Kirana nama panggilan gadis itu, gadis yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan mahluk lain ini sering dianggap gila oleh orang orang disekelilingnya. Kehidupan Kirana berubah saat bersahabat dengan gadis hantu bernama Rani. Tanpa Rana sadari Rani memiliki tujuan mendekatkan Rana pada masalalunya. Tujuan Rani terungkap saat bertemu dengan gadis cilik bernama Sena.
Seiring dengan berjalanya waktu, Cinta Kirana berlabuh pada Kevin ayah Sena. Pernikahan pun terjadi. Sayangnya fakta mengejutkan terungkap ternyata Kevin adalah mantan iparnya.
Akankah Kirana dan Kevin menyerah dengan cinta mereka, atau tetap bertahan dengan kenyataan yang ada.
Mari Kita ikuti Kisah Kirana dan Kevin dalam SUAMIKU MANTAN IPARKU.
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikatan Batin
Pagi pagi sekali Kevin sudah marah marah diruang tamu, bahkan keluarga dekat mereka pun ketakutan melihatnya apa lagi aku yang tak tau apa apa.
"Mana anak pembawa sial itu?" teriak Kevin membuat takut siapapun yang mendengarnya.
"Den yang sabar," ucap bik Sum mencoba menenangkan anak majikan nya ini karena hanya dialah yang sedikit banyak tau tentang sejarah keluarga ini.
"Jangan membuatku makin muak bibik, cepat bawa anak pembawa sial itu dihadapanku," teriak Kevin lagi.
Aku pun keluar kamar dan meminta salah satu mbak yang ada disana untuk memeluk Sena.
"Ada apa ini?" tanya ku mencoba mencerna keadaan saat ini.
"Siapa kamu berani ikut capur urusan keluargaku," hardiknya menangku.
"Saya memang bukan siapa siapa pak dokter, tapi rasanya kurang pantas jika anda berbicara kasar pada anak yang tak berdosa itu," jawab ku setenang mungkin.
"Hah, anak yang tak berdosa kamu bilang, dia adalah anak pembawa sial dan gila kau tau, dia (Kevin menunjuk Sena yang sedang berdiri sambil memeluk kusen pintu didepan kamarnya, Rana pun menoleh ke arah dimana Kevin menunjukan tanganya, disana ada Sena yang berdiri ketakutan), dia adalah pembunuh orang tuaku, kamu bawa dia pergi dari sini atau aku akan membunuhnya sekarang," ucap Kevin sambil berteriak.
Aku melihat Sena gemetar ketakutan, Ya Tuhan apa lagi ini, baru semalam aku membalut luka batin anak ini kenapa engkau tancapkan lagi luka didalam nya, tidak cukupkah dia merasakan ditolak, kini dia harus merasakan lagi sakitnya disalahkan oleh sesuatu yang tidak dia mengerti.
"Pak dokter istigfar Ya Allah, ini bukan salah Sena," ucapku, Aku melihat Sena hendak berlari keluar rumah, entah apa yang dipikirkan anak itu dengan cepat dan sigap aku menagkap tangan anak itu.
"Sstt sayang, jangan dengerin omongan papi ya," bisik ku menenangkan putri angkatku.
"Sena takut sama om bunda," balas Sena kemudian menangis menjadi jadi dipelukanku.
"Diam kau anak kembawa sial, sini," ucap Kevin kembali berteriak dan berusaha merebut Sena dariku.
"Bunda takut," tariak Sena.
"Kamu menyakitinya," teriak ku,aku juga berusaha mempertahankan Sena agar tetap berada dipelukanku, untung ada beberapa orang yang menahan tubuh kekar pria gila itu.
"Sekarang kau bawa dia pergi atau aku akan melenyapkan nya," ucap Kevin memberikan penawaran padaku.
"Dengan senang hati saya akan membawanya pergi pak Dokter yang terhormat, anda tidak menginginkan nya bukan, saya hanya perlu ijin tertulis dari anda untuk mengasuh nya," tantang Rana menjawab apa yang barusan Kevin ucapkan.
