"Berhentilah berpikir terlalu tinggi. Dari dulu sampai sekarang aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu, " ~ Ardiofael Sato
"Aku bermimpi untuk menjadi istrimu dimasa depan, " ~ Keysia Holand
===
Sungguh hal yang sangat aneh bisa memiliki perasaan ini sejak lama. Maka sudah seharusnya sejak awal harus dihapus. Ketika harus menghapus perasaan, ada dua orang anak kecil yang hadir karna sebuah kesalahan.
Hal yang paling aneh, ketika tidak tau bersama siapa melakukannya sampai dua sikembar kecil mewarnai warna hitam itu jauh lebih terang.
===
Kopi itu pahat
Senja itu sempit
Rindu itu sakit
#RAS ❤
Salam dari Lis'R Story
💏💏💏
Ikutin keseruan Keysia Holand dan Ardiofael Sato dalam cerita my secret love
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilis Seryani Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Daddy Queen
Keduanya sekarang tengah berdiri didepan sebuah rumah. Namun, yang satu masih gugup setengah mati dan yang satu lagi tengah jengah menunggu seseorang.
"Ayolah, kita sudah bisa memanggilnya. "
"Sabar, gua masih deg-deg an. " jawabnya tak karuan
"Aelah, buruan napa. " Tak mendengar jawaban dari sang koko, Rafa segera mengetuk pintu rumah tersebut membuat Dio terkejut setengah mati.
"Lo gila? Gua belum siap."
Rafa mengedikkan bahunya tak peduli, mereka mwndengar suara langkah kaki yang berlari menuju pintu.
Dio yang tidak siap segera memutar tubuhnya dan berjalan menjauh dari rumah itu.
"Ya, siapa? " suara itu menghentikan langkah kaki yang hampir sampai menuju gerbang rumah.
"Halo, jagoan. Paman datang kesini berkunjung. Bolehkah? " Tanya Rafa dengan senyuman manis
"Boleh paman. Ayo, masuk."
"Ko yakin gk ikutan? " tanya Rafa yang hendak melangkahkan kaki masuk.
Dominic memperhatikan lelaki yang memutar tubuhnya menuju rumah. Dia memicingkan matanya melihat lelaki itu yang sudah dekat dengannya.
Wow, bukankah dia tampan?
Dominic berusaha tetap dengan wajah datarnya, lelaki itu terlihat shock melihat Dominic. Dia mensejajarkan tubuhnya dengan Dominic.
Pasti dia daddy ku. Aku yakin. Tapi kenapa lelaki tampan ini meninggalkan aku dan mommy. Huh! Seharusnya aku akan memelukmu tapi aku akan lihat ketulusanmu pada mommy.
Dio memperhatikan wajah itu secara seksama. Dia seperti bercermin dengan dirinya ketika kecil dulu.
Anak ini terlalu mirip dengan ku. Aku yakin dia anakku. Batinnya
"Hei, siapa namamu? "
Dominic mengacuhkannya dan berlalu masuk begitu saja. Dia ingin membuat daddy lebih berusaha untuknya, Queen dan mommy.
Rafa terdengar tertawa melihat Dio yang dicueki oleh anak kecil. Dio menatap tajam Rafa meminta supaya lelaki itu diam.
"Siapa sayang? " tanya seorang wanita cantik yang baru saja menuruni tangga.
Ketika wanita itu berjalan, langkah kakinya terhenti kala melihat sosok lelaki yang sangat dia rindukan. Namun, dia malu melihat lelaki itu, dia memiliki anak yang bahkan dia sendiri masih belum yakin siapa ayah anaknya.
"Halo, ce? " sapa Rafa yang mendahului Dio memasuki rumah
"Ha-halo... silahkan duduk. " Rafa tak merasa sungkan, dia segera berjalan menuju dapur. Entah dari mana lelaki itu memiliki keberanian. Bukannya Keysia meminta dia untuk duduk kenapa malah berjalan menuju pantry?
"Hai, lama tidak berjumpa. " ucap Dio menghentikan langkah kaki Keysia yang ingin mengikuti Rafa.
"Ha-hai. Lama tidak berjumpa. " jawabnya gugup
"Bagaimana kabarmu? "
"Ehmm... Ya-ya, aku baik. "
"Boleh aku duduk? "
"Si-silahkan. Aku akan mengambilkanmu air minum. "
"Tidak perlu. Aku ingin kamu duduk disini, " ucap Dio menunggu wanita itu duduk di hadapannya.
Keysi merasakan gugup, jantungnya terasa berdetak dua oh bukan bahkan tiga kali lebih cepat saat ini.
"Kamu ingat aku? "
"Hem, tentu saja. " jawab Key masih tidak tenang
"Kamu Keysia, sahabat pacar James kan? " Keysia mengangguk.
Sepertinya dia bukan Dio. Kok malah ingatnya bagian situ sih. Tapi kenapa dia datang bareng Rafa?
"Kenapa? Ada yang ingin kamu tanyakan? "
"Hem, kamu teman Rafa? " tanyanya penasaran. Bukan langsung menjawab Dio malah tertawa mendengar pertanyaan konyol dari Keysia.
