NovelToon NovelToon
Cinta Kembarku

Cinta Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sanny Rama

Sequel DUREN MANIS...

Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.

Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.

Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?

Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.

Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.

Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?

Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Please vote karyaku yang ini aja ya!

Flora milik Reva

Flora menutup mulutnya yang ternganga, Reva sudah

geer merasa pernyataan cintanya barusan sangat keren. Tapi sejurus kemudian,

Flora tiba-tiba ketawa ngakak sambil memegangi perutnya.

“Buahahahahahahaha!!!”Gadis itu tertawa sangat

lepas di hadapan Reva yang melongo melihat sisi lain dari Flora.

Gadis itu berhenti tertawa akhirnya, ia menarik

kaos Reva di dekat lehernya. “Kamu mau main-main? Itu nggak lucu sama

sekali.”desis Flora dingin.

Hembusan nafas hangat gadis itu menerpa pipi Reva,

menghangatkan wajah pria itu. Sekali lagi Reva jatuh cinta pada pesona Flora

yang berhasil menggetarkan hatinya. Flora menepuk pipi Reva.

“Huh! Dasar pakboy.”ujar Flora sambil melangkah

menjauh.

Tiba-tiba Reva menarik tangan Flora, hingga tubuh

gadis itu menabrak tubuhnya. Mata Flora terbelalak kaget, Reva nyaris mencium

bibirnya. Nafas panas Reva menerpa pipi Flora, gadis itu mengalihkan

pandangannya dari Reva.

“Aku sangat ingin menciummu, Flo. Tapi aku lebih

ingin kau yang menciumku.”bisik Reva di telinga gadis itu. “Bukan karena aku

ingin kau puja, tapi hanya itu satu-satunya yang bisa meyakinkanku kalau Flora

adalah milik Reva.”

Deg! Kata-kata Reva membuat Flora tersentak. Ia

menatap mata Reva lagi. Flora menelan salivanya, hatinya berkata kalau pria ini

mengatakan yang sebenarnya. Flora menunduk lagi, ia menyangkal perasaannya.

Sesosok mungil Flora dengan tanduk menyembul dari

kepalanya mengatakan kalau Reva hanya mempermainkannya. Sekali playboy,

selamanya tetap playboy. Reva sedang memainkan trik tarik ulur. Membuat

perasaan Flora kacau dulu sebelum mendapatkannya.

Satu sosok yang lain muncul. Sepasang sayap

menghiasi punggungnya. Bagaimana kalau Reva memang benar menyukai Flora dengan

tulus? Reva sungguh-sungguh menyukai Flora dan sudah berubah.

Dan perang batinpun terjadi, Flora memejamkan

matanya, ia memilih tidak percaya dengan kata-kata manis Reva. Flora mendongak,

menatap pria itu tajam.

“Aku bukan milik siapa-siapa, tuan Reva. Dan

berhenti mengatakan hal-hal manis, aku tidak mau bermain denganmu.”kata Flora

sambil beranjak dari hadapan Reva. Pria itu tidak mau Flora berpaling darinya. Ditariknya

lagi gadis itu ke dalam pelukannya.

“Nanti malam, kita ngdate. Kau kan sudah janji.”bisik

Reva.

“Boleh ngajak kak Reynold nggak?”tanya Flora sambil

tersenyum manis.

“Coba saja kau ajak dia, kita lihat apa yang bisa

kulakukan padamu nanti.”balas Reva sambil menggigit telinga Flora.

Flora segera menjauh, ia membelakangi Reva,

menyembunyikan wajahnya yang terasa panas. Perutnya terasa geli karena

perbuatan Reva barusan.”Bisa-bisanya dia melakukan itu. Memangnya telingaku

makanan. Jantungku mulai jadi pemberontak sekarang. Kenapa kau berdebar

sekencang ini!! Dia cuma pakboy nggak penting.”

Flora berbalik, ia harus memarahi Reva sekarang

atau hatinya tidak akan tenang. Tapi pria itu sudah melarikan diri hampir

menjambret hatinya juga.

“Dasar pakboy!!”jerit Flora kesal.

Malam itu, Flora menatap dirinya yang sudah memakai

dress selutut dengan jaket jins tersampir di lengannya. Ia terlihat sangat

manis dengan make-up natural dan rambut diikat keatas.

“Apa aku terlalu berlebihan?”tanyanya pada diri

sendiri. Flora ingin mengganti bajunya tapi waktunya tidak cukup. Ia beranjak

ke depan setelah menarik nafas panjang.

Langkah Flora terhenti saat ia melihat Mia dan mbak

Roh berdiri di pintu depan. Ia jadi takut karena belum sempat mengatakan

apa-apa tadi. Kenapa juga dia belum minta ijin tapi sudah berdandan seperti

ini.

“Flora, sini.”panggil Mia.

Flora mendekat takut-takut. Tangan Mia terulur ke

samping Flora membuat gadis itu hampir memejamkan matanya. Tapi Mia hanya

merapikan rambutnya saja.

“Bu Mia, bibi. Flora minta ijin keluar sebentar.

Boleh?”tanya Flora sedikit takut.

“Iya, Reva sudah cerita kok. Pulangnya jangan

malam-malam ya.”kata Mia lembut.

