NovelToon NovelToon
My Wife, My Boss

My Wife, My Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Senjata makan tuan, mungkin adalah istilah yang cocok untuk seorang laki-laki playboy bernama Satrya Tama Fadillah. Niat balas dendam kepada seniornya yang bernama Nabila Mariska Setyarini, malah menjadi boomerang untuknya. Laki-laki yang akrab di sapa Tama itu malah tergila-gila dan jatuh cinta pada Nabila. Bagaimana cara Tama mendapatkan hati Nabila?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, wilayah dan profesi.

selamat membaca. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu Sedikit Lagi

Sudah hampir jam 1 malam, ucapan-ucapan ulang tahun kepada Nabila masih saja berlangsung.

Om Johnatan

Selamat ulang tahun, keponakan sekaligus partner andalan Om, Mudah-mudahan tahun ini tahun terakhir kamu melajang ya Nak, semoga Om bisa segera menjadi wali nikahmu.

"Wah benar-benar...," Nabila hanya menggeleng dan tersenyum membaca ucapan ulang tahun dari Omnya.

Raka

Selamat ulang tahun mbak Nabila, maaf aku nggak bisa ngasih kado apa-apa buat Mbak, tapi mungkin aku bisa kenalin Mbak dengan atasanku yang mapan, tampan, dan pastinya lajang, bukan suami orang. Haha.

"Ini lagi, Bapak sama anak sama aja," Ucap Nabila saat membaca chat dari Raka, sepupunya. Yang juga putranya Pak John.

Banyak lagi ucapan-ucapan dari teman-teman Nabila yang membuatnya tidak jadi memejamkan mata.

"Wah, gawat. udah hampir pagi, besok aja deh di balas satu-satu." Nabila kemudian berbaring, menarik selimutnya dan menyetel alarm tepat jam 6 pagi. Dan Nabila mulai memejamkan mata, tanpa mematikan lampu, karena Nabila sebenarnya ia tidak bisa tidur di tempat asing, apalagi sendirian.

drt...drt...

Setengah jam kemudian, ponselnya kembali bergetar. Dengan mata yang setengah tertutup, Nabila membaca chat masuk tersebut dengan samar.

Satrya Tama F

Semoga di ulang tahunmu selanjutnya, aku bisa berada disampingmu. Mengucapkan langsung kepadamu, Selamat tidur Nabila.

Karena Nabila benar-benar mengantuk, ia tak perduli lagi, dan tertidur dengan ponsel yang masih berada di genggamannya.

***

"Padahal online, tapi cuma di baca doang chatnya, tega banget sih," Ucap Tama yang sedang menunggu balasan dari Nabila.

Kemudian ia pun tertidur, berharap pagi segera datang, bertemu Nabila dan mengucapkannya secara langsung.

***

Pagi itu Nabila sudah bersiap rapi dengan setelan kerjanya, saat bercermin ia melihat lingkaran matanya yang semakin hitam karena terlalu banyak begadang.

"Haduh, concealer mana nih," Kemudian Nabila menutupi mata pandanya dengan concealer. Meskipun sudah di tutupi, namun tetap saja terlihat.

Tama pun rapi dengan setelan kemejanya, dan menunggu Nabila tepat didepan pintu kamar Nabila.

Setelah kurang lebih lima menit menunggu, akhirnya pintu kamar terbuka, Nabila keluar dari kamarnya.

"Selamat Ulang Tahun" Ucap Tama sambil menyodorkan tangan.

"Eh, terimakasih Tam" Jawab Nabila tersenyum.

Kemudian mereka berjalan beriringan menuju lift.

"Tega banget kamu, online tapi chat ku nggak di balas," Tama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Maaf, aku ketiduran Tam, terimakasih ya untuk ucapannya," Jawah Nabila gugup.

Saat di dalam lift, mereka berdua merasa sangat canggung, apalagi Nabila yang jantungnya terus berdegup kencang.

Duh, santai Nabila. Kenapa jadi nervous begini.

"Bagaimana dengan do'a yang aku ucapkan semalam?" Tiba-tiba Tama bertanya lagi.

"Haha, itu biar urusan yang Maha Kuasa aja Tam," Nabila tak tahu harus menjawab apa.

"Baiklah," Jawab Tama singkat.

Saat pintu lift terbuka, Nabila langsung mempercepat langkahnya menuju pintu keluar hotel, kemudian tiba-tiba Tama menarik tangan Nabila, membuatnya terkejut dan langsung menoleh.

"Mau kemana kamu? kita sarapan dulu, kan masih ada waktu," Ucap Tama dan masih menggandeng tangan Nabila.

"I..iya," Nabila mengikuti Tama ke restoran hotel, ia semakin gugup melihat ke arah tangan kanannya yang sedang di genggam Tama.

