Berkali-kali gagal membina rumah tangga membuat Rosiana menjadi wanita yang kuat dan ambisius. Apalagi, saat Rosiana mendapati sang suami di pernikahan ketiganya berselingkuh.
Wanita itu kemudian bertemu dengan seorang pria yang lebih muda darinya dan membuatnya jatuh cinta. Namun, apa jadinya, jika pria yang menjadi selingkuhannya itu justru mencintai anak gadisnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEHIDUPAN BARU ROSIANA
Rosiana dan Kevin sampai di rumah sebelum jam sepuluh malam. Sebelum pulang, Kevin kembali mengungkapkan cintanya pada Rosiana.
"Aku mencintaimu, Ros. Aku sungguh sangat berharap, aku bisa menjadi seseorang yang bisa menjagamu dan Laras."
Tubuh Rosiana membeku mendengar pernyataan cinta dari Kevin. Bukan hanya sekali itu, Kevin sudah mengatakannya berulangkali. Dia hanya bisa tersenyum sebagai reaksi dari ucapan pria itu.
Cinta? Rasanya hati Rosiana sudah tidak bisa bergetar lagi akan cinta. Perasaannya sudah mati rasa semenjak kepergian Rian. Satu-satunya pria yang ada dalam hatinya.
"Mas Rian ... kenapa kamu begitu cepat meninggalkanku? Katamu kamu akan selalu menjagaku, bersamaku selamanya, tapi kenyataannya, kau pergi lebih dulu," batin Rosiana. Wanita itu menatap Laras yang tertidur pulas di atas kasur.
Semenjak bersama Kevin, Laras bisa menyisihkan uang gajinya untuk membeli kasur busa yang nyaman ditiduri. Dia juga membeli semua perabotan rumah yang diperlukan di rumah kontrakan sederhananya itu.
Hal yang dulu hanya bisa diimpikan dan dibayangkan saat bersama Rian, kini, sudah bisa Rosiana wujudkan. Dulu, Rosiana dan Rian hanya tidur beralaskan kasur lantai yang tipis dan kipas angin kecil.
Kini, Rosiana sudah bisa membeli kasur dan juga perlengkapan rumah lainnya. Rumah itu kini berubah rapi dan sangat nyaman ditinggali meskipun sempit.
Kevin langsung pulang, Rosiana membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi, Rosiana bergabung dengan Laras yang tertidur pulas sambil memeluk boneka panda yang dibelikan oleh Kevin.
****
Pagi-pagi sekali, Rosiana sudah bangun. Wanita itu kemudian memasak untuk dirinya dan juga Laras.
Setiap pagi, saat Rosiana hendak berangkat kerja, dia akan menyiapkan segala keperluan Laras terlebih dahulu sebelum tetangga depan rumahnya itu menjemput putrinya.
Laras sungguh sangat bersyukur karena dirinya dikelilingi oleh orang-orang baik di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
"Ma-ma ... Ma-ma ...," panggil Laras. Balita berusia hampir dua tahun yang baru saja selesai mandi itu menunjukkan bonekanya pada Rosiana.
Rosiana tersenyum getir, setiap melihat Laras, dia akan ingat pada Rian.
Kasihan Laras, harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah. Tapi live must go on, kan? Rosiana akan berjuang untuk memberikan kehidupan yang layak untuk Laras. Dia akan menjadi ibu sekaligus ayah bagi putrinya itu.
"Bonekanya bagus ya, kamu suka, Nak?" Rosiana merapikan rambut Laras dan menyemprotkan minyak wangi khusus bayi pada baju Laras.
"Anak mama sudah wangi. Setelah ini, kita pergi ke rumah Bunda Arini ya?" Rosiana menciumi pipi Laras dengan gemas.
Setelah menyuapi bubur pada Laras sebagai sarapan paginya, di depan rumah Rosiana sudah berkumpul ibu-ibu tetangganya. Mereka sedang mengerumuni tukang sayur yang memang mangkal di sana. Termasuk Arini yang langsung mendekati Laras saat Rosiana membawanya keluar rumah.
