sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baraka vs kyai Loreng
Dalam diamnya Laluna menatap tajam seorang laki laki tua yang ingin memangsanya , sebenarnya sesakti apapun lelaki yang hampir berumur delapan puluh lima tahun itu tenaganya pasti kalah kuat dari Laluna tetapi karena si tua bangka bau tanah itu di susupi oleh sosok iblis raksasa yang jahat bernama Baraka, maka kekuatannya jauh lebih dahsyat.
Laluna siap siaga menerima serangan lawan, si tua bangka berusaha mencekik Luna, gadis itu berkelit dan si tua bangka meraih angin, si tua bangka murka segera melakukan penyerangan, Laluna masih mampu menghindar dengan memberikan pukulan balik, tetapi meleset.
Laluna salto memanjat meja dengan melakukan tendangan tepat mengenai kepala si tua, dukun itu murka bukan kepalang, matanya merah melotot menahan amarah, Luna dengan tenang mendarat diatas bed king size nya, sebenarnya suara gedebug an terdengar sampai kamar ayahnya, sang ayah sedikit simpati dan kwatir beda dengan ibunya yang saat ini berada di ruang makan sambil menikmati makan malam nya , sang ibu mengira Ki Kusumo sedang menikmati putrinya dengan leluasa.
Laluna terus melawan, karena raga Ki Kusumo tak kuat lagi menerima serangan bertubi-tubi dari Laluna akhirnya ki Kusumo ambruk maka si Baraka menampakkan dirinya, Laluna kaget setengah mati melihat penampakan dari Baraka yang sangat mengerikan, selama hidupnya dia belum pernah sekalipun menyaksikan penampakan seperti ini.
Makhluk itu menyeringai dengan moncongnya yang mirip kerbau dan giginya yang sebesar cangkul, dalam keterkejutan nya Laluna hanya mematung, mau melawan sekeras apapun belum tentu dia memang, lawannya kali ini adalah bukan manusia tapi makhluk dari alam lain.
Laluna sudah tidak punya harapan lagi, dia sudah berada diambang maut, dia bukan seorang nyai atau ustadzah yang mampu melawan setan dengan doa doanya, dia hanya manusia biasa yang masih dalam taraf belajar, mati matian dia mencari dan menemukan keimanan nya tanpa ajaran dari orang tuanya, singkat kata Laluna mencari surga nya sendiri tanpa bimbingan dari orang dekatnya .
"siapa kau?" tanya Laluna sambil gemetar menahan rasa takut yang luar biasa, bagaimana melawan makhluk sebesar ini, besarnya berlipat lipat kali darinya.
"Perlu kamu tahu, aku adalah Baraka,sesembahan orang tuamu dan mereka yang jadi pengikutku, dan kamu adalah tumbal yang akan di persembahkan padaku ha ha ha ha". Baraka yang menakutkan itu membanggakan dirinya sendiri, kepedean dikira cakep.
"Hei makhluk jelek, aku tak Sudi menjadi budakmu dan mempersembahkan diriku padamu, jika yang menghamba padamu adalah orangtuaku maka itu tidak ada urusannya dengan ku". Teriak Luna, akali ini dia harus melawan meskipun nyawa taruhannya, bagaikan makan buah simalakama dilawan mati tak dilawan malah dibuat semena mena, dia bertekad melawan sekuat tenaga untuk yang terakhir kalinya.
"Kurang ajar kamu, mestinya mereka menyerahkan mu sebelum kamu dewasa, mereka telat menyerahkan mu karena sepertinya ada sesosok yang melindungi mu, dan sosok itu aku belum tahu, maka kali ini jika aku tak bisa lagi menikmati tubuhmu aku akan membawa jiwamu bersamaku". Baraka mengancam dengan seringainya yang sangat mengerikan.
Laluna tanpa aba aba menyerang Baraka tetapi dengan mudah Baraka menangkap Laluna dalam genggamannya, Baraka menggenggam tubuh Laluna seperti seorang dewasa yang meletakkan seekor jangkrik di telapak tangannya, ketika Baraka akan menyedot jiwa Laluna dengan moncong kerbaunya, tiba tiba sesosok makhluk putih berkelebat membawa tubuh Luna, ketika Luna sudah terlepas dari Baraka, dihadapannya seekor Harimau besar mengaum , Baraka sungguh terkejut menghadapi Kyai loreng yang selama ini telah menjadi khodam bagi manusia manusia terpilih.
