Apa yang sudah digariskan oleh takdir maka tak ada yang bisa mengubahnya.
Vevina, gadis imut dengan segala pemikiran nya yang random serta tingkah nya yang konyol tapi menyimpan rasa sakit hati atas cinta pertama yang salah.
Luke, seorang aktor muda multitalenta didunia industri hiburan. Terkenal akan keramahan dan wajah tampan nya namun sangat tertutup rapat akan kehidupan pribadi nya terutama akan cerita tentang masa lalu nya.
Sempat terpisah jauh sampai takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara nya..!!
Akan kah takdir bisa menyatukan mereka dan berdamai dengan masa lalu yang ada??!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenariansy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Dita
Sekembalinya dokter Dita dari apartemen tadi, dirinya kini berada diruangan kerjanya disalah satu klinik terbaik diibu kota. Dimana klinik tersebut terkenal akan tehnik pengobatannya yang modern dan dokter-dokter yang ahli dalam bidangnya pun banyak berkerja disana dan dokter Dita termasuk salah satu dokter yang bekerja di klinik tersebut.
Saat ini dokter Dita sedang duduk termenung bersandar pada kursi empuk dibalik meja kerja di ruangan prakteknya, dirinya masih saja memikirkan siapa sebenarnya gadis itu tadi, kenapa bisa gadis itu begitu dekat dengan Luke dan kenapa dirinya tidak mengenal atau pun tau siapa gadis itu.
Dita sendiri sudah mengenal Luke sejak lama, setaunya tidak ada perempuan ataupun gadis yang begitu dekat dengan Luke selain Anna dan juga dirinya yang notabene ditunjuk langsung sebagai dokter pribadi Luke oleh keluarga atau lebih tepat oleh sang nenek dari Luke itu sendiri.
Dalam empat tahun ini dirinya telah menjadi dokter pribadi Luke, walau pun dirinya jarang untuk bisa ikut semua kegiatan Luke tapi Dita tau Luke bukan orang yang bisa sedekat itu dengan perempuan. Dita sendiri secara pribadi mengenal Luke semenjak dirinya bersama keluarganya pindah tempat tinggal dan menjadi tetangga yang bersebelahan rumah dengan rumah nenek Luke kala itu Luke masih tinggal disana tersebut.
Dita yang kala itu masih duduk dibangku SMA dan harus pindah dari sekolahnya yang lama kesekolah yang baru, yang ternyata Luke juga terdaftar sebagai murid disekolah tersebut. Dari saat itulah Dita mulai medekati dengan Luke bahkan keluarganya dan juga mulai menaruh hati kepada Luke.
Dita selalu mencari cara untuk bisa mendekati Luke namun sikap ramah yang Luke tunjukan hanya sekedar saat didepan umum atau pada saat iya bekerja saja, bahkan pada disekolahnya dulu Luke terkenal sebagai 'Pangeran salju abadi' dengan bersikap dingin dan cuek. Hal itu dikarenakan dirinya tidak suka diganggu terutama oleh para siswa perempuan.
Luke senang menyendiri dan tidur pada saat jam istirahat atau jam pelajaran kosong, walau begitu Luke terkenal sebagai murid yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik, yang mana hal tersebut juga ikut membantu mengangkat nama baik sekolah hingga dirinya dinobatkan sebagai salah satu wajah dari sekolah tersebut hingga pada saat sekarang pun meski dirinya yang telah lama lulus dari sekolah tersebut tetapi sekolah tersebut masih saja menggunakan nama besar Luke yang juga alumni terbaik dimasanya sebagai wajah dari sekolah tersebut.
"Siapa dia? Selama ini Luke hanya dekat dengan Anna dan aku satu-satunya perempuan yang dekat dengannya, lalu dari mana gadis itu muncul. Apa selain Anna ada sepupu yang lain? Tidak, nenek bilang hanya Anna saja saudara sepupu Luke dan Anna juga anak tunggal sama seperti Luke." Gumam Dita sambil trus berpikir siapa gadis yang tadi bersama Luke.
"Maaf dok..... Dokter Dita?!!!" Panggil sang asisten, yang dari tadi mengetok-getok pintu ruang kerja Dita tapi tak dihiraukan oleh Dita yang masih hanyut dalam pikirannya sendiri tentang Luke.
"Dokter Dita, apa anda baik-baik saja?!" Sang asisten berinisiatif membuka pintu ruangan tersebut dan masuk kedalam, dirinya takut kalau saja sang dokter kenapa-kenapa karena tak ada sahutan dari sang dokter.
