NovelToon NovelToon
Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Wasiat Kakak, Suami Pilihan Yang Tak Ku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Putri prisella

"minum obat itu cepat!" Elio berkata dingin, sorot matanya tajam, menunjuk benda persegi panjang kecil yang baru saja ia lempar tepat di samping Kaia yang masih berbalut selimut. "Aku tidak ingin memiliki anak dari wanita sepertimu. Dan jika sampai kamu hamil..." Suaranya menurun penuh penekanan. "Aku tidak akan segan-segan menghilangkannya."

Kaia adalah gadis yang baik tapi sayangnya dia kurang kasih sayang dari ayahnya. saat lulus kuliah dia di desak ayahnya harus menjadi pengantin, menggantikan sang kakak yang bernama Kiara yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Dengan Elio, seorang dokter kulit, tunangan kakaknya.

Disisi lain, sejak kecil ayahnya yang menyimpan luka selalu menyalakan Kaia sebagai penyebab kematian istrinya.

Lalu bagaimana saat Kaia tiba-tiba mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Haruskah ia pergi dan menyelamatkan nyawa kecil yang sedang tumbuh dalam rahimnya? Atau justru melenyapkannya?

Ikuti kisah Kaia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri prisella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Kenangan Masalalu

Di kantor Aventis Global Lines, Fadlan baru saja membuka map laporan yang menumpuk di atas meja kerjanya.

Tok...

Tok...

Tok...

"Masuk."

Beni, sekretaris pribadinya, melangkah masuk sambil membawa sebuah tablet. "Pak... ada berita tentang pernikahan Nona Kaia."

Fadlan mengangkat wajah.Alisnya berkerut ketika menerima tablet itu. Baru satu detik membaca judul utamanya, rahangnya langsung mengeras.

...Adik tiri almarhumah Kiara menikahi tunangan sang kakak....

...Diduga hubungan mereka sudah terjalin sejak lama.Komentar demi komentar memenuhi layar....

..."Pantas aja jadi pengantin pengganti."...

..."Ibunya dulu pelakor, anaknya sekarang merebut calon suami kakaknya."...

..."Kasihan Kiara... bahkan setelah meninggal masih direbut semuanya."...

Napas Fadlan berubah berat. Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Siapa yang menyebarkan berita ini, Ben?"

"Kami masih melacak sumber pertamanya, Pak."

"Cari." Suara Fadlan terdengar rendah, tetapi penuh tekanan. "Turunkan semua berita itu. Jangan ada yang tersisa."

"Baik, Pak." Beni segera keluar. Pintu kembali menutup. Ruangan luas itu mendadak sunyi. Fadlan meletakkan tablet dengan kasar, lalu menyandarkan tubuh pada sandaran kursinya.

Pandangannya jatuh pada sebuah bingkai foto yang selalu berada di sudut meja. Perlahan ia mengambilnya.

Di sana ada dirinya. Ivanka yang sedang mengandung besar. Dan Kiara kecil yang saat itu baru berusia lima tahun, tersenyum sambil memeluk perut wanita yang sebentar lagi akan melahirkan adiknya.

Jempol Fadlan mengusap pelan wajah Ivanka. Dadanya kembali sesak. Selama dua puluh tiga tahun...

Ia memang menjadi ayah yang buruk bagi Kaia. Ia selalu menyalahkan kelahiran putrinya atas kematian Ivanka.

Tidak pernah memeluknya.Tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun. Bahkan jarang menanyakan bagaimana hari-hari Kaia.

Namun... Saat membaca ribuan orang menghina putrinya tanpa mengetahui kebenaran... Ada bagian dalam dirinya yang ikut terasa hancur.

"Kaia..." gumamnya lirih. "Mereka tidak tahu apa pun tentangmu."

Tatapannya kembali kosong. Kenangan masalalu yang selama bertahun-tahun berusaha ia kubur perlahan muncul lagi.

Saat itu... Kiara baru berusia satu tahun. Rumah tangganya dengan Rosmalia masih utuh.

Atau setidaknya terlihat utuh dari luar.

Suatu malam sebuah pesan anonim masuk ke ponselnya.

Beberapa foto dan vidio, beberapa bukti transfer dan lokasi sebuah hotel.Awalnya Fadlan menganggap semuanya fitnah.

Sampai akhirnya ia datang sendiri. Ia melihat Rosmalia keluar dari kamar hotel bersama seorang pria yang memiliki jabatan tinggi di negeri ini.

