Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.
Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.
Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.
Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
" Ayahhh...... yahhhhh ....!!".
Aku mendengar teriakan ibu yang menggelegar keluar dari kamar Zaskia. Ada apa ?, kenapa ibu sepanik itu, bahkan hingga teriak keras sekali. Apa yang terjadi ?. Aku keluar kamar, dan yang ternyata Adelia dan Safira juga ikut keluar dari kamar nya. Sekarang masih pukul empat pagi. Seperti biasa, ibu memang gemar membangunkan semua anak gadisnya untuk terbiasa bangun pagi.
" Ada apa bu ?!!". Tany ayah yang panik.
" Ayahh.... !!!. Baca ini ayah !!!". Hiks... hiks... hiks ...
Aku mendengar ibu yang menangis, menyodorkan secarik kertas yang entah apa tulisannya kepada ayah. Wajah ayah langsung berubah dan menjadi sangat menakutkan. Ayah meremas kertas itu kencang, dan kemudian membuang nya begitu saja kelantai. Aku, Adelia, dan Safira hanya berani melihat adegan itu dari kejauhan. Tidak lama setelah ayah membuang kertas itu ke lantai, ayah berjalan dengan cepat ke arah kami bertiga. Dan tidak menunggu lama, dari kami bertiga, aku lah yang di seret dan di cengkeram tangannya sangat kasar oleh ayah.
" Dasar anak pembawa sial !!!".
" Bruakkk !!".
Aku dijatuhkan dengan sangat tidak manusiawi oleh ayah. Jujur hatiku sakit, aku baru saja pulang dari rumah sakit. Kondisiku masih belum pulih betul. Aku di jatuhkan kelantai dengan sangat kasar oleh ayah, tepat di samping kertas yang tadi ibu berikan pada ayah dan kemudian ayah remas dan buang. Aku tidak tahu, apa salah ku. Dan kemana Zaskia ?. Kenapa dia tidak juga keluar kamar.
" Baca kertas itu anak pembawa sial !!!".
Ayah membentak dan memakiku dengan ucapan yang sangat menyakitkan. Aku berusaha kuat, dan menahan air mataku. Tanganku meraih kertas itu, dan sebelum membaca surat itu, aku melirik ke arah Adelia dan mengangguk kan kepalaku. Adelia seakan mengerti perintahku, dia masuk kedalam kamarnya sambil menggandeng tangan Safira. Aku melihat Adelia sudah menangis, begitu juga Safira. Aku tidak ingin adik-adik ku melihat adegan ini. Cukup aku saja yang merasakan. Sedang ibu hanya terduduk dan masih menangis.
" Cepaattt baca anak idiiiooottt !!!".
Kali ini ayah menjambak rambut ku dengan kasar. Aku hanya mampu diam dan menahan rasa sakit itu.
" Sa-sakit ayah". Ucapku lirih.
Aku membuka kertas kusut itu, dan mulai membaca deret demi deret tulisan yang mampu membuat ayah memperlakukan aku dengan sekasar ini. Aku sebenarnya sangat kaget, apa yang ada di pikiran Zaskia. Hingga dia berani kabur dari rumah seperti ini.
*Untuk ayah, ibu, kakak dan adik-adik :
Ayah, Ibu. Zaskia terpaksa harus pergi dari rumah. Zaskia sudah tidak tahan. Zaskia hanya ingin mendapatkan restu untuk menikah dengan laki-laki pilihan Zaskia. Tapi kenapa sangat sulit mendapatkan nya. Tak bisakah Zaskia menikah meskipun kak Renita belum menikah ?. Biarlah, Zaskia pergi saja dari rumah. Pergi yang jauh entah kemana. Zaskia hanya ingin mendapatkan restu. Itu saja. Maaf dan terimakasih. Zaski pergi*...
Kurang lebih, begitulah isi kertas yang sekarang aku pegang. Aku sebenarnya sangat shock dengan apa yang Zaskia lakukan. Tidak cukup kah dia menyakitiku ?. Sekarang aku yang di jadikan biang masalah, karena dia kabur dari rumah. Aku yang diperlakukan dengan kasar oleh ayah. Kenapa ujian sebagai anak sulung begitu sangat pedih dan menyakitkan ya Allah.
" Kamu sudah baca hahhh !!, Anak Idiot !!!. Perempuan yang nggak laku !!!".
Ayah lagi-lagi menjambak rambut ku dengan sangat kasar. Aku memegangi tangan ayah. Sedang ibu histeris melihat aku di perlakukan seperti itu oleh ayah.
" Ayahhh !!!, lepaskan yah !!. Kasihan Renita !!. Dia baru saja pulih dari sakitnya !! Hiks...hiks... hiks..".
Ibu membelaku, tapi tak memberikan efek apapun pada ayah, yang ada ayah semakin kencang menarik rambutku. Aku tidak menangis, aku hanya berusaha menahan nya. Aku tidak berani menatap wajah ayah, matanya sangat merah, raut wajah nya sangat menakutkan.
" Dasar anak bodohhhh !!!!. Gara-gara kamu, Zaskia pergi dari rumah !!!. Gara-gara kamu, aku belum bisa memberikan restu untuk putriku menikah !!!!".
