NovelToon NovelToon
Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasma mahmud

Raina Salsadila tumbuh menjadi wanita mandiri. Demi menghidupi adik-adik nya dengan layak ia rela menjadi bodyguard CEO jutek.

"Wanita! Berani sekali kalian menjadikan wanita sebagai bodyguard ku. Pecat dia sebelum matahari terbenam. Jika tidak kau akan tahu bagaimana menakutkannya diriku." Bentak Sawn Praja Dinata.

Kisah pilu masa lalu membuat Raina bertahan menjadi bodyguard Sawn Praja Dinata.

Berapa lamakah Raina sanggup bertahan?

Mampukah kesaleha-han Raina Salsadila meruntuhkan ego Sawn Praja Dinata?

Yokkk kepoin keseruan kisah manis antara Sawn dan Raina...!

IG Author: Hasma_mahmud

Selamat membaca...💕💙💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasma mahmud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja Bersama Mu

Raina duduk sambil melipat tangan di atas lututnya. Kali ini, Bu Rahayu benar-benar marah. Sejak kemarin malam wanita paruh baya itu tidak pernah keluar kamar, kecuali untuk mengambil Wudhu untuk Shalat Isya saja.

Berkali-kali Raina mengetuk pintu mencoba menjelaskan semuanya pada Bu Rahayu. Sayangnya, usaha-nya tidak membuahkan hasil. Bu Rahayu malah mengunci diri di dalam kamar seperti anak kecil yang ngambek karena tidak di belikan mainan kesukaannya.

"Ya Allah. Apa yang harus ku lakukan supaya Ibu berhenti marah."

Hmm!

Raina menghela nafas sambil memandangi jam di dinding yang tergantung tepat di samping kiri kamar Bu Rahayu. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 dini hari. Berarti Raina duduk di depan pintu kamar Ibunya hampir lima jam lamanya.

Apa Ibu benar-benar marah sampai beliau tidak ingin melihat wajahku? Lirih Raina pelan. Ia mengusap wajahnya dengan gerakan pelan.

Dari kamarnya, Bu Romlah menyaksikan perang dingin antara Ibu dan Anak itu. Sebenarnya ia merasa kasihan pada Raina, sejak pulang dari Swalayan Bu Rahayu memilih mengabaikannya. Gadis malang itu bahkan tidak memakan apapun karena mengetahui Ibunya juga belum makan.

Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan kalian. Lirih Bu Romlah kemudian menutup pintu kamarnya, membiarkan Raina duduk sendiri bersandarkan daun pintu kamar Bu Rahayu.

...***...

Raina kembali kekamarnya pukul empat pagi, ia merasakan sekujur tubuhnya remuk efek duduk semalaman sambil melipat tangan di lututnya. Saat Azan subuh mulai berkumandang, semua orang sudah berkumpul di Musalla kecuali Bu Rahayu. Setengah jam menunggu, Bu Rahayu tidak juga muncul sampai akhirnya Bu Romlah meminta Andre bertindak sebagai imam Shalat, karena ia tahu Kakaknya itu tidak akan datang.

Raina semakin merasa bersalah.

Rakaat pertama Andre membaca Surah Al-Imfithar. Bacaan tartilnya menggetarkan jiwa siapapun yang mendengar.

Yaa ayyuhal insaanu maa gharraka birabbikal karrim

Alladzii khalaqaka fasawwa ka fa'adalak

Fii ayyi shuuratim maa syaa-a rakkabak

Kalla bal tukadzdzibuuna biddiin

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang maha pemurah

Yang telah menciptakan kamu lalu meyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang

Dalam bentuk apa saja yang dia kehendaki, dia menyusun tubuhmu

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan

Bulir-bulir hangat keluar dari mata Raina, membasahi wajah ayu tanpa make up nya. Begitu dahsyat makna yang terkandung dalam lantunan ayat suci yang di bacakan Andre sampai-sampai sekujur tubuh Raina bergetar hebat. Rasa takut mulai menjalar memenuhi rongga dadanya, berharap dalam do'a ia dan keluarganya tidak termasuk dalam golongan kiri, yakni golongan penghuni neraka. Raina dan keluarganya masih larut dalam do'a yang menggetarkan raga.

