NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin

Air Mata Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: @Alyazahras

Kisah ini dibumbui dengan air mata, emosi, kesabaran, perjuangan, kecerdasan, dan permainan otak.

Berawal dari dilecehkan calon suaminya, hamil, lalu keguguran, dijebak sampai terkena sindrom trauma pelecehan seksual dan dikhianati orang-orang kepercayaan sampai gagal menikah di hari-H. Tidak hanya disitu, setelah dia menikah dengan pemuda kaya nan rupawan dari Negeri Ginseng yang telah menyelamatkan hidupnya, wanita ini harus menghadapi beberapa wanita pengganggu yang sering kali ingin merebut suami berharganya. Namun, saat ini tidak mudah untuk berhadapan dengannya, karena dia wanita tangguh, cerdik dan pandai bersilat lidah.

Aku sarankan jangan mengusik ketenangannya, apalagi sampai berniat merebut suaminya! Kalau tidak, hidup kalian akan dibuat merana seperti para pelakor yang ada di dalam cerita ini. Yuk, simak, cerita yang bikin greget gemes degdeg serrr ini...

...

Mampir juga ke karyaku yang lainnya, 'Istri Kecil Yang Nakal' sangat direkomendasikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Merah

.

Pagi buta, pukul 04:12 WIB.

Ponsel milik Esme berdering. Esme terhentak lalu mengerjapkan sebelah matanya. Ia meraba-raba ke sekeliling ranjang mencari ponselnya dengan mata yang masih terasa berat.

Uh, jam berapa ini? (Batinnya, sambil terus mencari keberadaan ponsel itu)

Tidak lama, ponselpun ia dapatkan setelah menggeledah seisi ranjangnya.

"Siapa orang yang tidak ada kerjaan mengirimiku pesan sepagi ini?" gumamnya, sambil memeriksa ponselnya.

3 Pesan baru, dari Hanabi?

Esme mengucek-ucek matanya, kemudian ia beranjak duduk dan bersandar pada sandaran ranjang. Ia membuka isi pesan itu.

Tiga pesan, dan salah satunya adalah foto.

Aku rasa yang di foto ini adalah kekasihmu.

.

(Hanabi mengirimkan foto Leo dari samping)

.

Semalam, aku melihatnya keluar dari apotek. Tapi, aku tidak tahu dia membeli apa.

Esme memperbesar foto itu, melihatnya dengan seksama. "Benar, ini Leo !" kedua matanya terbelalak.

"Untuk apa Leo ke apotek malam-malam? Apa dia sakit? Ah ! Jangan-jangan, Leo membelikanku obat untuk kakiku?" gumamnya, selalu saja berpikiran positif.

Lalu, Esme membalas pesan dari Hanabi

Temui aku siang ini, di kafe 86.

Karena sebentar lagi masuk waktu subuh, Esme beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.

******

Pukul 06:52 WIB.

Tn.Argus sedang membaca koran dengan kaca mata khususnya, ditemani secangkir kopi hangat. Raut wajahnya ketika membaca sangatlah serius.

Ny.Irina berjalan keluar dari dapur, ia nampak terheran saat melihat ke arah meja makan yang hanya ada suaminya saja disana.

"Pah, dimana Alice?" tanyanya penasaran, sambil mengeringkan tangan menggunakan lap kering.

Tn.Argus yang sedang menyeruput kopi, langsung meletakan cangkir kopi itu kembali.

"Bukankah Alice sudah pergi sekolah?" katanya sambil kembali membaca koran.

"Sudah pergi ke sekolah tanpa berpamitan padaku? Aku tak percaya Alice mengabaikan ibunya." Ny.Irina mengernyit penasaran, ia berjalan meninggalkan Tn.Argus begitu saja menuju kamar Alice untuk memastikan keberadaan anaknya.

Setelah sampai di depan pintu kamar Alice. Ternyata pintunya tidak tertutup, pintunya sedikit terbuka. Ny.Irina pun mendorongnya dan masuk begitu saja.

