Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Di sumpal daging
''Udah ndak sabar mau ketemu sehingga sampai menjemput seperti ini ya?'' Pak RT bertanya dengan suara manja karena dia merasa sangat senang.
''Iyaa.'' Astuti menjawab dengan suara yang agak menyeret.
''Mas pasti datang kok untuk menemui kamu jadi tenang saja di rumah.'' ujar Pak RT sambil mengelus tangan istri muda yang cantik jelita ini.
Astuti sama sekali tidak memberi jawaban lagi dan dia memeluk erat tubuh Pak RT seolah sangat takut kehilangan, pak RT yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja merasa sangat senang dan merasa begitu dicintai oleh gadis ini sehingga dirinya sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah dan melakukan aksi yang lebih gila lagi.
Mereka begitu pintar menutupi belang tersebut ketika bertemu satu sama lain sehingga tidak ada warga yang merasa curiga, sebab sebenarnya Astuti ini adalah adik tiri dari Pak RT itu sendiri sehingga mereka selama ini menganggap itu adalah hal yang wajar ketika Pak RT sering mengunjungi rumah Astuti.
Padahal di balik itu semua tersimpan sifat tercela dan mereka sudah sering melakukan hubungan badan satu sama lain, bahkan Pak RT sampai membawa Astuti pergi ke luar kota untuk melakukan pernikahan secara siri sehingga saat ini mereka tercatat sebagai pasangan suami istri dan istri tua Pak RT sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu.
Bu RT tetap saja berpikir positif bahwa hubungan mereka hanya sebatas adik kakak meski selama ini hubungan mereka adalah saudara tiri, tidak dia sadari bahwa kedua manusia itu telah menusuk dia dari belakang selama ini dan tentu saja sudah menjadi rahasia yang begitu rapat untuk dibuka.
Pria hidung belang itu sama sekali tidak memikirkan perasaan sang istri yang ada di rumah, Sebab Dia merasa memiliki uang sehingga wajar saja bila mencari jajan di luar sana dan mencari daun muda, melihat sang istri yang setiap hari begitu maka ada rasa bosan di dalam hati ini.
''Kok tangan kamu dingin sekali.'' Pak RT menyentuh tangan Astuti yang memang sedingin es.
''Ya makanya aku cari kamu karena aku kedinginan memang.'' Astuti menyandarkan Kepala dia.
''Ah kamu bisa saja, Mas Jadi tidak sabar ini mau segera sampai rumah.'' Pak RT menjilat bibir dia yang berwarna hitam itu.
Namun pria ini mendadak saja merasa aneh karena sejak tadi mereka sudah berputar-putar dan tak kunjung sampai di rumah Astuti, padahal rumah itu tidak seberapa jauh dari rumah Pak RT sendiri namun rasanya mereka sudah sejak tadi naik motor ini dan tak kunjung sampai sehingga Pak RT pun Berhenti sejenak untuk memperhatikan keadaan sekitar.
''Mana dari tadi aku juga mencium bau amis sekali, kamu ada cium aroma amis tidak?'' Pak RT menoleh ke belakang namun agak kesulitan karena pelukan Astuti begitu kencang.
''Oh mungkin saja itu bau amis ini.'' ujar Astuti sehingga membuat Pak RT penasaran.
''Apa?''
''Hihihiiiiii.....
''Astaga!" Pak RT terperanjat ketika mendengar Astuti tertawa seperti itu.
Bahkan ketika dia menatap sekitar tempat ini sekali lagi maka Pak RT baru menyadari bahwa Sekarang dia sudah tersesat di kuburan, padahal rumah Astuti dan juga kuburan itu sangat jauh berbeda sehingga aneh saja bila mendadak mereka berdua justru sampai di pemakaman desa.
"Hiks, hiks." Astuti mendadak saja menangis dan tertunduk.
