting

Tok..

Tok..

Pintu kamar Yu-nian sudah diketuk berulang kali, dia sengaja mengunci pintunya karena tidak ingin Feng Shiyan tiba-tiba masuk ke kamarnya. Dalam beribu pemikirannya terlihat Gadis itu masih terlelap, masih nyenyak dalam tidurnya yang begitu menyenangkan.

Ranjang berukuran besar yang begitu empuk dengan bau ruangan yang begitu harum membuatnya begitu enggan untuk terbangun.

"Nyonya! nyonya!" Panggil salah satu pelayan.

Panggilan itu tidak dihiraukan sama sekali olehnya, Yu-nian nampak masih terbuai dalam mimpi indahnya di Pagi ini yang ternyata sudah menampakkan sinarnya.

Tok!!

Tok!!

Tok!!

"Nyonya! nyonya!" Panggil pelayan kembali.

Feng Shiyan yang berada di dekat kamar Yu-nian, pria itu nampak menatap beberapa pelayan berdiri di depan kamar Yu-nian. "Ada apa?" Feng Shiyan berjalan mendekati salah satu pelayan yang mencoba untuk membangunkan Yu-nian.

"Nyonya masih belum bangun, tuan. takutnya nyonya..," ucap pelayan yang tidak dilanjutkan.

Kata takutnya membuat Feng Shiyan meminta pelayannya untuk mengambil bergeser, kata takutnya membuat Feng Shiyan berpikir bagaimana jika Gadis itu tiba-tiba berbuat nekat.

BRAKK!!

pintu kamar itu dibuka dengan begitu kasar, dua bola mata Feng Shiyan mencari sosok istri yang beberapa hari yang lalu dia nikahi. ketika melihat selimut yang masih terpasang, dengan wujud yang masih memakai selimut itu membuat Feng Shiyan sedikit tersenyum. "Biarkan saja dia tidur, jangan ganggu." perintah Feng Shiyan.

"Baik, Tuan."

langkah kaki yang sengaja dipelankan itu mendekati Yu-nian. tubuh yang masih terbungkus selimut dengan dua bola mata yang masih menutup. "Cantik, dia benar-benar cantik." kata Feng Shiyan yang terus memandang Yu-nian.

"Ughhh...,"

tubuh yang terasa capek itu membuat Yu-nian terus menggeliat, dia lupa di mana keberadaannya sekarang ini.

"Apakah tidurmu nyenyak, nyonya Feng?" tanya Feng Shiyan yang melihat Yu-nian menggeliat dengan dua tangan yang direntangkan.

"Iya, otak sama tubuhku capek banget." jawab Yu-nian tanpa sadar.

Tangan besar itu terulur, menyisihkan rambut yang menutupi wajah cantik gadis muda itu.

Tiba-tiba saja Mendengar suara yang begitu bariton itu membuat Yu-nian memikirkan kalau di rumahnya hanya ada Ayah dan ibu serta kakaknya. Lalu, suara berat itu milik siapa? perlahan-lahan mata cantik itu terbuka, menatap sosok pria yang ada di sampingnya.

"Aaaaaa!!!!! apa yang kamu lakukan di sini?!!" teriak Yu-nian yang kemudian menarik bantal dan memukulkan benda itu ke tubuh Feng Shiyan berulang kali. "Dasar tidak tahu diri, serigala berumur! beraninya kamu masuk ke kamar seorang gadis!" seru Yu-nian yang tidak menghentikan tangannya memukul Feng Shiyan berulang kali.

"Habisnya dari tadi kamu tidak bangun, aku takut kalau kamu tiba-tiba mengakhiri nyawamu karena menjadi isteriku." kata Feng Shiyan.

"Gila ya, ngapain juga aku bunuh diri! hidup ini masih menyenangkan ngapain juga aku harus bunuh diri!"

Yu-nian menghentikan pergerakannya, dia mengatur nafasnya kemudian duduk di atas ranjang besar itu. Dua bola matanya menatap kamar yang begitu besar dengan aroma yang begitu menyenangkan. "Yaelah.. aku lupa kalau aku masih di rumah si jenderal gila." lanjutnya dalam hati.

"Bangunlah setelah itu mandi." pinta Feng Shiyan yang kemudian mengusap rambut Yu-nian.

"Ih ngapain sih sentuh-sentuh." salah satu tangannya menangkis tangan Feng Shiyan.

"Ya nggak papa dong aku menyentuhmu, kamu itu istriku sekarang." jawab Feng Shiyan sembari tersenyum.

