NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Tampan

Mengejar Cinta Dokter Tampan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:209.3k
Nilai: 5
Nama Author: umi ayi

"Aku lelah, aku lelah mengejar dan mengemis cinta mu. Mulai sekarang aku akan berhenti, berhenti mengharap cinta yang tidak mungkin bisa ku gapai".

Amanda, seorang gadis muda yang terjerat cinta seorang dokter, cinta nya bertepuk sebelah tangan, namun ia tidak menyerah untuk bisa mendapatkan cinta itu. Berharap suatu saat nanti cinta itu akan membalas cintanya.

Akankah manda bisa mendapatkan cinta itu? atau hanya akhir yang menyakitkan karena cinta tak kunjung terbalas?

Nantikan kisahnya di "Mengejar cinta dokter tampan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi ayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Cuaca yang tadinya begitu terik kini sudah berubah teduh, serta angin sepoi-sepoi menyejukkan menyentuh wajah Julian. Ia melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore. Kebetulan hari ini ia cepat pulang, dan sebelum pulang kerumah ia akan singgah terlebih dahulu kerumah Almira. Bukan singgah sih, lebih tepatnya pergi kerumah Almira, karena jarak rumah mereka berlainan arah.

Julian menaiki mobilnya kemudian menginjak gas hingga mobil melaju. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menikmati suasana jalan raya di sore hari.

Dijalan ia melihat toko permainan. Ia mampir terlebih dahulu untuk membelikan mainan untuk dia jagoan kesayangan nya. Julian memilih-milih mainan apa yang kiranya belum dimiliki dua jagoan itu.

Pilihan nya jatuh pada robot Naruto yang ukurannya lumayan jumbo. Ia memilih itu karena Vano dan vino sangat menyukai film Naruto. Bahkan saat bermain mereka sering mempraktekkan gerakan dan jurus-jurus dari film animasi itu. Ia membeli Naruto cs lengkap.

"Mereka pasti menyukainya" Gumam Julian tersenyum sembari melihat belanjaannya. Ia kembali melanjutkan perjalanannya. Hingga kini ia sudah sampai di depan rumah Almira. Ia mematikan mesin mobil kemudian keluar dengan membawa mainan nya.

"Hallo jagoan." Pekik Julian menghampiri Vano dan vino.

"Uncle" Sahut vano dan vino kaget plus senang. Mereka berlari dan melompat dalam pelukan Julian sembari tertawa senang.

"Bagaimana kabar jagoan uncle?" Tanya Julian sembari menurunkan Bani dan vino dari gendongan nya.

"Kami baik uncle."Sahut mereka kompak. Kemudian mereka melirik paper bag di dekat Julian. Karena penasaran mereka bertanya. Tak hanya bertanya, Sebenarnya mereka sudah berharap jika itu adalah hadiah dari julian. Karena mereka sudah biasa, jika Julian datang pasti akan membawakan mereka mainan.

"Ini untuk kalian!" Ucap Julian tersenyum senang.

Wajah vano dan vino seketika sumringah. Mereka tahu Julian tidak akan pernah lupa membelikan mereka mainan. Mereka langsung membuka paper bag yang berisi makanan itu. Seketika mereka melompat girang. Mainan yang sudah lama ingin ia beli.

"Jul, Uda datang?" tegur Almira yang baru saja dari dapur.

Vano dan vino langsung memamerkan pada Almira mainan yang di belikan julian.

"Ya Allah Jul, satu gudang penuh mainan yang kamu beli untuk mereka." Ucap Manda habis pikir. Bagaimana tidak, Julian setiap kali datang pasti akan membawakan mainan untuk Vano dan vino. Tidak terhitung lagi berapa banyaknya mainan mereka.

"Gak papa lah Al." Sahut Julian tersenyum sembari melihat Vano dan vino yang berlari dengan menenteng mainan nya menuju kamar bermain mereka. Kemudian ia duduk bersama Almira.

"Sorry ya gue ngerepotin Lo untuk kesini. Lo pasti sangat lelah." Sambung Almira tidak enak. Ia tahu jika Julian sangat sibuk dan kini ia merepotkan Julian hanya karena dua putranya yang merengek minta ketemu dengan Julian. Entah memang kangen Julian atau hanya mainan, entahlah Almira juga tidak tahu. Lihatlah, mereka berdua tidak menampakkan batang hidungnya lagi setelah mendapat mainan itu.

"Gimana kabar Lo Jul?" tanya Almira.

"Seperti yang lo lihat. Gue baik." Sahut Julian.

Mereka pun bercerita dan bercanda. Sudah lama mereka tidak bercerita serta bercanda lagi.

"Gue bahagia banget lihat Lo sekarang. Hidup bahagia bersama keluarga Lo." Ucap Almira tersenyum senang. Ia ikut bahagia melihat sahabatnya yang kini hidup bahagia bersama kedua orangtuanya, keluarga nya. Keluarga yang ia impikan dari dulu. Mata Almira berkaca-kaca karena ingatan masa dulu terlintas di ingatannya. Masa yang begitu sulit buat Julian.

"Makasih ya, ini semua juga berkat doa Lo." sambung Julian tersenyum. Ia bahagia memiliki sahabat seperti Almira. Dari sejak mereka kecil Almira selalu mensupport juga membantu nya.

"Kalau Kiara tahu dia juga pasti akan sangat senang." sambung Almira tersenyum kemudian wajahnya berubah sedih. Ia sedih karena tidak ada kabar dari Kiara. Semenjak dia pergi menyusul Kevin mereka putus kontak. Nomor Kiara juga tidak bisa dihubungi. Ia khawatir dengan sahabatnya yang satu itu.