Rosmalia tertawa.Tangannya menggandeng lengan pria itu tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Malam itu... Sesuatu dalam diri Fadlan ikut mati. Amarah, harga diri, dan rasa cintanya.

Dalam keadaan hancur itulah ia bertemu Ivanka Calina. Aktris papan atas yang sedang naik daun, wajahnya hampir setiap minggu menghiasi sampul majalah.

Awalnya... Ia hanya ingin membalas rasa sakit yang diberikan Rosmalia. Ia ingin membuat istrinya merasakan kehilangan yang sama.

Namun rencana itu justru menjadi bumerang. Ivanka tidak pernah meminta apa pun. Wanita itu lembut, tidak banyak mengeluh. Memberikan perhatian yang tak pernah ia dapat dari Rosmalia.

Ivankan juga menyayangi Kiara seperti putrinya sendiri, bahkan ketika status mereka belum jelas. Tanpa sadar... Fadlan benar-benar jatuh cinta.

Sementara hubungan rumah tangganya dengan Rosmalia semakin retak. Wanita itu lebih sering menghabiskan waktu bersama para sosialita, arisan, pesta, dan pria simpanannya daripada bersama keluarga. Ia melalaikan tugasnya sebagai ibu dan istri di rumah.

Perceraian menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa dihindari. Namun sebelum proses hukum itu selesai... Fadlan lebih dulu menikahi Ivanka.

Keputusan yang sampai hari ini masih menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya. Bukan karena menikahi Ivanka. Melainkan karena waktu yang salah.

Rosmalia memanfaatkan kesempatan itu. Di depan media...bla menangis. Berperan sebagai istri yang dikhianati. Sedangkan Ivanka dicap sebagai perebut suami orang.

Karier perempuan itu runtuh hanya dalam hitungan bulan. Fadlan sebenarnya memiliki semua bukti perselingkuhan Rosmalia. Cukup untuk membalikkan keadaan. Namun Ivanka justru melarangnya kala itu.

"Sudahlah, Mas. Yang kamu lawan orang penting di negara kita ini... Aku juga tidak ingin Kiara tumbuh dengan melihat kedua orang tuanya saling menghancurkan."

"Perusahaan kita bisa hancur kalau melawan mereka, Fad." Tambah Hardja yang ikut berdiskusi.

Dan sejak hari itu... Fadlan memilih diam. Membiarkan dunia membenci wanita yang paling ia cintai. Bahkan... Sampai setelah Ivanka meninggal.

"Inilah salah satu alasan aku membatasi pergaulan Kaia."

****

Elio membuka pintu apartemennya. Sebuah apartemen yang seharusnya menjadi tempat ia memulai kehidupan baru bersama Kiara.

Namun kini, perempuan yang melangkah masuk bersamanya adalah Kaia.

Apartemen itu bukan tempat asing bagi Kaia. Beberapa kali ia pernah mengantar atau menjemput Kiara ketika kakaknya berkunjung ke sana.

Saat itu, ia hanya datang sebagai tamu. Tak pernah sekalipun ia membayangkan akan kembali sebagai penghuni rumah ini.

"Masuk yuk, Sayang." Maika tersenyum hangat sambil menggandeng lengan Kaia memasuki apartemen.

Di belakang mereka, Sienna menyeret koper oranye milik Kaia sambil sesekali mengeluh karena beratnya.

"Ya ampun, Kai... isi koper kamu batu semua, ya?" gerutunya membuat Kaia tersenyum kecil. Meski senyum hanya sebuah keterpaksaan.

Maika memperhatikan wajah pucat menantunya. "Semoga kamu betah tinggal di sini ya."

Kaia mengangguk pelan."Iya, Mom." Jawaban itu terdengar lirih.

Jujur saja... Ia sendiri tidak tahu apakah ia mampu bertahan tinggal serumah dengan pria yang bahkan enggan memandangnya.

Sementara itu di dalam kamar utama... Elio melepas jam tangannya, lalu meletakkannya di atas nakas.

Dari pantulan cermin wardrobe, ia melihat Sienna masuk sambil menyeret koper milik Kaia.

"Taruh di mana nih, El?"

"Pojok aja." Elio menunjuk area dekat wardrobe dengan dagu tanpa menoleh.

"Nanti biar Kaia sendiri yang nata." Sienna mengangguk.

Setelah koper itu berdiri rapi, ia berjalan menghampiri saudara kembarnya. Ia melipat kedua tangan di dada, lalu menyeringai usil.

