Devia keluar dari rumah karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarga . bekerja di salah satu perusahaan di bidang drink .
Berpacaran selama 2 tahun dengan jarak umur yang berbeda . tetapi di tahun berhubungan mereka sedang hancurnya malah adik dari sang kekasih menjodohkan dengan temennya .
bagiamana kelanjutan cinta mereka ......
jangan lupa like dan komentar yaaaaa.....👍👍👍👍👍 biar tambah semangat lagi author buat cerita wanita simpanan
dan jangan lupa FIRST LOVE pertama kali Author buat novel di aplikasi ini . semoga kalian suka ya . enjoyyyyyy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermalam dengan Khafiz
Tiba di apartemen , khafiz dan Devia memilih untuk mandi bersama sebelum tidur . Di peluk di kecup . Ah rasanya . Seger sekali bagi khafiz
" Cantik nya pacar aku ini "
" Kamu juga ganteng "
Khafiz tertawa terbahak-bahak
" Gantengan aku atau Hendra ? "
" Kamu lah , jauh dari pria tua itu "
Khafiz tertawa lagi
" Tapi kamu cinta kan sama dia ?"
" Banget ..."
Pagi harinya Devia memilih pulang menaiki ojek . Devia takut siapa orang yang mengenalnya pulang dengan khafiz apalagi kalo ketemu dengan Riska . Bisa bisa dia curiga Devia berhubungan dengan bos di gudang A
Awalnya khafiz engak mau Devia pulang menaiki ojek pengkolan di depan apartemen , hampir beberapa menit berantem masalah sepeleh . Khafiz yang maunya di manja malah saat Devia izin pulang . Khafiz terus memeluk nya juga mengecup
Devia berusaha tersenyum lalu dia mengecup pipi khafiz dan bilang
" Aku pulang ya , jangan telat masuk ke kantor. Oh iya nanti ketemu dengan aku sama papi berusaha jaga image kamu . Ngerti ! "
Khafiz mengagguk
" Aku antar aja ya, nanti kamu kenapa kenapa sayangku . Susah banget sih di bilangin "
Devia melambaikan tangannya . Harus Devia segera keluar . Kalo engak nanti akan berantem lagi
" Sayang .... Sayang .... Jangan pergi "
Huh !
Untung tiba di kost kostan engak ada siapa siapa . Sepi . Tumben emang . Atau mungkin ketiga temen Devia masih tidur . Biarlah .
Devia segera masuk ke kamar , pagi ini dia harus ke kampus dan nanti siangnya pergi ke kantor Hendra
Tok tok tok ....
Baru banget Devia memakai sepatu . Dan sudah rapi berangkat kampus . Ada yang mengetuk pintu . Pasti Riska mau pinjam motor
Tok tok tok
" Sebentar ......"
Devia langsung bangkit dari duduk nya , membuka pintu lalu memberikan kunci motor nya
" Masih belum sembuh juga ? "
" Em , itu motor kan sering rusak. Niatnya aku mau jual . Dan mau beli baru lagi . Tapi nanti kalo aku udah gajian . Untuk sementara aku sewa motor kamu boleh ya " ucap Riska
Devia langsung menggeleng kepalanya
" Gak usah sewa sewa, pake aja . Lagian aku juga jarang pake motor. lebih baik di pake kamu kan "
" Makasih ya de, nanti aku bayar pake makan malam aja ya nanti . Oh iya mau bareng aku ke kampus . Biar aku antar "
Devia menatap ponselnya Hendra masih gym , kalo kaya gini caranya Devia bisa telat
" Iya antar aku . Nanti kamu bawa helm dua ya ke kantor "
Riska mengagguk . Keduanya langsung turun menuju parkiran . Memakai dua duanya helm lalu pamit kepada ibu kost yang sedang siram tanaman
Di jemput oleh Hendra pulang kampus , Hendra mengajak makan siang di restoran deket kampus . Lalu setelah itu baru ke kantor . Tatapan lagi lagi kepada Devia . Entah siapa atau mungkin anak baru menatap dengan sinis
Jantung Devia langsung berdetak kencang melihat khafiz di ruangan Hendra . Keduanya bertatapan
" Bro coba Lo tawarin club Z . Dia baru banget buka di deket sini . Kali aja dia mau ambil produk kita . Oh iya bro sekalian juga kasih dia diskon kalo dia mau pake produk kita "
" Siap bro . Gue suruh anak periklanan buat brosur dulu "
Setelah khafiz keluar . Devia terus menatapnya hingga Hendra menarik tangan Devia duduk di pangkuannya
" Kamu itu seperti orang bingung aja sih . Lagi ada yang kamu pikirin ? Em . Oh iya kenapa semalam kamu balas nya lama ?"
