NovelToon NovelToon
Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Status: tamat
Genre:Angst / Beda Usia / Teen / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cintamanis / Tamat
Popularitas:67.4k
Nilai: 5
Nama Author: _yan08

Bagaimana jika kamu menyukai adik tirimu sendiri? Itulah yang di rasakan oleh Renzo pemuda tampan yang begitu menggilai adik tirinya yang begitu manis dan polos.

"Keluar selangkah lagi, besok kamu gak akan bisa berjalan lagi. Baby!"

Renzo mengendus leher adik tirinya yang sudah menangis ketakutan.
"No, Abang jangan lakuin itu ...,"
tangisan, permohonan adik tirinya begitu candu bagi Renzo, dirinya akan semakin dominan jika adik tirinya menangis memohon ampun di bawahnya!
"You're driving me crazy darling!"

. . .

"ini salah, kita saudara, kita tidak boleh seperti ini!"
Menghadapi fantasi gila Abang tirinya membuat Nazila hampir hilang arah, hidupnya merasa tidak tenang!

baca dulu 10 bab 😁 biar tau alurnya 🤓🥀🙃💐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _yan08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 15

...☞✿Lorenzo Stepbrother's Obsession ✿☞...

.......

.......

Sungguh sial hari ini, orangtuanya tak mengabarinya bahwa mereka akan pulang hari ini, Renzo sempat kalut akan perbuatannya tetapi selagi Nazila tutup mulut dirinya aman dan satu lagi video bercinta mereka sudah terekam apik dan jelas.

"Nak, kamu tak apa-apa kan?" tanya Joana menyerbu putri satu-satunya itu, jika terjadi sesuatu yang tak terduga dirinya tidak bisa membayangkan itu pada anak gadisnya ini.

Nazila tersenyum manis menyambut pelukan sang mommy dengan rasa kangen yang begitu mendalam hatinya langsung tenang seketika sebab orang tuanya sudah pulang. "Nazila baik mommy, lihat Nazila gak kenapa-kenapa, tuh!" cengir Nazila menunjukkan raut wajah terbaiknya itu.

"Ck, baiklah-baiklah mommy percaya, yang penting kamu tidak kenapa-kenapa mommy khawatir saat di telpon kemarin malam," sela Joana membetulkan rambut Nazila yang sedikit acak-acakan.

Joana merasa miris melihat penampilan anaknya yang seperti orang sakit, mata sayu kulit pucat malas membersihkan diri, ada apa sebenarnya hati Joana merasa tak enak, apa yang ditutupi oleh anak gadisnya ini.

"Daddy!" seru Nazila berlari menghampiri Daddy tirinya itu dengan riang memeluknya meskipun harus merasakan sakit di area bawahannya, rasanya sangat ngilu.

"I miss you so much putri daddy yang cantik ini," gumam Fathur mengecup pelan kening Nazila.

"Daddy mana hadiahnya, aku nagih nih!?" cemberut Nazila menagih hadiah dari kedua orangtuanya.

"Gih, tanya ke mommy dulu?" titah Fathur menunjuk Joana dengan kode matanya.

"Mommy mana hadiah Zila? Masa keluar negeri gak bawain Nazila oleh-oleh sih!" cengirnya dengan nada cemberut.

Joana tersenyum manis melihat anak gadisnya yang kembali seperti semula. "Tenang mommy bawa banyak oleh-oleh kok untuk Nazila anak gadis mommy yang cantik ini." Senyumnya.

Dengan antusiasnya Nazila membuka paper bag yang disodorkan oleh Joana dengan isian coklat beserta barang-barang branded lainnya.

Lorenzo turun dari arah tangga menatap keluarganya itu yang tengah antusias menatap gadisnya yang tengah membuka oleh-oleh dari mereka. "Mau kemana nak? Sini gabung mommy juga bawa oleh-oleh buat kamu?" panggil Joana yang menyadari keberadaan anak tirinya itu.

