Pernakah kalian berfikir bahwa ada seorang Gadis yang sudah mempunyai perusahaannya sendiri di umur yang masih belasan tahun dan menjadi CEO disana. Tak hanya itu ia juga memiliki peran sebagai Leader di Black Devil mafia yang terkenal kejam didunia.
Kaya sudah, Pintar sudah ehm... bisa dibilang ia jenius karena selama masa sekolahnya ia terbiasa melompati kelas seperti membolak balika telapak tangan.
Selain itu juga dia mempunya wajah yang terbilang cantik dinegeranya, banyak kaum Adam yang rela mengantri ingin menjadi kekasihnya.
Merasa bosan dengan kegiatan sehari harinya, akhirnya ia memutuskan mengajak kedua sahabatnya bersekolah kembali disekolah milik ayahnya. Awalnya mereka tidak setuju karena membuang buang waktu saja tapi karena bujukan Alice yang tidak henti hentinya ingin mendapat teman baru akhirnya mereka setuju.
Akankah ia mendapatkan teman baru yang tulus?
Atau mungkin ia mendapatkan pacarnya disana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nariz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14: Cruel
Alvaro sekarang berada dirumah Devan- sahabatnya. Tadinya ia memutuskan untuk pulang kerumahnya, namun karena keadaan rumahnya sangatlah sepi akhirnya ia memutuskan untuk kerumah Devan.
Kini mereka tengah sibuk dengan urusan masing masing. Raka dan Alvin sedang bermain PS dan sesekali memgumpat kesal karna melakukan tidakan yang salah. Devan yang kini sedang menonton telivisi yang sedang menayangkan film favoritnya ditemani cemilan favoritnya juga. Berbeda dengan Varo dia sedang bermain dengan ponselnya sesekali tersenyum seperti orang gila.
Sedangkan Kenzie, ia tak datang dengan alasan karena tugas sekolahnya yang banyak. maklumlah KETOS.
"HAHAHA, kalah juga kan loh" ejek Raka kepada Alvin yang sedang kesal dengan kekalahannya.
"sengaja gue kalahin, kasian gue ngeliat lo ga pernah menang lawan gue!" elak Alvin bangga.
"lo tuhnya aja gabisa main! huh!" ledak Raka, ia tak terima diejek begitu saja. Kenyataannya dia jarang menang melawan Alvin.
"berisik lo bocah" kesal Devan kepada dua sahabatnya itu yang sedang bertengkar.
Mereka berdua pun menciut seketika tidak berani melawan Devan, bisa bisa ia tidak dipinjamkan PS.
Mata Alvin melirik kearah Varo yang kini tersenyum senyum menatap ponselnya.
"ada yang lagi kasmaran nih" ledek Alvin sambil melempar kulit kacang kearah Varo.
"Apaan sih! ganngu aja lo!" ucap Varo kesal.
"lo napa dah?" tanya Devan sambil meletakkan cemilannya dan berjalan menuju Varo yang tengah tiduran disofanya.
Ketiga temannya pun mendekat. Merasa curiga dengan kelakuan Varo. Bayangkan saja Alvaro yang dulu tak pernah tertarik atau bahkan tidak pernah membicarakan soal cewek kini berubah. Bahkan Devan mengira Varo itu homo.
"cerita cerita dong!" sahut Raka antusias.
"main rahasian rahasian nih!?" ucap Alvin sambil memasang muka kesal.
"kan gue dah pernah bilang di sekolah!" ucap Varo dengan memutar bola matanya malas. Ia malas membahas soal ini.
"ya mana dah!"
"Oh, yang itu. Kirain gue lo cuman bercanda"
ucap Devan tidak percaya.
"wah, Varo udah gak homo lagi nih!" ucap Alvin sambil bertepuk tangan gembira.
"paan sih lo, masa iya gue homo!" kesal Varo tidak terima.
"yaudah makanya cerita dong!" sahut Raka geram.
Alvaro bangkit dari tidurnya dan duduk lesehan di karpet sama seperti mereka.
"gue bingung"
Mereka bertiga diam, berusaha mendengarkan lanjutan dari Varo.
"gue suka sama dua orang sekaligus" ucap Varo mendesah pelan. Sambil mengingat ingat kembali cewek itu.
"hah?"
"yang pertama Alice dan yang kedua Cia"
"yang bener lo suka sama si cupu itu" kesal Alvin tak terima sahabatnya itu suka kepada cewek cupu disekolahnya. Masa iya seleranya rendahan. Apa matanya rabun ga bisa bedain mana yang cantik sama yang buruk rupa.
"mata lo rabun?" tanya Alvin lagi.
"gila lo, mata gue ini masih sehat sehat aja" ucap Varo sambil menonyor kepala Alvin.
"lo yakin?" tanya Devan berusaha menahan keterjutannya. Alvaro hanya mengaguk pelan.