"Bukan. Dia ko Dio. Masa cece gk kenal? " jawab Rafa yang baru saja kembali dari dapur bersama Dominic.
"Hah? " Keysia makin tidak karuan. Situasi macem apa ini? Kenapa terasa begitu canggung hanya untuk dia seorang. Kenapa yang lain teraaa santai.
"Dia anak kamu? " tanya Dio membuka suara kembali. Dominic tampak acuh tak acuh dengan pertanyaan Dio. Dia berjalan menuju Key, dan berusaha menenangkan wanita itu. Tampak raut wajah gelisah disana.
"i-iya dia anak aku, " jawabnya pasrah.
Lekaslah kamu merasa jijik denganku setelah kamu tau siapa aku sebenarnya. Dan aku akan melepasmu seutuhnya. Dan akan membuang perasaanku.
"Tampan, " ujar Dio membuat kepala Key menegak dan melihat raut wajah Dio yang tersenyum padanya.
"Ya, begitulah. Terimakasih, " ujarnya terbata
"Bukankah kalian merasa aneh? " ketiga mahluk itu mengarahkan pandangannya pada lelaki yang tengah menikmati makanan itu.
"Aneh? Maksudnya? " tanya Key
"Ya, coba perhatikan wajah Dominic. Dan kalian putar memori masa kecil kalian. Bukankah dia seperti koko waktu kecil?" Dominic duduk tenang ketika Key dan Dio melihatnya secara terang-terangan.
"Apa kalian bodoh? Bukankah Dominic seperti anak Koko? " tambahnya lagi.
"Ehm... Ya, mungkin mereka mirip. Tapi, Dominic bukan anak Dio. " jawab Key ingin mengiyakan kenyataan namun tak bisa karna dia pun tak mengenal ayah anaknya.
Tiba-tiba perasaan amarah bergejolak. Dio kesal mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Keysia.
"Berapa banyak lelaki yang tidur denganmu? " tanya Dio dengan nada marah
Keysia terkejut mendengar apa yang ditanyakan oleh Dio. Dia berjalan menghampiri lelaki itu dan menamparnya begitu saja.
Rafa yang tak kalah terkejut segera berjalan menghampiri Dominic dan menutup mata Dominic. Supaya anak kecil itu tak melihatnya.
"Paman, kamu terlambat. Aku sudah melihat semua, " ucap anak kecil itu santai
"Oh, kamu sudah melihat. Lebih baik kamu ke kamar. "
"Tidak perlu. Aku ingin mendengar semua, " jawabnya masih duduk dengan tenang dan menunggu reaksi Dio setelah di tampar oleh mommy nya.
"Apa hak kamu bicara gitu? Kamu juga bukan kenal denganku. Jadi gausah sok tau tentang hidupku, " ujar Keysia mengebu-gebu. Perasaan marah dan kecewa menjadi satu.
"Lantas, siapa ayah anakmu? " Keysia terdiam, dia tak dapat menjawab pertanyaan Dio. Bener, dia tidak tau.
"Kenapa tidak kamu jawab? Apa karna sekian banyak lelaki maka kamu tak ingat siapa ayah anak kamu, " tuntut Dio lebih.
Auewhh...
Dio meraung merasakan kesakitan karna tulang kering kakinya baru saja ditendang dengan kuat oleh anak kecil.
Dio mengernyit bingung dan mengusap kakinya karna meraskaan sakit. Sementara pelakunya hanya menatapnya dengan tatapan dingin.
"Keluar! " perintah Keysia.
"Jawab pertanya--" tak lagi dia lanjutkan, tatapan Dominic mulai menatapnya dengan kebencian.
Kalau benar dia anakku, tak bisa kubiarkan dia membenciku.
"Maafkan aku-" Keysia menarik tubuh Dominic dan memeluknya erat.
"Jangan sentuh anakku. Kamu pergi dari sini, " ujar Key dengan tangis.
"Daddy, " teriak seorang gadis kecil terburu-buru menuruni anak tangga.
"Queen, pelan-pelan sayang. Awas jatuh, " ujar wanita paruh baya mengingatkan.
Queen tak mendengarkan, ketika kakinya menyentuh lantai paling bawah, dia berlari sekuat tenaga menyerbu Dio dan memeluk lelaki itu dengan erat.
Semua yang melihatnya terdiam terpaku. Betapa senangnya Queen memeluk erat tubuh Dio. Seakan dia tak ingin melepaskan pelukan itu.
"Wah, ternyata koko benar. Kalau Queen sembuh, daddy akan datang melihatku. " ujarnya senang.
Dio yang masih terkejut membalas pelukan anak kecil itu. Dia menatap wajah anak kecil itu sangat mirip dengan Lisa mamanya. Hanya mata anak kecil ini yang mirip dengaj Keysia.
"Sayang, dia bukan... " ucapan Keysia terhentu kala Dominic menatapnya dengan tatapan memohon.
Dio membawa gadis kecil itu kedalam gendongannya. Tatapan matanya menatap Rafa seolah bertanya pada lelaki itu. Namun, Rafa hanya mengedikan bahu, karna dia sendiri pun tidak tau. Dia hanya melihat Dominic bersama Keysia.
"Dio? "
Lis'R Story