"Jika cinta dapat mengubah segala hal, mengapa perlu ada yang namanya memperjuangkan? Kamu tahu kenapa? Karena untuk mendapatkan sesuatu butuh usaha,dan sekarang aku tengah memperjuangkanmu dengan usaha yang sungguh-sungguh."
~Davier Galuh Pramono~
"Meski hatiku memilihmu namun apakah aku mampu untuk mempertahankanmu selamanya agar selalu bersamaku?"
~Aira Anandia Maheswari~
Aira Anandia Maheswari merupakan Mahasiswi yang terkenal pintar di fakultasnya. Bahkan hampir seluruh kampus mengenal dirinya. Masa mudanya harus berakhir dengan di jodohkan oleh orang tuanya. Dijodohkan dengan Davier Galuh Pramono yang tak lain adalah dosennya ssndiri.
Keduanya sering merasakan perasaan aneh yang terselimut di dalam dirinya. Hingga Davierlah yang menyadari lebih dulu perasaannya itu. Lalu apakah Aira akan menyadari perasaannya atau ia akan terus menepis perasaan itu dari hatinya? Akankah mereka bisa bersatu dengan hati yang tulus? Apakab mereka bisa melewati semua lika-liku yang menghalagi kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tia Oktavianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~MTLY 15~ Bayangan Itu Kembali
Ai sudah merasa bosan. Ia beranjak dari bangkunya berjalan tanpa arah tujuan. Tiba-tiba ia tak sengaja bertabrakan dengan seseorang. Kekesalannya makin bertambah karena di tabrak oleh seseorang.
"Ya ampun, jalannya hati-hati dong, lagian area Mall kan luas, kenapa masih nabrak juga sih." gerutu Ai kesal.
"Maaf, saya ga sengaja Mbak. Loh Aira kan?" tanya perempuan yang menabrak Ai tersebut.
"Eh, lo Tania kan? Teman SMP gue dulu ya?" tanya Ai balik.
"Ternyata lo masih ingat sama gue ya. Gue kira lo udah lupa sama gue. Duduk di situ aja yuk." balas Tania sembari mengulas senyum.
"Ya ga bakal lupa, lo kan saingan gue waktu SMP dulu.oleh, kebrtulan gue lagi laper nih." balas Ai dengan terkekeh sambil berjalan menuju kedai roti.
"Tapi tetap aja lo selalu bertahan Ai. Seberapa keras gue mencoba buat ngalahim lo tetap aja ga bakal bisa." ucap Tania sambil tertawa.
"Hahahaha... Lo itu ya pengen banget singkirin posisi gue, tapi sayangnya keberuntungan berpihak ke gue." ucap Ai.
"Ya lo emang selalu beruntung Ai. Apalagi gue selalu dengar lo makin sukses aja loh." ucap Tania.
"Ah ga juga kok lo berlebihan. Eh gimana lo dan keluarga apa kabar? Sehat?" tanya Ai.
"Alhamdulillah, orang tua gue sehat Ai. Gue baru balik nengokin mereka." balas Tania.
"Haa baru balik? Emang lo kenanaa aja?" tanya Ai penuh selidik.
"Gue kan udah menikah Ai. Jadi gue ikut suami." jawab Tania.
"Loh kapan lo nikahnya Tan, kok ga ngundang gue sama teman-teman yang lain sih." dengus Ai kesal.
"Maaf Ai, gue emang ga ngundang kalian. Ya abisnya nikahnya aja rahasia baru setahun terakhir gue bisa terbuka dan berani upload." balas Tania.
"Kok gitu, emang kenapa Tan?" tanya Ai lagi.
"Gue di jodohin sama Papa. Ai lo tau kan dulu gimana cintanya gue sama Rio. Tapi sayang hubungan gue harus pupus karena perjodohan itu. Dan lo tau sulit banget buat move on. Makanya gue minta ke suami dan keluarga gue buat merahasiakan sampai gue siap buat terbuka." jelas Tania dengan mata berkaca-kaca.
"Terus sekarang lo udah bisa move dari Rio?" tanya Ai.
