NovelToon NovelToon
Asisten Dadakan

Asisten Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

"Aku akan membayarmu" Ucap Vaya sahabatnya.

"Kamu bercanda Va" Tanya Maura memastikan.

Sebuah tawaran yang cukup gila, membuat Maura harus menjalani hari - harinya bersama Gilang. Seorang pria tampan yang mempunyai segudang pengagum.

"Kamu cukup menjadi asistennya, dan buat dia jatuh cinta"

"What.!!" Teriak Maura.

Apakah Maura setuju dengan tawaran yang diajukan oleh Vaya?

Apakah Maura sanggup menjalani hari - harinya bersama Gilang?

Lalu hubungan seperti apa yang akan terbentuk antara Maura dengan Gilang?

Yuk mampir, ikuti kisahnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pegal - Kaki Maura

Hati orang siapa yang tau. Tapi sepintar apapun kita menyembunyikannya, pastinya akan terungkap diwaktu yang tepat.

Seperti rasa cinta yang mulai tumbuh diantara Gilang dan Maura.

🌿🌿🌿

Sore itu, sehabis berbelanja. Gilang mengajak Maura untuk menemaninya kembali ke sebuah toko pakaian pria.

Maura tak habis fikir, Gilang sudah mengeluarkan banyak uang tadi. Sekarang dia ingin berbelanja lagi?

"Hemm.. Uang-uang Gilang, kenapa juga aku repot." Ucap Maura dalam hati.

Gilang melangkah masuk ke dalam, menuju penjaga toko saat itu. Sedangkan Maura tak melakukan banyak hal, hanya duduk sambil menunggu Gilang yang tengah sibuk bertanya dengan si penjaga toko.

Sesekali Maura mengusap betisnya, rasa pegal mulai terasa di sekujur kakinya. Meluruskan keduanya dan memijatnya perlahan.

Mata Maura kembali mengarah ke Gilang, yang langkahnya sekarang menuju dirinya. Gilang duduk di sampingnya sekarang dengan pandangan yang tak sengaja tertuju pada kaki Maura.

Beberapa detik kemudian, penjaga toko itu menghampiri Gilang. Dengan beberapa dasi di tangannya. Dia menyerahkan itu semua ke Gilang.

"Bagusan yang mana?" Tanya Gilang.

"Bungkus saja semua, terkahir kali bertanya, Kamu membeli keduanya bukan." Jawab Maura dan sedikit kesal jika mengingat kejadian waktu itu.

"Bantu aku pilih salah satu." Tatap Gilang seakan memaksa dan menunggu jawaban dari Maura.

Maura merasa kali ini Gilang serius bertanya, membuat Maura akhirnya ikut berfikir, dasi mana yang akan dipilihnya dan bagus untuk Gilang. Ada tiga warna ditangan Gilang, tidak bercorak dan semua polos. Hitam, Biru dan Merah Marun itu warna ketiganya.

"Merah Marun, aku suka warna itu." Ucap Maura memustukan.

"Memangnya warna itu cocok buatku?"

"Cocok, apapun yang kamu kenakan terlihat bagus."

"Bagus? Ulangnya seakan bertanya.

"Ya bagus, memangnya apa lagi."

"Seharusnya kamu bilang tampan." Pujinya sendiri dan tersenyum menatap keterkejutan Maura kembali.

Yah.. apa yang dikatakan Gilang memang benar. Apapun yang dikenakan Gilang terlihat bagus dan makin terlihat tampan. Keterkejutan Maura lebih ke arah rasa percaya diri Gilang yang terlalu jelas ditunjukkan pada Maura.

Gilangpun akhirnya meminta pelayanan toko itu membungkus dasi merah marun yang dipilihkan Maura untuk dirinya.

"Kita makan dulu sebelum pulang." Ucap Gilang dan Maura mengganguk menyetujui pintanya.

Malampun tiba, jarum jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib. Maura berdiri menunggu ke datangan Gilang untuk mengambil mobil dan menjemput Maura yang tengah berdiri bersama dengan troli yang berisi belanjaan yang mereka beli tadi.

Rasa pegal di kakinya makin terasa. Namun Maura masih bisa menahannya.

Tak berapa lama kemudian, Gilang akhirnya datang, turun dari mobilnya dan membantu Maura membawakan belanjaan mereka. Setelah semua habis terangkut merekapun masuk ke dalam mobil dan melakukan perjalanan pulang.

"Kita pulang ke apartemenku dulu, dan nanti baru ku antar kamu."

"Ya.." Jawab Maura singkat dan kemudian menguap.

Maura diam, tidak ada yang di bahas, tidak ada yang didebatkan, dirinya hanya lelah.. tapi berusaha untuk tidak memejamkan matanya. Padahal dia tau, tidur saat ini adalah hal yang menyenangkan. Dengan lelah yng melanda dengan perut yang sudah terisi. Namun kakiknya masih merasakan letih yang sangat mengganggu.

Gilang diam-diam memperhatikan Maura. Maura yang tidak bersuara dan hanya diam menatap ke luar kaca mobil yang ada di hadapannya. Sesekali Maura menutup matanya dan akhirnya terbuka cepat. Maura tampak berusaha untuk tidak tertidur. Itu membuat Gilang tersenyum kecil sambil tetap menyetir mobilnya.

