[BANYAK SALAH KATA, CERITA CAMPUR ADUK!!!]
Sinopsis :
Dibenci, dibully, dikhianati, dikucilkan, diftnah, terasa dunia hanya mempermainkannya. Ini yang terjadi dengan seorang pemuda berumur 16 tahun bernama Ryan yang terus ditimpa hal semacam itu sejak masih kecil.
Sempat berpikir dunia ini hanya sebagai tempat penyiksaan baginya, karena bagaimanapun ia terus ditimpa hal semacam itu secara berulang-ulang seakan-akan dunia tidak menerima keberadaannya.
Pada akhirnya, ia pun dibunuh dengan tangan sahabatnya sendiri yang mengaku malu mempunyai sahabat seperti dia, dia, dan dia. Namun, itu hanya sebuah awalan dalam kehidupannya. Setelah itu, jiwanya di reinkarnasikan dalam tubuh seseorang bernama Luca dan mendapatkan sebuah System yang sangat canggih.
Di samping itu, Luca juga mendapatkan nasib yang sama seperti Ryan. Akan tetapi, semuanya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis bernama Aria yang dimana Aria adalah seorang Elf yang sangat cantik dan imut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B_Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Latihan 6
Like : Komen : Share : Vote
Para Readers, Author mau nanya sedikit nih. Author ingin tau gimana menurut kalian ceritanya sampai saat ini? Silahkan komen di bawah ya agar Author tau bagaimana penilaian kalian, oke happening reading guys~
...[-----------------------------------------]...
Keesokan harinya, Luca Kembali berlatih. Kini dia memfokuskan untuk melatih pengendalian elemennya dahulu hingga benar-benar menjadi Master Elemental. Luca pun mengambil tempat yang berbeda, jika kemarin-kemarin ia berlatih di air terjun dan padang rumput.
Kini Luca memutuskan untuk berlatih di atas tebing dekat situ, karena jika bertanya, Luca hanya ingin merasakan suasana baru. Luca memulai pemanasan terlebih dahulu yaitu push up 50 kali, sit up 50 kali, dan pemanasan ringan seperti meregangkan tubuhnya dan lainnya.
Beberapa menit kemudian, Luca selesai pemanasan dan memfokuskan dirinya terlebih dahulu. Luca memulai dari elemen angin terlebih dahulu. 3 jam berlalu, kini ia memutuskan untuk berburu Hewan Buas kembali karena pengendalian elemen tanahnya sudah hampir sempurna.
"System, tunjukkan aku status pengendalian elemen."
[Pengendalian Element]
Cahaya {46%}
Kegelapan {1%}
Api {100%}
Air {100%}
Angin {67%}
Petir {21%}
Tanah {40%}
[--------------]
Bukannya ia turun dengan jalan menurun, Luca malah melompat dari atas tebing itu yang setinggi 20 meter di atas permukaan tanah Underworld. Luca mendarat dengan selamat tanpa adanya patah tulang, atau yang lainnya.
Bersamaan dengan itu, di depannya tepat sekali adanya Hewan Buas Peringkat Menengah yaitu seekor Harimau Gunung. Ia tersenyum lebar ketika melihat Harimau Gunung itu, Luca lalu menciptakan sebuah bor dari tangan kanan dan kirinya menggunakan elemen angin.
Bor Topan!
"Gragh...!!!" Harimau Gunung itu maju dan bersiap mencakar Luca. Dengan santainya Luca hanya memiringkan badannya karena ia menggunakan skill Anti Action.
Saat tepat di depannya, Luca menusuk Harimau Gunung itu menggunakan bor angin. Walaupun tidak terlalu melukai, akan tetapi tusukan bor angin membuat Harimau Gunung itu terlempar jauh di udara karena tekanan anginnya yang tinggi.
Luca tidak menyia-yiakan kesempatan ini, ia lalu terbang menggunakan sayap angin dan mengebor Harimau Gunung itu yang masih berada di udara secara beruntun.
Cus!
Cus!
Cus!
Cus!
Cus!
Cus!
Cus!
Lagi-lagi, Harimau Gunung itu terlempar jauh langit. Beberapa detik kemudian, Luca melihat di langit Harimau itu turun dengan kecepatan tinggi dan menghantam tanah. Luca turun dan mengeceknya bahwa ia sudah mati karena tusukan bertubi-tubi Bor Topannya.
[Selamat! Tuan berhasil membunuh seekor Harimau Gunung! Mendapatkan Point sebanyak 300!]
Setelah scene yang membuat Luca bahagia itu, ia lalu melihat statusnya di System.
[Status]
Nama : Luca
Kekuatan : Dewa Pencipta {86%}
Warrior : Berlian Tahap Awal
Energi : Suci
Tingkat Kultivasi : Immortal Level 1
Element : Cahaya {46%} Kegelapan {1%} Api {100%} Air {100%} Angin {78%} Petir {21%} Tanah {40%}
Skill : Penciptaan, Aura Kematian, Anti Action
Point : 1.100
>>> Toko <<<
>>> Inventaris <<<
>>> Settings <<<
[------------]
Luca melanjutkan perburuan hingga sore hari tanpa mengenal lelah.
***
Sore harinya, Luca memutuskan untuk kembali ke gubuk karena dia yakin pasti Aria sudah menunggunya.
