Sebelum membaca Novel ini . alangkah Baiknya Membaca Novel Menjadi Kaya . Karena Cerita ini berawal dari Novel tersebut.
Zan liang adalah anak dari Axel Brian dan istri ketiganya Mei sia.
Zan liang marah pada Ayahnya saat ibunya meninggal, dia meninggalkan statusnya selama tiga tahun setelah kehilang Ibunya.
Sementara itu Brian mengira jika Mei sia dan Zan liang meinggal, hingga dia jatuh sakit.
Tapi Siapa yang menyangka saat Brian mulai tinggal di jakarta untuk mengobati penyakitnya, Zan liang malah muncul.
Apakah Zan liang akan kembali ?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Pakaian
Melisa tersenyum melihat tingkah kakak adi tersebut , dia memuji suaminya dalam hati, pasalnya disaat yang lain tidak bisa mengerti Zan liang , dia dengan mudahnya merayu Zan liang.
" Sudah , sudah , Sini Zan biar kakak pilihkan baju untuk kamu " Ucap Melisa lembut.
Zan liang menatap Melisa denga seksama , Krina menegurnya " Hei !!, dia kakakmu awasa saja kalau kamu sampai jatuh cinta padanya !"
Zan liang tercengang " Kakak apa - apaan sih , siapa juga yang menyukai kakak tirinya sendiri ?, memang aku gila apa ?, lagian aku juga sudah punya wanita yang ku suka !" Zan liang buru - buru menutup mulutnya karena keceplosan.
Krisna tersenyum licik " Hooohh... jadi adik kakak sudah punya pacar nih ceritanya " ucap Krisna menggoda Zan liang.
Zan liang tersipu malu , wajahnya merah merona ,dia terlihat salah tingkah di hadapan Krisna dan Melisa.
Melisa tersenyum ".Sudah jangan dengarkan kakakmu , Ayo sini kita cari bajunya " ajak Melisa ramah.
Zan liang mengangguk , dia mengikuti Melisa dengan patuh , Zan liang menyapu pandangannya di Butik tersebut .
Zan liang melihat gaun pengantin yang srdsng dipajang , Entah kenapa dia jadi membayangkan Riska mengenakan gaun tersebut.
Melisa yang melihat Zan liang tertegun saat melihat Gaun pengantin , dia tersenyum " Nanti kalau kamu mau menikah , ajak Calon kamu kesini , biar kakak sendiri yang akan membuatkan Gaun khusus untuk kalian " ucap Melisa lembut.
Zan liang tersenyum kecut saat mendengar ucapan Melisa , pasalnya hubungan dia dengan Riska saja entah sudah sampai ditahap apa.
Kemudian Melisa mengambilkan beberapa setel pakaian pada Zan liang , dia menyuruh Zan liamg untuk mencobanya satu persatu.
Melisa sangat terpana dengan Zan liang saat dia memakai Tuxedo , Zan liang terlihat berkarismatik seperti Brian.
Tapi Melisa tidak mengatakan apapun , dia hanya menatap Zan liang yang sedang bergonta - ganti pakaian .
Setelah mencoba beberapa setel pakaian , Zan liang hanya memilih satu pakaian saja , pasalnya dia tidak mau menghambur - hamburkan uang hanya untuk pakaian.
" Jadi berapa kak ?" Zan liang bertanya harga pada Melisa.
Krisna yang mendengar itu mengerutkan keningnya " Memamngnya kamu punya uang tanya harga pakaian kakakmu ?" goda Krisna pada Zan liang.
Zan liang mendengus " punyalah , jadi berapa kak ?" tanya Zan liang pada Melisa.
Tapi Krisna yang malah menjawabnya " 10 Juta Rupiah !" Ucap Krisna menggoda Zan liang.
Zan liang terkejut " Apa !!, mana mungkin sepotong pakaian harganya 10 Juta ?" jawab Zan liang tidak percaya.
" Kamu tidak percaya ?, Coba saja lihat Bandrol harganya !" Krisna masih menghoda Zan liang.
Melisa menyikut suaminya lirih , Krisna menyuruh Melisa untuk diam sebentar , karena dia ingin melihat ekspresi Zan liang saat melihat Bandrol harganya.
Zan liang mengorek - ngorek pakaian tersebut , betapa terkejutnya dia saat melihat Bandrol harganya yang ternyata Benar 10 juta , malah tertulis 11.499.000 Rupiah.
' glek ' Zan liang menelan ludah , dia menatap Melisa dengan tidak berdaya , Melisa terkikik geli.