Astaghfirullah, hatiku hancur. Kenapa semuanya aku yang disalahkan. Allah belum mengirimkan jodoh untukku, kenapa aku yang disiksa sedemikian parah nya oleh orang tuaku sendiri ?.
" Ibu.. !!!!. Lihat putrimu yang idiiiooottt !!!. Dia hanya bisa menyusahkan kita !!!. Gara-gara dia, kita kehilangan putri kita !!. Anak ini persis seperti bapak nya !!! Idiiiooottt !!. Menyusahkan !!!".
Jantungku seperti berhenti berdetak. Apa maksud ayah, aku mirip dengan bapak ku ?. Aku anak siapa ?!. Kenapa ayah tidak berkata bahwa dia mirip dirinya ?!. Kenapa ayah malah berkata bahwa aku mirip bapak nya ?!. Siapa yang ayah maksud dengan bapak nya ?!". Aku sudah tidak tahan lagi, air mataku menetes, jatuh begitu saja di kedua pipiku.
" A-ayah ?, apa Renita bukan putri kandungnya ayah ?".
Dengan gemetar aku memberanikan diri untuk bertanya pada ayah. Sekarang aku sudah tidak perduli dengan kondisi ku yang semakin melemah.
" Hahhhhh !!!!!. Bagus kamu bertanya begitu anak Idiot !!".
" Tidaaakkk !!, jangan ayah. Jangan berbicara apapun pada Renita !! hikks... hiks... hikks..."
Kali ini ibu semakin histeris. Aku tidak tahu, apa yang ibu dan ayah sembunyikan dariku selama bertahun-tahun ini. Saat ini, aku hanya ingin tahu, aku sebenarnya putri siapa ?.
" I-ibu, biarkan ayah menceritakan yang sebenarnya". Ucapku lirih sambil tersenyum kepada ibu.
" Dengaaaarrrr !!!. Renitaaaaaa !!!. Kamu bukan putri kandungku !!!. Kamu adalah putri dari pernikahan ibumu ini dengan laki-laki lain bernama Gigih !!, Aku menikahi ibumu setelah ayahmu meninggal dalam kecelakaan maut !!".
Aku melihat wajah ayah yang penuh dengan kemenangan. Ibu langsung memeluk tubuhku erat. Sangat erat, ibu semakin histeris. Dan aku hanya mampu terdiam dan menangis. Tubuhku sudah sangat lemah, hidupku hancur. Aku hanyalah seorang anak tiri bagi ayah. Zaskia, Adelia, dan Safira bukanlah adik yang lahir dari ayah yang sama. Duniaku hancur, rasanya aku ingin segera kembali pada Nya. Benar-benar menyakitkan.
" Re-re-renita, hiks.... hiks... hiksss.. Maafkan ibu nai. Maafkan ibu Renita !!".
Aku tidak menjawab apapun, yang jelas saat ini hatiku sudah hancur. Hidupku hancur. Jadi karena aku bukan anak kandung ayah, makanya ayah sangat membedakan diriku dengan ketiga adikku yang lainnya. Karena aku putri laki-laki lain, sehingga ayah selalu menatapku dengan sorot kebencian, karena aku bukan darah dagingnya, hingga ayah selalu memukul dan menyiksaku. Kenapa aku tidak ayah bunuh saja sejak kecil ?, jika akhirnya aku akan mati dan hancur perlahan seperti ini ?.
" Dan dengar Renita !!!. Gara-gara kamu !!. Aku harus menyusahkan putri kandung ku sendiri !!. Dan sekarang !!!, Gara-gara kamu pula !! Aku kehilangan Zaskia putri sulungku !!".
" Maafkan Renita a-ayah".
Aku tergugup, aku meminta maaf kepada ayah. Meksipun aku tidak tahu, apakah harus aku yang di salahkan dari semua takdir dan skenario yang telah Allah gariskan untukku ?. Aku akan tetap menghormati dan menyayangi ayah, seperti ayah kandungku sendiri. Sekasar apapun ayah padaku, aku akan tetap berbakti pada ayah.
Aku melihat ayah yang pergi begitu saja meninggalkan aku dan ibu. Ibu masih saja memeluk diriku dengan sangat erat. Ibu pasti merasa sangat bersalah.
" Ibu.., tenanglah. Renita tidak apa-apa. Ibu jangan menangis. Ibu jangan merasa bersalah, ibu tidak salah apapun. Terimakasih ibu, ibu sudah merawat dan melahirkan gadis idiot, bodoh, dan tidak laku ini. Renita sayang ibu, kapan-kapan Renita ingin berkenalan dengan papah kandung Renita yah bu".
Ibu jatuh pingsan di pangkuan ku, sedang aku masih menangis dah mengelus lembut kepala ibu.
" Ibuuu !!, Kak Renita !!".
Aku melihat kedua adikku Adelia dan Safira, dengan mata sembab, dan air mata yang masih menetes berhamburan memelukku dan memeluk ibu. Aku tidak mampu berkata apapun. Aku hanya diam dan meangis. Tubuh ibu di papah olehku dan Adelia menuju ke kamar. Sedang ayah, pergi lagi entah kemana.
Belum apa" banyak bawangnya 😭
sukses
semangat