NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Dilarikan ke RS

Gita dan Dedeh menunggu Raihanah, di kamar Faiza. Faiza sedang pergi untuk membuat susu. Katanya susu bisa menyadarkan orang yang hilang kesadaran seperti Raihanah, kini, Raihanah terlelap. Antara iya dan tidak, di pintu gerbang pesantren terlihat nenek Riska yang baru datang membawa baju dan kerudung untuk Raihanah, ustadzah Hana memintanya menunggu dan tidak tahu Raihanah di rumah pak kyai. Kos-kosan Gita jauh, Faiza menyarankan untuk membawa ke rumahnya karena sedang kosong. Dia tidak tahu jika gus Fashan sudah pulang.

”Aduh pengen pipis” ucap Gita.

”Ya udah sana” titah Dedeh, Gita bangkit dan melangkah masuk ke kamar mandi di kamar Faiza tersebut. Dedeh panik saat ayahnya menelepon, dia akhirnya keluar dari kamar Faiza. Meninggalkan Raihanah yang mulai meracau, mengatakan hal-hal yang menjurus ke hal porno. Raihanah turun dari ranjang, dia buka kerudungnya, udara begitu sangat panas, dia sangat ingin membuka seluruh bajunya. Efek dari obat perangsang sudah sepenuhnya bekerja. Raihanah pergi ke kamar gus Fashan, gus Fashan yang sedang duduk memainkan ponselnya, perut kekar dada bidang itu begitu terlihat jelas, handuk berwarna hitam melilit pinggang kokoh Gus Fashan, dia baru saja selesai mandi lalu tersentak kaget.

”Keluar!" Jerit gus Fashan, dia mengambil bajunya dan menutupi dada telanjangnya.

”Panas” gerutu Raihanah terus-menerus, Raihanah menarik resleting gamisnya di bagian depan itu dan gus Fashan langsung mundur menjauh lalu memalingkan wajahnya. Gamis Raihanah sudah terlepas, gus Fashan terus menjauh dan berteriak-teriak.

”Faiza!” teriak gus Fashan.

Sebuah mobil datang, abi Farhan dan yang lainnya pulang. Nenek Riska diam, masih menunggu Raihanah. Faiza yang baru pulang dari warung karena di rumah terkejut melihat semuanya.

"Ini mobil siapa bi?” tanya umi Nailah, dia memperhatikan mobil Gita. Tas Raihanah ada di dalamnya. Umi Nailah diam dan memperhatikan tas tersebut.

”Raihanah” ujar Faiza, nenek Riska yang mendengar suara cucunya disebut langsung menoleh ke arah Faiza. Dia melangkah dan meraih tangan Faiza.

”Saya neneknya Raihanah, Raihanah nya dimana ya. Kata ustadzah Hana di asrama gak ada” ucap nenek begitu ramah. Faiza bingung dan panik, melihat wajah gadis itu panik membuat nenek khawatir.

”Rai di rumah saya Bu, tapi.." Ucapannya terpotong.

”Tapi apa?” tanya nenek.

”Ayo masuk” ajak abi Farhan kepada umi Nailah dan Fara. Faiza panik dan meninggalkan nek Riska begitu saja, nek Riska kesal dan menyusul Faiza.

"Kalian siapa?” tanya abi Farhan saat melihat Dedeh dan Gita menuruni tangga.

”Abi" ucap Faiza dan abi Farhan menoleh.

”Mereka teman kamu?” tanya umi Nailah dan Faiza memgangguk.

”Aaaa....” Jerit Raihanah dari lantai dua membuat semua orang kaget.

"Cucu saya, itu Raihanah” ujar nenek gelagapan. Faiza naik dan semuanya menyusul.

”Apa yang terjadi sama kamu sebenernya Rai, kamu mau menodai saya. Istighfar Raihanah” tegas gus Fashan, masih memakai handuk dan dia terus berusaha menghindari Raihanah yang mendekatinya, kata-kata kotor yang keluar dari mulut gadis itu tanpa sadar, membuat gus Fashan jijik. Dia berusaha meraih bajunya tapi Raihanah terus menariknya.