Usia Rana mremang masih sangat muda, tapi pola pikirnya sudah sangat dewasa, buktinya dia mampu melindungi seorang gadis cilik dan berperan menjadi ibu dari Sena pula.
"Aku tidak perduli lagi padanya karena dia tak ada ikatan darah denganku, jika kau mau mengambilnya terserah, aku tidak perduli kau dengar," ucap Kevin, seketika air mataku meluncur deras dihadapan pria kejam itu, rasanya sama seperti aku yang mendapatkan penolakan ini, apakah ini karena aku dan Sena memiliki ikatan batin.
"Anda tak perlu berucap seperti itu pak Dokter, saya akan dengan senang hati membawa Sena pergi dari sini asalkan anda membuat pernyataan bahwa mulai hari ini saya adalah walinya, bahwa anda memberikan hak pada saya untuk mengasuh nya, setelah itu saya membawanya pergi dan tak akan membawa dia kehadapan anda lagi," jawab ku sambil menahan sesak yang terus mendesak dadaku.
"Bik, bereskan semua barang yang berhubungan dengan gadis sial ini, aku tak ingin melihatnya lagi," pinta Kevin kemudian pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk kedalam kamarnya.
Rasa sakit yang Sena rasakan sepertinya aku juga ikut merasakan nya.
"Mohon maaf bapak ibu apakah kalian semua disini setuju jika saya membawa pergi Sena?" tanyaku pada setiap orang yang ada disini, aku tak ingin nantinya dituduh menculik Sena.
Mereka pun bermusyawarah, dengan tenang aku pun menunggu keputusan mereka.
Tak lama Bik Sum datang membawa tas berisi barang barang Sena, "Bik Akte Sena jangan lupa, dia kan butuh itu nantinya," ucapku pada bik Sum.
Bik Sum pun kembali mencari sesuatu yang aku mau.
Selang berapa menit aku melihat Kevin datang membawa secarik kertas yang mengatakan bahwa dia memberikan hak asuh Sena padaku, disana juga ada tanda tangan nya, dan dengan senang hati aku menerimanya.
"Ingat janjimu bahwa kau tidak akan pernah membawanya kembali dihadapan ku," ucap nya, Aku pun menghapus air mataku dan mengangguk.
Bik sum pun kembali membawakan apa yang aku minta dan memasukan nya kedalam tas baju Sena, "Sena mau kan ikut bunda?" tanya ku pada Sena, Kevin benar benar merasa muak ketika melihat gadis tak berdosa ini dia pun memilih kembali masuk kekamarnya dan membanting pintu sekencang mungkin.
Sena sampai terkejut dan kembali menahan tangis," Sena mau bunda," jawab nya pelan.
"Nanti kalau Sena udah keluar dari sini Sena ga bisa balik kesini lagi sayang karena mulai hari ini Sena anak bunda, apa Sena mau?" tanya ku lagi memastikan apa yang anak ini inginkan, aku pun takut jika Sena nantinya merasa aku jauhkan dari keluarganya.
"Ga papa bunda, Sena ikut bunda aja," jawab nya lugu, setelah mendapatkan ijin tertulis dan juga persetujuan dari keluarga dekat pak Yosan dan bu Risma ahirnya aku pun membawa gadis cilik ini pergi dari rumah keluarga kandung nya.
Sena sangat tenang ketika aku membawanya dengan motor bututku, dia hanya diam sama sekali tak menangis, malahan aku yang menangis sesegukan karena tak menyangka ada orang yang tega menyakiti gadis kecil yang tak tau apa apa ini.
Sekarang Tuhan benar benar menitipkan Sena padaku, aku tak tau apakah ini memang suratanya atau kah ujian nya, yang jelas aku sudah bersumpah dalam hati untuk menjaga anak yang tak berdosa ini.
Bersambung...
..👍👍👍🙏🏻🙏🏻🙏🏻
bahkan kita dianggap orang ga waras yg suka ngelantur alias menghalu....
semangat
sukses