NovelToon NovelToon
Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Status: tamat
Genre:System / Sistem / Pemain Terhebat / Kegiatan Olahraga Serba Bisa / Tamat
Popularitas:729.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Triple-A

[Tamat, perjalanan panjang pun berakhir dengan indah. Nantikan novel lainnya dari Triple-A!]

Berawal dari kegagalan sebagai Kiper dimasa Sekolah Menengah Pertama, Reza Kusuma, akhirnya terbangun dari mimpi buruknya dengan mendapatkan sebuah berkah yang diluar nalar.

Dengan sebuah Sistem Sepakbola, Reza bertekad menjadi Kiper Legendaris yang berasal dari Indonesia.

***

Arc 1 : Youth Tournament Dimulai (Chapter 01 - Chapter 31)
Arc 2 : Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 ( Chapter 32 - Chapter 48)
Arc 3 : Perjalanan Karir yang Mulai Maju (Chapter 51 - Chapter 64)
Arc 4 : Match In Slovakia (Chapter 65 - Chapter 84)
Arc 5 : Piala Asia AFC U-17 2023 (Chapter 85 - Chapter 101)
Arc 6 : Kiper Legendaris (Chapter 102 - Chapter 172)

~

Novel ini karya orisinil dari nama pena Triple-A. Dilarang melakukan penyalinan, plagiarisme dan lain sebagainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triple-A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Evaluasi Pertandingan

“Eca pergi dulu ya, Bu!” Sembari menyalami tangan Citra, Reza pun pergi sekolah lebih awal.

Mereka akan melakukan upacara bendera setiap Senin. Tentunya Reza tidak ingin dia berada di barisan orang-orang nakal yang terlambat. Dia ingin mencoba menjaga nama baiknya, agar ketika dia menjelma sebagai kiper, dia mampu semakin menaikkan pamornya.

Tentunya itu adalah misi jangka panjang yang diberikan sistem padanya. Sistem juga berkata bahwa misi itu adalah misi terakhir dalam membimbing Reza, sisanya hanya keberuntungan dan kelihaian Reza dalam menapaki jalan terjal.

Misi itu sendiri bertujuan untuk Reza menaikkan pamor identitasnya sebagai kiper ke angka 100 yang saat ini masih 1!

Hadiah misi itu cukup menggiurkan, sebuah kemampuan melihat masa depan dalam 10 detik ke depan. Artinya, dia mampu menebak apa saja selama masih dalam jangkauan 10 detik!

Itu … anugerah terbaiknya. Namun, untuk mendapatkan hadiah itu dia harus menapaki jalan yang amat terjal, menaikkan pamor sebagai kiper bukan hanya di sekolah, tetapi harus di dunia juga. Itu akan jadi perjalanan panjang Reza ke depannya.

“Fyuuuh ….” Reza bersyukur tepat pukul 06:15 dia sampai di sekolah.

Saat menuju ke kelas, dia disapa beberapa siswa yang mengetahui Reza tampil gemilang dalam friendly match menjamu SMKN 2 Palu. Reza bahkan secara gamblang dinobatkan sebagai Man Of The Match oleh kedua staf klub.

Ya, itu hanya secara gamblang, tanpa resmi. Reza sedikit senang, tetapi dia tidak ingin cepat puas. Dia masih memiliki satu tujuan besar! Mengantarkan negara tercintanya ke panggung dunia, yaitu Piala Dunia.

Itu impian setiap negara, tetapi untuk mencapai panggung dunia, diharuskan komitmen besar-besaran oleh suatu negara tersebut tanpa banyak bicara. Mereka harus menunjukkan taring mereka.

Sayangnya, Indonesia terlihat sulit, atau bahkan seperti mustahil berada di panggung dunia, dengan itu Reza ingin mewujudkan setiap mimpi negaranya.

“Hei! Melamun saja terus!” Sebuah sambaran tangan mendorongnya ke depan.