__________
Bel istirahat sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu, namun Guru Fisika masih saja menjelaskan materi pelajarannya. Para siswa siswi dikelas merasa geram terhadap tingkah laku guru itu yang tidak merasa kasihan dengan cacing yang sudah meronta ronta dalam perutnya.
"aduh, gila tuh guru udah bel masih aja ngoceh!" gerutu Leyna sebal sambil memegang perutnya yang lapar.
"Sekian dari penjelasan saya jangan lupa prnya dikerjakan. Assalamualaikum" ucap guru itu berlalu keluar menuju kelas.
"Waalaikumsallam"
Para siswa siswi disana bernafas lega dan keluar menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kelaparan.
"kuy, kantin" ucap Grace mengajak kedua sahabatnya.
Ramai. Itulah yang dapat menggambarkan suasana kantin itu. Mereka pun memilih tempat yang paling pojok karena memang yang tersisa hanyalah itu.
"kalian pada mau pesen apa?" tanya Leyna.
"gue nasgor sama es teh aja" ucap Grace setelah memikirkan beberapa saat.
"gue samaiin aja"
Tak ada lagi suara perbincangan diantara mereka bertiga. Leyna, ia sedang memesan pesanan sedangkan Grace dan Alice sibuk memainkan ponselnya tak peduli dengan keaadaan sekitar.
'*jessica datang'
'kayaknya bakalan terjadi sesuatu deh*'
"heh cupu!" gertak Jessica sambil memukul kasar meja dihadapan Alice dan Grace.
Alice berusaha untuk tidak peduli. Ia sedang malas melayani Jessica.
"kalau orang manggil itu nengok!" gertak Jessica sekali lagi.
Dengan malas Alice mendongak dan memberikan tatapan malas untuknya.
"hm?"
"udah berani lo sama gue?!" ucap Jessica dengan emosinya.
Alice bangkit dari duduknnya dan menatap Jessica dengan malas.
"iya, ehm sejak kapan gue takut sama lo?" ucap Alice berpura pura berfikir.
Sedangkan Grace ia berdiri sambil memperhatikan kakak kelasnya itu.
salah milih lawan lo!!
"mungkin, setelah ini!" ucap Jessica sambil menjentikkan jari sebanyak tiga kali. Dan munculah tiga orang pria yang Alice tau ialah anak buah dari geng yang terkejam diwilayah sekitar sekolah ini.
Para siswa siswi sontak terkejut dan langsung mundur takut melihatnya. Kemana guru guru? tadi setelah pelajaran pertama selesai, para guru guru segera menuju kantor untuk melaksanakan rapat untuk ujian semester pertama.
Saat mereka mulai melawan Alice, Leyna dan Grace dengan sigap menghadang dan mulai melawannya ditempat yang jauh dari siswa siswi disana, mereka tidak mau membuatnya takut.
Dan sisanya hanya satu, Alice melawannya dengan sangat santai hingga beberapa menit saja orang itu sudah babak belur. Para siswa disana terkejut kagum dan memberi Alice tepuk tangan.
"see" ucap Alice menatap Jessica dengan tatapan meremehkan. Bertepatan dengan itu Leyna dan grace segera datang dengan membawa dua orang itu yang kini babak belur juga.
Jessica semakin takut melihat Alice.
"lo mau juga kayak gitu?" tanya Alice sambil menunjuk orang yang sudah babak belur dihadapannya dan mengeluarkan smirknya.
Jessica menetap Alice geram.
door
Suara itu berasal dari salah satu anak buah B**lack Dark yang bersembunyi dibalik dinding kantin itu. Para siswa siswi semakin heboh berlari menyembunyikan dirinya.
Alice dengan sigap menggambil peluru itu dengan tangannya. Orang itu keluar dari persembunyiaannya dan menatap takut kepada Alice. Kakinya sudah bergetar karna ketakutannya.
Alice segera membuang peluru itu sembarangan dan berjalan ke orang itu sembari membisikan sesuatu yang mungkin hampir kedengaran sedikit siswa disana.
"Apakah anda tau siapa yang bisa menangkap peluru seperti tadi?" ucap Alice membuat orang itu kabur terbirit birit. Dan para siswi disana semakin bingung.
Setelah masalah dengan orang tadi selesai, ia berjalan menghampiri Jessica yang bergetar ketakutan dengan wajah yang menatapnya tajam.
"sekali lagi lo buat masalah sama gue, perusahaan bokap lo hancur ditangan gue. Ingat itu!" ucap Alice sambil menunjuknya dan berlalu pergi sambil menyenggol bahu Jessica kasar. Diikuti dengan Leyna dan Grace.
'wih gila tuh alice, salut gue'
'sadis beut'
Para siswa siswi disana bubar setelah mekihat pertujukan yang begitu luar biasa bagi mereka. Sedangkan Jessica, ia terdiam mematung mendengar kata kata yang keluar dari mulut Alice. Dan kedua dayangnya sudah kabur dari tadi.
kan hadi banyal yg tdk suka....... poko nya LANJUTTTTTTT GASSSSSSD