Setelah mengambil makanan yang tersaji, mereka duduk saling berhadapan, mereka makan dalam keadaan canggung. Tapi sepertinya hanya Nabila yang salah tingkah, berbeda dengan Tama yang tetap saja cool dan santai.

Haha, sabar, sabar. Sebentar lagi sepertinya dia masuk ke dalam perangkapku, cintaku yang sebelah tangan selama bertahun-tahun sepertinya nggak sia-sia. Aku hanya perlu menunggu sedikit lagi.

Tama terus tersenyum menatap Nabila yang benar-benar gugup, hal itu semakin terlihat karena Nabila tidak mau menatapnya sama sekali, sejak mereka duduk berhadapan.

Setelah selesai sarapan, mereka memesan taksi online untuk pergi ke salah satu gedung Pengadilan yang ada di kota Malang untuk mendampingi klien mereka yaitu Pak Edward.

Selama di perjalanan mereka hanya berdiam tak saling bicara, Nabila berpura-pura sibuk memainkan ponselnya memanfaatkan waktu untuk membalas semua ucapan ulang tahun yang tak sempat ia balas semalam.

Sementara itu ponsel Tama juga berdering, dan kemudian,

"Hallo Ma,"

"....."

"Udah Ma,"

"......."

"Iya, Mama sayang, nanti aku hubungi lagi ya, aku lagi dalam perjalanan mendampingi klien," Ucapnya mengakhiri panggilan Mamanya yang terus mengomel di seberang sana.

Dasar anak mami.

Nabila melirik sedikit ke arah Tama.

Setelah perjalanan kurang lebih dua puluh menit, sampai lah mereka di gedung Pengadilan. Untungnya, mereka lebih dulu tiba dari pada Pak Edward, dan mereka pun menunggunya di lobi.

Tak lama kemudian, Pak Edward juga tiba bersama sekertarisnya seorang perempuan.

Nabila dan Tama menyambutnya dan mereka bersalaman.

"Sebentar, sepertinya saya tak asing dengan kamu," Pak Edward berbicara dengan Tama, sementara Nabila memperhatikan sekertaris Pak Edward yang terus memandangi Tama dengan wajah terpesona.

Cih, Bos sama sekertaris ternyata sama-sama ganjen.

Entah kenapa melihat sekertaris Pak Edward yang terus memandangi Tama Nabila menjadi kesal.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya Pak?" Tama balik bertanya.

"Ah iya, saya ingat, saat pertama sekali saya bertemu dengan Bu Nabila yang cantik ini, saat di Restoran hotel di Jogja. kamu juga berada disana kan di meja yang berbeda," Jelas Pak Edward panjang lebar.

"Sepertinya iya Pak, hehe," Tama menjawab apa adanya.

"Oh, ternyata kamu partner nya Bu Nabila? Saya ingat betul wajah kamu, karena kamu tampan mengingatkan saya saat muda dulu," Ucap Pak Edward dengan rasa percaya diri yang berlebihan.

Dasar nggak tahu diri.

Walau tersenyum Nabila terus menggerutu.

"Haha, iya Pak, saya partner nya Bu Nabila," Ucap Tama.

"Ehm, sudah jam 9 Pak, ayo kita masuk keruang sidang sebelum yang lainnya hadir, ada baiknya kita sudah duluan berada disana," Ucap Nabila tegas.

***

"Oh iya, dari kemarin Papa nggak lihat Tama?" Tanya Pak Darwin pada Bu Irin saat akan berangkat ke kantornya.

"Mama lupa bilang, dia dapat tugas mendampingi klien ke kota Malang," Jawab Bu Irin sambil membenarkan dasi suaminya.

"Haha, masa sih Johnatan secepat itu memberikan kepercayaan padanya?" Pak Darwin tak percaya.

"Jangan-jangan dia menipu kamu Ma, dia bukan kerja tapi jalan-jalan," Kata Pak Darwin dan kemudian mengambil ponselnya, mencari kontak bernama Johnatan.

"Papa kenapa nggak percaya sih sama Tama?" Bu Irin mulai kesal karena putra kesayangannya selalu saja di curigai.

"Hallo John, apa kabar?" Saat panggilan sudah tersambung.

"Hallo Win, begitulah, klien ku selalu banyak tapi tentunya tak sebanyak dirimu, haha," Ucap Pak John dalam panggilan telepon.

"John, apa benar kamu memberi tugas kepada Tama untuk mendampingi klien ke kota Malang?"

"Benar, tapi sebenanya bukan Tama yang secara langsung mendampingi klien, karena aku tahu Tama belum begitu berpengalaman, lebih tepatnya dia menjaga dan mengawal keponakanku Nabila yang ku beri tugas kesana," Jelasnya.

