NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Mentari sudah siap dengan seragam sekolahnya ia sangat kesal pada Linda dan Ranti, karena kedua wanita itu sepertinya sudah sepakat untuk tidak memberikan uang saku pada Mentari. Dengan alasan Mentari harus meminta uang pada Arka, karena dirinya adalah tanggung jawab Arka. Mentari masih tidak sudi untuk meminta uang pada Arka sampai akhirnya ia menghubungi Arya atau sang Papa, namun sayang Arya pun sepertinya sama saja, bila ia butuh uang ia harus meminta langsung pada Arka begitulah jawaban Arya. Sempat terlintas untuk meminta uang pada Anggara atau pun Papi mertuanya, tapi Mentari tidak memiliki keberanian.

"Huuuufff......." Mentari menarik napas dengan panjang, wajahnya terlihat begitu lesu dengan segala kesedihannya, "Gimana caranya isi bensin coba?" Mentari menendang ban mobilnya, otaknya masih berpikir bagaimana cara mendapatkan uang tapi tidak dengan memintanya pada Arka. Karena tidak juga mendapatkan ide, dengan malas Mentari melangkahkan kakinya keluar dari gerbang rumah. Matanya langsung menatap rumah kedua orang tuanya, ia bingung mengapa tidak satu pun yang mau memberikannya uang.

Lima belas menit kemudian Mentari sampai di sekolah, ia turun dari ojek dan memberikan uang receh sisa-sisa jajannya sebagai ongkos. Dengan kaki yang terasa malas melangkah Mentari memasuki gerbang sekolah, sampai di sana ia melihat Dino yang tengah menikmati eskrim dengan santainya. Tanpa basa-basi Mentari langsung merebut eskrim milik Dino, ia duduk di lantai dan sibuk menikmati eskrim yang ia rampas.

"Sialan lu.....!" Dino mengetuk kepala Mentari, ia sangat terkejut karena eskrim yang harusnya ia nikmati ada yang merampas, "Gue baru beli....kalau mau beli Sono....." kesal Dino dengan tangannya menunjuk arah kantin.

Mentari menatap Dino, "Bagi duit....buat gw beli sendiri!" Mentari mengulurkan tangannya.

Dino merasa aneh sebab tidak pernah Mentari yang meminta uang, malahan selama ini Mentari lah yang sangat suka berbagi-bagi uang, "Kesambet apa Lo?!" tanya Dino yang berdiri di depan Mentari.

"Cepetan!" Mentari mendongkak dan menggerakkan tangannya.

"Nih...." Dino memberikan uang sebesar dua puluh ribu rupiah pada tangan Mentari.

Mentari bangun dari duduknya, ia mengembalikan eskrim milik Dino, "Makasih Bebeb aku....mulai sekarang lu gw angkat jadi bokap gw karena lu udah kasih gw uang jajan," seloroh Mentari yang seolah uang yang di berikan Dino sangatlah besar, dan ia sangat senang sekali.

"Ok.... karena gw udah jadi bokap lu mulai sekarang lu harus nurut sama gw!" jawab Dino yang tidak kalah aneh.

"Gampang asal lu mau siapin PR gw," Mentari mengacungkan jempol pada Dino, kemudian ia berlari menuju kantin tanpa memberitahu Dino.

Arka yang sedari tadi diam menatap Mentari dari kejauhan, juga mulai memasuki ruangan guru. Sesaat kemudian ia kedatangan dua siswi, "Selamat pagi Pak Arka," sapa seorang siswi bernama Mita.

Arka hanya diam dan melihat wajah Mita, ia hanya menunjukan wajah datarnya seperti biasa.

"Pak aku Mita," tutur Mita dengan senyuman.

"Aku Nindi Pak," Nindi juga ikut mengenalkan dirinya.

Arka masih diam menantikan hal apa yang akan di katakan dua siswi itu hingga menemuinya ke ruang guru.

"Pak Mita pagi tadi bikin nasi goreng buat bapak," Mita meletakan sebuah kotak bekal di atas meja.

"Ini jus buatan Nindi Pak," Nindi juga ikut meletakan botol minumannya pada meja Arka.

Arka menatap kotak bekal, dan botol minuman pada mejanya kemudian ia menatap Nindi dan Mita.