Dita terkejut melihat pintu ruang kerja prakteknya terbuka dan sang asisten masuk dengan wajah khawatir.
"Dokter Dita, anda tidak kenapa-kenapa kan?" tanya sang asisten lagi.
""Tidak, ada apa sust?"
"Maaf dok, itu dokter Dita diminta untuk bertemu keluar pasien yang akan dioperasi besok pagi."
"Operasi? Maksud suster pasien anak kecil itu ya?"
"Iya dok, pasien sudah masuk ruang inap dan juga sedang menjalani puasa." Ucap sang suster yang juga asisten dokter itu sembari memberikan laporan medis sang pasien kepada sang dokter.
"Kasihan dia, masih kecil tapi harus menjalani operasi berat." Dokter Dita pun berdiri dari duduknya sembari memeriksa kembali laporan medis tersebut.
Mereka pun keluar dari ruangan kerja dokter Dita, menuju keruang inap pasien tersebut, sesampainya mereka disana sudah terlihat ada beberapa orang yang duduk didepan ruang inap pasien tersebut. Dokter Dita hanya tersenyum ramah dan melewati mereka untuk masuk kedalam ruang inap pasien tersebut, tampaklah seorang anak kecil atau lebih tepatnya gadis kecil terbaring diranjang dengan keadaan yang lemah tapi tak mengurangi keceriaannya yang tersenyum lebar bahkan ikut bernyanyi mengikuti musik yang iya dengarkan lewat earphone dan terpasang ditelinganya.
Melihat dokter Dita dan asistennya memasuki ruang inap tersebut, kakak dari anak kecil tersebut menyambut sang dokter dan mempersilahkan untuk sang dokter memeriksa sang adik.
"Maaf dok, tadi dia tak mau puasa kalau tidak dituruti kemauannya untuk bisa mendengarkan musik atau menonton YouTube dari gawainya." Adu sang kakak kepada dokter Dita yang dibalas Dita dengan senyuman.
"Iya tidak apa-apa, biarkan saja bila itu bisa membuat dia merasa senang. Itu akan bagus untuk moodnya besok." Dokter Dita berusaha menenangkan kakak sang pasien, karena Dita dapat melihat bagaimana kusutnya wajah sang kakak pasien tersebut.
"Hai adik cantik, boleh kita berkenalan?" ucap dokter Dita sambil melambaikan tangannya didepan gadis kecil tersebut.
Merasa ada dokter dihadapannya, anak kecil tersebut mematikan musiknya dan melepas earphone yang melekat dikupingnya. Anak kecil iti tersenyum manis kepada sang dokter yang menyodorkan tangannya terlebih dahulu untuk berkenalan dengan pasien kecilnya tersebut.
"Hai dokter cantik." Pasien kecil itu pun menyambut tangan sang dokter.
"Boleh kakak tau siapa namamu? Kamu juga cantik loo." Ujar Dita lagi yang disambut tawa dari pasien kecilnya.
"Nama aku Esther dok." jawabnya setelah tawanya reda.
"Esther ya, cantik sekali namanya." Ucap Dita sambil memulai memeriksa keadaan Esther.
"Iya dong, kak Luke saja mengakui kalau aku cantik." Ucap Esther yang membuat Dita terdiam sejenak dan menatap Esther yang masih tersenyum senang.
"Maaf dok, adik ku ini ngelantur. Dia memang seperti itu dok, maaf bila membuat dokter tak nyaman." Ucap sang kakak tiba-tiba setelah melihat reaksi dokter Dita yang terkejut dengan apa yang dikatakan Esther barusan.
"Issttt... Kakak ini selalu saja tidak percaya." Esther cemberut, nampaknya dia kecewa kepada sang kakak yang tidak percaya saat dirinya bercerita pertemuannya dengan Luke tadi pagi.
"Tidak apa-apa kok." jawab Dita singkat dan melanjutkan pemeriksaannya.
Tak lama setelahnya Dita kembali keruang kerjanya, dirinya pun berpikir sama halnya dengan sang kakak pasien kecilnya itu, tidaklah mungkin anak kecil seperti Esther bisa mengobrol dengan Luke secara langsung. Yang benar saja, dirinya yang sudah bertahun-tahun mengenal Luke dan juga sudah menjadi dokter pribadinya pun jarang bisa mengobrol secara santai terlebih masalah yang bukan hal yang penting itu mustahil bagi Dita.
💕💜💕💜💕💜💕💜💕💜💕💜💕💜
Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜
panjang bnget narasi nya..
kok gk di pisah2