"Bisa, karena cinta dan ketulusan dari suami gue yang membuat gue jadi pelan-pelan luluh. Dia sayang dan nerima gue apa adanya. Padahal saat itu dia tau gue masih mencintai orang lain." ucap Tania dengan air mata yang sudah lolos dari matanya.
"Eh, Tan lo jangan nangis dong, ntar orang pada ngira gue aniaya lo lagi." ucap Ai.
"Ih lo gue lagi cerita malah bercanda. Ai gue jadi merasa bersalah banget sama suami gue. Setahun terakhir gue habisin dengan berlaku ga adil sama dia. Gue nyesel Ai. Makanya gue mutusin buat balik ke sini dan cari ketenangan." jelas Tania sambil menangis.
"Iya tumpahin aja semua yang lo rasain. Supaya lo bisa lebih tenang Tan." ucap Ai dengan tenang.
"Makasih ya Ai lo udah mau dengerin cerita gue. Oh ya dari tadi lo dengerin cerita gue aja. Gimana kabar lo dan keluarga? Terus kabar hubungan lo sama Revan gimana?" tanya Tania.
Pertanyaan Tania tentang keluarganya terdengar baik di telinga Ai. Namun saat Tania menanyakan tentang Revan padanya itu sungguh membuat hati Ai terasa sakit.
"Apa Tania tidak tahu bahwa hubungan Ai dan Revan sudah berakhir sejak tiga tahun yang lalu?" batin A
Flashback On
"Ai kamu rencana bakal lanjut kuliah di mana? Dalam negeri atau luar negeri?" tanya Revan.
"Aku mau di dalam negeri aja deh, kan biar bisa bantuin ngelolah perusahaan dan bisnis keluarga di sini." balas Ai.
"Sayang loh Ai, kenapa kamu ga lanjut di luar aja, nilai kamu pasti bisa buat kamu lolos di Universitas yang kamu mau." ucap Revan.
"Aku merasa ga bisa jauh dari mereka. Kamu tau sendiri kan aku anak perempuan satu-satunya di keluarga. Mana mau mereka ngizinin aku, kecuali nanti mau lanjut S2." ucap Ai.
"Ya udah aku ngerti kok, yang penting kita saling dukung. Apapun dan dimana kita nantinya.
3 Bulan kemudian
"Yeayy Ai lulus di kampus elit dan terfavorit loh Ayah." ucap Ai.
"Alhamdulillah, kamu harus selalu ingat kata-kata Ayah Bunda dan juga Aa kamu yaa Ai." ucap Arya sambil mengusap pucuk kepala putrinya.
"Siapp Ai bakal selalu ingat kok." balas Ai.
Ai pun mengubungi Revan untuk memberi kabar gembira tersebut.
Me
Revan, aku senang bisa lolos seleksi di kampus favorit dan elit lagi😃
My LoveRevan
Wah selamat ya sayang aku
bangga banget sama kamu💞
Me
Iyaa kamu juga.
Semoga kamu selalu semangat.
Walaupun ga ada aku di sana.
Me
Jaga diri baik-baik ya
My Love Revan
Iya pasti
Kamu juga jaga diri
baik-baik.ya
My Love Revan
I Love You
Me
Love You too
Setelah obrolan chat mereka tersebut tidak pernah Revan mengabari Ai. Selama 5 bulan kuliah tidak pernah Ai mendapatkan kabar dari Revan sekali pun. Ai mencoba untuk berpikir positif. Mungkin saja Revan sedang di timpali dengan banyak tugas yang membuat ia kelelahan sampai tak sempat mengabari Ai.
Hongga memasuki semester genap Revan tak kunjung memberi kabar. Hal itu membuat Ai mulai berpikiran negatif pada Revan. Hingga suatu ketika Ai memeriksa semua akunmilik Revan. Akun tersebut selalu online.
Terlebih ketika membuka akun instagram milik Revan, foto dan video Ai ataupun kerbersamaan mereka sudah tidak ada di akun tersebut. Ai sungguh dibuat kecewa oleh Revan ingin sekali ia meminta penjelasan, namun untuk menghubunginya terasa berat. Hingga detik itu Ai memutuskan semua dan berusaha melupakan Revan.