Reza hampir kehilangan keseimbangan, dia menatap ke belakang. Ada Haikal yang tersenyum jahil, dia bersama Cipto yang tingginya tidak begitu berbeda, terlihat jelas di wajah mereka ada kesan kejahilan besar.

Reza mendecak kesal, sebelum dia langsung masuk begitu saja di kelasnya diikuti oleh Haikal dan juga Cipto.

Reza berhenti di gawang pintu, dia berbalik kemudian berkata, “Kalian tumben cepat datang.”

Keduanya saling berpandangan sebelum tersenyum sambil mengendikkan bahu secara serentak.

“Hadeh ….” Reza hanya menggelengkan kepalanya dengan pasrah.

Di dalam kelas sudah ada beberapa siswa duduk dengan tenang.

Ada siswa paling belakang berkulit kecoklatan dengan tubuh kurusnya, rambutnya yang cepak sedang bersandar di kursinya sembari tertidur pulas. Padahal tak lama lagi bel berbunyi, tetapi dia benar-benar pulas.

Ada lagi dua gadis cantik memiliki rambut hitam panjang yang terurai rapi, kulitnya seputih salju, wajahnya terlihat sangat natural. Mereka sedang asyik mengobrol sambil saling berbisik.

Kemudian terlihat gadis dengan rambut sebahu sedang menatap langit biru dari balik jendela. Matanya terlihat sayu bahkan seperti tak ada kehidupan.

“Halo semua!” Reza percaya diri dengan menyapa lebih dahulu 4 orang tersebut.

“Oh! Hai Reza!” Kedua gadis yang berbincang pun menyapa Reza.

Sementara gadis rambut sebahu hanya menatapnya sebentar sebelum kembali melihat langit biru. Untuk anak yang tertidur pun hanya menyuarakan suara dengkuran kerasnya.

“Hafid! Tidur aja terus!” Cipto menggebrak meja pemuda yang bernama Hafid.

“Kenapa? Kemarin saya tanding bola voli dengan sekolah sebelah, capek!”

“Oh! Yaudah!” Cipto kesal.

“Padahal 2×45 menit lebih melelahkan,” celetuk Haikal.

“Saya 5 set, lompat sana lompat sini! Klub kita hampir kalah!” Hafid berdiri dan menggertak Haikal sembari menunjuknya.

“DIAM!” Suara lantang Reza mengheningkan suasana.

Disaat itulah bel upacara bendera berbunyi.

...……...

Selesai upacara, semua murid masuk kelas. Mereka pun belajar sesuai mata pelajaran pada saat itu. Di kelas Reza sendiri ada mata pelajaran ekstrakurikuler yang memperbolehkan anggota ekskul mana pun untuk pergi, jika ada yang tidak memiliki ekskul, maka mereka diharuskan ke perpustakaan.

Reza bersama Haikal dan Cipto pergi ke lapangan. Di sana, mereka sudah melihat beberapa rekan setim, ada juga yang baru datang. Pelatih Sofyan sendiri berdiri dengan dinginnya sambil melihat anak asuhnya.

“1 menit lagi!” Pelatih Sofyan berseru yang membuat beberapa anggota langsung berlari.

Mereka semua berbaris sesuai tingkat kelas. Kemudian pelatih Sofyan dan staf nya mulai melihat sebuah papan pengalas dengan banyaknya kertas di sana.

“Pertandingan kemarin sangat buruk. Meski kita menang, tetapi pertahanan 3 bek kita hancur! Tidak ada chemistry sama sekali, padahal sudah satu minggu kalian berlatih bersama!

Tidak ada kemajuan. Kemudian lini tengah cukup baik, tetapi masih harus terus dipoles. Teguh saya harap kamu bisa memiliki impian menjadi seperti KDB di masa depan atau kalau bisa di masa kini, sekarang juga.

Lini depan … satu kata saja, mandul. Kalian tidak tahu menendang bola? Itu terlalu memalukan, dengan banyaknya peluang tetapi penyelesaian akhir sangat buruk! Bagus terlihat kurang kemarin, saya harap dia bisa meningkatkan performanya nanti.