Flora terpana melihat reaksi Mia dan mbak Roh yang

santai saja. Di dalam pikiran Flora ia membayangkan kalau anak majikan mau

ngdate dengan pembantunya, pasti mama majikan bakalan heboh marah-marah. Kayak

di sinetron +62 kan banyak tuch. Meskipun Flora nggak suka nonton sinetron

seperti itu, tapi mbak Roh dan mbak Minah langganan nonton itu.

Masih dengan kebingungan di kepalanya, Flora

berjalan keluar dari rumah Alex. Dihalaman, Reva sudah menunggu di dalam mobil

Rava. Kedua saudara kembar itu memang selalu berbagi kendaraan. Kalau Reva

perlu membawa mobil, ia akan meminjamnya dari Rava. Demikian juga sebaliknya

saat Rava perlu memakai motor, ia akan pinjam dari Reva. Padahal Alex bisa

membelikan mereka masing-masing satu. Didikan Mia yang keras membuat semua

anak-anaknya tidak terlalu menuntut dibelikan apa-apa.

Pria itu menoleh menatap Flora yang sudah berdiri

di depannya dengan tatapan tajam menggoda. Ia menggigit kuku jempolnya sambil

tersenyum manis. Flora menelan salivanya, Reva terlihat lebih ganteng malam

ini. Pandangan mata Reva seolah ingin  memakan Flora.

“Reva! Ingat jangan pulang malam-malam. Flora masih

tujuh belas tahun. Awas kalau kamu nakal ya.”ancam Mia.

“Iya, mah. Heran dech, anak mama itu aku apa Flora

sich?”gerutu Reva.

“Anak mama ya kamu, tapi kalau kamu nakal sama

Flora, mama sunat lagi.”kata Mia sambil tersenyum manis membuat Reva bergidik

ngeri.

Reva cepat-cepat menarik Flora masuk ke dalam mobil

lalu pergi dari rumah Alex. Di dalam mobil, Flora duduk dengan tenang. Ia

tersenyum geli mengingat kata-kata Mia tadi. Reva yang melihat senyum manis

Flora, ikutan tersenyum juga.

“Kamu cantik, Flo. Malam ini kamu dandan cantik

gini khusus buat aku ya?”tanya Reva over pede.

“Jangan ge-er dech. Aku cuma nggak mau kebanting

sama penampilanmu. Masa iya mau ngdate tapi pake kaos kucel sama hot pants.”saut

Flora berhenti tersenyum.

“Aku nggak keberatan. Aku akan pake baju yang sama

juga.”balas Reva mengena di hati Flora.

“Kamu mau pake kaos cewek sama hot pants?” Membayangkannya

saja membuat Flora kembali tersenyum geli. Gadis itu sampai tertawa ngakak

sambil memegangi perutnya. Reva tidak keberatan sama sekali ditertawakan

seperti itu.

“Tapi beneran dech kamu cantik pake dress pink

gini.”saut Reva lagi.

“Dress pink. Ini kan warna hitam. Kamu buta warna?”kata

Flora bingung.

“Ternyata bener ya kalau cinta itu buta.”balas Reva

nampol banget.

Etdah. Reva mulai meluncurkan gombalan maut yang

membuat Flora kembali ketawa ngakak. Alih-alih tersipu malu, Flora justru geli

mendengar gombalan Reva.

“Buahahahahahahaha...”tawa Flora memenuhi mobil.

“Eh, bentar dech. Mundurin dikit.”kata Reva membuat

Flora berhenti tertawa.

“Kenapa?”tanya Flora dengan wajah berubah serius.

“Mundurin dikit. Cantikmu kelewatan.”saut Reva

dengan senyum menggoda.

Kali ini Flora hanya menatapnya dengan ekspresi

seolah mengatakan, ‘Are you kidding me?’

“Udah dech, berhenti ngomong gitu. Basi. Lagian

nggak ada gombalan lain apa?”tanya Flora.

“Salah sendiri kenapa nggak sensitif. Kalo aku

bilang gitu ke cewek lain, uda klepek-klepek tau. Kamu tuch cewek aneh.”kata

Reva tanpa filter. Padahal mereka akan pergi ngdate.

*****

Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu

rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.

Visual Flora saat ngdate

Visual Reva saat ngdate

1
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
G
lanjut
Mella Soplantila Tentua Mella
dasar Reva mesuuum... ha ha hahaaa ketangkap basah sm ibu negara
Martini
di tunggu kelanjutannya Thor kan flora hamil
Martini
wah dapat mantu Sekai 2 mama jelita god
Martini
anaknya mami jelita gresek semua
Martini
bakal kena semprot tu jeny
Martini
gawangnya udah gol ya reva
Martini
selalu seru aja Thor karyamu
Martini
hahaha camer sama menantu klop geseknya
Martini
pembantu ganjen di pecat aja Thor bisng kerok itu
Martini
iya Reva itu kan bucin
Martini
jangan bikin aq baper donk Thor kasihan ravanya
Martini
aq sampai ikut nangis Thor kasihan rava perjuanganya tidak ada artinya di depan diva
Martini
diva kok sadis tadi aja berharap sekarang malah bikin rava hanjur
Martini
semoga Frank ya thor
Martini
aq setuju kalau Roger sama jeny
Martini
mungkin lagi berhai hai Thor Reva sama flo
Martini
kayaknya dapat lampu hijau dech Juan Ama devina 👍👍👍
Martini
Devina kok hadi gadis bar bar sich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!