NovelToon NovelToon
Duda Salah Kamar

Duda Salah Kamar

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

[NAMA KARAKTER DALAM NOVEL INI SEDANG DALAM TAHAP REVISI, HARAP MEMAKLUMI NAMA NYELENEH DAN TERKESAN TIDAK BAGUS INI, TERIMAKASIH]

"Gue yang diperkodok, kok Om yang takut sih? Tapi gapapa Om gue seneng dan merasa tersanjung kok, soalnya Om bilang punya gue enak," ujar Nanas frontal.

"Kamu gila yah!" jawab Anthony meringkuk dengan menutupi badannya dengan selimut.

Hanya Sefruit kisah yang dialami oleh Nanas, karena sebuah tantangan konyol dengan iming-iming Aston Martin, Nanas harus tidur didalam kamar hotel selama dua puluh empat jam, tanpa mengunci pintunya.

Namun siapa sangka, kejadian taruhan itu benar-benar menjungkirbalikkan hidup Nanas dalam satu malam.

ANTHONY GILBERT CHOW x NANAS AMANDA AFDARIANTO

WARNING INI ADALAH AREA BEBAS TERTAWA😂

#SEFRUIT KISAH 01

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 | Mantan Istri Vs. Istri Sah

Happy Reading!

•••••

"Saya dimana!" teriak Pak Gondok saat terbangun dari pingsannya mendapati dirinya terikat oleh tali.

Pak Gondok mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan mendapati dirinya berada di kamarnya sendiri, namun yang paling buruk adalah dia dalam keadaan terikat bersama tiga mahasiswi dengan tatapan membunuh.

"Nyenyak tidurnya Pak? Gue cuma mau nanya satu hal, kalau bapak mau jawab gua bakal bebasin bapak, kalau gak, kami ada konsekuensinya, setuju?" tawar Nanas yang membuat Pak Gondok berpikir sejenak.

Menolak sama saja dengan bunuh diri apalagi melihat tatapan penuh penekanan Nanas, Melon dan Terasi membuat nyali Pak Gondok sedikit ciut.

"Udah kek detektif-detektif gak sih gue? Gila keren bet." bisik Terasi pada Melon.

"Diem Ogeb! Nanti penyamaran dan image kita buyar." jawab Melon yang membuat Terasi kembali mengatur tatapan tajamnya.

"Lon, Ready?" tanya Nanas.

Melon mengeluarkan ponselnya dan mengaturnya dalam mode perekam sebelum Nanas melontarkan pertanyaan untuk Pak Gondok.

"Pertanyaannya cuma satu kok Pak, siapa yang nyuruh bapak sebarin video itu?" tanya Nanas pak Gondok.

Pak Gondok terdiam. "Tidak ada!"

Terasi mengangkat sesuatu dari bawah, sebuah jam tangan bermerek terkenal dengan partikel kaca tipis yang menawan. "Setau gue jam tangan ini, harganya delapan juta."

Bum!

Terasi membuang jam tersebut menghantam lantai sehingga hancur sebagian yang membuat Pak Gondok membulatkan mata sempurna.

"Masih ga mau ngasih tahu Pak?" tanya Nanas pada Pak Gondok.

Pak Gondok terdiam cukup lama, sampai Terasi mengambil sebuah laptop bermerek apel bekas gigitan seseorang, dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

"Ini versi terbaru, harganya bisa mencapai tujuh belas juta!" ujar Terasi mematahkan laptop tersebut dengan menghantamnya di sela pahanya yang membuat Pak Gondok hanya berteriak tanpa suara.

"Okey saya kasih tahu, yang nyuruh saya adalah Mantan Istri Tuan Gilbert sendiri, Dina!" jawab Pak Gondok yang membuat Nanas, Melon dan Terasi bernapas lega.

"Gitu kek dari tadi gue kan capek kayak gini. Mana disuruh akting antagonis lagi, yang ada gue bengek." Melon menaruh ponselnya dan memasukkannya kesaku celana nya.

"Maaf yah Pak, bercanda kok kami, cuma pengen tahu siapa yang nyuruh bapak, nih ambil rekening suami gue, isinya banyak, pin-nya satu sampai enam kali." ujar Nanas melepaskan ikatan tali Pak Gondok dan menyerahkan kartu ATM Anthony pada Pak Gondok.

"Maaf yah Pak, sumpah lah cuma disuruh gue, maaf banget," kekeh Terasi cengengesan sebelum menyusul kedua temannya keluar dari sana.

Sementara itu Pak Gondok hanya menatap cengo penuh kebingungan atas apa yang terjadi, bagaimana bisa kepribadian ketiga makhluk ini bisa berubah dengan drastis.

Mereka bertiga akhirnya keluar dari rumah itu dan masih tetap menggunakan mobil Pak Gondok, Terasi menyetir tersebut menuju kediaman Dina yang ia dapat alamatnya dari Pak Gondok juga.

