NovelToon NovelToon
GAIRAH PEMBANTUKU

GAIRAH PEMBANTUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:458.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wind Rahma

Izza merupakan wanita yang hidup di panti asuhan sejak masih bayi. Seiring berjalannya waktu, Izza tumbuh dewasa dengan banyak luka. Karena statusnya yang tidak jelas, ia sulit mendapat pekerjaan. Dan satu-satunya pekerjaan yang bisa ia kerjakan hanyalah menjadi asisten rumah.

Dan sekarang Izza berkerja di rumah seorang majikan muda yang membuatnya terpesona ketika melihatnya. Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?

Follow IG @wind.rahma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GP 15

Deon menyantap makanannya sampai perutnya benar-benar kenyang. Dan ia sudah tidak kuat lagi untuk menghabiskan makanannya saking banyaknya ia ambil.

"Aghh .. Kenyang sekali .." ujar pria itu seraya membaringkan tubuhnya di sofa.

Baru kali ini Deon makan berlebihan. Karena sebelumnya ia jika makan seperlunya saja.

Pria itu melirik makanan yang masih tersisa di piringnya. Perutnya sudah kekenayangan tapi ia tidak ingin menyisakan makanan itu.

"Aku kerasukan apa ya jadi rakus gini."

Dia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Masakan Izza mampu mengalihkan dunianya.

"Aku tidak pernah makan sebanyak ini," imbuh pria itu lagi.

Deon mengusapi perutnya yang buncit tampak seperti ibu hamil terasa pengap.

Izza balik lagi ke dapur setelah menyadari jika ponselnya tertinggal di pantry dapur. Langkahnya terhenti saat melewati meja makan yang sedikit berantakan. Wanita itu tampak heran.

Dia berniat untuk merapikan meja makan nya lagi yang ia rasa tadi sudah ia rapikan. Dia lebih di kejutkan ketika melihat makanan yang tadi masih banyak kini tinggal sedikit.

Izza menoleh ke kiri dan ke kanan. Juga melihat ke bawah kolong meja.

"Kenapa makanannya berkurang?" pikirnya.

Izza terlihat mencari sesuatu. Apakah ada kucing atau semacamnya di rumah ini yang bisa membawa makanan?

Tiba-tiba nama Deon terlintas di kepalanya.

"Apa mungkin pak Deon?"

"Ah, tapi kan tadi pak Deon bilang dia sudah kenyang dan minta makanan ini di sisakan untuk bu Adell?"

"Apa bu Adell sudah kembali?"

"Ah tapi tidak mungkin secepat ini. Bu Adell tidak mungkin pulang dan langsung makan dalam waktu yang singkat."

"Lalu siapa yang ambil makanan yang meja berantakan seperti ini?"

Izza berusaha menerka-nerka. Pikirannya terus tertuju pada Deon. Tapi tidak seratus persen yakin jika pria itu pelakunya.

Sepertinya Izza perlu melakukan sesuatu sebagai pembuktian jika Deon pelakunya. Ia melupakan ponselnya dan bergegas pergi menuju kamar sang majikan.

Tok tok tok ..

Deon baru saja akan memejamkan mata karena kekenyangan membuatnya ngantuk. Dia terperanjat kaget mendengar pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang yang ia yakini itu adalah Izza.

"Aku harus sembunyikan dimana?"

Pria itu heboh sendiri bingung mencari tempat yang aman untuk menyembunyikan piring bekas makannya. Ya memang begitu, seseorang yang merasa bersalah pasti akan panik dan ketakutan sendiri meskipun Izza tidak akan masuk ke kamarnya.

Deon meletakkan piring bekas makannya di bawah kolong meja. Ia harap itu aman. Kemudian barulah ia berjalan ke arah pintu setelah pintu di ketuk beberapa kali.

Deon mengulas senyum untuk menutupi rasa paniknya ketika pintu ia buka.

"Ada apa?" tanya pria itu.

"Bu Adell sudah pulang?"

Deon menggeleng. "Belum. Kenapa?"

"Gak apa-apa. Saya kira sudah pulang."

Izza menggerakan ujung ekor matanya untuk mencari sesuatu di kamar tersebut. Melihat itu dengan cepat Deon menggerakan tubuhnya searah dengan mata Izza. Ia curiga Izza curiga padanya.

"Udah, itu saja?" Deon mengalihkan perhatian Izza dan Izza pun dengan cepat memasang senyum supaya tidak di curigai.

"Iya, pak. Saya cuma mau tanya itu saja."

"Ok." Deon menggunakan tangannya agar Izza segera pergi dari sana.

"Permisi, pak."

"Silahkan."

Izza pun pergi. Deon menghela napas lega setelah beberapa saat tahan napas karena merasa tegang. Ia sudah seperti maling yang baru saja di introgasi oleh intell.

Izza menghentikan langkah begitu mendengar pintu kamar Deon sudah di tutup. Ia membalikan badan dan memandangi pintu tersebut.

"Sikap pak Deon terlihat mencurigakan. Jika benar dia membawa makanan ke dalam kamarnya, kenapa harus sembunyi-sembunyi? Padahal kan ini rumah dia juga."

Izza menghembuskan napas sedikit kasar. Ia rasa pria itu mulai aneh. Entahlah.

_Bersambung_

1
Darma Wangsah
luar biasa.tpi kenapa tidak sampai menikah dan punya anak
Dede Sup
Luar biasa
Irw4n ws
ya emang gitu pembantu banyak kok disurabaya atau kawasan pondok chanra
Nggenk Topan
Luar biasa
jess
ya ela tor
jess
nah kn makin ssruhhh😅😅
Sunarmi Narmi
Ini kpan main belah durennya Thor..lama amat.....
Sunarmi Narmi
Author nya gila...Izza ternyata cuma halu..sini yg baca sdh keringetan Thor...
makin seru nih...lnjut thorrr up nya
Nur Istanti
Luar biasa
Nur Istanti
Biasa
Om Bos
Luar biasa
Fera Waty
/Frown//Frown//Frown//Frown/
YuLfiah
Luar biasa
Ulufi Dewi
cepetan selidiki istri mu pasti selingkuh
Farida Rapalawa
Luar biasa
Isnaini Hayati
Biasa
Asma Ht
Luar biasa
aira aira
yey
Zerazat
Deon itu terlalu Oon juga gegabah padahal selingkuh nya kan duluan Adel
Zerazat
DASAR IZZA lama lama gila juga kebanyakan meng halu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!