Rasa ingin dan hasrat seksual nya bangkit tanpa sadar, karena obat perangsang tersebut. Gus Fashan kaget saat Raihanah menarik handuknya, dia tahan sekuat tenaga. Sekenanya, gus Fashan terus menutup mata. Dia tidak mau melihat tubuh yang tidak halal baginya itu, seindah apapun itu dia tidak mau.

Gus Fashan mendorong tubuh Raihanah, menarik selimut dan menutupi tubuh gadis itu lalu menindihnya. Raihanah tidak terkontrol, gus Fashan mulai sadar ada yang aneh dengan Raihanah. Gus Fashan terus menyelimutinya tubuh Raihanah yang hampir telanjang itu, dia melihatnya sekilas dan sangat ingin menangis karena merasa berdosa.

Brak

Pintu terbuka, semuanya kaget saat melihat Raihanah di balut dengan selimut lalu di tindih gus Fashan.

”Fashan” lirih umi Nailah, gus Fashan mundur menjauh dan menggeleng kepala.

”Umi, aku gak tahu apa-apa” ujar gus Fashan.

Faiza menggeleng kepala saat melihat dari balkon, Dedeh dan Gita pergi. Tapi ada baiknya juga mereka pergi, pikirnya.

Nek Riska langsung menyelonong masuk, dia memeluk Raihanah yang begitu tidak terlihat baik-baik saja. Baju nya tergeletak di lantai. Nenek lekas meraihnya dan memakaikannya, Raihanah mulai tenang, tapi wajahnya merah, bibirnya memburuk dan tangannya bergetar hebat.

Umi Nailah melangkah mendekati gus Fashan.

Plak..

Dia tampar putra satu-satunya itu, tamparan kepada seorang anak yang tidak pernah dilakukan umi Nailah selama ini.

Kedua mata gus Fashan berair, dia ditampar uminya sendiri.

”Umi” suara gus Fashan berat, dia melangkah mendekat tapi uminya mundur.

”Asstaghfirullah hal adzim” ujar umi Nailah lalu berbalik, dia menangis sejadi-jadinya di dada suaminya.

”Umi, aku gak tahu, aku gak ngapa-ngapain umi” ucap gus Fashan berusaha menjelaskan.

”Rai” seru Faiza panik, dia mengusap kepala Raihanah. Raihanah tiba-tiba mengeluarkan busa dari mulutnya, kedua matanya terlihat aneh. Raihanah tidak sadarkan diri, dia mengalami efek samping buruk dari obat perangsang yang masuk ke dalam tubuh dan sudah bercampur dengan pembuluh darah nya, tubuhnya tidak sanggup menahan, akhirnya Raihanah menutup matanya, tubuhnya kejang-kejang, umi Nailah mengambil sapu tangan dan mengganjal mulut Raihanah. Saat mendengar suara gigi gadis itu beradu begitu kuat.

"Lihat apa yang kamu lakukan!" Bentak abi Farhan dan gus Fashan memperhatikan Raihanah.

”Rai ini nenek, Rai!” jerit nek Riska begitu pilu. Umi Nailah mengusap bibir Raihanah, tapi busa putih terus keluar.

”Kita bawa ke rumah sakit” ujar abi Farhan. Gus Fashan menyambar bajunya dan meraih handuk lain, untuk menutupi dadanya. Dia melangkah pergi ke kamar Faiza. Air matanya terus menetes deras, melihat sorot mata kebencian di mata uminya. Gus Fashan tidak pernah menangis, tapi sekarang dia hancur dan bingung. Apa hubungannya dengan keluarganya masih bisa baik-baik saja setelah ini?.

*****

Kondisi Raihanah akhirnya mulai stabil, dia akhirnya keluar dari masa kritisnya. Nenek Riska terlihat melamun, dia diam membisu menatap pintu kamar rawat di hadapannya. Rudi dan Niken diam membisu, ikut menunggu Raihanah.