"Anak Bunda sudah mandi?" Arini menciumi Laras dengan gemas membuat bocah kecil itu tertawa geli.
Wajah Laras sangat cantik membuat siapapun yang melihatnya merasa gemas. Apalagi, balita itu kini sudah rapi dan wangi membuat ibu-ibu yang melihatnya ingin sekali menggendong dan mencium Laras.
"Bunda masak dulu sebentar ya, nanti Bunda jemput kalau Bunda sudah selesai," ucap Arini pada Laras dan Rosiana.
"Aku masak dulu ya, Ros, nanti aku ke sini lagi."
"Iya, Mbak, tenang saja, masih satu jam lagi baru aku berangkat ke salon," jawab Rosiana sambil memilih-milih sayur dan lauk buat stok besok pagi.
Setelah belanja sayuran, Rosiana bermain sebentar dengan Laras. Rosiana menikmati kebersamaanya sebentar dengan Rosiana sebelum berangkat kerja.
Tak berapa lama kemudian, Arini datang untuk menjemput Laras. Rosiana memberikan Laras pada Arini, kemudian, langsung berpamitan pada Laras untuk pergi bekerja.
"Nitip Laras, ya, Mbak."
"Iya, Ros, kamu tenang saja. Laras aman bersamaku."
"Terima kasih, Mbak."
***
Hari-hari berlalu, Minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun. Rosiana mulai bisa menata hidupnya. Tidak lagi menghabiskan malam-malam sepinya dengan menangisi Rian. Baginya, caranya untuk menjaga cinta suaminya adalah dengan mengurus Laras dengan sebaik-baiknya.
Secara finansial, Rosiana sudah tidak lagi merasakan kekurangan. Semua kebutuhan Laras bisa dia penuhi, hingga membelikan susu formula yang mahal untuk putrinya. Semua yang terbaik untuk tumbuh kembang Laras adalah yang paling utama.
Semua itu tidak terlepas dari kebaikan hati Kevin. Pengusaha itu selalu ada untuk nya dalam setiap kesusahan. Bahkan mulai satu bulan terakhir belakangan ini, pria itu sudah rutin mengiriminya uang bulanan.
Rosiana menggunakan uang itu sebaik mungkin. Dia tetap mengirit walau yang diberikan Kevin lebih dari cukup. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan impiannya bisa berdikari sendiri kedepannya.
Namun, semua kemulusan dan kegembiraan yang dia dapatkan, tidak sepenuhnya bisa dia nikmati. Dua orang rekan kerjanya di salon Mbak Susi diam-diam tidak menyukai kesuksesan Rosiana sekarang ini.
Menurut mereka, Rosiana tidak pantas mendapatkan semua fasilitas dan kemudahan dalam hidupnya, apalagi, pria tampan dan mapan seperti Kevin.
Mereka iri melihat Rosiana yang kini tampil cantik dan elegan seperti wanita berkelas. Sangat berbeda dengan Rosiana saat pertama kali bekerja di salon itu yang terlihat kumuh dan kampungan.
Semua yang ada di tubuh Rosiana, adalah pakaian bermerk dan juga perhiasan mahal yang tidak akan mungkin mereka dapatkan dengan bekerja di salon Susi.
"Pokoknya, aku curiga, Kevin itu pasti sudah punya istri. Kita harus cari tahu, kalau benar sudah menikah, maka kita bisa kasih tahu istrinya. Biar tahu rasa si Ros didamprat sama istri sah Kevin."
BERSAMBUNG ....
seperti nya nggak rela deh klo Rosiana nya berubah seperti ja**ng begitu 😒😒
Raka lelaki yng tidak bisa bertanggung jawab , kasihan Kiara jatuh ke tangan papa nya 😠😠
lawan terus Ros dan jangan takut dngn ancaman nya si Rita gelooo
adik anda yng baji- ngan yng nggak setia sm Ros 😡😡
begitu yg kutahu hehehe.
Jadii ya mbaaak Rita ,walaupun niat kamu g ngasih gono-giniii,tp tetep g bisa kalo pengadilan memutuskan .
perkara kan sajah suami biadab mu itu Ros