Sequel DUREN MANIS...
Si kembar Rava dan Reva sudah beranjak dewasa. Mereka mulai mengenal cinta.
Reva yang lebih supel dan nakal jatuh cinta pada Flora, gadis cantik dan judes yang bekerja di rumahnya. Tapi Flora sudah terlanjur kesal pada sikap cuek Reva yang tidak sengaja mengotori seragam Flora.
Bagaimana Reva berjuang menaklukkan hati gadis pujaannya?
Sedangkan Rava yang serius dan tenang mulai tertarik pada Diva, gadis manis yang pintar memasak. Diusia yang masih muda, Diva sudah memiliki sebuah restaurant yang selalu ramai pembeli. Diva yang selalu tersenyum mengalihkan dunia Rava yang sepi karena takut kehilangan cinta pertamanya.
Sanggupkah Rava menyatakan perasaannya pada Diva? Apalagi dengan adanya Akbar yang lebih dulu hadir menaut hati Diva.
Akankah nasib mereka sama dengan Alex dan Rio atau justru kutukan itu sudah berakhir saat Rio mendapatkan kebahagiaannya bersama Gadis?
Kisah ini adalah sequel Duren Manis yang menceritakan cinta si kembar Ravando dan Revaldo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanny Rama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Please vote karyaku yang ini aja ya!
Flora milik Reva
Flora menutup mulutnya yang ternganga, Reva sudah
geer merasa pernyataan cintanya barusan sangat keren. Tapi sejurus kemudian,
Flora tiba-tiba ketawa ngakak sambil memegangi perutnya.
“Buahahahahahahaha!!!”Gadis itu tertawa sangat
lepas di hadapan Reva yang melongo melihat sisi lain dari Flora.
Gadis itu berhenti tertawa akhirnya, ia menarik
kaos Reva di dekat lehernya. “Kamu mau main-main? Itu nggak lucu sama
sekali.”desis Flora dingin.
Hembusan nafas hangat gadis itu menerpa pipi Reva,
menghangatkan wajah pria itu. Sekali lagi Reva jatuh cinta pada pesona Flora
yang berhasil menggetarkan hatinya. Flora menepuk pipi Reva.
“Huh! Dasar pakboy.”ujar Flora sambil melangkah
menjauh.
Tiba-tiba Reva menarik tangan Flora, hingga tubuh
gadis itu menabrak tubuhnya. Mata Flora terbelalak kaget, Reva nyaris mencium
bibirnya. Nafas panas Reva menerpa pipi Flora, gadis itu mengalihkan
pandangannya dari Reva.
“Aku sangat ingin menciummu, Flo. Tapi aku lebih
ingin kau yang menciumku.”bisik Reva di telinga gadis itu. “Bukan karena aku
ingin kau puja, tapi hanya itu satu-satunya yang bisa meyakinkanku kalau Flora
adalah milik Reva.”
Deg! Kata-kata Reva membuat Flora tersentak. Ia
menatap mata Reva lagi. Flora menelan salivanya, hatinya berkata kalau pria ini
mengatakan yang sebenarnya. Flora menunduk lagi, ia menyangkal perasaannya.
Sesosok mungil Flora dengan tanduk menyembul dari
kepalanya mengatakan kalau Reva hanya mempermainkannya. Sekali playboy,
selamanya tetap playboy. Reva sedang memainkan trik tarik ulur. Membuat
perasaan Flora kacau dulu sebelum mendapatkannya.
Satu sosok yang lain muncul. Sepasang sayap
menghiasi punggungnya. Bagaimana kalau Reva memang benar menyukai Flora dengan
tulus? Reva sungguh-sungguh menyukai Flora dan sudah berubah.
Dan perang batinpun terjadi, Flora memejamkan
matanya, ia memilih tidak percaya dengan kata-kata manis Reva. Flora mendongak,
menatap pria itu tajam.
“Aku bukan milik siapa-siapa, tuan Reva. Dan
berhenti mengatakan hal-hal manis, aku tidak mau bermain denganmu.”kata Flora
sambil beranjak dari hadapan Reva. Pria itu tidak mau Flora berpaling darinya. Ditariknya
lagi gadis itu ke dalam pelukannya.
“Nanti malam, kita ngdate. Kau kan sudah janji.”bisik
Reva.
“Boleh ngajak kak Reynold nggak?”tanya Flora sambil
tersenyum manis.
“Coba saja kau ajak dia, kita lihat apa yang bisa
kulakukan padamu nanti.”balas Reva sambil menggigit telinga Flora.
Flora segera menjauh, ia membelakangi Reva,
menyembunyikan wajahnya yang terasa panas. Perutnya terasa geli karena
perbuatan Reva barusan.”Bisa-bisanya dia melakukan itu. Memangnya telingaku
makanan. Jantungku mulai jadi pemberontak sekarang. Kenapa kau berdebar
sekencang ini!! Dia cuma pakboy nggak penting.”
Flora berbalik, ia harus memarahi Reva sekarang
atau hatinya tidak akan tenang. Tapi pria itu sudah melarikan diri hampir
menjambret hatinya juga.
“Dasar pakboy!!”jerit Flora kesal.
Malam itu, Flora menatap dirinya yang sudah memakai
dress selutut dengan jaket jins tersampir di lengannya. Ia terlihat sangat
manis dengan make-up natural dan rambut diikat keatas.