"Pak cobain dong, apa mau Mita suapi?" Mita tersenyum dengan bahagia, ia juga sedari tadi menanti Arka untuk berbicara.

Kringggg......

Bel masuk berbunyi, Arka bangun dari duduknya ia mengambil spidol dan buku dari mejanya. Tanpa bicara Arka meninggalkan ruangannya, Mita dan Nindi saling pandang keduanya bingung dengan sang guru yang tidak berbicara satu patah kata pun.

"Untung keren, jadi gw bakalan usaha terus," gumam Mita yang akhirnya keluar dari ruangan Arka di ikuti Nindi di belakang nya.

Arka berdiri di depan pintu kelas dua belas IPS, semua siswa dan siswi terlihat tengah sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Ada yang bercanda, ada yang berlari dan ada yang bernyanyi. Hingga matanya menatap wanita yang sangat cerewet, dia Mentari yang tengah duduk di atas meja dengan lima teman prianya. Walau pun ia tengah duduk bersama teman prianya, semua sopan padanya tidak ada yang memandang haus atau pun berbuat tidak senonoh. Mereka terlihat tulus berteman, hingga bercanda juga bersama dengan asiknya.

"Ahem......" Arka berdehem.

Beberapa mata menatap arah pintu, "Suuuut......Pak Arka!" teriak seorang Siswi, hingga membuat yang lainya ikut menatap pintu dan benar ada guru sekaligus pemilik sekolah datang.

Semua murid diam dan duduk dengan rapi di kursi mereka masing-masing.

Tap tap tap.

Arka melangkahkan kakinya ia berjalan menuju meja guru, tangannya meletakan sebuah buka dan spidol di tangannya pada meja. Sesaat kemudian mata Arka mulai menyapu ruang tersebut, dengan semua murid yang terlihat begitu rapi. Tapi ada satu murid yang duduk dengan laki-laki.

"Kemari....!" suara dingin Arka meminta wanita tersebut untuk berjalan mendekati dirinya.

"Buat apa?" tanya Mentari yang tidak ingin mengikuti perintah Arka.

Arka menatap semua murid lalu kembali menatap Mentari, Arka menggerakkan tangannya meminta Mentari segera melakukan yang ia perintahkan.

"Huuuufff....." dengan terpaksa Mentari bangun dari duduknya dan berdiri di depan kelas sesuai keinginan Arka, "Ada apa?!" tanya nya ketus.

Arka memasukan dua tangannya ke dalam saku, ia menatap penampilan Mentari yang terlihat aneh, "Lepaskan semua rantai hewan yang kau pakai ini!" titah Arka menunjuk kalung dengan ukuran cukup besar, dan gelang yang terpasang di kedua tangan Mentari.

"Buat apa?!" Mentari tetap tidak terima, namun ia baru menyadari jika kini ia berada di sekolah. Dan orang-orang tidak boleh curiga dengan pernikahan rahasianya dengan Arka, dengan bibir yang mengerucut Mentari melepas semua perhiasan kesayangannya kecuali satu yaitu cincin bertahtakan berlian yang beberapa hari yang lalu di sematkan Arka di jari manisnya, "Ini pak," Mentari meletakan nya di meja, kemudian ia kembali pada kursinya.

"Men...tari.....," pertama kalinya Arka menyebut nama Mentari, suara nya yang tegas dan dingin terdengar di ruangan itu.

Saat mendengar namanya di panggil dengan begitu jelas, Mentari langsung mengurungkan niatnya untuk duduk. Perlahan ia berbalik dan menatap Arka sambil berdo'a semoga Arka tidak mengumumkan jika ia adalah istri dari Arkana Anggara Wijaya.

Arka menunjuk kursi milik guru, "Duduk di sini!" suara dingin Arka terdengar tidak ingin di bantah.

"Tapi Pak," Mentari mencoba menolak, tapi sepertinya cukup sulit karena Arka hanya dengan wajah dingin dan Mentari pun takut. Bukan takut pada Arka tapi takut Arka mengatakan status keduanya.

"Saya tidak suka di bantah!"

"Saya tidak suka di perintah," gumam Mentari sambil duduk di kursi yang seharusnya di duduki Arka.

Arka tahu Mentari dengan terpaksa dengan mengikuti perintahnya.

"Kalau kau tidak suka duduk di antara teman perempuan mu, maka kau harus duduk di sini setiap hari nya."

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!