"Oh dewa.. begini amat sih hidupku, kacau amat." ucap Yu-nian dalam hati yang kemudian mengusir si pemilik rumah keluar dari kamarnya. Setelah mengusir malah dia kembali berlari menarik hanfu yang dipakai oleh Feng Shiyan.

"Ada apa?" tanya lembut Feng Shiyan.

"Oh ya, bolehkah aku minta pakaian? Di sini aku tidak punya pakaian lagi." ucap Yu-nian.

Feng Shiyan langsung memukul pelan dahi Yu-nian. "Di lemari kamarmu itu ada pakaian, pilih sesuai kesukaanmu. Setelah itu turun karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Feng Shiyan kemudian menutup pintu meninggalkan gadis yang dia bawa paksa beberapa hari yang lalu.

Beberapa pakaian sudah berjajar, sepatu, tusuk konde, gelang giok bahkan pakaian dalam pun sudah siap di sana. "Idih, gila banget ini pria. kok pakaiannya sudah lengkap banget sih? ini pakaian bekas siapa?" Yu-nian menatap heran pakaian yang sudah ada di sana. satu hanfu dia ambil, di depan kaca besar itu dia mengukur tubuh dan pakaian itu. "Ya dewa.. Kok pas sama tubuhku sih. Ini bekas pakaian siapa? jangan-jangan bekas pakaian kekasihnya? amit-amit memakai bekas pakaian orang." gerutu Yu-nian terus-menerus. mulut super cerewet itu terus mengomel saat melihat beberapa pakaian itu.

Di dalam kamar mandi Yu-nian memikirkan nasibnya yang tiba-tiba harus menjadi pelunas hutang orang tuanya. kakaknya sudah kabur dan berbahagia bersama kekasihnya, sedangkan dirinya terjebak pada pria yang mungkin usianya jauh darinya.

"Aku harus mencari cara kabur dari sini, kalau pria itu melakukan sesuatu padaku aku bisa mati dong? kelihatannya dia itu pria yang suka bermain-main dengan para wanita, ih amit-amit kalau aku terlalu lama di sini." bibir merah merona itu terus mengoceh panjang lebar. Dia sudah memikirkan sesuatu yang mungkin belum terjadi di dalam hidupnya.

Sekitar satu jam kemudian Yu-nian keluar dengan memakai hanfu berwarna biru lembut.

"Nyonya." Panggil salah satu pelayan saat melihat Yu-nian mencari keberadaan Feng Shiyan.

"Majikan kalian itu ada di mana?"

"Tuan besar ada di ruang pribadinya, nyonya."

Setelah mengatakan itu pelayan wanita mengantarkan Yu-nian ke tempat Feng Shiyan, sesampainya di tempat Feng Shiyan, pria itu menatap Yu-nian yang baru masuk, dia nampak begitu terpukau melihat gadis muda itu memakai beberapa pakaian yang dia pilih untuknya. "Kemarilah." dengan lembut Feng Shiyan memanggil Yu-nian.

"Kamu mau bicara apa sih?" tanya bingung Yu-nian.

Di sana sudah ada Fu Tian yang tidak berani menatap Yu-nian karena Feng Shiyan tidak menyukai hal itu.

"Kita akan ke kantor kementerian, semua dokumen sudah selesai, tinggal kamu menandatanganinya." jawab Feng Shiyan.

"Apa harus?"

Pertanyaan itu membuat Feng Shiyan sedikit menganggukkan kepalanya. "Tentu saja aku ingin mempunyai surat nikah, apa kamu mau menjadi istri tanpa surat nikah?"

"Tidak ada surat nikah pun tidak apa-apa, memangnya siapa yang menginginkan pernikahan ini? toh kamu juga yang memaksaku kan?" gumannya dalam hati yang terus menggerutu. Yu-nian nampaknya tidak ingin menuruti perkataan Feng Shiyan.

"Fu Tian, persiapkan kereta kuda. Kita berangkat sekarang." perintah Feng Shiyan. pria itu akhirnya membawa Yu-nian pergi ke kantor kementerian agar dia memiliki akta nikah. dokumen pernikahannya telah lengkap, dia harus mendapatkan surat nikah karena itu untuk mengikat Yu-nian.

"Aku harus kabur secepat mungkin, masa aku harus menikah gara-gara pelunasi hutang orang tuaku sih." di dalam kereta kuda Yu-nian nampak terdiam memikirkan sebuah rencana untuk kabur.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!