Hari makin malam, akhirnyapun tiba di apartemen Gilang. Gilang melangkah masuk terlebih dahulu dan diikuti Maura dari belakang.

Maura meletakan semua belanjaan yang dipegangnya dia atas meja, mengikuti kantong belanja yang sudah di daratkan terlebih dahulu oleh Gilang di sana.

Gilang duduk dan bersandar kemudian. Maurapun demikian. Namun rasa pegal yang sangat menggangu membuat Maura duduk agak menunduk dan memijat kembali kakinya sendiri.

"Sini ku bantu pijat." Ucap Gilang tiba-tiba dan bangkit dari duduknya meninggalkan Maura dengan keterkejutan yang Gilang timbulkan untuk Maura.

Sekitar lima menit, Gilangpun kembali menuju Maura. Gilang seolah bersimpuh tepat di hadapannya.

Maura terkejut, secepatnya ia mencoba menarik kakinya karena tangan Gilang hendak menuju kaki miliknya.

"Mau ngapain?" Tanya Maura yang tiba-tiba merasa gugup.

"Ku bantu pijat kakimu." Ucap Gilang dan tangannya berhasil mendapatkan kaki Maura sekarang.

"Nggak perlu, aku bisa sendiri. Berikan obatnya." Pinta Maura saat Gilang membuka perlahan tutup obat yang berupa krim yang telah diambilnya saat Gilang meninggalkan Maura tadi.

"Menurutlah." Ucap Gilang dan terdengar sangat lembut.

Gilangpun meletakkan kaki Maura tepat dipangkuannya. Untungnya hari ini Maura mengenakan celana yang agak longgar di bagian ujungnya dan memudahkan Gilang menggulungnya.

"Rilekskan tubuhmu. Aku akan memulai memijatnya. Kamu bisa berteriak jika terasa sakit. Tidak perlu sampai menjambak rambutku apalagi mencakar." Cerocos Gilang dan membuat Maura tertawa.

"Kenapa harus menjambak rambutmu segala?" Ucap Maura dan tertawa kembali.

"Aauuu.." Maura berteriak saat Gilang sudah mulai beraksi memijat kakinya dan menghentikan tawa Maura dalam sekejap.

"Sakit Lang.. pelan-pelan" Rintih Maura dan menatap Gilang. Dalam sekejap membuat hati Gilang bergetar mendengar suara Maura yang begitu lemah dan merajuk pada dirinya

"Maaf, tolong tahan sebentar."

Dengan jantung yang berdegup kencang, Gilang perlahan memijat kembali kaki Maura. Maura tampak diam sekarang, lebih terlihat menikmati pijatan Gilang untuknya. Rasa nyaman mulai terasa. Rasa kantuk makin menyerbu Maura malam itu. Rasa lelahpun sudah tak tertahankan. Maura kembali menguap. Bersandar akhirnya dan cepat tertidur.

Gilang tersenyum memandang wajah Maura saat itu. Maura gampang sekali tertidur. Dengan perlahan Gilang menghentikan aksinya dan membiarakan Maura tetap tertidur di apartemen miliknya.

.

.

.

.

Duh.. jadi pingin dipijat juga, trus bonusnya dikasih senyum😁

Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.

Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.

💪😊

Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.

Mau likenya ya kak 😊

Mau ratenya juga ya kak😇

di Vote Alhamdulilah😁

Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉

1
it's me oca -off
maura ciye ciyee
sitimusthoharoh
penyesalan tu di akhir mb laras kalok didepan namane pendaftara.
lanjut
Dwi Winarni Wina
mampir thor kayaknya menarik n bagus ceritanya...
sitimusthoharoh
y ampun si ma2 dah gk sbar mau punya mantu.
lanjut
it's me oca -off: onel kmn ja
total 1 replies
it's me oca -off
hadir
♀️
akhirnya up juga
▫️
trnyata udh up 4bab🙈,dan inget² lg ceritanya udh lama g baca 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
neni onet
akhirnya up juga setelah sekian purnama,
semangat Thor, ceritanya bagus, penasaran laras maunya apa sekarang . . 💪
neni onet
masih ngilang yaa neeh lanjutannyaa, padahal seru lhooo. ..
Ami
masih lanjutkan ceritanya? ceritanya bagus,sayang kalo cuman setengah jalan
Netti
Rian yang suka sama ķamu itu vaya
N13
auto ngakak
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Ayu Wandira
mampir like nih kak😊yuk mampir di novelku yang berjudul jatuh cinta pada tuan lee
Ayu Wandira
semangat kak..mampir juga yuk di novelku💕jatuh cinta pada tuan lee
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
cinta terbalas bikin berbunga bunga 💕
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
Maura bener kata Gilang jangan terlalu cepet percaya sama laras
👑Ria_rr🍁
ngakak baca ini, mendadak pe'ak 🤣🤣 astaga² akibat nervous
👑Ria_rr🍁
dari atas sampai ke bawah komentarnya "Aku mampir Thor" 🙈



Tuan rumah ngebucinin Art sendiri
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!