Flashback Off
Guncangan tubuh yang dilakukan oleh Tania akhirnya menyadarkan Ai. Cukup lama ia terlena dengan lamunannya. Kembali mengingat masa lalumya yang sudah lama ia kubur dalam-dalam.
"Ai lo kenapa, ih kok gue tanya lo malah melamun sih." ucap Tania.
"Eh maaf, gue ga papa kok. Tadi lo ngomong apaan?" tanya Ai.
"Yaelah, tadi gue tanyain kabar keluarga lo. Terus hubungan lo sama Revan." jawab Tania.
"Oh itu, Keluarga gue sehat kok Tan." ucap Ai.
"Syukur deh. Terus hubungan lo sama Revan gimana? Masih baik-baik aja kan walaupun LDR-an?" tanya Tania.
"Gue smaa Revan kayak buah Si Malakama. Lanjut ga putus juga ga Tan." jawab Ai
"Loh kok gitu Ai. Bukanya kalian itu pasangan yang paling dikenal harmonis dan romantis loh. Kok bisa gantung gini?" tanya Tania.
"Setiap hal yang awalnya indah belum tentu berakhir indah. Lo tau kan yang namanya LDR-an itu harus ada rasa percaya dan kejujuran tapi gue hanya menemukan salah satunya aja. Apa setelah gue tau gue harus tetap memperjuangkan? Sedangkan dia aja ga ada niat mau berjuang bersama. Bahkan ga pernah kasi kabar selama berbulan-bulan, bahkan sampai saat ini Tan." jelas Ai.
Kali ini ai mata Ai yang dibuat lolos oleh Tania. Tania yang melihat Ai menitihkan air mata paham betul apa yang di rasakan olehnya. Jika keduanya saling mencinta, namun hanya salah satu yang berjuang untuk mempertahankan sama saja memperjuangkan sendirian.
"Ai gue percaya lo cewek yang kuat. Buktinya lo bisa ngelewatin semuanya tanpa ada dia di dekat lo. Tanpa lo harus nunggu kabar dari dia. Dan tanpa lo harus terlelap dalam bayang-bayang masa lalu." ucap Tania.
"Iya lo bener. Gue punya banyak orang yang tulus sayang sama gue. Mereka selalu terus ada di dekat gue tanpa perlu gue minta." ucap Ai.
"Nah gini dong, ini baru Ai yang gue kenal. Terus lo sekarang ga ada calon baru gitu Ai?" tanya Tania.
"Sama seperti lo gue juga dijodohin. Parahnya calon suami gue itu dosen gue sendiri. " ucap Ai.
" Haahahahah, gilaaa senasib tau kita Ai. Tapi gue yakin lo lama-lama bakal luluh juga kok Ai. Gue aja luluh, apalagi lo." ucap Tania.
"Dih, ga mungkin. Lo tau dia itu dosen yang paling nyebelin. Selain itu dia Killer bin Kutub. Sumpah deh beda banget sama gue. Berbeds 180° deh. " ucap Ai.
"Jangan gitu Ai lo belum kenal dia lebih dekat aja makanya lo ngomong gini. Tapi ntar lo bakal nyesel dan narik perkataan lo deh gue yakin." ucap Tania
"Ah bodo amat deh. Intinya gue nerima perjodohan ini supaya bikin orang tua gue bahagia aja selebihnya ga akan terjadi!" ucap Ai dengan nada penekanan.
"Terserah lo deh Ai. Ntar juga lo nyadar sendiri." ucap Tania.
"Ya udah gue mau balik dulu yaa udah sore nih. Bye." ucap Ai.
"Bye, hati-hati lo nyetirnya.
Di dalam mobil Ai terus memikirkan perkataann Tania. Secara Tania lebih paham kondisinya. Apalagi Tania juga di jodohkan sebelum ia. Jadi Tania sudah melewatinya.
-----------------Next Update----------------
Senin, 15 Juni 2020
Salam Hangat
Author Halu