Julian hanya diam, ia juga memikirkan Kiara, apakah Kiara baik-baik saja, apakah Kiara bahagia. Tapi ia yakin kalau Kiara pasti bahagia karena dia bersama orang yang dia cintai.

"Lo masih simpan perasaan untuk Kiara?" Tanya Almira menatap Julian serius.

"Kenapa Lo bertanya begitu?" Sahut Julian kaget dengan pertanyaan Almira.

"Gue tahu Jul, Lo masih mencintai Kiara kan?" Sambung Almira. perkataan Almira langsung membuat jantung Julian berdetak kencang. Entah kenapa jika nama Kiara disebut jantungnya pasti akan berdetak kencang. Tapi ia bisa menyembunyikan, ia tidak ingin orang tahu keadaan jantungnya yang saat ini tidak baik.

"Cobalah buka cinta untuk wanita lain Jul, Lo juga harus menata masa depan Lo bersama keluarga kecil Lo kelak." Sambung Almira menasehati.

"Gue udah move on dari Kiara kok, cuma belum ada wanita yang tepat saja. Lagian gue juga sibuk dan gak sempat untuk mengurusi masalah percintaan." Jawab Julian menyangkal.

"Bagaimana dengan Hilda?"

"Hilda?"

"Ya, jika gue lihat dia menyukai Lo." sahut almira tersenyum menggoda. "Dia juga baik, cocok sama Lo." sambung Almira tersenyum.

"Gak lah. Gue sama dia itu cuma temenan. Dan gue gak akan bisa mencintai nya." Sahut Julian.

"Atau gak Amanda. Dia gadis yang lucu, dan cantik." Sambung Almira.

"What?" Kaget Julian. Ia langsung tertawa kecil mendengar ucapan Almira yang menurutnya ngawur.

Bagaimana bisa Almira berpikiran menjodohkan nya dengan Manda si gadis super resek.

"Iya. Manda, kenapa kaget gitu. Dia cocok sama Lo, manis, lucu, pasti Lo bakal terhibur dengan tingkah lucu nya." Sambung Almira.

"Jangan ngaco Lo Al. Mana mungkin gue mau sama cewek seperti dia."

"Jangan bilang seperti itu. Cinta dan benci itu beda tipis Lo. Siapa yang tahu nanti Lo yang Bucin sama Manda." Sambung Almira tertawa.

Julian langsung melempar Almira dengan bantal karena kesal dengan godaan Almira yang menurutnya ngawur, dan itu sangat menjengkel_kan.

"Hey, kenapa kamu timpuk istri saya?" tegur Irfan yang baru saja datang. Ia yang baru pulang melihat Julian melempar istrinya dengan bantal. Ia tidak mau ada yang menyakiti istrinya. Kemudian Irfan memeluk pinggang Almira sembari mengecup kening Almira.

"Mas." Sahut Almira tersenyum.

"Yah, si Bucin posesif pulang." Sahut Julian tertawa kecil. Irfan memang sangat Bucin dan posesif pada Almira. Tapi Julian senang karena sahabatnya mendapatkan seorang pria yang benar-benar cinta dan tulus padanya.

Waktu Maghrib hampir tiba, Julian hendak pulang namun Almira mencegah nya. Irfan dan almira meminta agar Julian mau makan malam bersama mereka. Dan Julian tidak menolak itu. Sudah lama juga mereka tidak makan bersama.

Mereka semua kini sedang menikmati makan malam. termasuk Vano dan vino.

"Uncle, makanlah ini. Ini sungguh enak." Ucap Vano menyodorkan piring yang berisi udang asam manis. Ia heran kenapa Julian tidak memakannya, padahal begitu enak dan ia saja sangat menyukainya.

"Sayang, uncle tidak bisa makan udang. Uncle alergi udang." Sahut Almira menjelaskan.

"Uncle alergi udang? kok sama kayak kak Manda." Sahutnya.

"Oh ya?" tanya Almira.

"Manda alergi udang?" Batin Julian. Seketika ia tersenyum. Entah apa yang ia pikirkan.

.

.

Bersambung.

1
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Raudhatul Jannah Lubis: makasih banyak kak 🙏
total 1 replies
Renesme
Bagus 👍👍
sri afrilinda
akhirnya happy ending😍💪
pejuang rupiah😶‍🌫️
alur ceritanya kurang greget,
V
ceritanya seru
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Mar lina
hamil
kayak nya
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
klu Julian meninggal ceritanya tidak seru dong thor.
Mar lina
jangan berprasangka buruk dulu
para pembaca...
pasti itu bukan julian...
lanjut thor ceritanya
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Mar lina
gpp kak...
terimakasih sudah up
di tunggu kelanjutan nya
Mar lina
lanjut thor
ceritanya
semoga tripel up...
Mar lina
semoga bukan manda
yg donorin...
semoga Manda hamil
Resa Novi
jngn bilang manda yg donorin hatinya buat kiara thor aku gk ikhlas😔
Raudhatul Jannah Lubis: stay tune terus kak ☺
total 1 replies
dika edsel
nahloh manda akhirnya mundur pergi kan, menyesal.. menyesal deh loh..nangis sono dipojokkan..!! eh jd kepo siapa yg donorin hati buat kiara yah..,jgn2 manda..??? aneh ajah knp kebetulan sekali,manda pergi dan kiara lgsung dpt pendonor?? tebak2 buah manggis thor he..he..
Raudhatul Jannah Lubis: hehehe🙂
nantikan kelanjutan ya ☺
total 1 replies
Resa Novi
buat manda pulang ke korea thor,greget sama laki kayak julian mending minta cerai aja
Mar lina
kabur yg jauh
Manda...
Dasar suami plin plan...
nyesel belakang Julian...
Ariany Sudjana
semoga ada yang tolong manda
Mar lina
bawa Manda pergi jauh
lucky, biar julian tau rasa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!