NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memori palsu

Kesadaran Rian perlahan kembali, namun bukan rasa sakit yang pertama kali menyambutnya. Melainkan aroma ozon yang familiar, kehangatan cahaya lampu kekuningan, dan dentang lonceng pintu yang amat sangat ia kenal.

Ia berdiri di balik meja baja yang bersih. Di sekelilingnya membentang rak-rak baja raksasa bermuatan ribuan silinder kristal ingatan yang memancarkan pendar biru pekat.

Archivia Distrik 4.

Rian memandangi jemarinya. Tidak ada noda oli, tidak ada bekas luka, dan kemeja Archivist-nya terpasang rapi tanpa setitik debu pun. Di luar jendela, hujan menetes tenang, membiaskan cahaya neon kota yang damai.

Pandangannya berkeliling menatap sekitar "Aneh..." gumam Rian. Bukankah ia baru saja ditangkap di laboratorium bawah tanah oleh Leon?

Dentang lonceng pintu depan berbunyi lagi. Seorang wanita bergaun hitam melangkah masuk, memegang silinder kaca di tangannya. Namun kali ini, ketika wanita itu membuka tudungnya, wajahnya bukanlah Maya. Melainkan seorang wanita asing dengan senyum ramah.

"Terima kasih telah menata memoriku, Rian," ujar wanita itu lembut. "Kehidupanku di Neo-Veridia terasa begitu sempurna."

Rian melangkah mundur, dadanya bergemuruh hebat. Sesuatu terasa sangat salah. Kedamaian ini terlalu manis, terlalu sempurna, dan sepenuhnya tanpa celah. Ia meraba pipi kirinya—kulitnya terasa begitu halus. Ia mencoba mengingat rasa sakit dari tembakan laser, bau uap panas di Distrik Bawah, dan kepedihan dari pengkhianatan Elena, namun ingatan-ingatan itu terasa kabur, seperti kabut pagi yang disapu matahari.

*“Rian... bangun!”*

Sebuah bisikan parau menggema samar di balik dinding-dinding Archivia yang tenang, namun suaranya semakin kencang semakin membuatku tak nyaman, ternyata Suara Maya.

*“Jangan percaya pada apa yang kau lihat! Mereka sedang meretas jaringan otakmu!”* aku mulai tersadar dan mulai merasakan udara yang begitu dingin.

Seketika, dinding-dinding galeri ingatan itu retak. Garis-garis kode digital berwarna merah menyala merembes keluar dari balik rak-rak baja. Rian membelalak, "Ini bukan Archivia, Ini adalah simulasi ruang pikiran" sebuah **Memori Palsu** yang ditanamkan ke dalam kesadarannya untuk menidurkan perlawanan biologis otaknya sementara Leon mengekstrak Inti Kode secara paksa!

"Kau tidak bisa mengurungku dalam ilusi ini, Leon!" teriak Rian ke udara. Aku terus berusaha berontak agar tersadar.

Dunia galeri yang damai itu mendadak runtuh seperti pecahan kaca yang berkeping-keping. Pemandangan Archivia berganti menjadi interior dingin dan megah dari Archivia Pusat di Sektor Nol.

Rian terbangun dengan sentakan hebat. Tubuhnya terikat di atas kursi ekstraksi berteknologi tinggi di pusat laboratorium raksasa Sektor Nol. Puluhan kabel fiber optik menancap di pelipis dan dadanya, memindahkan arus data berkecepatan tinggi ke sebuah konsol utama melayang.

Di hadapannya, Leon berdiri membelakangi layar raksasa yang menampilkan persentase pengunduhan Inti Kode: **68%**.

"Kau mengagumkan, Rian," ujar Leon tanpa berbalik, menatap grafik sinapsis otak saudaranya. "Hanya butuh tiga menit bagi otakmu untuk menembus simulasi penenang tingkat tertinggi milik Dewan. Tapi sayang, kau terlambat bangkit."

Rian melirik ke samping. Maya terikat di kursi isolasi sebelah, tak sadarkan diri dengan indikator vital yang makin melemah.

"Progres ekstraksi sudah mencapai titik tanpa jalan kembali," lanjut Leon seraya menatap adiknya dengan tatapan dingin. "Dalam dua menit, Inti Kode di kepalamu akan berpindah sepenuhnya ke pemancar pusat Proyek Oblivion. Dan setelah itu... memori aslimu akan terhapus selamanya, menyisakan cangkang kosong yang patuh."

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!