" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 34
Setelah kepergian Bagas ludwighe mengambil ponselnya dan menghubungi sang mommy.
" halo mom " ucap ludwighe
" iya , Ludwig kenapa " tanya mommy Maria sebab tumben sekali putranya itu menelpon nya saat jam kantor seperti ini.
" hmm ,mom lusa aku ada acara jadi aku berencana mengajak Bella ikut bersama ku, bisakah mommy Tolong pilihkan beberapa gaun terbaik untuk Bella " ucap ludwighe.
" tentu saja bisa , mommy senang sekali mendengarnya . Yaudah kalau gitu kamu tenang aja masalah pakaian yang akan kalian pakai biar mommy yang urus " jawab mommy Maria dengan semangat.
" makasih mom , yaudah ludwighe tutup ya mom " timpal ludwighe.
" ahh iya mommy juga harus ngurusin butik ini , bye sayangnya mommy " ucap mommy Maria .
" bye mom" balas ludwighe.
Setelah itu ludwighe kembali di sibukkan dengan pekerjaan nya yang masih menumpuk .
Bagas berjalan dengan riang seolah tak ada beban di hatinya saat ini , semua karyawan merasa heran sekaligus merasa ngeri melihat asisten bosnya itu yang biasanya berwajah dingin dan datar sekarang malah tersenyum ramah Sepanjang jalan.
Ceklek....
Lani tersentak saat tiba-tiba pintu ruangan dibuka begitu saja . Beberapa orang yang ada di ruangan tersebut pun ikut menoleh , mereka langsung menunduk dan melanjutkan pekerjaannya saat melihat asisten bosnya lah yang datang .
" ekhmm ,lani saya mau bicara sama kamu temui saya di kantin kantor" timpal Bagas dengan suara yang dibuat tegas dan berwibawa lalu dengan cepat ia pergi meninggalkan lani yang bengong.
" kamu ada buat salah sama pak Bagas lan?" tanya Rika yang duduk di sebelah lani.
" enggak kok rik ,aku dari tadi kan di sini sama kalian " jawab lani ada rasa cemas juga di hatinya sebab Bagas berbicara dengan nada yang tak biasa .
" yaudah lah kamu temui aja dulu lan jangan sampai marah pak bagasnya kelamaan nungguin kamu" timpal Joko yang juga satu ruangan dengan lani.
" yaudah deh , aku pergi dulu ya guys " timpal lani kemudian ia pergi menuju ke kantin kantor yang ada di lantai dasar.
Sesampainya di kantin lani mengedarkan pandangannya lalu kemudian ia menemukan Bagas duduk di meja paling pojok . Lani pun menghampirinya dengan tergesa-gesa.
" pak " sapa lani dia berdiri di depan Bagas yang masih duduk.
" lama banget kamu , jamuran saya ni " omel Bagas
lani sampai melongo mendengar perkataan Bagas ,lama dari mana belum sampai lima menit dia menunggu sudah bilang lama .
" em maaf pak " ucap lani .
" duduk " perintah Bagas dan lani menurutinya .
" bapak mau bicara apaa ya pak , apa saya ada buat salah?" tanya lani was was.
" kamu kok tegang gitu lan ,santai aja lah " ucap Bagas dengan santai ia menyeruput kopi nya .
" gimana saya bisa santai pak ,tadi bapak bicara kayak saya buat masalah besar " jawab lani
" ekhmm itu namanya jaga image lani ,saya harus tetap terlihat berwibawa" ucap Bagas.
" astaga pak, jantung saya mau copot tadi loh" ucap lani.
" sekarang bagaimana jantung mu?" tanya Bagas .
" masih aman pak " jawab lani .
" ohh padahal saya sudah berniat menjualnya tadi kalau sudah copot beneran" ucap Bagas dengan raut wajah seolah kehilangan sesuatu yang berharga.
" bapakkkk" geram lani .
" CK ,saya bukan bapak mu lani .
baiklah - baiklah saya memanggilmu ke sini bukan untuk berdebat , lusa bos dan saya ada acara dengan mitra bisnis kita nyonya Bella juga ikut itulah sebabnya saya memanggilmu karena kamu akan ikut menemani saya ke acara itu. " timpal Bagas
Lani tentu saja terkejut apalagi ini adalah acara mitra bisnis pasti tamunya orang - orang yang terpandang bukan orang biasa sepertinya yang cuma seorang karyawan kantor.
" apa bapak tidak salah meminta saya menemani anda pak ,saya ini cuma karyawan biasa pak dan yang hadir di acara itu pasti bukan orang sembarangan" jawab lani .
" kamu datang bersama saya dan juga pak bos , jadi tidak perlu memikirkan hal yang lainnya kamu hanya cukup di samping saya itu saja " timpal Bagas .
" tapi pak" ..
" sudahlah lani , acaranya juga lusa jadi kita tak punya banyak waktu untuk berdebat.
kamu akan datang sebagai pasangan saya hari Sabtu kita pergi berbelanja oke " ucap Bagas ia tak ingin lani menolak ajakannya.
" saya akan kembali ke ruangan saya , habiskan jus mu terlebih dahulu baru kembali ke ruangan mu mengerti!" lanjut Bagas sambil merapihkan jasnya .
" mengerti pak " jawab lani
Bagas menatapnya sejenak sebelum berlalu meninggalkan lani yang masih diam memikirkan tentang acara tersebut.