"Gila juga ya lo."

Elio menaikkan sebelah alis. "Apa lagi sih?"

Sienna menipiskan bibirnya. "Lo bikin Kaia sampai susah jalan."Ucapan itu membuat Elio hampir tersedak ludahnya sendiri.

"Pasti semalam lo gempur terus, ya?" Mata bulat Sienna memicing.

Wajah Elio yang biasanya datar mendadak memerah sampai ke telinga. Ia langsung memalingkan wajah. "Ck... ngomong apaan sih."

Sienna langsung tertawa puas. "Nah kan! Berarti rencana gue berhasil."

Elio menoleh cepat."Rencana apaan?"

Sienna mengangkat bahu santai. "Gue yang nyembunyiin piyama Kaia. Gue juga yang maksa dia pakai lingerie hitam itu."

Elio terdiam, hening beberapa detik berlalu tanpa suara. Ingatan Elio kembali pada semalam.

Kaia yang terus menggeleng panik. "Aku nggak bermaksud, Kak..."

Dan ia... Sama sekali tidak mendengarkan. Ia mengira Kaia memang sedang menggodanya dimalam pertama.

Sienna melambaikan tangan di depan wajah saudara kembarnya saat Elio hanya terdiam dengan tatapan kosong.

"Heh! Kok malah bengong?"Elio menghela napas pelan.

"Jadi..."

"Itu semua ide gue." Sienna terkekeh bangga. "Kasihan tau Kaia. Dia malu setengah mati."

Entah kenapa... Muncul sedikit rasa bersalah di dada Elio. Namun hanya sesaat. Cepat-cepat ia menepis perasaan itu.

"Sok tahu Lo, cil."

"Cie..." Sienna menyenggol lengannya. "Tapi serius, El."

Nada bicaranya berubah lebih lembut. "Jangan terlalu keras sama dia. Jangan minta terus ya... Pangkal pahanya masih sakit kayaknya. Tunggu tiga hari lah..."

Elio langsung berdeham. "Udah selesai ngomongnya?"

Sienna justru makin tertawa. "Dasar dokter kulit, bahas beginian malah malu."

Elio mendecak kesal. "Nggak usah ngurusin gue." Ia menatap tajam saudara kembarnya. "Urus aja kisah cinta lo sama Neo."

Senyum Sienna langsung menghilang. "Neo udah pindah ke Utrecht." Ujarnya malas.

"Nah itu." Elio menyeringai tipis. Kini gilirannya membalas Sienna. "Dulu dikejar sok-sokan cuek. Sekarang orangnya pergi, malah galau."

Bugh!

Sebuah pukulan mendarat tepat di dada Elio. "Aduuhh" rintihnya pura-pura kesakitan.

"Tuh kan!" Sienna mendengus kesal. "Mulut Lo emang nyebelin."

Alih-alih mengaduh lagi, Elio justru tersenyum tipis melihat ekspresi jengkel saudara kembarnya.

Sienna keluar dari kamar sambil masih mengomel sendiri.Ia menjatuhkan tubuh di sofa ruang tengah.

Maika dan Kaia masih duduk berdampingan. Wanita paruh baya itu perlahan menggenggam hangat kedua tangan Kaia.

"Kai... Mama kamu..." Suara Maika terdengar pelan. "...bukan perempuan seperti yang orang-orang bicarakan."

Kaia mengangkat wajah,napasnya langsung tercekat. Matanya membesar. Selama ini... Belum pernah ada yang mengatakan kalimat itu kepadanya, kecuali ayah, kakek, nenek dan Kiara.

Maika mengusap punggung tangan Kaia perlahan. "Mommy kenal Ivanka jauh sebelum beliau menikah dengan Papa kamu."

Kaia menatap ibu mertuanya tanpa berkedip.

"Mommy sama mama kamu teman satu kelas waktu SMA di Lembang. Sebelum Mommy pindah ke Jakarta. Beliau perempuan yang sangat lembut, tulus. Dan selalu mengutamakan orang lain."

Air mata Kaia perlahan memenuhi pelupuk matanya."Dan Mommy yakin..."

Maika tersenyum tipis. "Mama kamu bukan perebut suami orang."

Kalimat itu... Menghantam benteng yang selama ini Kaia bangun di dalam hatinya.

Bibirnya bergetar."Selama ini..." Suaranya pecah. "Nggak pernah ada yang ngebela Mama."