"Gausah ngebut, gue gak mau kalau gue harus kehilangan fungsi jantung, tenggorakan, paru-paru dan lainnya dalam kisaran bilangan dua digit akibat tubrukan takdir." tegur Melon pada Terasi.

"Ngomong apaan sih lo?" tanya Terasi fokus menyetir.

"Maksud gue, Mati muda karena kecelakaan." kekeh Melon yang hanya ditatap malas oleh Terasi melalui spion diatasnya.

"Cringe parah," jawab Terasi.

"Stop!" teriak Nanas pada Terasi yang membuat Melon dan Terasi membalikkan wajah ke arahnya. "Sesak berak!"

"What? Disini mana ada toilet." jawab Terasi celingukan.

"Cariin buruan, atau gak gue pup disini." Nanas mulai mengeluarkan ekspresi tidak tahan sampai ia melihat sebuah toilet umum yang membuat matanya berbinar.

"Berhenti disana!" pinta Nanas.

Bukannya berhenti, Terasi malah terus saja yang membuat Nanas membulatkan mata sempurna kepada sahabatnya itu. "Disitu ga bersih, harus bayar tiga ribu pula, sayang buat jajan cimol, mending didepan, seingat gue ada hotel didepan, nanti kita singgah disana."

"Keburu keluar ini!" teriak Nanas tak karuan yang membuat Melon ikut khawatir.

"Turut berduka cita beb, yang sabar yah pupnya tahan dulu." Melon mengusap punggung Nanas pelan.

Tak lama kemudian Terasi memarkirkan mobil yang mereka kendarai didepan sebuah hotel yang membuat Nanas berlari turun dan menghamburkan antrian resepsionis yang ada disana, tidak pernah ada dibenak Melon dan Terasi, Nanas akan menghamburkan antrian resepsionis hanya untuk menanyakan "Mbak, To-Toilet, dimana?"

"Bukan ipar gue. Ambil tuh bestie lo." ujar Melon pada Terasi.

"Ih mana ada, gak mengakui gue yah!" jawab Terasi.

Nanas yang sudah tahu keberadaan toilet tersebut segera berlari ke arah Toiletnya dan melaksanakan hajat yang dia tunda sedari tadi, setelah selesai Nanas kembali ke mobil dimana sudah ada Melon dan Terasi yang menunggunya.

"Udah selesai?" tanya Terasi.

"Udah! Yuk jalan!" jawab Nanas masuk kedalam mobil yang membuat Terasi menjalankan mobilnya menuju tujuan utama mereka "Melabrak Dina"

Tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di rumah janda bekas suami Nanas itu, sebuah rumah yang tidak besar dan tidak kecil, Nanas, Melon dan Terasi memarkirkan mobil persis didepan pagar dan berjalan masuk sendiri karena pintu pagar yang tidak terkunci dan yang lebih enaknya lagi pintu rumah Dina terkunci dan Dina kini tengah bersantai diruang tamunya membaca majalah dengan secangkir teh.

"Halo, Tante, Apa ini?" tanya Nanas to the Point, Nanas segera memperlihatkan video pengakuan sang pemilik hotel tadi kepada Dina yang membuat Dina berdiri dari duduknya.

"Jadi kamu sudah tahu?" jawab Dina sinis. "Lalu kamu mau apa?"

"Tidak apa-apa, gua cuma mau berterima kasih aja sama Tante, atas ide gila Tante gue gak perlu repot-repot karena Tante sendiri yang udah buat kami nikah. And Tante tahu? Ini adalah kebodohan Tante yang kesekian, gue bahkan kasihan sama Tante." ujar Nanas melipat kedua tangannya. "Harusnya tante sadar, karena Tante sudah tidak diterima kembali. Tante berusaha menghancurkan karirnya? Hahahaha. Sekarang semakin tertutup kan jalannya?"

"Ingat yah, Tante, mau bagaimanapun usaha Tante ngehancurin Om Thony, kalau udah gue istrinya, habis Tante, gue buat." lanjut Nanas.

Dina terkekeh sinis. "Bisa apa kamu?"

"Bisa ngandung anaknya Om Thony?" Nanas berjalan ke arah Dina dan membisikkan di telingannya. "Dan kami buatnya cuma dalam satu malam."

"Bayangin loh? Tante yang udah bertahun sama Om Thony kalah ama gue yang cuma terlibat konflik dalam satu malam, dan enaknya gue gak perlu repot, ngotorin tangan gue sendiri buat jadiin Om Thony suami gue, kenapa? Karena ada orang payah dengan kebodohannya yang tanpa sadar udah ngebantu gue." lanjut Nanas.

"Tante lihat? Apa yang dalam perut gue?"

"Nasi padang?" jawab Terasi yang membuat Melon hampir melepas tawanya di momen itu.

