"Apa ini? ternyata selama ini kamu selingkuh di belakangku? setelah apa yang aku berikan padamu?"
Fee melempar foto-foto mesra Ronald bersama dengan Dinda, sekretaris pribadinya.
"Aku minta maaf, aku khilaf. Tapi aku tidak bisa melepasnya begitu saja, karena dia sedang hamil anakku?"
Fee tersenyum sinis," apa kamu yakin jika ia hamil anakmu?"
PLAk!
Satu tamparan mendarat di pipi Fee.
"Baiklah, kalau begitu!"
Apakah yang akan di lakukan oleh, Fee pada Ronald dan Dinda?"
Mari kita simak kisah Fee, yang tegar menghadapi permasalahan hidupnya karena di hianati suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian Putri
Sementara pagi sekali, Fee sudah terbangun terlebih dahulu. Dia segera memasak untuk suaminya, walaupun suasans hatinya sedang tidak menentu memikirkan keberadaan, Putri.
Beberapa menit kemudian barulah Bobby terbangun dari tidurnya. Ia lekas membersihkan tubuhnya, setelah itu menyusul istrinya ke dapur.
"Sayang, seharusnya kamu tak perlu memasak biar aku saja."
Boby memeluk istrinya dari arah belakang.
"Nggak apa-apa kok, Mas."
Boby merasa iba melihat kondisi istrinya yang kurang tidur dan matanya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis.
"Sayang, aku minta maaf ya karena tidak berhasil menemukan keberadaan Putri. Nanti setelah kita sarapan, akan mencoba untuk mencarinya kembali."
"Aku juga akan mengerahkan seluruh anak buahku yang dulu pernah bekerja bersamamu, dan kita juga akan ke kantor polisi. Kamu yang sabar ya, sayang. Percaya saja kepada Allah, bahwa pencarian kita tidak akan sia-sia dan secepatnya Putri akan bisa kita temukan keberadaannya."
"Kita berdoa saja kepada Allah, supaya kondisi Putri baik-baik saja dan tidak kurang suatu apapun."
Fee hanya menganggukkan kepala perlahan seraya tersenyum kecut. Mereka sejenak sarapan, tetapi Fee tidak berselera dan ia makan hanya sedikit saja. Hingga terpaksa, Boby menyuapi istrinya.
"Sayang, kamu harus makan yang banyak, karena kita akan mencari Putri kembali. Jika kondisi kamu tidak fit, kita tidak akan bisa mencari lebih lama lagi."
Awalnya Fee menolak setiap Boby berusaha menyuapi dirinya. Tetapi karena Boby pintar sekali membujuknya, hingga Fee pun sarapan lumayan banyak.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Istriku mau makan juga. Semoga nanti pencarian kami terhadap Putri, membuahkan hasil. Hingga Putri bisa ditemukan," doa Boby di dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian...
Suami istri ini kembali beraksi untuk mencari keberadaan, Putri. Pencarian mereka lakukan pertama kalinya ke tempat-tempat di mana Ronald sering kali bertempat tinggal.
Selama satu jam, mereka menyambangi tempat kost satu dan berpindah ke tempat kost lainnya, mereka tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
"Mas, bagaimana ini? kenapa juga Ronald tiba-tiba menghilang? apakah memang ia ada hubungannya dengan hilangnya anakku ya?" Fee semakin curiga pada mantan suaminya tersebut.
"Jangan panik, kita cari iw tempat yang lain lagi. Siapa tahu kita bisa menemukan bukti yang kuat," saran Boby.
Dia selalu meminta pada Fee supaya tidak berputus ada dalam mencari keberadaan Putri. Hingga mereka terus saja mencari dan mencari. Sampai rasa pusing, dan lemas tiba-tiba mendera tubuh Fee. Saat itu juga Fee tak sadarkan diri. Melihat Fee pingsan, Boby pun menghentikan pencariannya. Dan membaea Fee pulang ke rumah.
"Ya Allah, tolong tunjukkan vdmana keberadaan Putri saat ini supaya aku bisa membuat semangat hidup Fee kembali berkobar. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Putri tidak bisa di ketemukan juga," batin Boby.
Dia begitu mengkhawatirkan kondisi kejiwaan dan fisik istrinya yang terlihat sangat menurun sejak hilangnya Putri.
Begitu lama, Boby menunggu hingga Fee sadar. Dan pada saat Fee sadar sudah ada Bu Nina di sampingnya.
