NovelToon NovelToon
Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Love Story: Menemukan Cinta Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO
Popularitas:402
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

kisah seorang wanita yang berusaha melupakan mantannya yang mengkhianati kepercayaan.

diperjalanan menemukan jati diri dan kehidupan baru

sebuah kisah cinta yang manis namun penuh komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

...****************...

  Suara mesin pesawat terdengar lembut di tengah perjalanan panjang menuju Singapura.

  Langit di luar jendela tampak cerah, awan putih membentang luas sejauh mata memandang.

  Namun di dalam jet pribadi itu—

  Suasananya jauh dari membosankan.

  Awalnya hanya obrolan ringan.

  Lalu berkembang menjadi cerita random.

  Dan sekarang…

  Sudah seperti dua teman lama yang lupa kalau mereka sebenarnya sedang perjalanan bisnis.

  “Kau tahu?” ujar Evelyn sambil memegang gelas jusnya. “Nenekku akhir-akhir ini mulai aneh.”

  Arseno yang sedang membaca dokumen melirik sekilas.

  “Aneh bagaimana?”

  “Beliau tiba-tiba sangat semangat mencarikanku jodoh.”

  Arseno langsung terkekeh kecil.

  “Aku serius,” lanjut Evelyn dramatis. “Minggu lalu aku dipaksa makan malam dengan cucu sahabat nenekku.”

  “Lalu?”

  “Aku kabur.”

  Arseno langsung tertawa pelan.

  “Kau kabur?”

  “Aku pura-pura menerima telepon penting lalu keluar lewat pintu belakang restoran.”

  Kini Arseno benar-benar tertawa kecil.

  Evelyn langsung menyipitkan mata.

  “Kenapa tertawa? Itu situasi darurat.” ujarnya dengan nada tak terima.

  “Itu masalah semua anak muda sekarang.” jawab Arseno.

  “Aku sangat pusing menghadapi nya!!.”

  “Kau tidak mencoba bicara baik-baik?”tanya Arseno.

  Evelyn bersandar sambil menghela napas panjang.

  “Pria itu bicara soal saham perusahaan dalam lima menit pertama.”

  “Hm. Romantis.” puji Arseno walaupun terdengar sarkas.

  “Dan dia memanggil dirinya alpha male.” ucap Evelyn dengan wajah mengernyit.

  Arseno langsung memegang dahinya sambil tertawa lebih keras.

  “Baiklah, kabur memang keputusan tepat, pria itu pasti sangat aneh.'

  “Nah kan!, sudah ku bilang.”

  Naomi dan Kosta yang duduk di belakang mulai terbiasa mendengar suara tawa kecil bos mereka.

  Meski tetap terasa aneh.

  Karena biasanya, Pesawat ini isinya hanya keheningan dan laptop kerja.

  Setelah suasana sedikit tenang, Arseno menyandarkan tubuhnya di kursi.

  “Ayahku juga sama.”

  Evelyn langsung menoleh. “Maksudnya?, kau juga sama "

  “Memaksaku menikah, permasalahan yang persis sama.”

  Evelyn langsung menunjuknya dramatis.

  “NAH! Kita senasib!”

  Arseno mengangguk malas.

  “Beliau bilang umurku sudah tiga puluh dan sudah waktunya memberinya cucu.”

  Evelyn tertawa kecil.

  “Kenapa orang tua selalu berpikir hidup selesai kalau belum menikah?”

  “Aku juga tidak mengerti, bagi mereka menikah adalah pencapaian tertinggi.” sambung Arseno.

  “Lalu apa jawabanmu?”

  “Aku bilang aku tidak tertarik menikah.”

  Evelyn langsung mengangkat gelas jusnya seperti bersulang.

  “Salam pejuang Kesendirian, hidup Jomblo..!!!” sahut Evelyn dengan sangat antusias.

  Arseno tersenyum tipis.

  “Aku serius,” lanjut Evelyn. “Kadang aku merasa hidup sudah cukup rumit tanpa hubungan percintaan.”

  “Kau terdengar sangat trauma.”

  “Aku memang trauma, dengan pria bajingan.” ucap Evelyn sangat jujur.

  Arseno memperhatikannya beberapa detik. “Karena mantanmu itu?”

  Evelyn mengangguk kecil. “Roland, itu namanya.”

  “Namanya terdengar menyebalkan.” ujar Arseno.

