seorang gadis SMU tiba-tiba dilamar oleh gurunya sendiri..
kira2 apa yang terjadi ya!?
Hanya cerita halu ☑️
Hiburan ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nilai ujian
Hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh para siswa. Hasil dari ujian mid semester telah keluar. Semua siswa pun harap-harap cemas.
‘tet...tet..tet..’ bunyi bel masuk.
Deg...deg...deg...hari ini terasa sepi. Tidak seperti biasanya yang gaduh.
“Pagi semua...” seru pak Candra berjalan masuk.
“Pagi pak..” jawab semua murid serentak
“Pertama-tama sebelum bapak membagikan hasil ujian kalian, bapak ingin memberitahu bahwa selama liburan akan ada kelas tambahan bagi yang mempunyai nilai 7 ke bawah. Untuk jadwal kelas tambahan bisa dilihat di mading.” Jelasnya.
Setelah dia menjelaskan akan adanya kelas tambahan, dia langsung membagikan hasil ujian dengan memanggil namanya satu per satu.
Selang berapa lama, akhirnya namaku di panggil. Entahlah berapa nilaiku. Saat dia membagikan semua hasil kepadaku, dia tersenyum dan aku pun tersenyum juga.
Setelah aku duduk di bangkuku, aku melihat nilaiku.
‘What??? Nilaiku rata-rata 90?? Tidak sia-sia aku belajar sampai pingsan.... Hehehe.. Ups..😜” Gumamku lirih.
Setelah semua nilai telah selesai di bagikan, pak Chandra pun ke luar dari ruangan kelas. Berhubung belum ada bel pulang, para siswa pun memutuskan untuk pergi ke kantin dan ada juga yang hanya duduk mengobrol di dalam kelas.
Sedangkan aku dan Nara memutuskan untuk pergi ke kantin.
“Kenapa kamu, Ai? Senyam-senyum sendiri.” Ucap Nara mengagetkanku.
“Tidak ada apa-apa.” Jawabku
“Eh kamu rata-rata nilai berapa?" Tanyaku kemudian.
“Aku? Aku rata-rata 80. Keren kan aku?!" Ucap Nara
“Iya kamu keren, tapi masih kalah dari aku. Kamu rata-rata 90 donk. Berarti sesuai perjanjian, kamu traktir aku gimana?” ucapku bangga
“Ah yang benar kamu!? Rata-rata 90? Gila kamu. Haizz...ya sudahlah pulang nanti aku traktir.” Sahut Nara
“Ok..kita sekarang cepat bereskan buku dan masukan ke dalam tas. Terus lanjut traktir aku... Hehehe...” ucapku kegirangan
“Ya ampun kamu tu ya.. Kalau masalah ditraktir saja senang sekali.” Ucap Nara sambil merangkul pundakku.
“Ya iyalah. Secara...gratis gitu lho” ledek ku
“Iya.. Iya.. Tapi jangan yang mahal-mahal ya. Aku sedang tidak bawa duit banyak nih.” rayu Nara
“Ih. Suka-suka aku. Sebodoh amat. itu sih derita kamu. Sudah tahu hari ini hasil ujian keluar, bukannya siap-siap bawa duit banyak eh malah bawa duitnya tidak dilebihi.” Godaku
“Ah kamu, Ai. Jangan yang mahal-mahal ya say. Nanti kalau duitku kurang bagaimana? masa’ harus cuci piring!?”rengek Nara disambut dengan cengiranku.
Tak selang berapa lama, bel pulang pun berbunyi dan kami pun langsung kembali ke dalam kelas
Di dalam ruang kelas, aku langsung merapikan meja dan kursi bersama dengan Nara dan saat itu juga hpku berbunyi..
’drrt..drrt..drrt’
“Hallo..” ucapku membuka obrolan
“Sayang, kamu langsung pulang?” tanya seseorang di sana
“Iya saya mau langsung pulang, tapi sebelum itu aku dan Nara mau makan dulu. Masalahnya Nara kalah taruhan. Jadi dia yang traktir. Lumayan. Kapan lagi dapat gratisan.” Jawabku
“Taruhan?” ucap pak Candra sambil mengernyitkan alis saat mendengar jawabanku
“Iya taruhan. Siapa nila rata-ratanya yang rendah, harus traktir yang nilainya tinggi.” Jelasku
“Oo.. Dimana kalian mau makan?” tanyanya lagi.
“Belum tahu” jawabku
“Ya sudah, nanti kasih tahu ya tempatnya kalau sudah sampai sana.” Kata pak Candra
“Ok” jawabku singkat
Telepon pun terputus. Lalu aku segera menyusul Nara yang sudah terlebih dahulu pergi. Takut-takut dia kabur. Hehehe....
“Ai, kamu mau aku traktir apa nih?” tanya Nara sambil terus jalan.
“Hmm..enaknya apa ya!?” kataku sambil berpikir
“Somay saja deh dengan air putih” jawabku kemudian
“Haiz Ai, kamu begitu sekali sih. masa’ cuma somay dan air putih saja?” tanya Nara heran
“lha bukannya tadi kamu sendiri yang bilang jangan mahal-mahal. Nah sekarang aku minta itu, kamu malah protes. Bagaiman sih?" Jawabku
“Ya bukan begitu juga kali. Ah kamu..omonganku begitu saja dianggap serius. Tidak asyik ah” ucap Nara agak sewot
“lha kenapa jadi kamu yang sewot..? Begini ya Nar, sebenarnya bukan itu alasan aku yang sebenarnya. Tapi aku memang maunya makanan yang bikin perutku tidak terlalu kenyang. Biar aku bisa makan lagi nanti di rumah.” Jelasku
“Kan kamu tahu, kalau aku tidak makan masakan ibuku, ibuku akan marah sekali.” lanjutku
“Memang benar sih.” Ucap Nara yang mengerti keadaanku
Setelah itu kami berdua pun cari tukang somay dan akhirnya ketemu.
.
.
.
.
.
Lanjut👇
lah kok malah nyanyi sayah😅😅😅😅