"Hem ...," selain kata 'hem, Lorenzo tak memiliki kata lain untuk membalas ucapan seseorang. Matanya tertuju pada Nazila yang tak mau menatapnya jadi Lorenzo menurut saja duduk di samping Joana sembari menerima oleh-oleh dari mommy tirinya ini.

"Mommy tidak tau kamu suka apa, jadi mommy berinisiatif membelikan kamu jam tangan saja, ini semoga kamu suka nak?" senyum Joana menyerahkan jam mahal itu.

"Makasih!" respon Lorenzo sungguh tidak enak dilihat, dasar pemuda labil padahal umur sudah lebih dari dua puluh.

Joana tersenyum masam, atas respon anak tirinya itu, ya sudah jika begitu aku bisa apa? Toh aku juga bukan ibu kandungnya, yang terpenting dia tidak berlaku berlebihan terhadap anakku dan aku saja itu sudah cukup, lagipula aku menikah dengan ayahnya atas dasar saling suka tidak ada yang merasa dirugikan.

Kembali ke Renzo dan Nazila yang kini sudah duduk bersebelahan tak lupa dengan Nazila yang menunduk takut terhadap Lorenzo tentunya.

"Kenapa nunduk?" tanya Renzo menyingkirkan anak rambut gadisnya yang menutupi telinga manis itu.

"Gak apa-apa," jawab Nazila mencoba mengendalikan tubuhnya yang bergetar hebat.

Renzo tersenyum menatap kedua paruh baya itu yang pergi menaiki lift. "Ayo ikut, Abang kita bersenang-senang hari ini?" ajak Renzo dan tentunya di respon dengan gelengan kuat.

"Aku mau pergi sama mommy, Abang pergi aja sendiri," tolak Nazila menggeleng takut melepaskan tangan Renzo dari pergelangan tangannya yang tak bisa lepas.

"Mommy baru pulang loh, pasti dia kelelahan jadi kali ini kita bersenang-senang berdua saja, bagaimana baby?" senyum seduktif Renzo membuat Nazila takut.

Cup.

"Ayo sayang, jangan membantah!" desis Renzo mulai marah, ingatan dia bukan manusia penyabar yang bisa berkata lembut terlalu lama.

Dengan tubuh gemetar Nazila berdiri tetapi keburu di gendong oleh Renzo dia tak bodoh bahwa kemaluan sang gadis tengah sakit akibat permainannya semalam yang tak terkendali, bahkan dalam goyangannya saja Nazila menangis meminta berhenti tetapi karena terlalu nikmat dia tak mau berhenti.

. . .

Liana pergi berkunjung ke rumah Kaela sahabat terbaiknya itu, dirinya kembali merasakan sesak saat melihat perubahan tubuh pada Kaela yang merosot turun bahkan berjalan pun Kaela sudah tak bisa.

"Kaela ..., apa kabar?" tanya Liana menahan air matanya yang merembes keluar melihat kondisi Kaela yang sudah tak bisa merespon dengan baik, bahkan memegang gelas saja sudah tak bisa.

"A–ku ba–ik saj–a," jawab Kaela kesusahan, Minggu kemarin dirinya akan melakukan operasi tetapi biaya tidak memadai jadi dirinya harus di bawa pulang, bahkan mamanya menangis setiap malam menangisi nasib anak gadisnya yang hancur dalam sekejap.

Dia sebagai ibu tak kuasa untuk tak menangis mengingat hanya Kaela putri satu-satunya yang suaminya tinggalkan untuknya di dunia ini.

Liana segera menghapus air matanya. "Lihat aku bawa makanan kesukaan kamu, pasti kamu suka, aku suapin ya?" senyum Liana dengan antusias membuka rantang makanan yang dirinya bawa, lalu hendak menyuapi Kaela tapi urung karena sahabatnya berkata.

"Kata mama Kae tidak bisa memakan-makanan berminyak dan bersaus," tolak Kaela dengan nada terbata-bata akibat kesulitan berbicara.

Sendok itu melayang tak jadi masuk ke mulut Kaela, lagi Liana menunduk sedih. "Maaf ya Kae, Lia gak tau, lain kali Lia bawa makanan yang bisa Kae makan!" senyumnya.