Air matanya akhirnya jatuh, tanpa mampu ditahan lagi. Kaia langsung memeluk Maika erat.

Isaknya pecah di bahu wanita itu. "Terima kasih, Mom... Terima kasih..."

Maika membalas pelukan itu. Mengusap pelan punggung menantunya. "Sudah ya... Kamu nggak sendiri lagi."

Di samping mereka, Sienna ikut tersenyum haru.Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Eh iya!" Ia menoleh pada ibunya. "Berita tentang Kaia sama Elio tadi siang udah hilang semua. Mommy yang suruh take down ya?"

Maika tampak heran."Bukan."

Sienna mengerutkan dahi."Berarti mungkin Daddy?"

Maika menggeleng pelan."Bukan juga. Seharian Mommy sama Daddy di rumah sakit."

Ruangan mendadak sunyi. Kaia ikut tenggelam dalam pikirannya. Mustahil... Ayahnya melakukan itu.

Selama ini Fadlan bahkan tak pernah sekali pun berdiri di pihaknya. Kalau bukan Daddy Yama... Lalu siapa?

Tanpa mereka sadari, dari balik lorong menuju kamar, Elio berdiri mematung. Ia baru saja hendak keluar. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar ucapan ibunya.

"Mama kamu bukan perebut suami orang."

Tatapan Elio perlahan beralih kepada Kaia yang masih menangis dalam pelukan Maika.

Entah mengapa...

Keyakinan yang selama ini ia pegang mulai terasa goyah.Namun bayangan hasutan Rosmalia tentang Ivanka dan Kaia juga terus muncul di ingatannya.

**********

* Bersambung *

* Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar*

*Vote, like dan tambahkan favorit/subscribe yaa All juga hadiahnya 💝 *

*Terimakasih🙏*

*Salam manis dari AUTHOR ☺️*

*ig@putri_miceela.*

1
Fadillah Ahmad
Sinopsis Novelnya bagus sekali Kak... Aku suka. 😂😂😂 Aku jadi penasaran di buatnya... 😂😂😂 Covernya juga bagus... 🙏🙏🙏😁

Aku boleh mampir kan, Kak? 🙏🙏🙏😁
Putri Anggraini: boleh banget dong🤭
total 1 replies
Marini Suhendar
Elio dulu hanya mendengarkan dr 1 pihak tanpa dia cerna kembali..klo tau sebenarnya mungkin tak kan memperlakukan kaia seperti ini..kenapa kaira dulu ingin menikahkan mereka karena mungkin tau yg sebenarnya kaia
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kaia, sehat selalu buat si kembar
Ariany Sudjana
Neo sebaiknya jangan beritahu Elio, biarkan saja dia menanggung akibat dari perbuatannya sendiri
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus sibuk mencari Kaia? bukannya selama ini Kaia selalu kamu acuhkan Elio? sudahlah biarkan Kaia memulai hidup baru di negara lain bersama si kembar
Ariany Sudjana
good decision Kaia, kamu akan memulai kehidupan baru di Slovenia dengan si kembar
Putri Anggraini
cerita sangat bagus sayang kalau gak di baca😍
Nazira Kania: Hai Kak 😊 Saya dari tim redaksi Perkasa Satu. Naskah Kakak di Noveltoon menarik dan layak diterbitkan menjadi buku. Saat ini kami membuka Program Terbit Gratis Edisi September untuk 10 naskah tercepat, dengan Free ISBN dan buku yang diterbitkan dapat masuk Gramedia digital maupun offline (s&k). Fasilitas lainnya: editing, desain cover, sertifikat penulis, promosi, serta royalti 20–30%. Tertarik? Hubungi Admin 📱 083197323183.
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Kaia, segera kamu bercerai dengan laki-laki yang masih ga bisa move on dari masa lalunya, apalagi kamu lagi hamil dan Elio kan ga mau punya anak dari kamu, jadi lebih baik kamu pergi ke LN, kamu cari kerja di LN untuk menghidupi kamu dan juga bayi dalam kandungan kamu
Ariany Sudjana
pasti si tukang foto ini suruhan si Mak Lampir (mama kandung Kiara)
Ariany Sudjana
sebaiknya kamu tinggalkan saja Elio itu kaila, percuma mau kamu jungkir balik berusaha jadi istri yang baik, di mata Elio kamu tetap bukan siapa-siapa
falea sezi
lanjut bahaya jg elio😒
Putri Anggraini: MLM ini kita lanjut lagi ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!