NovelToon NovelToon
Sahabatku, Maduku

Sahabatku, Maduku

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tak punya pilihan lain, selain mengikuti apa yang sahabatnya Fani minta. yaitu menikah dengan Fauzan yang notabennya adalah suami Fani.

Fauzan adalah masa lalunya dan Kemala bersama Fauzan memiliki memori yang bisa di katakan tidak baik-baik saja. tetapi Kemala menerimanya dan dia rela menjadi istri kedua supaya sahabatnya itu bersemangat kembali dan mau menjalani perawatan atas penyakitnya, yaitu kanker payudara.

pernikahan yang cukup pelik dan Kemala kira kalau dirinya dan Fauzan tidak akan sejauh itu. mereka hanya menikah demi permintaan Fani saja, akan tetapi tidak untuk Fauzan dan Fauzan menuntut supaya Kemala mau melakukan tugasnya sebagai istri betulan, termasuk melayaninya di atas ranjang.

cekidokttt mohon dukungannya untuk karya saya yang kesekian, terimakasih😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Masih kelanjutan flash back

Setelah Fauzan memutuskan untuk tidak berkomunikasi dengan Kemala dalam bentuk apapun. Entah itu chat, telepon sampai inbox lewat media sosial mereka yang terhubung.

Hidup Kemala terasa hampa, hidup Kemala terasa berantakan dan hidup Kemala terasa kosong.

Kemala bahkan ke kampus dengan wajah lelah dan kedua mata bengkak serta tatapan mata yang terlihat begitu kuyu dan tak bersemangat lagi__Kemala sendiri yang menyuruh menjauh, eh Kemala sendiri yang menderita..ckck

Tetapi keputusan sudah di buat dan Kemala selalu punya prinsip untuk tidak merasa menyesal atau menjilat ludah sendiri. Walau pada kenyatannya, Kemala sendirilah yang menderita.

Jujur, Fauzan adalah sosok pria yang asik di ajak cuhat, di ajak tukar pikiran. Mereka terasa nyambung saja, istilahnya ada topik saja gitu__hingga malam-malam sepi di lalui Kemala sendirian dan di dalam perasaan yang begitu menyiksa sekali. Sampai-sampai Kemala tidak bisa melakukan apapun, kecuali hanya menangis, merintih dan menyebut-nyebut nama pria itu saja__tak ada satu pun dari teman-temannya yang tahu kalau Kemala sedang galau berat, antara logika dan perasaannya berperang. Dan pada akhirnya Kemala memilih mengedepankan logika, meski mungkin Kemala akan mendapat resiko penyesalan yang teramat besar dalam hidupnya.

Fani sahabatnya dan Kemala bukanlah sosok yang bisa menikam sahabatnya sendiri. Kemala selalu menekankan itu di tengah rasa sakit dan galaunya.

“Mala, kamu baik-baik aja kan?.“Tanya salah satu sahabatnya yang bernama Arumi. Kemala memaksa bibirnya tersenyum, walau hati menangis di dalam sana, jelas duka dan kerinduaan tergambar dan terekam jelas di dalam sana.

“Baik kok. Emang kenapa?.“Ujarnya kembali sambil terkekeuh hampa, lebih tepatnya menertawakam kebodohannya sendiri.

“Mata lo bengkak dan wajah lo kuyu banget tahu. Lo habis nangis, ya?.“Tukasnya, Kemala menggeleng berat dengan tenggorokan yang nyaris tercekat serta hati yang terasa di tusuk-tusuk oleh benda tajam.

“Ahh biasa, nangisin bias..hehehe.“Bohongnya. Kemala tak sanggup jujur, takut dirinya malah di ejek atau di hujat, meski besar kemungkinan takan terjadi, mengingat Arumi adalah sosok yang lebih dewasa dengan pemikirannya, tetapi sebagai manusia biasa yang masih labil, Kemala takut. Makanya ia pun memilih untuk bungkam.

“Cckck.. masih suka korea ternyata?.“

“Iya dong, masihlah. Kayaknya sampai tua nih.“

“Gila ahh, mau enggak aku kenalin sama temen, anak TI lho.“

Dengan cepat Kemala menggelengkan kepalanya. Kemala tidak mau di kenalkan kepada siapapun. percuma saja kenalan, toh di hatinya sudah terisi kok. Ya, meski Kemala denial. Tetapi tak di pungkiri kalau nama Fauzan akan tetap berada di dalam sana.

“Yaudah lah, kalau gak mau.“

“Thanks atas perhatiannya, Rumi..hehe.“

“Ahh lo. Oh ya, ke kantin, yuk? Fani udah nunggu sama anak-anak yang lain.“

“Ok, ayo.“

*****

Definisi mive on adalah mencoba untuk berdamai dengan masa lalu atau melupakannya atau menggantinya dengan orang baru.

