NovelToon NovelToon
Mabuk Duda (Ceria Skalane Waktu)

Mabuk Duda (Ceria Skalane Waktu)

Status: tamat
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:559.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Ceria Skalane Waktu, wanita karir berusia dua puluh lima tahun. Ia terjebak perasan nyaman dengan seorang duda beranak satu, yang memiliki selisih usia enam belas tahun lebih tua darinya. Sejak kecil, ia kehilangan sosok ayahnya, membuatnya begitu rindu dan mengidamkan sosok dewasa dan kebapakan seperti Kenandra.

Sayangnya, Kenandra sudah memiliki kekasih idamannya. Wanita dewasa, berusia tiga puluh delapan tahun dengan jejak pendidikan yang membuat Kenandra semakin berat pada Putri.

Sedangkan Ria, ia mampu berada di posisi tertinggi dalam perusahaan keluarga kakak iparnya karena kepercayaan keluarga saja. Ia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi, bahkan ia tidak pernah bersekolah karena keadaan keluarganya yang begitu rumit saat itu.

Bertambah rumit usahanya untuk mendapatkan Kenandra, karena kerumitan-kerumitannya semakin menjadi, dengan masalah kian bermunculan. Hal tersebut membuatnya berpikir untuk terus maju mengejar cinta Kenandra, atau mundur dengan segenap rasa kecewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MD15. Mengadukan

“Mbakmu cemburu nanti, jangan dekat-dekat Abang.“ Bang Givan mendorong wajahku agar tanganku tidak mampu meraihnya.

“Ihh, Abang.“ Aku membuang tangannya dari wajahku, kemudian aku langsung memeluknya kembali.

“Risih loh, Dek! Tak Candanya, malah adiknya Candanya.“ Bang Givan membuang napasnya.

“Mas kan memang suka dipeluk aku.“ Mbak Canda sedari tadi memperhatikan kami. Menurutku, ia tidak pernah cemburu padaku. Yang ia cemburui, ketika menyangkut wanita lain.

“Mana ada! Takut kau nangis aja makanya diam aja.“

Aku terkekeh geli, mendengar tanggapan suami kakakku ini. Mereka ini menurutku pasangan yang asyik, ada saja drama mengocok perut.

“Sini sama Abang, kan kosong nih.“ Bang Ken sialan itu menimbrungi keseruan ini.

Malam ini, aku membawa Bunga ikut pergi ke rumah sakit. Dengan alasan, membawakan makan malam untuk mereka yang berada di rumah sakit. Ada Putri di area rumah, ia bergentayangan dan mengganggu ketenanganku. Ketika ia mendekatiku, ia selalu menuduhku merebut pacarnya. Ia lancar sekali berbicara, aku curiga lidahnya sering ia kerik dengan cincin emas. Sekali ngomong, seribu kata keluar dari mulutnya tanpa terasa.

“Ayah, bukain.“ Bunga mendekati ayahnya dan duduk di pangkuannya.

Bunga bisa tidur di mana saja, yang terpenting ada orang terdekatnya. Ia akan lelap, jika tidur dikelilingi oleh orang-orang yang ia kenal seperti ini.

“Mandi junub belum kau, Bang?“

Aku menoleh cepat pada bang Givan yang bertanya hal seperti itu pada bang Ken. Dua laki-laki itu duduk beriringan di sofa panjang, dengan Bunga berada di pangkuan ayahnya.

Sudahlah, aku ghibah dengan mbak Canda saja. Sayangnya, ia malah menguap lebar.

“Kok ngantuk sih, Mbak?“ Aku menggoyangkan lengannya.

“He'em, udah merem tadi. Kaget kau datang heboh betul, kek ada pasar malam dadakan.“ Mbak Canda memang lebih banyak kurang ramah padaku.

Ngomong-ngomong, bang Ken kok masih berada di sini ya? Apa ia tidak pulang dan menikmati waktunya dengan Putri?

“Hah, yang betul?!“ Suara bang Givan mengalihkan perhatianku.

Ia langsung melirikku yang duduk di sebuah kursi dekat istrinya. Apa jangan-jangan mereka membahas soal bang Ken yang junub itu? Apa bang Ken mengadukan lebih dulu, jika kami sempat mesum beberapa kali? Aduh, bisa-bisa aku yang dimaki bang Givan kalau begitu. Padahal, niatku di sini untuk mengadukan tentang Putri yang menuduhku yang tidak-tidak.