"Hah... Latihan yang menyenangkan, peluang menuju Underworld juga semakin dekat." Luca menggunakan sayap anginnya dan terbang kembali ke gubuk.
Tidak lama ia terbang, Luca di hadang oleh seekor Elang Malam, yaitu salah satu Hewan Buas Peringkat Menengah. Yang berbahaya dengan Elang Malam adalah serangannya paruhnya yang mempunyai sebuah racun.
"Hewan Buas lagi? Oke oke jika kalian memang ingin menjadi sarana olahragaku." Luca menggunakan skill Penciptaannya dan menciptakan sebuah tombak yang terbuat dari besi yang sangat keras.
Elang Malam itu langsung melesat ke arah Luca. Dengan mudahnya, Luca langsung melemparkan tombak itu dan menusuk tubuhnya.
Sresh!
Tidak lama setelah itu, Elang Malam itu lemas dan jatuh ke dalam hutan. Di situ juga, lagi-lagi Luca menerima notifikasi dari System.
[Selamat! Tuan berhasil membunuh seekor Elang Malam! Mendapatkan Point Sebanyak 200!]
Luca tersenyum lebar, ia lalu kembali melesat menuju gubuk. Beberapa menit kemudian, Luca sampai dan melihat Aria sedang duduk di tanah depan gubuk. Luca turun dan menghampiri Aria langsung.
"Hah, Luca." Tiba-tiba Aria berlari menuju arah Luca dan memeluk erat.
"Eh... Oh ya, bagaiamana selama aku tidak ada?"
"Tidak ada, selama tidak ada aku hanya menunggumu di depan gubuk." Jawab Aria yang semakin erat pelukannya.
Beberapa saat kemudian, Aria melepaskan pelukannya. Di situ Luca curiga karena ia melihat dengan matanya sendiri, pakaian dari Aria kotor dan sedikit basah. Luca mempunyai firasat bahwa Aria latihan selama ia tidak ada.
"Aria, apa kau latihan selama aku tidak ada?"
"Ah eng... Itu..."
"Tidaka apa-apa jawab jujur saja, aku tidak akan marah." Ucap Luca dengan tersenyum senang ke Aria.
Aria pun mengangguk dengan muka menunduk ke bawah. Luca pun senang dengan kelakuan Aria yang jujur "Apa alasanmu?" Lanjutnya.
"Ak-aku ingin menjadi lebih kuat juga. Agar nantinya bisa melindungi dirimu juga." Aria pun menatap Luca dengan tatapan penuh perhatian, Luca bisa melihatnya hanya dari matanya.
Setelah mendengar alasan Aria, Luca pun mengelus kepalanya "Terimakasih, sudah perhatian, Aria." Luca pun melangkahkan kakinya lagi menuju air terjun.
Sementara Aria terkejut ketika melihat Luca tidak marah padanya. Aria pun kembali tersenyum ia lalu masuk menuju gubuk untuk memasak makan malam.
***
Malam harinya, terlihat Luca sedang melatih pengendalian elemennya di air terjun. Aria pun menghampiri Luca dengan tersenyum "Luca, sudah malam, sebaiknya ayo tidur."
Luca menghentikan latihan pengendalian elemennya itu dan menghampiri Aria "Iya, sebentar lagi, kamu tidur saja duluan. Bukannya nanti aku tidur diluar seperti biasa."
"Eh... Kamu ini gimana!"
"Hah, maksudnya?"
Tiba-tiba muka Aria memerah dan membuat Luca kebingungan kenapa muka Aria berubah menjadi merah padam.
"Em... Mau tidak, tidur denganku malam ini saja?" Tanya Aria malu-malu.
Luca terkejut ketika Aria mengucapkan kalimat itu dari mulutnya. Beberapa saat Luca berpikir untuk memutuskan, setelah itu ia memutuskannya dengan menarik nafas berat.
"Hah... Oke, semalam saja kan?"
"Yey, iya."
Luca memutuskan untuk mengakhiri latihannya malam ini. Mereka berdua pun masuk ke dalam gubuk untuk tidur. Sesampainya di dalam, Luca pun duduk dan melihat Aria akan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Luca terkejut ketika Aria akan melepas bajunya "Eh Luca, tutup matamu, jika kau mengintip sedikit maka akan aku tampar mukamu."
"Iy-iya!" Luca pun langsung memejamkan matanya ditambah dengan menutup wajahnya menggunakan tangannya. Di situ juga Luca merasa merinding ketika melihat muka Aria yang begitu menyeramkan walaupun sangat imut dan manis.
Beberapa menit kemudian, Aria selesai mengganti pakaian "Sudah selesai, kau boleh buka matamu."
Luca membuka matanya dan melihat Aria yang sangat cantik dan manis ketika menggunakan pakaian tidur, sampai ia tidak bisa mengaburkan pandangannya ke Aria.
Aria mematikan lampunya dan membaringkan dirinya di samping Luca. Entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdebar-debar, ditambah dengan hidungnya yang menghirup aroma harum tubuh Aria membuat jantungnya tidak bisa berhenti berdebar.
"Ini pertama kalinya aku tidur dengan seorang gadis." Karena Luca belum terbiasa, ia sedikit demi sedikit memiringkan tubuhnya ke arah yang berlawanan dengan tubuh Aria dengan seluruh tubuhnya yang kaku.
...To be Continued...
...Thank You and Have Fun:)...
paraaaaahh..