Kemala tak habis pikir ketika teman-temannya baru putus cinta, besoknya sudah dapat gandengan baru. Kok bisa secepat itu? Kenapa Kemala tidak bisa? Apa Kemala kurang cantik? Kurang menarik atau apa?

Kalau kurang cantik, mungkin tidak akan ada pria yang mendekati Kemala. Tapi faktanya ada kok, malah dua atau tiga pria sekaligus. Cuman ya itu masalahnya, Kemala yang masih belum siap atau lebih tepatnya tidak mudah menerima sosok lain, sedang di hatinya tersimpan rapih sosok Fauzan__Fauzan sendiri? Jangan di tanya, dia sudah punya gandengan baru yang entah sengaja di pamerkan atau bagaimana. Yang jelas, bukan hanya mahasiswa sekelasnya yang tahu, tapi mungkin satu fakultasnya.

“Kenapa bisa, ya? Kenapa aku gak bisa, sih? Kenapa?.“Tanyanga sambil bercermin dan ujung-ujungnya Kemala malah terisak menangis seraya dengan satu tangan menyentuh dadanya yang terasa sakit sekali.

Baru sekalinya jatuh cinta, eh sudah patah hati sebelum benih itu bertumbuh.

Apa semua ini karma untuk Kemala? Atas semua perilakunya di masa lalu yang dingin pada pria-pria yang datang? Entahlah...

Drttt drttt..

Notifikasi ponsel miliknya terdengar, masih terisak Kemala pun mengangkat ponselnya dan melihat ada notifikasi apa. Ternyata dari Fauzan, dan pria itu baru saja mem post cerita baru di akun fb miliknya. Yang berisikan fotonya bersama salah satu wanita yang cukup cantik.

Cihh.. dia benar-benar pamer rupanya. Ckkk!! Tentu saja rencana pria itu sukses membuat hati Kemala remuk redam, bukan hanya cemburu yang di rasakan Kemala, tapi juga kesakitan.

Sakit karena membohongi perasaannya dan sakit karena menolak fakta yang ada. Kalau bukan hanya Fauzan yang menginginkan Kemala, tetapi Kemala juga.

****

Berbulan-bulan lamanya Kemala berjuang sendirian dengan menata perasaannya, menata ulang hatinya yang remuk redam pun beriringan dengan skripsi yang sudah beres di kerjakannya__satu hal yang perlu Kemala syukuri adalah fokus Kemala tak buyar dan ia berhasil menyelesaikan skripsinya hingga tuntas.

Hingga sampai di hari ini, di mana jurusan Kemala mengadakan sidang dan semua teman-temannya termasuk Kemala sudha bersiap dengan memakai almamater, tak lupa dengan laptop yang berisi skripsi mereka.

Di ruangan itu, Kemala di hajar habis-habisan, skripsi Kemala benar-benar kacau, dari bab satu hampir akhir di revisi, bahkan di coret oleh pembimbing, banyak yang salah, rancu dan katanya typo. Intinya skripsi Kemala kacau balau dan semua itu bukan hanya karena Kemala galau, tetapi karena dosen pembimbingnya yang selalu bilang 'ya' saja, saat Kemala mulai mengsjukan judul, isi sampai kesimpulan__Kemala keluar dari ruangan utu dengan tertatih-tatih, wajahnya pucat dan tubuhnya tak bertenaga, tentu kegalauannya semakin bertambah dengan skripsinya yang hancur itu dan di saat itu Arumi serta Fani menghampirinya lalu menanyakan Kemala kenapa, Kemala hanya minta di bantu duduk lalu meminta segelas air mineral, Kemala duduk termenung seraya menangis. Menangisi antara skripsinya yang hancur pun dengan kisah cintanya yang kandas sebelum bertumbuh.

Sampai bagian Fani dan wanita itu menghilang di telah pintu, di saat itulah Arumi datang menghampiri dengan dua buah jeruk yang entah di dapatkannya dari mana.

“Mala..“Panggilnya pelan, Kemala mengusap matanya yang ber air lalu menoleh ke arah sang sahabat.

“Iya..“Jawabnya pelan dan lirih, sisa-sisa air mata tercetak jelas di wajahnya dan Arumi tahu sahabatnya sedang tak baik-baik saja.

“Kalau mau nangis, nangis aja.“Tukasnya sambil menatap Kemala penuh kesungguhan dan di saat itu pula Kemala tak bisa menahan lagi rasa sesam di dadanya, Kemala menangis di hadapan Arumi dan Arumi tidak mengatakan apapun, kecuali hanya tepukan beberapa kali di punggungnya.

“Kalau kamu butuh bantuan, bilang aja Mala. Aku sama Fani siap bantu kok.“Tukasnya dan Kemala hanya mengangguk, Kemala sudah puas menangis dan saat ini memilih duduk menyingkir dari banyak orang di tangga bersama dengan Arumi.

