"Belum ketemu juga!? Kalian akan mati jika tidak menemukannya!" Bentak Rafanda Airen, mengacaukan acara pertunangannya sendiri.
"Rafa, semua orang---" Kalimat Titania disela.
"Aiyue menghilang. Jadi jangan menggangguku dengan acara konyol ini." Pemuda yang melangkah hendak meninggalkan area ballroom.
"Dia hanya sekretaris! Asisten! Pembantu! Aku calon istri yang setara denganmu!" Teriak Titania, memegang jemari tangan Rafanda, bersamaan dengan beberapa pengawal yang menghalanginya pergi.
"Bukan! Aku yang memberinya nama Aiyue, sedangkan namaku Airen." Rafa tertawa dalam tangisannya mengeluarkan senjata api dari dalam jasnya.
Dor!
*
Bagaimana tentang seorang anak berusia 7 tahun, yang tersenyum dengan sengaja memilih bayi mungil untuk menemani hidupnya. Memberinya nama Giovani Aiyue, serupa dengan namanya Rafanda Airen.
Mengendalikan hidupnya bagaikan boneka, Aiyue adalah boneka kecil dalam kendalinya. Boneka yang pada akhirnya retak meninggalkannya,karena telah memiliki hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Tidak Mencintai
Hancur! Semua kritikan membuat dirinya benar-benar hancur. Akun media sosialnya masih tidak dapat dibuka hingga kini. Puluhan ribu komentar negatif dan puluhan meme dalam sehari, tanpa pembelaan.
Meminta bantuan ayahnya malah mendapat siraman rohani. Nasehat untuk menjadi istri yang baik, bagaikan dirinya adalah biksu tidak boleh ini dan tidak boleh itu. Tidak bisa begini, tidak bisa begitu, dirinya adalah wanita modern, jadi tidak boleh begitu saja takluk pada pria kan?
Lagipula banyak temannya di luar negeri, walaupun sudah menikah tapi masih memiliki kekasih dan suaminya terima-terima saja. Walaupun suaminya sudah pasti juga memiliki kekasih. Jadi tidak ada yang salah dengan prilakunya setidaknya itu menurut wanita yang sempat menempuh pendidikan di beberapa negara itu.
Sudah dapat ditebak olehnya ini adalah perbuatan suami kaku itu. Walaupun tampan tapi tidak memberikan kebebasan, super pelit, kolot, apa gunanya?
Namun, tidak ada yang lebih sempurna untuk menjadi suami dibandingkan Rafanda Airen. Karena itu dirinya harus bicara secara langsung dengan pemuda ini.
Suara pintu dan kunci kode akses terdengar. Pertanda pria itu pulang tepat pada pukul 6 pagi.
"Dia pasti tidur dengan sekretarisnya kan? Dia boleh tidur dengan wanita lain. Sedangkan aku tidak boleh! Hanya karena cemburu menghancurkan nama baikku dasar b*jingan!" Geramnya bangkit dari tempat tidur dengan mata yang bengkak.
Membuka pintu dengan cukup kasar. Menatap nyalang pada pria yang tengah mengambil air dari dispenser.
"Apa maksudmu!?" Ucapnya.
"Tidak ada maksud apa-apa. Aliansi pernikahan seharusnya menguntungkan. Aku tidak ingin rugi. Jadi kerugian harus ada di pihakmu yang berbuat kesalahan." Senyuman terlihat di wajah Rafa.
Plak!
Wanita ini menamparnya, gila bukan? Seseorang yang akan menjadi istrinya nanti. Bahkan tidak ada penyesalan masih menatapnya penuh amarah.
"Kamu cemburu kan? Pada hari pertama aku tinggal di tempat ini. Aku pergi dan mencari teman kencan lain! Itu salahmu! Karena kamu terlalu kolot! Berhubungan adalah kebutuhan biologis manusia dewasa! Ada gunanya juga untuk kesehatan! Dasar kolot!" Bentaknya.
"Ada lagi?" Rafa bertanya kembali padanya.
"Tentu saja ada! Kamu sok suci di hadapanku padahal kamu sendiri tinggal bertahun-tahun dengan sekertarismu! Sudah pasti kalian sering melakukannya. Di sofa, balkon, ranjang, meja, dapur, kantor bahkan kamar mandi. Sensasi mana yang belum pernah kalian coba? Semalam kamu pasti menginap di tempatnya kan? Sudah kuduga! Kamu hanya pria munafik!" Hujatan kembali keluar dari mulut wanita itu.
"Jadi, perbaiki nama baikku. Aku tau, kamu cemburu dan menginginkanku." Lanjut wanita itu.
Salah satu alis Rafa terangkat. Dalam ekspresinya jelas-jelas terlihat mengatakan ada yang salah dengan jalan fikiran wanita ini. Tapi sekali lagi, dirinya harus beradaptasi, seperti memakan sayuran pahit agar bisa sehat. Tapi terkadang yang pahit juga racun, hal yang tidak disadari oleh Rafa.
"Kamu tau alasan aku ingin menikah dengan cepat?" tanya Rafa padanya.
"Penggabungan dua perusahaan bukan? Kita akan bersama, anak-anak kita akan menjadi lebih berkelas lagi..." Jawab wanita itu memegang jemari tangan Rafa.
Tapi anehnya perlahan dirinya bukan semakin dekat."Menjijikkan..." batinnya berusaha mengerti dan beradaptasi. Mungkin dirinya harus memberikan sedikit pengertian pada orang ini.