Di kursi lain, gus Fashan dan abi Farhan diam. Keduanya semalaman di rumah sakit, nenek Riska mengancam akan membawa kejadian ini ke pihak berwajib, untuk memenjarakan gus Fashan yang sudah mencelakai putranya. Niken diam, dia tidak menyangka gurunya gus Fashan bisa melakukan itu. Raihanah belum bisa ditemui, dokter meminta semua orang menunggu. Nenek Riska bangkit saat melihat dokter keluar, dokter membawa secarik kertas hasil pemeriksaan medis Raihanah.

Abi Farhan bangkit dan melangkah mendekat.

”Bagaimana keadaan cucu saya dokter?" Seru nenek Riska, tatapannya begitu layu dan suaranya sangat lemah.

”Kondisi yang dialami pasien adalah karena obat perangsang yang masuk ke dalam tubuhnya, sangat keras, sangat berbahaya. 15 menit saja, obat perangsang dengan jenis ini bisa langsung bereaksi. Dan efek samping nya seperti yang kita lihat kejang-kejang, muntah dan sampai tidak sadarkan diri. Resiko kematian pun bisa terjadi, pertahanan tubuh setiap orang berbeda, dan pasien tidak kuat” tutur dokter menjelaskan, nenek Riska langsung menangis.

Tatapannya beralih kepada gus Fashan, dia berlari dan memukuli gus Fashan dengan tangan kurusnya itu.

”Ibu tenang bu” ujar Rudi.

”Sialan kamu, kamu harus di penjara. Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu sama cucu saya, kurang ajar!” nenek Riska terus memukuli gus Fashan, gus Fashan diam walaupun dua tidak salah apa-apa. Kejadian tersebut untungnya tidak ada yang tahu, orang-orang di pesantren hanya tahu Raihanah kejang-kejang karena penyakitnya kambuh.

Ya Allah, andai hamba boleh mengadu. Hamba tidak sanggup menerima kesulitan ini ya Allah, Engkau Maha mengetahui. Hamba tidak tahu apa-apa, hamba berdosa karena sudah melihat aurat wanita yang bukan mahram, itu tidak sengaja. Hamba sanggup merasakan kesulitan apapun, tapi tidak untuk yang ini, hamba tidak sanggup melihat tatapan orang tua hamba ya Allah. Yang meyakini bahwa hamba salah, hamba tidak kuat jika hubungan hamba dengan orang tua hamba menjadi tidak baik.

Segala pertolongan hanya Engkau yang mampu menciptakannya, beri hamba petunjuk untuk keluar dari masalah ini ya Allah. Beri hamba yang lemah dan tercipta di dunia ini hanya karena takdir-Mu.

Gus Fashan hanya bisa diam, bahunya terus di pukul. Dia tahu dan yakin, Allah tidak akan menguji umat-Nya melebihi batas kemampuannya.

”Ibu cukup, ini rumah sakit. Kita urus dia nanti, sekarang kita tunggu Raihanah” ujar Rudi dan nenek mengangguk lemah.

Abi Farhan berpamitan, untuk pulang terlebih dahulu. Nenek tidak percaya, gus Fashan memberikan tanda pengenal dan mobilnya sebagai jaminan kalau dia tidak akan kabur.

Di rumah abi Farhan. Semuanya diam, gus Fashan duduk sendiri, dia merasa disidang oleh keluarganya sendiri.

”Ngerasa bener kamu begitu?” tegas umi Nailah.

”Umi aku gak ngapa-ngapain” jawab gus Fashan.

”Dia hampir telanjang Fashan” tegas umi Nailah dan abi Farhan menekan bahu istrinya itu, agar berbicara lebih tenang.

”Aku gak tahu apa-apa mi" suara gus Fashan berat.

”Jahat kamu Fashan” ucap umi Nailah dan gus Fashan menggeleng kepala.” Apa umi pernah mengajari kamu seperti itu? Merendahkan seorang perempuan?”