“Betul, Yayah. Kan aku sama Kak Ria bersahabat.“ Bunga tersenyum lebar dengan menunjukku.

Ngobrol apa mereka? Aku jadi penasaran.

“Udah sana kau balik atau gimana tuh! Mbak ngantuk betul.“ Mbak Canda memunggungiku.

“Mau tidur di sini sama Mbak, kok malah disuruh pulang lagi?“ Aku memasang wajah sedih mengiba.

“Ya maksudnya tuh sana sama abang ipar kau, Mbak mau tidur. Jangan ajak Mbak ngobrol!“ Baru saja aku ingin mengajaknya berghibah, ia sudah tidak tahan menahan kantuknya rupanya.

“Hmm, ya udah tinggal tidur aja.“ Aku memilih untuk memainkan ponselku saja.

Paling baik adalah cek out keranjang belanjaanku, itu membuat moodku membaik seketika.

“Sini, Dek.“ Bang Givan memanggilku dan menyuruhku duduk di tempat persis di sebelah bang Ken.

Jadi, posisinya nanti aku akan diapit oleh bang Ken dan bang Givan. Aku beranjak mendekati, tapi aku memilih untuk duduk di belakang bang Givan saja.

“Di sini, Dek.“ Bang Givan menepuk ulang tempat untukku.

“Apa sih, Bang?“ Aku beralih dan pura-pura masih fokus pada ponselku.

“Katanya berantem?“ Bang Givan mulai bertanya pelan.

Aku tidak bisa bohong padanya, malah pada ibu aku sering berbohong. Berbohong padanya pun percuma, karena ia akan tahu dengan gerak-gerikku.

“Sama siapa, Bang?“ Aku meliriknya. Jantungku seperti tengah diajak work out, karena lenganku dan lengan bang Ken bersentuhan.

“Sama Putri kata Bunga. Ammak melotot-melotot terus ke kak Ria, aku belain dan ajak kak Ria pergi katanya.“ Bang Givan mulai memperhatikanku dengan intens.

“Itu tuh, Bang. Aku dibilang rebut pacarnya, aku dibilang gampangan lah, aku dibilang tak berpendidikan lah. Dia juga ada bilang, kalau aku mudah dirayu kek Canda, Bang.“ Aku mulai mengadukan semuanya pada panutanku ini.

Aku bersandar pada lengannya dan bermanja di sana. Pantas mbak Canda betah melakukan hal seperti ini pada suaminya, ternyata rasanya aman. Aku pinjam lengan suami kau, mbak. Tapi aku tidak naksir kok, mbak. Aku cuma pinjam saja sebentar.

“Jadi, kau yang c****** Bang Ken?“ Bang Givan bertanya pelan, tapi mampu membuatku takut.

Aku yakin, jika bang Ken sudah banyak sharing dengan bang Givan.

“Tak, Bang. Gara-gara Bang Ken antar aku geli seragam dan alat tulis anak-anak Abang, tapi Putri tak diajak. Terus dia bilang macam-macam, katanya sengaja tak ajak aku karena ini itulah.“ Aku meliriknya sekilas dan lebih banyak tertunduk dengan memeluk lengannya.

Aku takut ketahuan bohong.

“Oh, jadi dia marah-marah sama kau, Dek?“ Bang Ken menyentuh pundak kananku.

Aku mengangguk, tanpa menoleh. Begini saja, aku sudah deg-degan. Apalagi, jika aku menghadap padanya.

“Biarin aja kalau kau tak salah sih, Dek. Abang malas ribut sama Putri tuh, soalnya jadi persoalannya panjang.“

Tuh, bang Givan malah memilih untuk seperti itu. Masa ia tidak mau membelaku?

“Jangan mainan duda, bujang banyak, Dek. Gimana sama Arman? Gimana komunikasinya?“ Bang Givan merangkulku dan menyandarkan kepalaku di dadanya.

Ini bukan novel turun ranjang, jadi aku tidak ada ceritanya kesengsem dengan perlakuan bang Givan. Ia manis seperti ini, agar semua informasi yang ia ingin tahu dariku, terbongkar dengan ucapanku sendiri.

“Entah, dia kurang mengga*r*hkan. Kurus tinggi aja, keknya terlalu baik, kurang menantang. Aku fast respon chatnya pun, dia yang balas lama. Mungkin karena dia udah mulai sibuk jualan juga, jadi HP tak kepegang kali.“ Begini saja, aku begitu terus terang dan amat jujur.