Sementara Krisna tertawa terpingkal - pingkal karena melihat Ekspresi wajah adiknya yang sangat rumit saat melihat bandrol harga.
" Hahahaha.... " Krisna masih tertawa.
Zan liang menghela napas " Kak maaf , aku tidak jadi beli , aku mau cari yang murah saja di pasar " uvap Zan liang tidak berdaya.
Melisa mencubit Krisna " Awww !!, iya , iya maaf , hahaha..." ucap Krisna masih tertawa.
" Jangan dengarkan kakakmu Zan , pakaian itu intuk kamu dan ini juga " Ucap Melisa sambil menyerahkn peperbag lainnya.
" Tapi kak..." Zan liang terlihat ragu.
Krisna merangkul bahu adiknya " Sudah ambil saja, itu Hadiah buat kamu karena sudah kembali ke rumah " ucap Krisna tulus.
Zan liang menatap Melisa , Melisa tersenyum lalu mengangguk, menandakan jika dia setuju dengan ucapan Suaminya.
Zan liang membungkuk Hormat " Terimakasih kak "
Zan liang dan Krisna kemudian pulang kekediaman Axel , mereka berdua mengobrol ringan disela perjalanan pulang.
***
Zan liang dan Krisna memasuki Vila ayahnya , Brian yang kebetulan melihat Zan liang dia menyapanya " Baru pulang Zan ?"
Zan liang hanya mengangguk dan berlalu begitu saja , Brian menghela napas kasar, dia tahu jika Zan liang masih marah padanya .
Tanti yang kebetulan sedang bersama Brian mengelus pundak suaminya " Jangan di ambil hati yah sayang , suatu saat nanti pasti Zan liang juga akan berubah " ucap Tanti Lembut.
Brian menganggukan kepalanya " Ya.. aku memang harus lebih sabar lagi " jawab Brian Sendu.
Malam harinya , Zan liang sudah rapi , dia mengenakan pakaian yang diberi oleh Melisa.
Saat dia keluar dari kamar , Sindi yang mau mengajaknya makan malam bersama dengan yang lainnya menegur " Anak Ibu sudah rapi banget mau kemana ?" Sindi membenarkan Tuxedo Zan liang.
" Ada acara sama temen Bu " Jawab Zan liang singkat.
" Jadi kamu tidak makan malam bersama kami Zan ?" tanya Sindi lembut.
" Lain kami saja Bu , saya sudah janji sama teman - teman " Ucap Zan liang sambil berlalu meninggalkan Sindi.
Sindi menghela napas ,dia kemudian kembali ke meja makan , disana kuarga besar tersebut sudah berkumpul , pasalnya memang mereka selalu makan bersama dengan tujuan untuk mempererat hubungan mereka.
" Loh.. Zan liang mana Sin ?" tanya Viona sambil mencari Zan liang.
" Dia katanya ada acara sama temennya , baru saja pergi tadi , mana rapi banget lagi " ucap Sindi lembut.
Melisa menimpali " Dia memang punya janji sama temen Bu , tadi siang Krisna membawanya ke Butik untuk mencari pakaian, iyakan Sayang ?" tanya Melisa pada Krisna.
Krisna mengangguk " Iya Bu , Biarin saja madih ada banyak waktu buat dia berkumpul sama kita , kita jangan sampai mengekangnya , perlahan - lahan saja agar dia mau menerima kita apa adanya "
" Apakah kakak Zan Janjian sama Cewe Kak ?" tanya sikembar Axelin.
Krisna menggendikan bahunya " Kakak juga tidak tahu "
Alicia menimpali " Seharusnya sih tidak , Soalnya Riska bilang padaku jika dia malam ini mau mengerjakan Skripsinya "
" Siapa yang tahukan ?, Mungkin saja dia seperti Ayah " Ucap Rayan yang membuat seluruh kuarga menatapnya.
Rayan bergegas menutup mulutnya " Maaf " Ucap Rayan sambil menundukan kepalanya.
Tapi tiba - tiba Brian tertawa " Hahahaha... Kamu benar Rayan siapa tahu Zan liang yang meniru Ayah "
Seketika ruang makan tersebut hening ,hanya terdengar suara Tawa Brian yang masih sedikit terngiang - ngiang di kepaaereka semua.
Tapi sedetik kemudian Semua istri Brian tersenyum , pasalnya mereka baru Melihat Brian tertawa lepas lagi setelah sekian lama.
Keluarga besar tersebut menikmati makan malam dengan penuh hikmat.
lanjuuut