"Oh begitu, baiklah. Bagaimana dia? apa dia menyusahkanmu?" Tanya Pak Darwin lagi.

"Tidak, dia penurut, sejauh ini apa yang ku perintahkan selalu berjalan dengan lancar. sebenarnya dia juga tak langsung bekerja di bawahku, dia ku beri tugas untuk menjadi asisten Nabila dalam segala hal mulai dari bertemu klien sampai ke persidangan," Jelasnya lagi.

Bu Irin yang tepat berada di sebelah Pak Darwin sejak tadi terus menguping dan mendekatkan telinganya ke ponsel yang digenggam suaminya.

"Baiklah kalau begitu, terimakasih ya John, semoga selama bekerja denganmu dia benar-benar bisa berubah." Pak Darwin mengakhiri panggilannya.

"Pa, tadi siapa namanya perempuan yang Tama dampingi?" Tanya Bu Irin.

"Nabila, dia keponakannya Johnatan, kenapa Ma?"

"Apa dia penyebab Tama akhir-akhir ini berubah, lebih ramah sama kita dan Mama juga perhatikan raut wajahnya lebih ceria," Sepertinya apa yang selama ini membuat Bu Irin penasaran, sedikit terjawab.

"Bisa jadi, berarti perempuan itu membawa pengaruh baik untuk Tama, tapi bagaimana dengan Citra anak temanmu, Ma?" Tiba-tiba Pak Darwin teringat tentang hubungan Tama dengan Citra.

"Mama juga nggak tahu Pa, sekarang Mama nyerahin semuanya ke Tama, kalau dia nggak bahagia, buat apa," Kali ini Bu Irin tak lagi memaksakan perjodohan yang menurutnya tidak sehat itu.

"Setelah Tama cukup ilmunya nanti, tugas Mama adalah merayunya untuk mau bekerja bersama Papa, siapa lagi kalau bukan dia Ma yang nerusin?" Sambil memegang bahu istrinya.

"Iya Pa, Mama akan berusaha membujuknya, asal Papa nggak terlalu keras sama dia, pasti dia nurut," Kemudian menyalami tangan Pak Darwin yang akan berangkat ke kantor.

***

Bersambung...

**Readers, votenya sedikit dong 😊😊.

Terimakasih semoga terhibur ❤**

1
juwita
mampir
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor 😘😘😘
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fina Fitriani
nice....
Sartini Nickynina
Ceritanya bagus, simple, dan konfliknya juga enggak banyak
Nur Khikmah
Luar biasa
Nur Khikmah
tama plimplan
Ari_nurin
harusnya cari asisten cowok .. biar menjaga perasaan istri juga
dan ga timbul fitnah
Ari_nurin
aku sih sebenernya ga suka dg Tama jd ya aku jengkel aja. baru kali ini aku ga suka dg karakter tokoh utama nya ..
Ari_nurin
wah kecewa aku . gampang banget Nabila memaafkan Tama. ..
Ari_nurin
Halah gampang banget Nabila menerima Tama lagi. syarat kamu itu belum nikah aja Tama sdh tergoda dan gampang khilaf apalagi nanti. klu bosan pasti cari khilaf lagi
Ari_nurin
gpp .. Nabila Ama Leo aja ..
Ari_nurin
baru jg se minggu kamu sdh ga bs jaga kepercayaan Nabila .. Tama Tama .. katanya susah dapat nya tp kok gampang bgt tergelincir godaan spt ciuman. apalagi yg satu itu pasti lebih gampang lagi kamu tergoda .. haddeww 😏😏
Ari_nurin
udah Ama Abang arsitek aja Nabila ...ngapain Ama Tama laki laki plin plan gt
Ari_nurin
mampus loe Tama .. ayo Nabila cari laki laki lain yg bisa jaga perasaan pasangan dan tegas dg orang lain.geram bgt aku Ama Tama .. plin plan
Ari_nurin
aku benci Tama yg ga tegas .. Nabila ga usah ama Tama aja .. Eman Eman .. ga bs jaga perasaan pasangan dan jaga diri ..
Ari_nurin
aduh Tama harusnya kamu selesaikan dulu urusan mu dg cewek kamu itu. pasti runyam nanti klu Nabila tau
Ari_nurin
yg pertama kamu selesai kan dg urusan mu dg citra ...ga tanggung jawab bgt dh punya pacar mau mendekati Nabila .. yg ada nanti justru Nabila dituduh merusak hubungan kamu dh citra. dasar playboy cap rambak si Tama🤨😏
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
kasihan Nabila gara2 ayah yg selingkuh sudah susah mau percaya Sama laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!