”Umi aku gak tahu, sumpah mi. Dia tiba-tiba masuk ke kamar aku mi” gus Fashan terus berusaha membela diri.

”Abi, umi. Abang gak salah, saat dibawa ke sini. Rai memang sudah bak baik-baik aja, ada yang jahil sama dia. Ngasih obat perangsang” tutur Faiza menjelaskan. Semuanya menoleh padanya.

”Ngapain kamu bawa kesini Faiza!” bentak gus Fashan dan Faiza kaget.

”Cuma ini tempat yang aman, karena gak ada orang. Faiza gak tahu hiks,,, kalau abang ada, umi, Abi sama Fara juga pulang cepet. Maaf” Faiza terus menangis, dia menunduk dan takut melihat gus Fashan.

”Tapi kondisi Raihanah sangat buruk, tetap kamu akan diseret ke penjara. Keluarga Raihanah, hanya perlu menunggu Raihanah sadar.” Tutur abi Farhan dan gus Fashan menunduk, di pasrah." Abi akan berusaha membujuk keluarga Raihanah. Kalau perlu kamu menikahi Raihanah sebagai bentuk tanggung jawab” sambungnya.

”Abi aku gak ngapa-ngapain dia” gus Fashan kesal.

”Jaga ucapan kamu Shan, yang sopan bicara sama Abi. Atau kamu mau seumur hidup di penjara, Abi sama umi gimana Shan?" suara umi Nailah berat, air matanya terus menetes tak sanggup dia jika melihat putranya di penjara, Gus Fashan diam. Dia tidak mau menikahi Raihanah, karena dia tidak salah dan merasa tidak harus bertanggung jawab.

Jika seumur hidup memang takdirnya di penjara, di ikhlas. Walaupun dia tidak salah apa-apa.

*****

Keesokan harinya, Faiza dan dua temannya berkumpul. Dedeh dan Gita sedih saat mendengar kabar gus Fashan akan masuk penjara, padahal pria itu tidak salah, dan tidak mungkin memanfaatkan keadaan tidak berdaya Raihanah.

”Kenapa jadi begini” lirih Dedeh.

"Aku bingung, beberapa orang sudah tahu kalau Raihanah ada di kamar abang aku saat kejadian. Aku takut” suara Faiza berat, dia khawatir dengan nasib kakaknya. Dedeh bangkit dan memeluk Faiza erat, di susul Gita yang memeluk keduanya. Keduanya tidak bisa melakukan apa-apa, Bian dan Kris pun mendadak menghilang.

Di rumah sakit, gus Fashan membayar semua tagihan rumah sakit atas nama Raihanah. Diam-diam nenek Riska memperhatikan.

”Raihanah baik-baik aja, anak itu gak macam-macam dengan cucuku, padahal dia bisa saja memanfaatkan keadaan Raihanah yang dalam pengaruh obat perangsang, aku gak bakal bikin dia di penjara, tapi pria sebaik itu harus menjadi suami dari cucu ku, Raihanah” ujar nenek berbisik, dia memasukkan kertas ke dalam tasnya, kertas hasil medis yang menyatakan bahwa Raihanah sama sekali tidak mendapatkan kekerasan seksual.

Sore hari tiba, nenek datang ke rumah pak kyai untuk membicarakan tentang tawaran terbaik. Gus Fashan juga ada, nenek dipersilahkan duduk. Dan semuanya diam belum memulai pembicaraan.

Umi Nailah mendorong gelas berisi teh hangat, dan nenek Riska malah menangis.

”Hiks...” Nenek terus menangis, umi dan Abi saling melirik. Gus Fashan bingung dan Faiza merasa bersalah.

”Gimana keadaan Raihanah Bu?” tanya Umi Nailah.

”Buruk” singkat nenek, dia mengusap air matanya berulangkali. Umi Nailah dan Abi terdiam lalu melirik gus Fashan, yang di lirik hanya bisa melamun, tatapannya terlihat kosong.

”Raihanah terus nangis, terus ketakutan, saya sentuh saja dia gak mau.” Ucap nenek kembali, umi Nailah bergeser, lalu meletakkan telapak di punggung tangan nenek.