“Nih makan, cuman bawa dua sih. Tapi gak papa, buat kamu semuanya Mala.“Ujar Arumi, Kemala lalu mengambil dua jeruk itu dan mulai membukanya dan memakannya. Rasa manis dari jeruk sedikit banyak membuat Kemala agak baikan, aneh lho. Padahal hanya jeruk tetapi efeknya sudah sanggup membuat Kemala tersentum kecil.

“Makasih ya Rumi.“

“Iya, nanti di sampaikan.“

Kening Kemala mengeryit dalam. 'nanti di sampaikan' maksudnya bagaimana? Sungguh otak Kemala tengah bekerja lebih keras untuk mencerna kata-kata dari Arumi.

Arumi mengulas senyumnya”Ada seseorang yang nitipin jeruk buat kamu sama aku, katanya biar kamu gak nangis lagi, Mala.“

Degggg

Jantung Kemala bertalu kencang di dalam sana, darahnya terasa berdesir dan Kemala merasakan sesuatu yang aneh di perutnya. Seperti ada ribuan kupu-kupu terbang di sana.

Satu nama yang terbersit di kepala Kemala dan semoga saja bukan dia. Ya, bukan dia!!

“Fauzan, dia yang nitip jeruk itu buat kamu, Mala dan dia juga..“Ujar Arumi seraya menarik ponsel dari jas yang di pakainya.

Jelas tertera di sana Fauzan berbasa-basi bertanya soal bagaimana sidang Arumi dan Arumi menjawabnya secara singkat 'belum' lalu pria itu berakhir dengan bertanya soal kondisi Kemala dan Arumi mengatakan yang sebenarnya lalu Fauzan meminta Arumi untuk ke tangga dan mungkin setelahnya memberikan dua buah jeruk itu pada Arumi untuk Kemala.

Sederhana tapi bermakna. Sederhana tapi berkesan, sederhana tetapi mampu mambuat hati Kemala berguncang hebat.

“Rumi..“Panggil Kemala dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca dan siap kembali tumpah. Arumi mendekat dan memeluk tubuh Kemala erat sekali. Di dalam pelukan itu, Kemala menangis lagi.

“Kamu, bagaimana bisa Rumi?.“

“Dia inbox aku dan minta nomorku.“

“Kalian sering chat tan?.“Tanya Kemala setelah melepas pelukannya lalu menatap Arumi dalam, Kemala begitu penasaran sekali.

“Ya, begitulah.“

“Chat soal apa?.“

“Kepo..hahaha tau ah.“

Kemala mendengus dan Arumi menangkupkan kedua tangan di depan dada, seolah meminta pengampunan pada Kemala.

“Tenang Mala. Cuman nanya-nanya soal akuntansi aja kok dan ujung-ujungnya nanyain kamu sih.“

“Arumi.“

“Janji gak akan bilang sama siapa-siapa, Mala. Tenang aja! Tapi btw, karena sudah terlanjur, kamu harus cerita selengkapnya sama aku lho. Kenapa bisa?.“

1
muznah jenong
lanjut Thor..
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor 👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
gitu donk kan jadi seneng lihat ya
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih ya😊 di tunggu, ya😊🙏
total 2 replies
Maemanah
lanjut...👍👍❤️❤️
Dewi Sri Astuti: di tunggu ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
YA ALLAH ini manusia ....benar2 tom and Jerry...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Mereka kan musuh, jadi ya begitu. sabar ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
dasar laki2 cancuters bisa2 ya buat orang naik tensi aja ni ni paus...
lanjut Thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥. sip😊🙏
total 1 replies
Maemanah
thor kenapa aku yg sakit hati ...si paus ini bikin naik darah aja
good job thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: 😥 ok, makasih ya😊🙏
total 1 replies
muznah jenong
semangat update ya thor💪💪💪
lanjut 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: makasih, sip di tunggu😁🙏
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor...❤️❤️❤️❤️
Dewi Sri Astuti: ok, di tunggu😊
total 1 replies
muznah jenong
the best Thor ...
Dewi Sri Astuti: Makasih😊🙏
total 1 replies
Maemanah
kasihan kerala thor...tinggalin aja su paus..biar tau rasa...lanjut thor ♥️♥️♥️👍👍👍
Dewi Sri Astuti: 😥😥😥 ok, di tunggu ya🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍
Dewi Sri Astuti: sip, di tunggu ya😁🙏
total 1 replies
Maemanah
seru thor 👍👍👍
Dewi Sri Astuti: Terimakasih😁🙏
total 1 replies
muznah jenong
lanjut Thor 👍👍👍👍
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
Maemanah
lanjut thor 👍👍👍♥️♥️♥️
Dewi Sri Astuti: siap😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!