Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 - Pantai (Visual)
Tiba - tiba Elang datang dan mendorong Gilang menjauh dari Reina.
Reina membulatkan mata nya melihat Elang datang dan tiba - tiba mendorong Kakak nya..
"Elang." Ucap Reina pelan.
Gilang menatap Elang dengan tajam,begitu juga dengan Elang.
"Kau tidak apa - apa kan Reina?,Apa dia menyakiti mu?." Tanya Elang sembari memegang kedua pundak Reina.
"Ti - tidak apa - apa." Jawab Reina.
"Kau seperti nya sangat menyukai nya,segitu khawatir nya kau pada nya hingga kau mengikuti kami?." Ucap Gilang dengan sinis.
"Diam saja." Saut Elang.
"Ayo Reina kita pergi." Ajak Elang menarik tangan Reina keluar dari Restoran.
Reina sangat terkejut melihat pertama kali mereka saling berbicara tapi ternyata mereka tidak akur.
Gilang menatap Reina dan Elang yang pergi dengan tatapan dingin nya,lalu ia juga ikut berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil nya,meninggalkan Restoran.
.
.
.
.
Reina dan Elang menaiki Taxi,Mengikuti Elang yang tidak tahu mengajak nya kemana.
"Elang,kita mau kemana?." Tanya Reina.
"Jalan - jalan." Saut Elang tersenyum.
Sampai lah Taxi di sebuah pantai,Reina dan Elang pun turun dan berjalan memasuki pantai.
"Elang." Panggil Reina.
"Iya."Saut Elang.
Sembari berjalan menyusuri pantai.
"Kau dan Gilang seperti nya tidak akrab,bukan kah dulu kalian sangat dekat." Tanya Reina.
"Dulu beda dengan sekarang,dulu kita masih polos,sekarang tidak lagi." Jawab Elang.
Jawaban Elang membuat Reina sedikit bingung untuk mengartikan perkataan Laki - laki yang berjalan di samping nya.
"Kalau boleh tahu,kenapa kau ingin di jodohkan?." Tanya Elang.
"Em.. aku hanya ingin membahagiakan kakek ku. Dia sedih saat aku menolak di jodohkan,dia sedih dan aku juga sedih melihat nya." Jawab Reina.
"Kau Gadis yang baik hati." Balas Elang
Reina dan Elang pun duduk di kursi yang memang tersedia di pantai itu,sembari menikmati udara malam yang sangat sejuk,Reina terlihat mengelus - ngelus pundak nya karena sangat dingin.
Elang yang melihat Reina kedinginan lalu membuka Jas yang ia kena kan dan memberikan pada Reina.
Elang menutupi tubuh Reina dari belakang dengan jas yang besar.
"Kau memberi kan pada ku,kau akan kedinginan." Ucap Reina.
"Tidak apa - apa,aku sudah biasa." Saut Elang sembari mata nya menatap ke arah pantai.
Reina pun melirik ke arah Elang yang memandangi pantai lepas. Reina tersenyum melihat sosok Elang yang selalu baik pada nya,tidak seperti Gilang yang selalu saja dingin dan menakutkan untuk nya.
"Jangan memandangi ku seperti itu,nanti mata mu lepas." Ucap Elang.
"Apaan sih." Saut Reina tertawa kecil sembari menyenggol Elang.
Setelah menikmati hari hingga larut,Reina dan Elang pun pulang dengan mengunakan Taxi.
"Elang terima kasih untuk malam ini,terima kasih selalu baik pada ku." Ucap Reina.
Elang membalas dengan senyuman sembari menatap Reina yang duduk di samping nya di di dalam Taxi.
.
.
.
.
Sesampai dirumah.
Reina dan Elang turun dari taxi dan masuk ke dalam rumah.
Tanpa mereka sadari ada 4 mata yang melihat mereka memasuki rumah. Yaitu Gilang dan Sahabat nya Reza,Mereka sedang duduk di paviliun yang ada di samping rumah tidak jauh dari pintu utama.
Gilang terlihat menatap Reina dan Elang dengan tatapan dingin.
.
.
.
.
**Bersambung
Visual Reina**
Visual Elang
Visual Gilang
gak suka tp nempel x