Keadaan kamar Alice sangat gelap, tirainya belum dibuka. Tidak biasanya Alice seperti itu, karena setiap bangun tidur hal yang pertama Alice lakukan adalah membuka tirai dan jendelanya. Alice menyukai udara pagi yang masuk kedalam kamarnya, diikuti dengan sorotan sinar matahari.

Ny.Irina semakin terheran-heran. Ia selangkah lebih dalam memasuki kamar Alice.

Nampak, Alice yang sedang terbaring meringkuk di atas ranjang dengan tubuh yang dibalut selimut tebal.

Alice !!

Ny.Irina mengernyitkan dahinya. Ia menatap cemas, kemudian Ny.Irina berjalan membuka tirai dan jendela. Setelahnya, ia langsung duduk di pinggir ranjang Alice dan meraba kening anaknya. Tetapi, tidak panas.

"Alice, ada apa? Kenapa kau tidak sekolah?" tanya lirih Ny.Irina, sangat cemas.

Alice mengerjapkan matanya perlahan. Ia sedikit terkejut, karena Ibunya sedang duduk di belakangnya dengan rasa khawatir.

"Aku tidak enak badan, mam. Aku ingin istirahat dulu satu hari saja," katanya dengan tanpa menoleh.

Ny.Irina menghela nafas lega. Ternyata, hanya tidak enak badan saja, bukan sesuatu yang serius.

"Ya, baiklah. Sepertinya menjelang Ujian Nasional membuat staminamu jadi menurun. Mama akan menelepon wali kelasmu, lalu membuatkan sup hangat dan susu untukmu." Ny.Irina beranjak dari ranjang Alice.

Alice langsung menahan tangannya.

"Tidak ! Jangan sup hangat dan susu. Aku sedang ingin buah mangga," pinta Alice dengan tatapan mata sayu.

Mangga?

Ny.Irina menoleh ke arahnya, ia menatapnya aneh. "Alice, wajahmu sangat pucat ! Apa kau begadang semalam?" tanyanya semakin cemas.

Alice langsung menggelengkan kepalanya.

"Sudah aku bilang, aku tidak enak badan. Aku hanya kelelahan saja. Mama tidak perlu terlalu mencemaskan aku." Alice memutar kembali tubuhnya, dengan jantung yang berdetak kencang.

"Hmm... ya sudah. Nanti mama bawakan buah mangganya," kata Ny.Irina sambil melihat punggung Alice. Kemudian, ia berjalan ke luar dari kamar itu.

Maaf mam, sebenarnya hatiku merasa tidak tenang sejak kemarin. Semalam suntuk aku tidak bisa tidur karena dihantui rasa ketakutan. (Batin Alice)

Alice merasakan mual lagi. Ia segera menutup mulutnya, agar suara mualnya tidak terdengar siapapun.

Dengan tubuh yang sangat lemas, ia berusaha bangkit dari ranjangnya. Alice segera menutup pintu kamar, dan mengambil tespek di dalam dompet yang ia beli semalam. Jantungnya berpacu semakin cepat, penuh keraguan dan ketakutan saat menyentuh tespek itu.

Alice mengambil langkah memasuki kamar mandi dengan kegelisahan.

Didalam kamar mandi.

Setelah membaca panduan yang terdapat didalam bungkus tespek itu, Alice memasukan urinenya kedalam sebuah wadah kecil berbentuk cekung.

Ia terjeda sesaat, tubuhnya bergetar hebat karena sangat ketakutan. Kemudian, Alice memberanikan diri, ia menghela nafas yang sudah terasa sangat berat. Perlahan, ia menyimpan tespek itu ke dalam wadah cekung yang sudah terisi urinenya.

Kedua matanya ditutup, jantungnya berdetak hebat, dalam hatinya ia mengutarakan beberapa do'a.