”Saya minta maaf bu” ujar umi Nailah dan gus Fashan menoleh.

Menatap uminya dengan kedua mata berair.

”Cucu saya trauma, saya gak tega melihat dia menangis. Dia takut melihat siapapun, dia gak mau keluar, dia bilang malu karena para tetangga sudah tahu kalau Rai di jahili oleh teman-temannya dengan obat perangsang" tutur nenek dan gus Fashan mengepalkan tangannya kuat, entah siapa yang berani melakukan itu kepada Raihanah, gus Fashan sangat penasaran.

Nenek mengeluarkan hasil medis, dia menunjukannya kepada umi Nailah, dan menjelaskan bahwa cucunya masih perawan, dan gus Fashan tidak salah. Umi, Abi merasa merasa lega mendengar hasil medis tersebut.

”Anak Abi orang baik” ucap abi Farhan seraya merangkul bahu putranya, dia lega dan putranya tidak melakukan perbuatan keji.

”Orang-orang mengira bahwa cucu saya di perkosa, Rai dianggap gak suci lagi. Kalau sudah begini, pria mana yang mau sama cucu saya? Apalagi sekarang cucu saya trauma” ujar nenek dan air matanya tidak berhenti menetes. Gus Fashan diam, umi dan abinya saling melirik.

”Kasihan sekali Raihanah" lirih Faiza dan nenek mengangguk.

”Saya datang mau menyampaikan hal ini, dan saya mau minta maaf karena sudah menuduh anak kalian macam-macam. Saya mau meminta tolong, keluarga kalian keluarga terhormat, apa bisa menolong saya untuk membebaskan Raihanah dari masalah ini?” tutur nenek Riska sudah mulai ke inti.

”Apa yang nenek mau dari kami, in sha Allah kami bantu” ujar gus Fashan.

Nenek langsung tersenyum dan menatap gus Fashan lekat.” Tolong nikahi cucu saya, hanya kamu yang bisa menyelematkan nama baik cucu saya. Kamu orang baik, saya tahu itu” ucap nenek.

Umi dan Abi langsung memalingkan wajahnya.

”Anak saya gak salah, dan ini gak ada urusan dengan anak saya yang harus menikahi cucu ibu” Ucap umi Nailah, Raihanah baik umi tahu. Tapi dia tidak mau anaknya menikah karena kesalahpahaman.

”Kasihani cucu saya ustadzah” pinta nenek. Umi Nailah menggeleng kepala tapi nenek terus memohon. Gus Fashan menutup matanya, dia akhirnya memutuskan sendiri.

”Saya akan menikahi Raihanah” seru Gus Fashan begitu tegasnya. Semuanya diam dan umi menggeleng kepala. Nenek Riska tersenyum hangat dan menatap gus Fashan, dia pandangi wajah tampan gus Fashan, yang sangat cocok dengan Raihanah. Umi Nailah diam dan abi Farhan terlihat diam karena setuju, itu yang terbaik. Begitu juga dengan Faiza yang malah tersenyum dan merasa bangga kepada kakaknya, Fashan.

*****

Di rumah nenek, Raihanah sedang sibuk menari-nari di atas kasur bersama Niken. Rambut panjang nya berayun-ayun, dia menari begitu lincah, tidak terlihat ada trauma yang seperti disebutkan neneknya. Raihanah dan Niken menari mengikuti lagu yang terus berputar, lagu what is love, milik salah satu grup girlband Korea.

”I wanna know, know, know know what is love” teriak Raihanah.

Nenek yang baru datang setelah memperjuangan harga diri dan masa depan sang cucu tersayang, merasa stres dengan suara musik yang begitu berisik. Nenek membuka pintu kamar tersebut, dan memperhatikan kelakuan Raihanah dan Niken.

”Berisik!!!” teriak nenek, mengalahkan suara musik dan Raihanah turun lalu mematikan music. Raihanah dan Niken tersenyum, dan nenek membanting pintu.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!