Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘
Musim satu dan dua sudah tamat ❤️
~ Perjalanan seorang gadis bernama Diandra Lee, dipertemukan dengan dua lelaki luar biasa, Bram Trahwijaya dan Gionard Butcher.
Ketika keduanya sama-sama menawarkan tempat bersandar, sisi mana yang akan Diandra pilih? ~
Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita ini, semuanya. Semoga suka 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Morning Kiss
"Aku tidak tahu apa yang terjadi. Namun itu membahagiakan sekali." ~Diandra Lee.
.
.
.
Diandra duduk di hadapan Bram dan menyantap steak-nya. Dia berusaha setenang mungkin menghadapi suasana di antara mereka malam ini. Namun maniknya berulang kali melirik pada Bram. Dia bergumam dalam hati.
Bisa-bisanya kau keluar hanya menutupi bagian bawahmu dan memamerkan dadamu yang bidang padaku. Hmm, kita lihat saja, Bram.
Jantungnya berdesir ketika tiba-tiba Bram telah berada di belakangnya saat dia kesulitan mengancingkan resleting dress-nya. Bram pasti melihat kaitan bra-ku, fikirnya dalam hati. Tetapi melihat reaksi Bram yang sulit ditebak, gadis itu juga berusaha tidak beraksi berlebihan. Biarlah Bram menyimpannya dalam memorinya.
Bram menyendok salad-nya dan melirik Diandra sekilas. Menerka-nerka apa yang mungkin ada di fikiran gadis ini. Sungguh tenang dan dapat mengendalikan suasana. Apakah aku yang terlihat berlebihan dan lemah? fikirnya dalam hati.
"Bram, ayo. Aku sudah selesai!" tiba-tiba ucapan Diandra menyadarkan Bram.
"Oke, kita jalan sekarang," balas Bram, menyelesaikan makannya dan menyesap minumannya, kemudian bangkit dan menjulurkan tangannya pada Diandra.
Diandra memiringkan kepalanya, bertanya lewat tatapan matanya.
"Gandeng aku, ingat?" balas Bram lembut, dengan senyumnya yang manis. Diandra balas tersenyum kecil, dia langsung menyambut tangan Bram, menggandeng pria itu seraya melangkah keluar hotel.
***
Diandra mengerjapkan matanya pelan. Jalan-jalan semalam bersama Bram sungguh mengasyikkan, mereka mencoba berbagai macam street food di sekitaran hotel dan melihat-lihat penjaja souvenir. Diandra tak berhenti berdecak kagum dan Bram selalu terkekeh mendengar celoteh Diandra. Mereka seperti pasangan yang saling mencintai saja.
Diandra memiringkan badannya dan meregangkan tubuhnya. Bram masih tertidur pulas di sampingnya. Diandra memperhatikan Bram lekat-lekat. Bulu matanya yang panjang, hidungnya yang tinggi dan kulitnya yang halus. Sungguh lelaki ini sangat menawan dengan semua pesonanya, gumam Diandra dalam hati.
Masih asyik menatap Bram, tiba-tiba Bram balas mengerjapkan mata. Kontan Diandra langsung menutup matanya, pura-pura tertidur. Bram melirik Diandra yang masih terbaring di sampingnya, lalu memutar badannya menghadap gadis itu.
Bram mengelus rambut Diandra pelan, dan gantian menatapnya, tanpa bersuara. Menikmati keindahan wajah Diandra yang semakin lama semakin cantik. Bram sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padanya.
Berada dekat dengan Diandra, membuatnya semakin hari semakin nyaman. Dia bahkan mengabaikan Zea yang terus-terusan mengiriminya pesan. Rasanya dia tidak ingin kebersamaannya dengan Diandra diganggu oleh siapapun. Bram merasakan hangat di hatinya ketika Diandra tersenyum. Bahkan sekarang menggandeng Diandra telah menjadi hobinya. Memikirkan tangan mereka bersatu dan berjalan bersama, Bram tersenyum kecil. Diandra masih terlelap, mungkin dia capek karena berjalan-jalan semalam, fikirnya lagi.
Bram bangkit dari tidurnya, mengecek ponselnya dan melirik jam. Sudah pukul tujuh lebih sedikit. Dia kembali melirik Diandra yang masih terlelap di posisinya. Memiringkan tubuhnya dan mengecup kening gadis itu perlahan, lembut. Kemudian bangkit dan menuju kamar mandi.
Diandra mengira-ngira apakah Bram sudah berlalu setelah kaget setengah mati karna kecupan Bram barusan di keningnya. Apa Bram bercanda? Mengapa dia mengecup keningku? Apakah ini morning kiss seperti yang dikatakan orang-orang? Ah, kalau morning kiss kenapa di kening? bukannya di pipi atau di-- bibir. Diandra menepis fikirannya yang melayang entah kemana. Berusaha mengenyahkan rasa bahagia yang tiba-tiba menyusup ke dalam relung hatinya.
Entah kenapa Bram melakukan itu padaku, batinnya. Dia hanya akan berpura-pura tidak tahu saja. Sebaiknya dia menyimpan rahasia ini erat-erat. Menyimpan kecupan Bram hanya dalam kenangannya saja.
.
.
.
🌾Bersambung🌾
~Dukung dengan like, vote dan tinggalkan komen ya kak Readers.. Makasih sudah mampir 🙏
AQ mmpir again kesekian kalinya bee😍