Sementara di sisi lain, ada orang yang masih terlelap. Larut dalam buaian kenikmatan di balik selimut hangatnya tanpa memikirkan kematian setelah kehidupan singkatnya. Harta berlimpah, kebahagiaan merekah, derita menyeruah, semua itu tidak akan berguna jka tidak di dasari Iman di dada manusia.

Kebahagian akan jauh lebih menenangkan jika di barengi rasa syukur tiada tara pada Yang Maha Kuasa.

Dan derita? Derita tidak akan menyakitkan selama di dalam dada ada kesabaran tanpa batas.

Eeemm!

Shawn menggeliat bagai cacing kepanasan, ia menyunggingkan senyuman menawan sambil berucap 'Selamat pagi, sayang'

"Apa yang ku lakukan? Kenapa aku melihat wajah pengawal itu begitu aku membuka mata." Lirih Shawn pelan sambil bangun dari posisi berbaringnya.

"Apa aku sudah tidak waras? Kenapa aku membayangkan wajah tersenyumnya sedang menyapa ku di tempat tidur. Ini benar-benar mustahil." Ucap Shawn lagi. Tidak ingin larut dalam ilusi yang membingunkan, ia segera beranjak menuju kamar mandi. Membasahi sekujur tubuhnya dengan air dingin membuat pikirannya kembali normal.

Lima belas menit kemudian Shawn selesai bersiap-siap. Di pandanginya wajahnya dari pantulan cermin 'Sempurna' lirihnya.

Shawn berjalan hati-hati saat menuruni anak tangga, keempat asisten rumah tangganya terlihat sibuk. Ada yang bertugas membersihkan lantai, memasak dan ada juga yang sibuk mencuci.

Shawn mengambil koffe yang sudah di siapkan Bik Sumi, segelas koffe pahit dan roti gandum yang di olesi selei kacang. Sarapan yang sangat sederhana namun itu sudah cukup baginya.

Sementara itu di tempat berbeda, Raina masih sibuk membantu Bu Romlah membersihkan bekas sarapan adik-adiknya. Semua orang sudah berangkat ketempat aktivitas masing-masing, tinggal Raina saja yang masih berada di rumah. Ia memandangi kamar Ibunya, sayangnya tidak ada tanda-tanda kalau Bu Rahayu akan keluar dari kamarnya. Bu Romlah menatap wajah nelangsa Raina. Jelas terukir kekecewaan disana.

"Sepertinya, Ibu Mu masih marah! Kau sarapan saja dulu, setelah itu kau bisa berangkat bekerja. Nanti Bude yang akan bicara pada Ibumu." Ucap Bu Romlah menenangkan. Raina hanya menyunggingkan senyum sambil meraih tas yang ia letakkan di atas sofa.

Raina berangkat kerja tanpa memakan apapun. Sesungguhnya, Bu Rahayu melihat Raina berangkat dari jendela kamarnya, ia menghela nafas. Merasa bersalah karena mengabaikan putri kesayangannya.

...***...

Setengah jam setelah keberangkatan Raina, Bu Rahayu mulai keluar dari kamarnya. Tangan kanannya memegang baju hangat yang sengaja ia buat untuk Raina. Melihat kelakuan Kakaknya, Bu Romlah memilih untuk mengabaikan Bu Rahayu, ia sendiri kesal dengan sikap yang di tunjukkan kakaknya itu.

"Rom, bagaimana pendapat Mu tentang baju ini? Bukankah baju ini terlihat indah jika di pakai Raina?" Bu Rahayu tersenyum sambil membayangkan wajah lugu putri kesayangannya.

"Rom, tolong katakan sesuatu!" Ucap Bu Rahayu memaksa.