Devia menatap Hendra, bingung harus menjawab apa
" Semalam Riska ngajak aku makan di luar , setelah itu kita ngobrol di kamar Vira lama . Bahkan kita tidur bersama di kamar Vira . Aku lupa gak bawa hp . Aku pikir kalo memang kamu butuh aku . Pasti kamu akan cari aku . Entah kamu tanya Riska mengenai aku . Tapi realitanya kamu engak ada tuh cari cari aku . Aku kesel tahu gak " Devia pura pura ngambek .
Tapi memang bener biasa kalo Hendra nelpon tapi sekali engak di angkat oleh Devia . Hendra akan terus menghubungi beberapa kali bahkan puluhan kali . Tapi hanya sekali dan itu engak ada pesan nya
" Maaf sayang , aku lagi malas aja nelpon berkali kali . Aku juga kan ada pekerjaan . Aku cuma mau tahu kamu itu sedang apa . Tapi malah engak di angkat . Aku pikir nanti kamu juga akan nelpon aku "
" Dasar cowok gak peka ! "
Cup
" Jangan ngambek sayang , aku janji . Nanti akan hubungi kamu sampai di angkat atau bila perlu aku hubungi Riska kalo engak angkat .aku janji sayang" rengek Hendra sambil memeluk Devia
Devia hanya tersenyum , sih tua Bangka papinya merengek seperti Rafi keponakan. Coba aja keluarga Devia setuju . Devia mau menikah dengan Hendra
" Pi ...."
" Apa sayang "
" Kayanya Devia engak melanjutkan kamar kost kostan Devia deh . Devia mau tinggal di apartemen pi. Tapi sama temen temen Devia . Devia gak punya uang buat beli Pi "
" Yaudah , nanti aku yang beli "
" Makasih ya Pi "
Hendra mengagguk
" Papi mau denger cerita Devia nggak , kenapa Devia bisa engak melanjutkan kamar nya "
Hendra mengagguk " kenapa sayang "
" Itu pi , Devia merasa kok kamar Devia lama lama kecil ya , apalagi Devia kan sering banget belanja . Terus juga kalo Devia mau mandi . Harus nunggu beberapa orang dulu bahkan Devia pernah mandi sekali di pagi hari aja . Karena air mati . Jadinya Devia mau pindah ke apartemen aja Pi . Kan fasilitas nya terjamin Pi . Ada kolom berenang , gym , keamanan 24 jam , terus juga mini market nya deket sama taman juga Pi "
" Yaudah kamu tinggal di apartemen aja sayang . Atau kita tinggal berdua juga gapapa "
" Nanti kalo temen kampus aku tahu tinggal sama papi. Mereka pasti mikirnya kemana mana Pi . Devia belum bilang sama temen temen Devia mau ajak tinggal di apartemen Pi "
" Kamu atur aja mau tinggal dimana . Biar nanti aku yang urus kamu tinggal duduk manis aja . Ok "
Devia mengagguk " makasih ya Pi ,papi baik banget .... Makin cinta deh sama papi . Papi juga kan makin cinta sama Devia "
" Engak ! "
Devia langsung beranjak bangun
" Devia mau pulang " ucap Devia langsung cemberut
Hendra terkekeh melihat wajah Devia tiba tiba seperti itu
" Papi cinta banget sama Devia . Gitu aja marah. Dasar anak kecil "
Devia tersenyum membalas pelukan Hendra . Di saat Hendra mencium lebih nafsu lagi sambil tiduran di sofa . Di saat itu juga khafiz membuka pintu ruangan
Devia terkejut khafiz hanya menggeleng kepalanya, tak peduli dengan pukulan yang Devia berikan kepada Hendra . Hendra terus mencium juga membuka kedua kancing kemeja Devia memberi tanda cinta
" Pi ada kak khafiz "
" Biarlah , dia juga sering melihat kita . Iya kan fiz . Gapapa kan "
" Santai bro "
Khafiz memilih duduk dan tak peduli terjadi pada mereka sedang enak enakan
" Main di hotel aja yuk , atau di apartemen aku "
" Devia mau pulang pi "
" Papi pengen sayang " rengek Hendra
" Aku lagi datang bulan "
Hendra langsung beranjak bangun . Tiba tiba mood nya bener bener hilang
" Devia pulang ya Pi "
" Iya, aku gak antar ya . Banyak pekerjaan " ketus nya
" Papi kenapa marah ? Ini kan tamu bulanan Devia . Gak malu apa ada orang di situ tapi papi ngambek "
Hendra menatap Devia dengan tatapan benci . Hendra langsung menyuruhnya untuk segera keluar
" Papi ngusir Devia ? Ok . Jangan harap Devia bisa balas kabar papi . Lihat ya Pi . Gak akan Devia beri kabar "
Devia langsung keluar dari ruangan Hendra . Keluar dari area kantor lalu berjalan sebentar menaiki taksi
Sudah tau baru dapat tamu bulanan , mood nya hancur di tambah Hendra buat Devia kesel