“Jadi maunya dapat yang b*j*ngan kah? Kek Abang ipar kau kah?“ tanya bang Ken sembari terkekeh geli.

“Tak lah, aku udah insaf lama.“ Bang Givan membela dirinya. “B*j*ngan ya kek kau lah, Bang! Pacar ada, pakainya perempuan lain. Ketemu mantan ya hayu aja, tancap kuras tangki,” lanjut bang Givan lirih seperti menggerutu.

Bang Givan berbicara apa? Maksudnya pakai perempuan lain itu apa? Lalu, ketemu mantan kuras tangki bagaimana?

“Mana ada! Jangan didenger, Dek.“ Bang Ken mencolek-colek pinggangku.

“Memang kenapa Ria suruh jangan dengar? Kau dari tadi buat aku curiga aja, Bang. Jujur aja, sebenarnya ada apa di antara kalian ini? Betulkah yang dituduhkan Putri itu? Atau cuma kecemburuan Putri karena tak diajak pergi jalan-jalan beli seragam?“ Bang Givan menarik napasnya, aku bisa mendengarnya dengan jelas karena aku masih bersandar pada dadanya.

“Kau udah tua, Bang. Insaf lah, udahin mainan perempuannya. Kalau memang tak cocok sama Putri, ya putuskan dia. Terus perempuan yang kau maksud itu siapa? Betulkah Ria?“ ungkapan bang Givan sudah mulai bernada serius.

"Misalkan itu Ria, memang kenapa? Kau mau apa?"

Napasku tercekat, aku ingin menghilang dari dekapan bang Givan saat ini juga.

...****************...

1
Lismardiana
hhh
Lismardiana
ingat bg givan banyak sdah memperingatkan kau ria.
Lismardiana
ia disini aq jadi emosi ke laki2 nya
Lismardiana
benar itu
Lismardiana
aq suka sikap ria. jngan mau d mapaat kn.
Yunia Spm
Luar biasa
Yunia Spm
ampun.... mbak nisa....
pengen gigit mbak nisa deh 😁
Batriani Betty
kkk. pelangi diawan seseorang udah tayang kah?
IG : anissah_31: sudah kak. langsung aja ketikan judulnya di pencarian.
total 1 replies
Yulia Dewi Arizki Yulia
menghibur dan cukup mendidik. semangat terus Thor. saya sangat suka ceritanya.
Rosita💖
Suka banget sama ceritanya...
Ga bosen2 aku bacanya....
Love you Thor...😘
Red Velvet
jangan sampai ketinggalan nih cerita cerita seru dari kak Nisa😌
Wilyani
udah selesai aja kisah cinta riut,bang Ken,ayang avin👍👍👍
Hi Dayah
aduh lupa kalo sudah tamat , masih di buka aja😁
nengLomon😍
happy ending 👏😘
Red Velvet
jd ingat mamah Dinda yg hamil kembar ditahun yg sama setelah melahirkan Ghifar😁
Red Velvet
Syukurlah baby triplets lahir dgn sehat dan selamat🥰🥰🥰
Windarti
makasih kak nissa.bener bener bagus ceritanya.mabuk janda udah mabuk duda udah.kayaknya cerita poligami belum kak nisssa.poligami yg berhasil .poligami yg sama sama memberi dan menerima.bukan poligami kayak papah adi ghafi itu.aku penasaran dengan perkawinan poligami yg rukun2 itu.bener rukun atau cuma pura pura.ada ditempatku tapi cenderung tertutup kehidupan mereka
Edelweiss🍀
Akhir bahagia yg begitu manis... Perjalanan penuh lika liku Ria akhirnya membuahkan hasil, mendapat suami yg lebih muda tp sosok idaman bagiku sebagai perempuan. Meski lelaki tetap aja plus minus nya ada😅
HIATUS NYONYA Ris
masih ada cerita mama Dinda dong... sama papah Adi...

ceritain singkat singkat dong.... kisah ghavi waktu pdkt ke Tika seblum Tika mualaf....

kisah ghava yg sempat cerai dari Winda...

kisah icut bisa dapat jodoh orang jauh
Mafa
yahhhh tamat padahal blm liat kerepotan gavin menuhin janjinya😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!