. . .

Tidak seperti pikirannya ternyata Lorenzo tak membawa Nazila ke hotel melainkan ke rumah sakit untuk menanyakan resep obat pengencang daerah intim dan salep penyembuh, dokter yang sudah terbiasa menangani pasien pemuda dan remaja seperti ini hanya diam yang penting duit ngalir, jangan ngutang!

Di dalam mobil. "Buka?!" titah Lorenzo mengotak-atik salep yang dibelinya tadi.

"Nanti Zila obati sendiri aja bang ...," gumam Nazila lirih begitu takut dan malu.

"Paksa atau dengan cara lembut sayang?" tanya Lorenzo menoleh sembari menyugar rambutnya ke belakang, dengan gerakan cepat Lorenzo membukanya.

Nazila menoleh malu menutup kedua matanya tak mau melihat. Lorenzo melirik sekilas lalu mengoleskan salep itu dengan ringisan Nazila yang keperihan atau keenakan saya tidak tahu dan pabrik tahu!

"Abang perih, Zila gak nyaman," gumam Nazila lirih.

"Nanti juga sembuh, jangan banyak gerak!" titah Lorenzo melumat lembut bibir Nazila lalu menjalankan mobilnya pergi dari area rumah sakit itu.

Setelah selesai mengoleskan salepnya Lorenzo membantu membenarkan rok Nazila, dan menatapnya sekilas. "Kalo sakit bilang, sayang jangan cuma diem?" Lorenzo mengusap sayang pipi manis gadisnya itu.

Nazila menunduk menyembunyikan rona merah di kedua pipinya, malu! Dirinya sangat malu akan perlakuan Lorenzo, abangnya yang begitu perhatian namun kasar secara bersamaan.

. . .

...TBC....

...☞✿Lorenzo Stepbrother's Obsession ✿☞...

1
Char is You
"bapak kau"🗿
Rookie.. ~
Mampir kak
Rina Agustina
walaupun Mak bapaknya nikah, mereka juga halal kok menikah, krna GK sedarah ..ak udah pernah baca..
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya gak rumit,mereka cuman adek beradek tiri,gaknada hubungan darah,Kenapa menyulitkan hal yg gampang,itu berbalik kemanusia itu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Lha ceritanya siapa thor?? kok kayak gak nyambung gitu?? flashback ya? tapi siapa?🤔🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Ntar gak sengaja ketemu Nazila malah langsung naksir nih..Mampos yg bakar tuh sekolah..😂
Qaisaa Nazarudin
Kamu pikir mommy dan daddy kamu percaya apa yg kamu aduin,Yg ada kamu yg kenak marah..
Qaisaa Nazarudin
Abangnya nih jenis Teh celup kali,udah biasanya,makanya adek sendiri dia embat..
Qaisaa Nazarudin
Lagian Nazila ngenyel banget,Udah tau Renzo Tempramen kek gitu,masih aja sok membangkang..Renzo juga kenapa sih kejam banget..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb..Yang ada bukannya di jaga,Malah di Mangsa..Ninggalin anak yg gak ada ikatan darah..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan temen2 di sekolah lama bilang dia sok polos,Gampang banget di bawak oleh siapa saja,Padahal baru aja kenal
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget tidurnya,Bisa ya gitu 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Bukan adik sedarah..
Qaisaa Nazarudin
B2 itu kelas apa? kelas berapa? 🤔🤔
Reni Anjarwani
saysng bgt ngak bisa bersatu
🟡♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
sayang banget ceritanya sad ending..., /Cry/ hanya diakhiri dengan perpisahan yang dipaksakan /Shame/
Ramma Dharma
yah,udah end.sad ending 😭
Teteh Lia
Fathur, Daddy yang baik..
Teteh Lia
Awal bab aja udah bikin aq suka.. langsung aq subscribe kak 🙏
Yan🌾: Makasih kakak 🙏🏻🙏🏻🔥🔥
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!