Oh Tuhan, aku mohon ! Semoga hasilnya negatif. Aku berjanji, jika negatif aku akan meninggalkan pria itu sejauh mungkin dan tidak akan melakukannya lagi. Beri aku kesempatan sekali lagi, untuk memperbaiki diri. (Batin Alice)

Setelah sekian lama menunggu dengan disertai memohon. Alice pun membuka matanya perlahan menatap ke arah tespek itu.

Deg .....

Hasilnya menunjukan dua garis merah. Bukan samar lagi, dua garis merah itu terlihat begitu jelas.

"Hah? I-ini...?" Alice terbelalak dan menepuk jidatnya. "Tidak. Ini tidak mungkin ! Aku tidak mungkin hamil," katanya dengan perasaan hampa sambil meraba perutnya.

Tubuhnya semakin bergetar hebat, Alice menghentakkan punggungnya ke dinding dengan tatapan kosong melompong.

Seketika saja, air matanya menetes. Tubuhnya merosot pasrah kebawah. Alice memeluk dengkulnya sambil menggigit jari jemari tangannya. Ia masih tak menyangka dengan hasil tespek itu.

Alice menangis terisak-isak, sambil mengutuk dirinya sendiri.

"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya, dengan pipi yang terus basah karena tangisannya tak kunjung reda.

******

Di kantor pemasaran.

Tok... tok... tok...

Esme yang sedang memeriksa dokumen sedikit terkejut karena suara ketuk pintu itu.

"Masuk !"

Kadita membuka pintu dan masuk begitu saja. "Apakah kau memanggilku, ibu direktur?" tanya Kadita sedikit sungkan.

Esme mendongakkan wajahnya. "Ah, ya. Emm, kenapa bicaramu sungkan sekali?"

Kadita menghela nafas panjang. Lalu ia menjatuhkan tubuhnya, duduk di atas kursi.

"Hmm... apa kau tahu, dua hari yang lalu saat kau pergi kunjungan lapangan, si Leo kemari mencarimu dengan wajah yang menyeramkan. Dia tidak mendapatimu disini, akhirnya akulah yang kena imbas kekesalannya. Dia menyuruhku, jika sedang berada di kantor sebaiknya aku memanggilmu dengan sebutan profesinya. Begitulah katanya," jelas Kadita sedikit murung.

Esme tersenyum tipis. "Jangan di ambil hati, dia hanya sedang kesal saja," katanya. "Oh iya. Kadita, segera selesaikan tugas-tugas yang dua hari lalu aku berikan padamu, karena besok akan di adakan rapat," titahnya pada Kadita.

Kadita mengangguk-anggukkan kepalanya. "Siap, ibu direktur !" katanya sambil tersenyum, kemudian Kadita beranjak akan keluar dari ruang kerja Esme.

Tiba-tiba saja. Esme merasakan mual saat menundukkan wajahnya melihat kembali dokumen yang sedang ia periksa sedari tadi.

Esme menghentak-hentakkan kakinya ke lantai, tubuhnya mulai berkeringat dingin karena berusaha menahan rasa mual itu.

Uh, aku tak bisa menahannya lagi.

Hoeekk... hoeekk...

Esme menutupi mulutnya dan langsung bergegas menuju toilet, mengabaikan Kadita yang saat itu akan membuka pintu.

Langkah kaki Kadita terhenti ketika mendengar Esme mual-mual.

"Ada apa dengan Esme?" gumamnya sambil menoleh ke arah Esme yang saat itu sudah akan menutup pintu toilet.

Kadita termenung.

"Sepertinya, aku pernah mengalami situasi seperti ini juga." Ia menatap tajam pintu toilet yang sudah terkunci rapat oleh Esme, sambil menggaruk keningnya.

...

BERSAMBUNG !!!

Ayo dong Like, komen & votenya 😢

Mampir juga ke novel baruku ya, judulnya 'Istri Kecil Yang Nakal', ditunggu kunjungannya luvv...