"Baraka, sudah ku peringatkan padamu, jangan pernah kamu mengganggu manusia manusia terpilih yang menjadi tanggung jawab ku dan dalam perlindunganku jika kamu tak ingin hancur". Ucap sang harimau, kini Laluna merasa berada di tengah Padang yang luas bukan lagi berada di kamar nya yang di tempati bersama Ki Kusumo tadi, Laluna menyaksikan pertunjukan spektakuler di hadapannya, seekor kerbau berbadan manusia berkaki satu dan berperut buncit hampir menyentuh bumi berhadapan dengan harimau putih dengan loreng berwarna emas gagah perkasa dan sebesar dinosaurus.
"wahai loreng, apapun ancamanmu aku siap melawan mu, selama ini aku selalu kalah darimu, kali ini aku sudah belajar lagi tentang ilmu yang kau punya, aku tak mungkin kalah melawan mu kali ini, bersiaplah kita akan tarung habis habisan ". Suara Baraka bagaikan petir yang menggelegar terdengar di seluruh penjuru alam itu.
Ki loreng mengembalikan Luna ke alamnya dan beliau akan bertarung melawan musuh bebuyutan sampai titik darah penghabisan.
Luna terbangun, sepertinya dia telah melakukan perjalanan yang jauh sekali, dia membuka mata dan duduk, di lihatnya seorang lelaki tua meringkuk tak berdaya seperti seonggok daging busuk.
Laluna membuka pintu kamar, tetap sialnya kamar sepertinya di kunci dari luar, Laluna yakin pasti itu perbuatan orang tuanya,, Laluna tak ambil pusing, dia copot daun pintu jendela kamarnya dan melompat keluar dari kamar dengan mudah, sesampainya di luar rumah dia tak menghiraukan lagi orang tuanya, dia berlalu dari rumahnya sendiri dan berjanji dalam hati tak kan lagi mendatangi rumah orang tuanya bahkan jika mereka mati dia sudah bertekad tak akan kembali lagi, Luna sakit hati menahan sesak dadanya, sambil berjalan mendekati motornya yang ada di garasi, dia bergumam, "sebenarnya untuk apa dia dilahirkan kalau hanya untuk menerima penderitaan dari orang tuanya, kenapa dia tidak seperti Dandy atau Laila yang mempunyai orang tua yang sangat menyayangi nya?"
Ngomongin Laila kini Luna teringat akan Fadli,lelaki yang akhir akhir ini ada dalam ingatannya, meski Laluna tahu diri siapa dia dan siapa dirinya yang berbeda bagaikan bumi dan langit, tetapi lelaki itu meski seorang bos besar namun tak pernah membedakan status sesamanya.
Ingat Fadli Laluna tiba tiba ingat kartu yang di berikan padanya, apapun itu Laluna tak ingin memakainya barang serupiah pun, besuk dia berjanji pada dirinya sendiri akan mengembalikan kartu itu pada yang punya, Laluna men stater motor sportnya nya brumm brummm lalu berlalu dari rumah yang bak neraka baginya .
Ibunya Laluna terkejut mendengar suara motor yang keluar dari halaman rumah mewahnya, dia segera memanggil pelayannya.
"Norman, coba tengok motor siapa tadi". Perintah Bu Hayati bagaikan seorang ratu.
"Itu nyonya, mbak Luna telah pergi membawa motornya ". Jawab Norman takut, karena mampu mengejar Luna.
"kurang ajar, bagaimana dia bisa melarikan diri, pintu sudah aku kunci dari luar, sekarang lihat ke kamarnya ,dimana Ki Kusumo". Perintahnya lagi, Norman bergegas ke kamar atas di lantai dua dan dengan gemetar membuka kunci kamar Laluna, di dapatinya Ki Kusumo yang meringkuk pingsan di lantai, Norman memanggil boss nya, Bu Hayati segera melihat keadaan guru yang di nilainya sangat sakti mandraguna itu dengan wajah cengo nya, "bagaimana mungkin Laluna bisa mengalahkan gurunya". Gumamnya sungguh heran.
@@&@@