  “Memang..! bukan hanya menyebalkan tapi bajingan tengik..!” sahut Evelyn sangat menggebu-gebu.

  Arseno melipat tangan di dada.

  “Jadi… karena dia kau jadi tidak mau menikah?”

  Evelyn menghela napas. “Bukan hanya karena dia selingkuh.”

  “Lalu?” Arseno lumayan tertarik mendengar kisah percintaan Evelyn.

  Evelyn terdiam beberapa detik.

  Kemudian berkata santai, “Karena ternyata dia suka pria.”

  Hening sejenak.

  Arseno yang sedang meminum kopi langsung tersedak.

  “UKHUK—KHHH!!”

  Ia tersedak cukup parah.

  Kosta langsung refleks berdiri.

  “Pak Arseno?!”

  Naomi juga kaget.

  “Nona?!”

  Evelyn malah tertawa kecil sambil menyerahkan tisu.

  “Reaksimu berlebihan sekali.”

  Arseno masih batuk sambil menatap Evelyn tidak percaya.

  “Tunggu—apa?!”

  “Aku juga kaget waktu tahu.”

  “Jadi selama ini—”

  “Ya seperti yang kau pikirkan.”

  “Dia gay?!”

  “Kurang lebih.”

  Arseno benar-benar terdiam beberapa detik.

  Wajah dinginnya sekarang penuh kebingungan.

  “Bagaimana bisa kau tidak sadar?”

  Evelyn langsung menunjuk dirinya sendiri. “Karena aku cantik. Aku pikir dia benar-benar cinta.”

  Arseno memejamkan mata sebentar.

  “Kau terlalu percaya diri.”

  “Tapi faktanya aku memang cantik.” Evelyn masih kekeuh dengan pendapatnya.

  “Tidak salah.”

  Naomi dan Kosta langsung saling pandang.

  Kenapa percakapan mereka sekarang seperti pasangan yang sedang gossip...?

  Arseno kembali fokus pada Evelyn.

  “Jadi dia mendekatimu hanya untuk uang?”

  Evelyn mengangguk pelan.

  “Roland pelukis.”

  “Ah…” akhirnya Arseno mengerti arah pembicaraan.

  “Dia butuh sponsor besar untuk karirnya.”

  Arseno langsung mengerti sekarang.

  “Dan kau pewaris keluarga Hills yang berpengaruh.”

  “Nah.”

  Evelyn tersenyum pahit kecil.

  “Dia memanfaatkan koneksi dan uangku untuk masuk ke dunia seni kelas atas.”

  Arseno terdiam cukup lama.

  “Aku benar-benar tidak tahu dia sebenarnya tidak menyukai wanita,” lanjut Evelyn pelan. “Bahkan saat kami pacaran cukup lama.”

  Arseno mengernyit. “Dia keterlaluan.”

  Evelyn mengangkat bahu kecil.

  “Setidaknya sekarang aku tahu.”

  “Dan kau masih bisa bercanda soal itu?”

  Evelyn tertawa kecil. “Kalau tidak ditertawakan, aku bisa malu seumur hidup.”

  Arseno menatapnya beberapa detik.

  Lalu berkata pelan, “Bukan kau yang memalukan.”

  Evelyn sedikit terdiam.

  “Apa?”

  “Dia yang bodoh.”

  Evelyn menatap Arseno.

  Evelyn tidak akan membiarkan momen serius terlalu lama.

  Ia langsung menyeringai kecil.

  “Tapi serius, kadang aku curiga jangan-jangan semua pria tampan sebenarnya suka pria.” ujarnya yang terdengar seperti tuduhan.

  Arseno langsung melirik tajam. “Itu penghinaan bagi barisan pria tampan seperti ku.”

  “Aku trauma, dan sepertinya itu kenyataannya.”

  “Kau menyamaratakan, tidak semua pria tampan itu suka pria.”

  “Kau tampan juga ?.”

  Arseno menghela napas panjang. “Kau benar-benar ingin membuatku tersinggung setiap hari?”

  Evelyn tertawa keras.

  Dan melihat tawa itu, Arseno tanpa sadar ikut tersenyum kecil lagi.

  Perjalanan panjang itu terus berlanjut.

  Namun tidak terasa melelahkan sedikit pun.

  Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama—

  Arseno merasa nyaman bercerita pada seseorang.

  Dan Evelyn…

  Mulai merasa ada pria yang bisa ia percaya lagi.

...****************...

1
Nanda Sa
oke 👍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!