“Apa aku terlalu berlebihan?”tanyanya pada diri
sendiri. Flora ingin mengganti bajunya tapi waktunya tidak cukup. Ia beranjak
ke depan setelah menarik nafas panjang.
Langkah Flora terhenti saat ia melihat Mia dan mbak
Roh berdiri di pintu depan. Ia jadi takut karena belum sempat mengatakan
apa-apa tadi. Kenapa juga dia belum minta ijin tapi sudah berdandan seperti
ini.
“Flora, sini.”panggil Mia.
Flora mendekat takut-takut. Tangan Mia terulur ke
samping Flora membuat gadis itu hampir memejamkan matanya. Tapi Mia hanya
merapikan rambutnya saja.
“Bu Mia, bibi. Flora minta ijin keluar sebentar.
Boleh?”tanya Flora sedikit takut.
“Iya, Reva sudah cerita kok. Pulangnya jangan
malam-malam ya.”kata Mia lembut.
Flora terpana melihat reaksi Mia dan mbak Roh yang
santai saja. Di dalam pikiran Flora ia membayangkan kalau anak majikan mau
ngdate dengan pembantunya, pasti mama majikan bakalan heboh marah-marah. Kayak
di sinetron +62 kan banyak tuch. Meskipun Flora nggak suka nonton sinetron
seperti itu, tapi mbak Roh dan mbak Minah langganan nonton itu.
Masih dengan kebingungan di kepalanya, Flora
berjalan keluar dari rumah Alex. Dihalaman, Reva sudah menunggu di dalam mobil
Rava. Kedua saudara kembar itu memang selalu berbagi kendaraan. Kalau Reva
perlu membawa mobil, ia akan meminjamnya dari Rava. Demikian juga sebaliknya
saat Rava perlu memakai motor, ia akan pinjam dari Reva. Padahal Alex bisa
membelikan mereka masing-masing satu. Didikan Mia yang keras membuat semua
anak-anaknya tidak terlalu menuntut dibelikan apa-apa.
Pria itu menoleh menatap Flora yang sudah berdiri
di depannya dengan tatapan tajam menggoda. Ia menggigit kuku jempolnya sambil
tersenyum manis. Flora menelan salivanya, Reva terlihat lebih ganteng malam
ini. Pandangan mata Reva seolah ingin memakan Flora.
“Reva! Ingat jangan pulang malam-malam. Flora masih
tujuh belas tahun. Awas kalau kamu nakal ya.”ancam Mia.
“Iya, mah. Heran dech, anak mama itu aku apa Flora
sich?”gerutu Reva.
“Anak mama ya kamu, tapi kalau kamu nakal sama
Flora, mama sunat lagi.”kata Mia sambil tersenyum manis membuat Reva bergidik
ngeri.
Reva cepat-cepat menarik Flora masuk ke dalam mobil
lalu pergi dari rumah Alex. Di dalam mobil, Flora duduk dengan tenang. Ia
tersenyum geli mengingat kata-kata Mia tadi. Reva yang melihat senyum manis
Flora, ikutan tersenyum juga.
“Kamu cantik, Flo. Malam ini kamu dandan cantik
gini khusus buat aku ya?”tanya Reva over pede.
“Jangan ge-er dech. Aku cuma nggak mau kebanting
sama penampilanmu. Masa iya mau ngdate tapi pake kaos kucel sama hot pants.”saut
Flora berhenti tersenyum.
“Aku nggak keberatan. Aku akan pake baju yang sama
juga.”balas Reva mengena di hati Flora.
“Kamu mau pake kaos cewek sama hot pants?” Membayangkannya
saja membuat Flora kembali tersenyum geli. Gadis itu sampai tertawa ngakak
sambil memegangi perutnya. Reva tidak keberatan sama sekali ditertawakan
seperti itu.
“Tapi beneran dech kamu cantik pake dress pink
gini.”saut Reva lagi.
“Dress pink. Ini kan warna hitam. Kamu buta warna?”kata
Flora bingung.
“Ternyata bener ya kalau cinta itu buta.”balas Reva
nampol banget.
Etdah. Reva mulai meluncurkan gombalan maut yang
membuat Flora kembali ketawa ngakak. Alih-alih tersipu malu, Flora justru geli
mendengar gombalan Reva.
“Buahahahahahahaha...”tawa Flora memenuhi mobil.
“Eh, bentar dech. Mundurin dikit.”kata Reva membuat
Flora berhenti tertawa.
“Kenapa?”tanya Flora dengan wajah berubah serius.
“Mundurin dikit. Cantikmu kelewatan.”saut Reva
dengan senyum menggoda.
Kali ini Flora hanya menatapnya dengan ekspresi
seolah mengatakan, ‘Are you kidding me?’
“Udah dech, berhenti ngomong gitu. Basi. Lagian
nggak ada gombalan lain apa?”tanya Flora.
“Salah sendiri kenapa nggak sensitif. Kalo aku
bilang gitu ke cewek lain, uda klepek-klepek tau. Kamu tuch cewek aneh.”kata
Reva tanpa filter. Padahal mereka akan pergi ngdate.
*****
Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejakmu
rate bintang 5, like, komen, dan yang paling penting vote, vote, vote. Ty.
Visual Flora saat ngdate
Visual Reva saat ngdate