"Sayang, aku akan melanjutkan pencarian terhadap Putri. Sebaiknya kamu di rumah saja bersama, Bu Nina. Bu, aku titip Istriku ya."
Belum juga Fee mengiyakan, Boby sudah berlalu pergi. Ua segera melanjutkan pencariannya terhadap Putri.
Selagi Boby pergi, datanglah Elsa ke rumah Boby. Ia berpura-pura turut simpatik dengan hilangnya Putri. Tetapi ia juga sengaja datang untuk semakin membuat hati dan jiwa Fee hancur.
"Astagaaa...aku baru dengar kabar jika anakmu hilang dari kemarin pagi? ya ampunnnnn, ini sudah mau dia haru loh. Jika memang anakmu masih hidup, pasti sudah si temukan sejak kemarin. Atau bisa jadi di bawa pergi jauh oleh penculiknya dech."
"Sekarang kan sedang marak penjualan organ tubuh manusia, dan korbannya anak-anak sudah banyak loh."
Mendengar celotehan dari Elsa, Fee sempat berpikir negatif. Tetapi ia sejenak ingat pada setiap nasehat dari Boby.
"Pergilah dari sini, jika kamu hanya ingin membuaku tambah bersedih dan terpuruk. Aku tahu di dalam hatimu saat ini sangat senang melihat kondisiku sekarang."
Fee mengusir Elsa.
Di dalam hati Elsa, ia memang mengiyakan apa yang barusan di katakan oleh Fee. Ia pun berlalu pergi begitu saja dari hadapan Fee dengan senyuman mengejek.
"Semoga saja anak Fee tidak di ketemukan," gumamnya hingga di dengar oleh Fee dan Bu Nina.
Bu Nina pun lekas mengejar Elsa dan menegurnya," Elsa, seharusnya kamu tidak mengatakan hal buruk tentang Putri pada Fee. Jika kamu tak suka pada Fee, nggak usah datang kemari hanya untuk menambah kesedihannya saja.Jika Boby tahy tentang perbuatanmu ini, dia pasti akan benci padamu."
"Tapi nyatanya dia tidak tahu kan, Bu. Untuk apa sih, Ibu membela Fee? padahal ibu baru mengenalnya berapa bulan, berbeda denganku yang sudah kenal ibu dari aku bayi, bahkan ibu yang telah merawat aku."
Bu Nina menyunggingkan senyuman di hadapan Elsa," Ibu tidak membela siapapun. Ibu hanya memberikan teguran kepadamu, karena kamu sudah Ibu anggap anak sendiri. Ibu tidak ingin kamu terlalu jauh dalam berbuat semua kesalahan. Apa yang kamu lakukan barusan tidaklah benar. Seharusnya kamu memberikan semangat, dukungan dan penghiburan terhadap Fee. Bukan malah menjatuhkannya, dengan mengatakan hal buruk tentang anaknya."
"Berbuatlah baik selagi kita masih hidup, Elsa. Karena apa yang kita tabur atau kita tanam, itu pula yang akan kita tuai atau hasilkan. ibu harap, ini yang pertama dan juga terakhir kalinya, kamu berbuat tidak baik kepada, Fee."
Elsa bukannya sadar setelah mendapatkan teguran dari Bu Nina, ia justru semakin marah, dan berlalu pergi dari hadapan Bu Nina begitu saja, tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Astaghfirullah aladzim, semoga Allah segera menyadarkan Elsa. supaya dia tidak jauh melangkah ke jalan yang tidak benar," gumam Bu Nina.
Sementara saat ini Boby sedang berada di kantor Polisi, untuk melaporkan hilangnya Putri karena diculik oleh seseorang. Tetapi pihak kepolisian meminta keterangan lebih lanjut dari Fee karena dia yang pertama kalinya mengetahui tentang penculikan tersebut, atau sebagai saksi utama.
"Maaf, Mas Boby. Alangkah lebih baiknya, anda mengajam istri anda datang kemari untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Karena mendengar dari cerita anda, bahwa orang yang pertama kali melihat adanya penculikan ini adalah istri anda."
"Jadi istri anda bisa di simpulkan untuk menjadi saksi utama atas penculikan yang tejadi pada anak kalian berdua."
Setelah mendengar penuturan dari aparat kepolisian, Boby mengatakan bahwa saat ini kondisi Fee sedang drop hingga belum bisa di mintai keterangan atau di ajak untuk datang ke kantor polisi.