"Saya harus bilang apa Mbak Yu? Apa saya harus bilang kalau saya kesal dengan sikap Mbak Yu. Raina, anak bodoh itu! Dia duduk sepanjang malam di depan pintu kamar Ibunya, berharap Ibunya akan keluar dan memaafkannya. Tapi sayangnya, Ibunya itu tidak perduli padanya. Berangkat kerja saja dengan perut kosong." Celoteh Bu Romlah meluapkan kekesalannya.

"Kenapa Raina tidak sarapan, bukankah dia bersama Mu sejak pagi?" Bu Romlah terkejut karena di salahkan, melihat ekspresi khawatir yang di tunjukkan Bu Rahayu membuatnya semakin kesal.

"Menurut Mbak Yu kenapa? Apa Raina pernah makan jika adik-adiknya belum makan? Jika Ibunya sendiri belum makan, lalu bagaimana ia bisa makan." Ucap Bu Romlah dengan tatapan kasihan pada Kakaknya.

Bu Rahayu lemas mendengar penuturan Bu Romlah, ia hanya ingin membuat putrinya menyerah dari pekerjaannya tanpa harus menyakitinya.

Ya Allah... Apa yang sudah ku lakukan. Batin Bu Rahayu sambil menatap jam di dinding, waktu baru saja menunjukkan pukul 9 pagi. Bu Rahayu mulai menghela nafas kasar memikirkan Raina akan pulang sore nanti, itu artinya ia harus menahan kerinduan untuk putri yang ia abaikan sejak semalam.

...***...

Shawn mendapati Raina sedang menunggunya di sofa depan ruangan Robin. Betapa bahagianya hati Shawn saat mendapati wanita yang selalu ingin di lihat netranya berada di hadapannya. Semua orang sudah pulang, tinggal mereka berdua yang masih tersisa di gedung berlantai 25 itu.

Senja bersama mu.

Bahkan semesta ingin kita tetap dekat.

Jika semesta telah mendukung, bahkah jika kau berada dalam lautan sekalipun, aku pasti akan datang untuk menjemput Mu.

Shawn tersenyum bahagia mendapati Raina ada bersamanya. Sementara Raina, ia bersedih mengingat Ibunya yang masih marah padanya.

...***...

1
Siti Sopiah
Rania ni pun satu .terlalu lemah banyak nangis .keluar sj dr rumah aialan tu cari KRJ lain
Siti Sopiah
dasar laki2 pengecut bodoh kau soang
Siti Sopiah
dasar munafik kau angsa
Siti Sopiah
senjata makan tuan
Matsani
Lumayan
Siti Sopiah
keep going Thor 💪💪💪💪💪
Evi Lusiana
di kira smuany bs d tukr dg uang,tdk dg hrg diri seorang rheina
Evi Lusiana
kapok gk tuh boss jutek
Evi Lusiana
lihatlah shawn wanita yg kau remehkan justru penyelamatmu
Sastri Dalila
👍👍👍
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
falea sezi
kn bner bekas cium bibir angel dih
falea sezi
jd ini cwok yg dlu di maksd Zain yg berdua ma angel di thailand dih pasti mereka nganu2 moga gk jd ma yuna jijik loo
falea sezi
agak gmna pasti Zain uda pernah donk tidur atau cium2 angel dih kek jijik gt mending cari lain donk tujuan Zain aja g baik dr awal
falea sezi
males kayak g ada laki lain aja dpet bekas jalang angel
falea sezi
najis dpet Zain bekas jalang
falea sezi
jelasin woy flashback nya biar g bingung pembaca emank kita peramal bisa nebak jalan cerita/Sleep/
Lila
Author, ejaannya bbrp kurang tepat.

d menjadi t
p menjadi f
f menjadi t

maksut seharusnya maksud
detektip seharusnya detektif
budak jambi
hukum mati la penjht tu.kl perlu dalg ny skalian.masa dak ada cctv kan orkay
budak jambi
wanita iblis seperti angel di cintai.bodh...tp cock la dgn Shawn yg kasar tu..kasihan Rania di pasg dgn Shawn yg kasar tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!