"Didalam perut gue ada Anthony Gilbert Chow Junior, apa tante pernah ngasih keturunan? Gak kan?" ujar Nanas. "Jadi jangan coba-coba bersaing sama gue lagi Tante."

Nanas menepuk bahu Dina dan membisikkan sesuatu sekali lagi di telinganya. "Udah gue bilang kan? Gugur Ko Sayang."

Nanas berjalan keluar dari sana disusul Melon dan Terasi yang ikut memaki sebelum menyusul Nanas keluar.

"Eh Tante! Ingat! Ada lagi satu hamba tuhan yang masuk neraka yaitu kau Dina!" ujar Melon pada Dina.

Sementara itu Terasi hanya kalem dan tidak bertindak apapun, Terasi kemudian mendatangi Dina dan membisikkan ditelinga Dina. "Ada sayang ada?"

Setelahnya Terasi dan Melon berjalan menyusul Nanas setelah puas memborbardir mental dari Dina.

- TBC

Julid amat yah Melon dan Terasi hahahaha

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😍😍😍😍
Keisha Alindya
suka sekali visualnya
Keisha Alindya
visual terasi itu pasti outhornyaaa /Drool/
Naja Naja nurdin
jus apa yang di minum sama nanas
Arya Al-Qomari@AJK
loh author kolom langit perempuan toh? ku kira laki-laki
Puji Rahayu
prasaan nama tokohnya kok sama sih thor sm cerita karyamu yg judule gairah cinta boss besar...
iya gk seehhh....???
kok iso yooo....😩😩😩
Ridz 🔹: iya kak duluan ini wkwkw jangan baca ini deh novel yang ini aneh banget 😭😭😭
total 1 replies
Puji Rahayu
pokok nya org sekabupaten gk ketinggalan yaa thor...😄😄😄
Ayachi
Thorrr, otaknya melon sbenarnya hilang kemana😭 Gila yahh, haduh, gw reader aja pusing liat tingkah melon, aplgi abangnya si Antony KLO tau adeknya... hahh sudahlah ga bisa ber word word lgi gw😭
Ayachi
ganteng sih TPI ga jantan dong, ih kok gini sih, weird bnget sumpah, si melon o'onnya ga ketulungan deh😭
Ayachi
Melon sumpah DEHHH, ini mah lebih tolol Dri nanas, emng si Nanas goblok udah mw nyerahin pwnya scara cuma² ke duda ga di kenal. But ibu lebih parah anjirrr

Mau nikahin seorang cowo yg belok? anjirrlah, (ga TW yah bisa atau ga berubahnnya) TPI kek dia udah pernah menikmati rasanya jadi Pria yg Aihh sudahlah. Intinya dia ga normal anjirrr emng bisa berubah TPI cowo yg prnah ga normal itu teruss tiba² berubah normal, itu kek ibaratnya gini (cowo kan harga dirinya tinggi apalagi soal kejantanan, dis udah prnah jdi pria ga normal aja kek aib ga sih+ga tau malu juga) masa jodohnya melon serandom ini sih😭 kenapa ga sama cowo bule Turki itu aja deh😭
Ayachi
Hehh, kasian benerrr duda di novel ini, di bikin penyakitan dong😭 pdahak umurnya Bru 30an, ngapain aja selama ini si Anthony sampe udah kena kolesterol+darting, aplgi diabetes, haduhhh bahaya banget itu bisa jdi janda muda si nanas😭
Ayachi
orang tuanya kopi, anak²nya dan mantunya buah²han, cuma si Antoni yg namanya bener, curiga Antoni cuma dipungut😭
Ayachi
malu maluin aja om² satu ini, om² duda di novel lain darah tinggi paling di umur 40-50an, ehh ini Masi 30an udah pingsan karena keasinan🤣
Ayachi
sabun kesukaan Mak gw tuh
Ayachi
Ngakakk BNGETTT😭 sketika gw ingat KLO stiap ke kios gw slalu nanya sampo rej*ice hijab ada ga, KLO gaada gw rela keliling nyari di tiap kios, spaya kepala gw sampoan dingin² seger gitu meski gw non muslim TPI ga segoblok org nih emng bisa gitu rambut mualaf 😭
Ayachi
Kasih aja Namanya Apelia dan Alpukaden🤣
Ayachi
njirr DRI novel ini, Sa Bru tw beberapa author yg karyanya bagus dan udah Sa baca, ternyata satu pulau🤭 Sa kira brangkali berasal dari jawa or Sumatra😆
Ayachi
pantess kek familiar sama nama dan profesinya trnyta prnah gw baca, udah lama bnget jdi ga terlalu ingat alurnya
Ayachi
anjeng sekelas Chris Hemsworth tohh
Ayachi
BANGSADDD GW KIR TADI BECAANDA DOANGG😭
THORRR KULIAH LOH INI, GA DI DROP OUT MAHASISWI MODELAN KEK GINI NIHP😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!