"Ini intinya, kamu bertanya tidak mungkin tidak ada yang terjadi padaku dan sekretarisku yang telah tinggal bersama selama bertahun-tahun. Memang terjadi sesuatu---" Kalimat Rafa disela.
"Benar kan? Dasar munafik!" Bentak Titania, padanya.
"Selama 23 tahun tinggal dengannya. Aku pernah mencium bibirnya sekali. Karena itu aku ingin menikah secepatnya agar aku tidak jatuh cinta dan menikahi sekretarisku!" Rafa tersenyum, tapi kekesalan benar-benar terlihat di raut wajahnya.
"Bukan karena mengagumiku? Jatuh cinta padaku?" Tanya Titania.
Rafa mendekatinya, kemudian menyentuh dagu Titania dengan jarinya. Seolah-olah mengamati wajah wanita ini."Aiyue jauh lebih cantik dan dapat diandalkan." Pemuda itu kemudian berbisik di telinganya."Perbedaan kemampuan yang mendasar. Sampai sekarang kamu tidak dapat mengakses akun media sosialmu kan? Itu karena kamu benar-benar tidak memiliki kemampuan. Istri yang tidak dapat diandalkan, hanya akan menjadi boneka pajangan yang menghasilkan pewaris."
Tubuh Titania seketika gemetar. Pemuda yang sedikit menjauh darinya, menatap hina padanya."Aiyue mengatakan setelah pria menikah dia harus menghargai istrinya. Menjaga hatinya dengan baik, karena itu Aiyue tidak mengijinkan aku kembali ke apartemen. Aku tidur di restauran milik temanku. Hanya agar Aiyue yang aku besarkan sendiri tidak memiliki citra wanita simpanan."
"Aiyue? Lalu kenapa kamu tidak menikahinya?" Tanya Titania tertunduk.
"Karena dia adalah peliharaanku. Nyonya rumah harus memiliki status yang setara denganku. Agar perusahaan menjadi lebih besar dan kokoh untuk generasi selanjutnya. Kamu sendiri kenapa tidak menikah dengan pria yang kamu tiduri saja?" Tanya Rafa tersenyum, melangkah meninggalkannya.
Titania terdiam, tubuhnya lunglai ketakutan. Mulai duduk di sofa. Dirinya mengira Rafa mengikuti semua perintahnya karena tertarik padanya. Tidak masalah dengan dirinya yang memiliki pria lain. Karena sudah menjadi budak cinta dari awal. Tapi apa ini?
Ingin segera menikah karena tidak ingin jatuh cinta pada sekretarisnya? Tidak! Dalam sorot mata pemuda itu jelas-jelas terlihat rasa jengkel dan kesal. Ingin segera pergi ke tempat lain. Kegelisahan saat di bioskop.
"Rafanda Airen sudah terlambat, dia sudah mencintai sekretarisnya." Gumamnya dengan suara kecil. Dirinya tidak mencintai Rafa, hanya ingin memiliki status lebih tinggi lagi. Serta pernikahan yang bebas tanpa kekangan. Suami yang dapat dibanggakan dari wajah dan statusnya. Serta memberikan banyak relasi lagi untuk mereka nanti.
Dirinya mencoba menenangkan diri, mengambil air putih dari lemari pendingin.
Jika Rafa menyadari perasaannya sebelum pernikahan maka segalanya akan hancur. Tidak, jika Rafa menyadari perasaannya sesudah pernikahannya maka pria ambisius itu akan melakukan apa saja untuk menempatkan Aiyue di sisinya kembali.
Rasa takut akan masa depan membuatnya banyak berfikir. Bagaimana caranya agar wanita itu tidak terlihat lagi. Jika bisa tidak lagi ada di dunia ini. Maka pernikahan sesuai impiannya akan terwujud.
*
Rafa membersikan dirinya, menatap penampakan tubuhnya di cermin. Dirinya semakin lama semakin merindukan gadis itu. Perasaan yang membuatnya memejamkan mata. Hormon testosteronnya bekerja dalam imajinasinya yang tidak masuk akal.
Gadis itu berjinjit dan mencumbu bibirnya, itulah yang ada dalam imajinasinya.
Gila bukan? Bahkan membayangkan wangi tubuhnya. Perlahan bibirnya terlalu kelu untuk berucap. Menuntaskan kesenangannya seorang diri. Napasnya tidak teratur, tubuhnya terasa lebih rileks kala cairan itu keluar, mengalir bersama air shower.
"A...aku sudah gila! Memang seharusnya aku menikah..." Gumamnya menatap wajahnya sendiri.
Dirinya merindukan Aiyue benar-benar merindukannya. Tapi ini bukan cinta kan? Karena Rafa tidak ingin jatuh cinta dengan seseorang yang tidak menguntungkan untuk dirinya.
Menyiksa dirinya sendiri, untuk prinsip aneh yang tidak berguna.
masa tamat begitu aja🙄😭😭😭
but
aku puas banget,Rafa ketulah sama omongannya sendiri ya ttg bapaknya
nice ending
beautiful story'
love full buat othorrrrr
aku makin padamu
malah jadi takut kita
aku suka keributan ini
kuaci udah abis Ama othor,CK
bentar lagi farell Dateng
makin serruuuu
tapi kalau mang dr sana nya kau setia
ada 1001 alesan buat kau setia
hidup itu pilihan bukan,sekali lagi?
biasa pada celap celup sama bini orang apa
kok kyk gitu di normalisasi kan