Kemudian untuk kiper kemarin. Reza! Kamu mencetak sebuah gol dan juga 8 penyelamatan. Satu kata buatmu, lumayan.”

Semuanya mengarahkan pandangan kepada Reza. Di dalam lubuk hati mereka benar-benar panas.

‘Lumayan?! Dia kemarin bagus!’

Reza sendiri merasa memang dirinya masih kurang. Walaupun kemampuannya sudah mengalami peningkatan pesat, tetapi dia tidak mampu menggunakan 100% kemampuan dari Lev Yashin atau bahkan Leonel sendiri.

Dia masih harus banyak belajar dari ahlinya. Dia benar-benar masih mengalami kekurangan lebih, terutama dalam penentuan gerakan.

‘Lev Yashin berani mengambil resiko dengan menerkam bola yang masih dipegang lawan, tetapi saya sama sekali masih ragu!’ Reza membatin.

“Oke, mungkin di antara kalian belum terlalu saling mengenal. Coba untuk memahami rekan kalian, karena jika kalian sudah memahami rekan kalian, maka gerakan selanjutnya akan mudah.

Kemudian … saya akan memperingati kalian. Dua minggu dari sekarang, akan ada pertandingan perdana Youth Tournament, saya harap kalian siap. Itu karena lawan kita adalah SMA Jaya Bangsa!”

Ucapan terakhir pelatih Sofyan langsung membuat anak kelas 11 dan 12 langsung meraung keras. Mereka benar-benar kesal dengan kekalahan terakhir di penentuan juara klasemen!

“Benar! Meraunglah dengan kesal, saya tahu itu. Maka, kalian harus mengevaluasi diri sendiri tentang pertandingan kemarin.

Bagaimana, atau apa yang harus dilakukan untuk membuat permainan itu indah. Saya melatih kalian bukan untuk kalah, saya melatih kalian untuk kemenangan!”

Pelatih Sofyan benar-benar bersemangat, kata-kata yang langsung masuk ke hati semua orang membuat suasana panas akan kobaran api terasa jelas. Rasa semangat, rasa ingin balas dendam itu tertanam langsung dalam hati mereka.

Untuk anak kelas 10, mereka hanya mengikuti atmosfer tersebut. Dari 13 orang anak baru, beberapa di antaranya sudah mengetahui kekalahan di pertandingan penentuan saat musim kemarin. Mereka yang masuk di SMA Harapan khususnya klub sepakbolanya, ingin membuat klub ini membalaskan dendam kekalahan tersebut.

1
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

di sindir ma si "Kip"

🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅😅😅😅
Zulfikar Martam
bagus
Zulfikar Martam
Mereka kan satu kandang cuma beda nama gak sih?
Ahmad Haz
terharu asli ...
orang_gabut16
wah.berani kali lah reza ini!
mantap!!!
orang_gabut16
mantap kali lah bang ini!
orang_gabut16
ajinomoto?macam kenal e?
orang_gabut16
OP cok/Scream/
orang_gabut16
lah iyaya /Slight/
orang_gabut16
macam kenal?
Go Anang
Luar biasa
Snaz Ts
bram dengan sistem lanjutan 😹
Snaz Ts
dunia nyata begitu juga pun
Snaz Ts
masih ga ngerti gw kenapa panggilannya Eca jir
Matt Lepi
Luar biasa
jhon teyeng
Indonesia semakin maju, bahkan beberapa hari yg lalu U20 kita dlm sebuah tournament mampu kalahkan Argentina 2-1
jhon teyeng
wah
jhon teyeng
menyusahkan
jhon teyeng
berpelukan
jhon teyeng
boleh berandai andai dan semoga bs terjadi, sebab skg timnas sdh berada dijalan yg benar, dg org2 yg memahami dan tdk mencari keuntungan semata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!