"Astuti, apa kamu takut?" Pak RT segera turun dari motor dan menatap Gadis itu yang masih tetap duduk.
"Kau pria yang sangat tidak tahu diri." ujar Astuti masih dengan posisi semula.
"Ah, Kenapa mendadak saja kamu berbicara seperti itu?" Pak RT kebingungan dengan emosi yang ada di dalam diri.
Jreeeeeng.
"Hah!" Pak RT terjengkang ke belakang karena kaget ketika Astuti mengangkat kepala dan seketika dia berubah menjadi Rina.
"Kau bukan hanya suka menghina orang tapi juga sangat menyukai perzinahan." Rina berjalan dengan gaun panjang diseret.
"RI... rina?!" Pak RT agak tidak percaya bahwa ini adalah arwah wanita itu.
"Yaaa... ini adalah aku yang sering kau hina sejak dulu." Rina berkata dengan air mata darah.
"Tidak, kau sudah meninggal dunia sehingga tidak mungkin bisa muncul kembali ke dunia ini." ujar Pak RT karena dia tetap tidak percaya bahwa itu adalah sosok arwah Rina.
Rina yang Mendengar hal itu tentu saja menjadi tersenyum kejam, dengan penampilan seperti ini saja sudah membuat Pak RT begitu ketakutan dan ini malah tambah lagi ketika Rina merobek baju bagian atas sehingga menampakkan rongga dada dia yang sudah pecah berhamburan karena di makan oleh ulat itu.
''Makan!'' Rina mengambil gumpalan daging yang begitu banyak lengkap dengan Ulat itu dan memasukkan ke dalam mulut Pak RT.
''Hemppp!'' Pak RT berusaha untuk berontak Namun ternyata tubuh dia kaku.
Bleeeep.
Bleeeep.
''Kau begitu sering menghina aku, jadi Nikmati saja daging yang berbau bangkai ini.'' Rina terus memasukkan daging busuk ke dalam mulut Pak RT.
Aroma bangkai dan juga amis melumuri seluruh wajah pria setengah baya itu dan dia sama sekali tidak bisa melawan karena tenaga Rina jauh lebih besar, ini bukan hanya rasa takut saja tapi bercampur dengan rasa jijik yang ada di dalam diri karena dia harus menelan daging busuk tersebut.
''Aaaaahhhh!'' Pak RT menjerit keras ketika Rina menarik lintah dari dalam mulut dia.
''Hihihiiiiii.....
''Tolooong!'' mendapat kesempatan itu maka Pak RT berlari kencang meninggalkan kawasan perkuburan.
''Larilah, selama ini aku juga selalu berlari bila ingin bertemu dengan dirimu.'' Rina tersenyum dan air mata darah itu tak kunjung berhenti.
Bukan hanya air mata darah saja tapi bagian payudara itu perlahan mulai melepaskan diri secara masing-masing, seolah daging itu memang sudah tidak mau lagi melekat di tubuh sang pemilik sehingga ketika untuk berdiri maka langsung Luruh begitu saja bersama dengan ribuan para ulat yang mengerumuni daging tersebut.
''Toloooong!'' jeritan di malam hari pada area kuburan sehingga sama sekali tidak ada yang mendengar.
''Mana jalan keluar ini? Kenapa wanita sialan itu harus menjadi arwah gentayangan dan mendatangi aku seperti ini.'' Pak RT masih saja menggerutu dan memaki.
''Hihihiiiiii..... '' Rina melayang di udara dan mengejar pria tua itu.
Tentu saja pak RT yang dikejar menjadi bertambah ketakutan, tapi untung saja Tak lama kemudian dia berhasil menemukan jalan keluar sehingga segera berlari meninggalkan area perkuburan ini agar bisa mendapat pertolongan dari beberapa orang warga yang kemungkinan sedang ada di rumah, setidaknya dia bisa keluar dari kuburan dan tidak bertemu dengan arwah Rina kembali.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.