1
Eni Etiningsih
BEST POKOKE..!!
Eni Etiningsih
hadeehhh..🤦‍♀️
Eni Etiningsih
thor, menyunggingkan senyum, bukan nungging
Eni Etiningsih
jengkol...ooo.... jengkol..!!
Eni Etiningsih
jengkol berbentuk 🤎🤎🤎🤎
Eni Etiningsih
GOOD..!!
Eni Etiningsih
seh bengung aku nya..
Nurma sari Sari
apa alucard gk tau kalau Ara juga sdh hampir menjerumuskan Esme dengan memberii obat perangsang untuk diserahkannya pada Leo, seharusnya alucard tau seberapa jahatnya Ara ingin menghancurkan esme
Nurma sari Sari
hadeeew......yg katanya kuat bisa mengatasi segalanya ternyata oleng juga 🤭🤭
Nurma sari Sari
Esme sok jagoan kalau trauma lagi bisa2 langsung masuk rumah sakit jiwa
Nurma sari Sari
Esme bukan wanita yg pintar, cuma nasibnya aja yg lagi baik, seandainya gk ada Hanabi selesai sudah Esme disantap sama laki2 bangkotan, jadi Esme itu gk ada pintar sedikitpun kalau BODOH iyaaa......
Nurma sari Sari
sebenarnya Esme itu bodoh bukan pintar, cuma keberuntungan aja yg menyelamatkan dia.
Nurma sari Sari
apa mungkin Leo yg begitu mencintai Esme sanggup untuk menyakiti Esme, kalau hanya untuk merampas Esme dari alucard mungkin dia setuju
Nurma sari Sari
ya ampun sampai kering gigi ketawa,....
Nurma sari Sari
ya ampun dari bab diatas aku ngakak sampai GK bisa komen...🤣🤣🤣
Nurma sari Sari
nah begitu baru tegas, jangan terlalu kemah dengan pelakor, jangan dikasih hati nanti dia malah minta jantung, dikasih pundak semakin ngelunjak dia akan naik lagi nginjek kepala....
Nurma sari Sari
kok pelakor GK ada habisnya pelakornya itu2 juga, anak yg baru lulus SMA aja sdh pintar main trik mau jadi pelakor, Esme yg bodoh mau aja dikadali sama Loly, sdh tau penghianat masih juga dikasih hati.
Nurma sari Sari
Esme belagak seperti jagoan aja yg bisa mengatasi setiap masalah, kejadian pemerkosaan itu apa GK dijadikan sebuah pelajaran yg hampir membuat Dia gila, seharusnya kalau sdh pernah troika itu dia akan takut pergi kemana2 sendirian, berada didalam rumah sendirian pun Asti akan ketakutan, ini malah menantang ingin pergi sendiri tanpa pengawalan, berrti Esme ini bukan trouma dengan kejadian kemaren, aneh.....
Nurma sari Sari
Leo GK akan nyakiti secara fisik pada ismi, karena Leo juga sebenarnya sangat mencintai ismi, karena ambisi Leo yg ingin menjadi orang sukses dan kaya raya membuat dia menghalalkan segala cara secara tidak langsung menyakiti perasaan Esme juga, karena trouma Leo dikehidupan dimasa kecilnya yg hidup miskin disaat ada peluang dan kesempatan membuat dia lupa diri dan salah melangkah.
Nurma sari Sari
Leo percaya diri banget kalau dia menganggap Esme begitu ciinta matinya sama dia sampai dia menganggap Esme GK mungkin berpaling dari dia. seenaknya kamu menghianati Esme karena kamu merasa Esme begitu mencintai kamu, makanya kamu berulang kali menyakiti dan menghianati Esme, kamu anggap hati Esme terbuat dari batu karang yg gk akan hancur sekalipun berkali2 diterpa ombak, percaya diri banget Leo kalau cuma hanya dia yg bisa memiliki Esme. kamu pasti menyesal setelah Esme berpaling dari kamu Leo..,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!