Tio seorang remaja harus menjadi tulang punggung keluarga setelah lulus SMA. Tio tinggal bersama ibu dan adiknya yang hidup sederhana harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari setelah perpisahan kedua orang tuanya.
Feni, gadis manis yang masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMA adalah kekasih Tio, mereka menjalin hubungan kekasih sejak Feni kelas 3 Smp.
Suatu ketika Tio mendapat pekerjaan di luar jawa untuk mencari rejeki yang lebih baik, namun Tio pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan kepada Feni hingga 15 th kemudian mereka baru bertemu kembali setelah sekian lama tidak ada kabar.
Bagaimana kisah cinta Tio dan Feni selanjutnya? Akankah hubungan mereka kembali bersatu?
Yuk ikuti kisah cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CYT 15
Malam hari Tio tidak bisa tidur memikirkan hubungannya dengan Feni. Dirinya merasa bersalah karena tidak memberitahu perihal keberangkatannya ke Riau.
"Fen, maafkan aku yang tidak mengucapkan perpisahan kita ini. Mungkin aku akan kembali lama entah kapan. Hanya takdir yang bisa mempertemukan kita nanti. Semoga kamu bahagia tanpa aku disisimu." gumam Tio berbaring di kasurnya tak lama dirinya memejamkan mata karena mengantuk.
* * *
Pagi hari, Bu Nani telah memasak untuk bekal Tio selama perjalanan nanti. Bu Nani ingin anaknya berhemat dan tidak ingin berfoya - foya.
"Tio, ini bekal kamu selama di perjalanan." kata Bu Nani menyodorkan bingkisan bekal makanan dan roti untuk di bawa Tio selama perjalanan.
"Terimakasih Ibu. Ibu yang terbaik." sahut Tio mencium kening Ibunya.
Vino cemberut karena hanya dirinya yang tidak diberitahu perihal kepergian Kakaknya itu.
"Kenapa Mas Tio pergi!?" ketus Vino terhadap Kakaknya itu.
"Jaga Ibu baik - baik selama Mas Tio tidak ada di rumah." jawab Tio seraya mengusap kepala Vino pelan.
Lalu Vino memeluk Tio erat dan menangis karena merasa berat ditinggalkan oleh Kakak satu - satunya. Dirinya akan merasa kesepian setelah Kakaknya pergi nanti.
"Kabari kita disini setelah sampai disana." pinta Vino bergumam lirih.
Tio hanya menganggukkan kepala menanggapi Vino. Bu Nani menatap kedua anaknya bergantian dan memeluk mereka bersamaan, membuat suasana menjadi haru dan penuh airmata.
Beberapa hari yang lalu, Tio membelikan handphone kepada Vino agar bisa saling memberi kabar satu sama lainnya.
"Baiklah, Tio berangkat Bu." pamit Tio memeluk Ibunya kembali agar selalu mendo'akan Tio selamat sampai tujuan.
Bu Nani ingin sekali ikut mengantar Tio. Namun, Tio melarangnya karena jarak yang begitu jauh dan melelahkan. Akhirnya, Vino mengantar Tio kerumah Sandi terlebih dahulu dan ikut mengantar kepergian Kakaknya itu kerumah Paman Sandi yang sedang menunggu kedatangannya.
Dua puluh menit, sampailah mereka di rumah Sandi dan turun dari motor lalu mengetuk pintu rumah.
"Assallamualaikum," sapa Tio mengetuk pintu.
"Waallaikumsalam," sahut Sandi dari dalam dan membuka pintu lebar.
"Tiooo, kamu sudah siap. Kalau begitu ayo kita berangkat ke rumah Pamanku." ajak Sandi naik mobil bersama Kakaknya
Vino menitipkan sepeda motor Tio dirumah Sandi dan ikut mengantar Tio ke desa sebelah.
Dua puluh menit akhirnya sampai di rumah Paman Sandi. Ternyata, dirumah Paman Sandi telah banyak orang berkumpul. Ada sekitar dua puluh orang akan ikut pergi ke Riau dan Bus mini telah menunggu sedari tadi.
Ketiganya turun dari mobil. Sandi berjalan menuju rumah pamannya dan diikuti Tio juga Vino.
"Paman, kenalkan ini Tio dan juga Vino." sapa Sandi memperkenalkan keduanya.
"Panggil saja Pak Arya," sahut Pak Arya menggenggam tangan Tio dan Vino bergantian.
"Jadi kamu yang bernama Tio?" tanya Pak Arya menatap Tio.
"Benar Pak, saya Tio yang akan pergi ke Riau." jawabnya dengan mantap.
"Sudah siap berpetualang di tempat yang baru!" kata Pak Arya penuh dengan semangat.
"Siap selalu Pak," jawab Tio seraya tersenyum canggung.
"Bagus, saya suka semangat jiwa anak muda sepertimu." sahut Pak Arya seraya berdiri meminta semuanya masuk ke Bus Mini karena sebentar lagi akan berangkat ke terminal.
"Vino setelah Mas berangkat kamu pulang dan jaga Ibu baik - baik." tutur Tio menasehati adiknya yang sebentar lagi menuju remaja itu dan memeluk erat adik kesayangannya.
"Mas Tio juga jaga diri dan hati - hati. Jangan lupa kabari kami nanti bila sudah sampai di Riau." tukas Vino memeluk Kakaknya semakin erat.
"Mas Tio pergi dulu Vin."